[FF] Your Love Change My World (Part 2)

Title : Your Love Change My World

Maincast : Im YoonA, Lee Donghae, Tiffany

Supportercast : temukan sendiri chingudeul XD XD

Genre : Romance, Life, Chapter

A/N : Halooo haloooooo readers!! ^^ kini author membawa part 2 dari ff “Your Love Change My World”, tak  usah berbabibubebo lebih baik lansung berfantasi di dunia author!! ^^ mian kalau masih ada typo, karena author juga seorang manusia T^T tapi gomawoyo chingudeul sudah mau menyempatkan waktunya untuk mengunjungi blogku XD XD sungguh-sungguh tersanjung(?). Ayo lanjut ke part 2!! 😀

Preview

Princess Hours ini mengisahkan kehidupan seorang gadis (Han Chae Kyung) dari kalangan rakyat biasa yang harus menikah dengan seorang Putera raja (Lee Shin) karana desakan ekonomi dan janji yang pernah dibuat oleh keluarga Han Chae Kyung dengan keluarga diraja. Pernikahan ini harus terjadi karana desakan keluarga diraja yang harus segera mengisi posisi calon raja kerana raja yang sekarang sedang dalam keadaan tidak sihat. Proses untuk menjadikan Han Chae Kyung sebagai calon permaisuri menjadi babak lawak. Namun karena sifatnya yang selalu ceria membuat dia diterima oleh pihak kerajaan. semasa pernikahan mereka datanglah Lee Yul, setelah 14 tahun meninggalkan Korea dengan ibunya Yul, sebenarnya Lee Yul juga adalah seorang putera raja, yang akan menjadi persaingan calon raja korea. Kisah menjadi lebih menarik setelah bekas kekasih Lee Shin yaitu Min Hyo Rin seorang penari balet sturut kembali ke korea dan ingin kembali bercinta dengan Lee Shin. Namun disatu sisi lain Lee Shin secara diam-diam mulai mencintai Han Chae Kyung. Han Chae Kyung pun sebaliknya merasakan perasaan tersebut sejak lama, namun ia tidak berani menunjukan sikap perhatiannya dengan Lee Shin. Dan ternyata Lee Yul sejak pertama mengenal Chae Kyung sudah sangat menyukainya, perasaan itu semakin lama semakin tumbuh menjadi rasa cinta. Namun kembalinya ibu Lee Yul bersamanya tidak hanya sekedar hanya kembali namun memiliki sebuah rencana jahat yang ingin ibunya lakukan untuk menghancurkan keluarga kekaisaran dan merebut kembali semua apa yang seharusnya menjadi miliknya jika suaminya tidak meninggal. Saat pertemuan awal Lee Shin dan Chae Kyung, mereka selalu bertengkar. Mungkin dari kebiasaan itu lah tumbuh perasaan cinta dalam diri mereka masing-masing, perasaan benci berubah mennjadi cinta.. lucu bukan?? ini lah yang mereka alami. Di akhir episode mereka akhirnya bahagia bersama walaupun melewati banyak rintangan yang ingin mengkandaskan kisah cinta mereka namun mereka bisa melewatinya. 

“Sangat mengharukan sekaligus membahagiakan sepertinya” ucap Donghae yang masih fokus dengan sinopsis dari naskah yang sedang dipegangnya.

“Tentu saja, sangat mengharukan dan juga membahagiakan.. lucu dan romantis. Semua paket lengkap dalam drama ini” ucapku dengan wajah yang berseri-seri.

“Ne, aku pernah menontonnya namun tidak sampai habis. Sayang sekali” ucap Donghae lalu mulai menatap dalam manik mataku dan sangat sukses membuatku habis kata untuk membalas perkataannya.

“A..ah ne sayang sekali” ucapku dengan sedikit terbata-bata, dan tiba-tiba #brukkkkkkkkkkk ada seseorang yang menabrakku dan kini kurasakan tangan kekar seseorang telah bertengger dipinggangku dan mata kami saling bertemu, sangat terasa hembusan nafas hangatnya yang menerpa wajahku.. dan ternyata dia adalah.. deggg….

“Kau tidak apa-apa YoonA-ya??”

————————————————————————————————–

Still YoonA POV

“Kau tidak apa-apa YoonA-ya??” ucap seorang namja tampan kepadaku.

“Aniyo gwenchanna” ucapku dengan terbata-bata karena apa?? kalian tahu jantungku kini berdetak 100 kali lebih cepat dari biasanya. Ah perasaan ini semakin aneh~

“Baiklah, sini bangun” ucap namja tampan tersebut yang tak lain adalah Donghae, namja yang secara diam-diam aku sukai.

“Ah..n..ne” ucapku lagi dengan tergagap dan kali ini nyatanya gagapku sangat terlihat dan tampak sadar pipiku mengeluarkan semburat merah yang menandakan bahwa aku malu sekarang ini ><.

“YoonA-ya, pipimu kenapa merah seperti itu?? apakah kau benar-benar tidak apa-apa??” tanya Donghae dengan menatap intens kepadaku lalu mengusap pipiku yang kuyakin sudah semerah kepiting rebus ini, ah aku sangat malu ><.

“A..ah aniyo Donghae oppa, aku hanya sedikit tidak enak badan saja. Tak perlu khawatir” ucapku dengan memalingkan wajahku karna aku tak tahan jika terus menatapnya, matanya yang teduh itu seakan-akan menjadi candu yang menggila bagi diriku.

“Baiklah, ohya apakah kau tidak lapar YoonA-ya??” balas Donghae dengan memegangi perutnya yang kukira pasti kini sudah sangat lapar.

“Aniyo oppa, aku masih kenyang. Kalau kau mau pergi makan tak apa, aku masih ingin membaca naskah ini” ucapku sambil membuka satu-persatu lembar naskah yang benar-benar menyelamatkanku kali ini.

“Ah kau bisa membacanya di kantin YoonA-ya, ayolah temani aku. Aku sedang ingin ditemani. Kau bisa minum saja di kantin, tak perlu makan. Waeyo??” ucap Donghae masih memegangi perutnya, namun kali ini ia mengeluarkan puppy eyesnya.

“Baiklah, akan aku temani” balasku dengan menyunggikan senyum kebanggaanku.

“Ok, kajja!!” ucap Donghae yang bisa dikatakan sedikit berteriak lalu menarik tanganku lalu menggandengnya. Ah mimpi apa aku semalam?? ah ><

Donghae POV

Untung saja tadi aku berani mengajaknya ke kantin ani tepatnya aku sedikit memaksanya hehe. Dan kini kami mulai memesan makanan beserta minumnya. Ah tidak pernah kubayangkan aku bisa makan siang bersama YoonA.

“YoonA-ya, kau mau makan apa??” ucapku sambil menyodorkan buku menu kepadanya, lalu ia membuka buku menu tersebut.

“Hmm aku ingin lemon tea hangat saja oppa, kau sendiri ingin apa oppa??” tanyanya kepadaku lalu dengan reflek aku pun langsung melontarkan apa yang ada di otakku.

“Aku ingin kau YoonA-ya” ucapku dengan lantangnya, ah Donghae!! apa yang kau lakukan??! rutukku dalam hati.

“Hmm?? apa oppa?? tadi aku tidak dengar, suara mahasiswa disini sangat keras sekali sehingga barusan aku tidak dapat mendengar jelas apa yang oppa ingin pesan. Mianhae, bisa oppa ulangi??” ucap YoonA lalu mengulang pertanyaan yang sama lagi kepadaku.

“Aku ingin kimchi dan minumnya green tea hangat” ucapku kepadanya sambil mengulum senyum indah di bibir tipisku ini karna aku sangat bersyukur YoonA tidak mendengar apa yang aku katakan barusan, hatiku seakan-akan lega tiba-tiba.

“Baiklah, pelayan!!” teriak YoonA kepada pelayan di kantin ini, lalu yang merasa dipanggilpun datang menhampiri kami berdua.

“Sudah ini saja??” tanya pleayan itu kepada kami.

“Iya, tolong jangan terlalu lama ya” ucap YoonA sopan lalu memberikan senyum khasnya kepada pelayan tersebut, ah dia memang yeoja idaman.

“Baiklah, apakah kalian adalah sepasang kekasih?? kalian terlihat sangat serasi” ucap pelayan itu sambil mengulum senyumnya.

“A..ah?? aniyo.. ka..mi kami bukanlah sepasang kekasih” ucap YoonA dengan spontan, dan kuyakin kini pipiku mengeluarkan semburat merah. Dan.. apa aku tidak salah lihat?? pipi YoonA juga berubah menjadi merah. Sangat lucu sekali.

“Mianhae maaf kalau saya lancang, tapi kalau begitu  sayang sekali padahal kalian sangatlah serasi, baiklah saya tinggal dulu. Permisi” ucap pelayan itu sambil menundukkan badannya yang membentuk sudut 90 derajat lalu pergi meninggalkan kami berdua.

Entah sejak kapan udara disekeliling kami terasa sangat panas yang membuat kami gerah, padahal di kantin ini sudah dipasang AC. Apa mungkin karena perkataan bibi pelayan tadi?? ah molayo, tapi aku tidak suka dengan keadaan saling diam seperti ini.

“YoonA-ya?? ucapku yang mulai memberanikan diri untuk berbicara terlebih dahulu kepadanya.

“Hmm??” gumam YoonA seadanya, aku tahu dia juga merasakan suasana yang tidak disukanya.

“Gedung yang akan kita pakai untuk latihan hari ini apakah sudah siap YoonA-ya?? tanyaku kepadanya, ah aku sangat membenci untuk berbasa-basi. Namun entah kenapa mulutku mengeluarkan kata-kata seperti ini.

“Tentu sudah, aku tadi sudah menelpon salah satu pekerja disana untuk menyiapkan semuanya” ucap YoonA sambil mengambil sebuah majalah yang ada di bawah laci meja kantin ini.

“Oh begitu, baiklah. Kau memiliki berapa saudara kandung YoonA-ya?” pertanyaan ini terlontar begitu saja dari mulutku.

“Hmm?? aku mepunyai 2 bersaudara. 1 dongsaeng dan 1 eonni, tapi eonni sudah meninggal karena penyakit kanker yang diidapnya” ucapnya sambil memandang luar jendela bening yang memang berada tepat disebelah kami, aku dapat melihat matanya yang mulai berkaca-kaca seakan-akan menandakan ia sedang menahan tumpahan cairan bening yang ingin keluar dari sudut matanya.

“Ah mianhae aku tidak tahu. Jeongmal mianhae membuatmu teringat kembali dengan masa lalu yang pahit itu” ucapku dengan lemah karna kini aku sangat merasa bersalah kepadanya telah menanyakan tentang saudara kandungnya.

“Aniyo gwenchanna, aku lagipula tidak menangis” ucap YoonA lalu dengan cepat menyeka perlahan air matanya yang kuyakini sedari tadi ingin keluar dari sudut-sudut mata indah YoonA.

“Sudah jangan bohong YoonA-ya, terlihat jelas kau ingin menangis” ucapku lalu menarik kepala YoonA lalu menyederkannya didada bidangku, entah keberanian dari mana aku berani melakukan hal ini.

“Aniyo aku tidak apa-apa” ucapnya lalu dengan perlahan menjauhkan kepalanya dari dada bidangku.

“Ani, mianhae tadi aku refleks melakukan hal itu supayakau tenang YoonA-ya” ucapku dengan raut wajah yang bersalah karena perlakuanku kepadanya barusan.

“Gwenchanna oppa, aku mengerti” ucap YoonA dengan dibarengi senyum manisnya kepadaku.

“Baiklah makanan sudah datang!! ayo kita makan!!”

skip 1 month

YoonA POV

Aku dan Donghae semakin lama semakin dekat, aku merasa cocok dan nyaman dengannya. Tentu saja seperti itu, bagaimana tidak?? aku kan sangat menyukainya ani ralat aku sangat mencintainya. Kami setiap harinya sering bertelponan satu sama lain dan tentunya memberikan pesan singkat juga. Tiffany pun tahu tentang kedekatanku dengan Donghae karena aku sendiri yang memberi tahunya. Tapi kukira ia akan mengejekku jika aku bertemu dengan Donghae, tahunya ia diam seperti biasanya bahkan dia sudah tak mengejekku lagi. Ohya bagaimana dengan nasib drama Princess Hours yang akan kami pertunjukkan sebulan lagi?? kami sudah hampir menyelesaikan drama tersebut, mulai dari kostum dll. Dan kalian tahu?? aku dan Donghae di dalam drama tersebut harus melakukan adegan ciuman beberapa kali. Dan besok adalah latihan pertamaku di bagian kissing scene. Ya aku tidak bisa membayangkan betapa merahanya wajahku nanti saat berhadapan denganya. Hahaha karena Donghae aku sudah bisa melupakan segala masa laluku yang pahit, dan sekarang aku sudah berubah. Aku bukan YoonA yang pendiam dan tak pandai bergaul kini aku berubah menjadi yeoja yang aktif dan pandai bergaul dengan siapapun itu semua berkat keberadaan Donghae disampingku, aku sangat bersyukur karena Tuhan telah mengirimkan namja baik & tampan sepertinya untukku. Hari ini adalah hari weekend dan itu berarti tandanya aku dan Donghae akan pergi bersama hari ini, tahu kenapa?? karena kami berdua memang setiap weekend akan berjalan bersama-sama ke suatu tempat. Sebenarnya hal ini seperti melakukan kencan bukan? haha molayo. Aku pun sedari sudah bersiap-siap untuk pergi dengannya hari ini, aku memutuskan untuk memakai dress berwarna putih lalu dipadukan dengan high heels berwarna putih bening juga. Sangat pas untukku. Kami berdua memiliki janji hari ini jam 5 sore, dan ini sudah jam 4.45. Lebih baik aku menunggu dibawah, sambil menonton Running Man ^^.

Donghae POV

Kini aku sudah sampai di depan rumah YoonA POV, 1 kata yang bisa mendeskripsikan rumahnya adalah WOW. Aku pun memakirkan mobilku didepan rumahnya, lalu aku masuk dan memencet bel rumahnya. Setelah 10 detik menunggu akhirnya seseorang yang dari tadi aku tunggupun keluar. Ia terlihat sangat cantik & anggun, siapa lagi kalau bukan YoonA. Aku sempat beberapa detik tak berpaling darinya karena penampilan dan auranya yang sangat menempel lekat didiriku.

“Yak Donghae oppa, apa yang kau lamunkan??” tanya YoonA sambil mengibaskan tangannya didepan mataku.

“Huh?? aniyo, kau terlihat sangat cantik YoonA-ya” ucapku terang-terangan yang berhasil membuahkan jitakan keras dikepalaku.

“Yak!! oppa ini menggombal melulu. Ayo sekarang pergi” ucap YoonA tanpa jeda sedikitpun, namun dapat kulihat semburat merah keluar dari pipinya yang kurus itu.

“Appo!! Hahaha itu kenyataannya YoonA-ya” ucapku sambil terkekeh geli melihat tingkah lucu yeoja yang aku cintai ini, namun sampai sekarang aku masih bingung kapan waktu yang tepat untuk mengungkapkan isi hatiku padanya.

YoonA POV

Apa-apaan Donghae oppa ini, ia menggombaliku dan tentunya hal itu sukses membuatku salah tingkah didepannya><. Aku akan berpura-pura marah padanya, lihat saja kau oppa kekekke~

“YoonA-ya, kenapa kau diam terus sedari tadi?? apa kau masih kesal dengan oppa??” tanya Donghae yang terlihat mulai khawatir dengan perubahan sikapku, hahaha rasakan kau oppa batinku.

“Ani” ucapku singkat lalu membuang muka ke arah jalan.

“Yaa YoonA-ya, aku minta maaf. Aku hanya bercanda saja, lucu bercanda denganmu” ucap Donghae lembut lalu memberhentikan mobilnya.

“Ne” ucapku seadanya, aku bingung dengannya mengapa dia memberhentikan mobil yang sedang ia kemudikan.

“Ya YoonA-ya, kau jangan bohong. Aku tahu kau sedang marah kepadaku” ucap Donghae dengan raut wajah yang terlihat sangat lucu bagiku.

“Kenapa diberhentikan mobilnya?? sungguh tidak apa, kau ini lucu sekali Oppa kekeke aku berhasil mengerjaimu! XD XD” ucapku dengan penuh kemenangan sambil membuka besar-besar mulutku sambil tertawa.

“Yak!!! kau ini!! kau benar-benar pintar dalam berakting YoonA-ya” ucapnya sambil menghembuskan nafas leganya.

“Kau ini mudah sekali dibohongi, dasar Oppa pabo” ucapku kepadanya, entah kenapa aku kini menjadi sangat dekat dengannya padahal kami baru berkenalan 1 bulan lamanya. Lalu aku mencubit pelan pipinya, lalu munculah dua semburat merah dari pipinya kekeke lucu sekali kau Lee Donghae batinnku.

“Ah kau ini YoonA-ya, yasudah kita jalan” ucap Donghae kepadaku lalu mulai menginjak pedal gasnya yang sedari tadi ia lepaskan, haha lucu sekali Donghae ini batinku.

“Kita mau kemana oppa?? tanyaku sedikit manja kepadanya, untuk pertama kalinya aku berani bercanda dengan seorang namja selain Lee Hongki. Dan dia adalah Donghae.

“Kau mau kemana?? bagaimana kalau kita bermain di taman Seoul, pasti sangat menyenangkan” ucap Donghae tanpa beralih dari pandangannya ke arah jalan yang ada di depannya.

“Ide yang bagus, ayo kajjaa!!” teriakku dengan semangat lalu dengan tidak sengaja aku memegang erat tangan Donghae, mungkin ini karena gerakan reflek terlalu senang saja. Tapi sungguh hal ini sangat membuatku malu di depannya. Namun terlihat sekali Donghae hanya tersenyum melihat tingkah lakuku ini.

“Kau ini bersemangat sekali YoonA-ya sampai-sampai menggenggam erat tanganku” ucap Donghae dibarengi seringaian kecil yang keluar dari mulutnya.

“Ya..ya..ndo!!” teriakku tak terima karena ia terkekeh seperti itu ketika melihatku, sungguh aku sangat malu dibuatnya.

“Hahhahaha” teriak Donghae sejadi-jadinya karena melihat tingkahku yang memalukan ini-___-

at Taman Seoul

Kini aku dan Donghae sudah sampai di depan taman Seoul, 1 kata yang dapat mendeskripsikan taman ini.. INDAH. Pemandangan beraneka bunga yang ada disini ditambah dengan anak-anak kecil yang bermain-main di taman playground yang ada disini sangat menyenangkan. Disini juga banyak para pedagang yang menjual beraneka jenis makanan & minuman, ah lengkap sekali tempat ini. Aku pun yang sedari sempat tertegun dengan keindahan Taman Seoul disadarkan oleh seorang namja yang tak lain adalah Donghae.

“YoonA-si, kau mau es krim tidak??” tanya Donghae dengan sangat ramah kepadaku.

“Ah? ne gomawo oppa. Aku mau yang coklat hehe” ucapku sambil tersenyum-tersenyum sendiri, karna kalian tahu kenapa?? aku sangat menyukai es krim coklat. Dan ini lah saat yang tepat untuk bersantai sambil memakan es krim coklat hanya berdua saja dengan Donghae.

“Tunggu sebentar YoonA-ya” ucap Donghae sembari meninggalkanku perlahan dari dimana tempat aku duduk, yaitu di kursi taman.

Aku akhirnya memilih untuk menunggu Donghae disini sambil mengecek iphone5ku yang kumasukkan ke tas kulit putih yang sedari tadi bergantung di tanganku. Bermain game, memutar lagu, dll. Sudah 1 jam aku menunggu Donghae disini, namun ia tidak kunjung datang. Dimana dia?? kini perasaanku merasa tidak tenang, aku pun segera mencarinya ke seberang jalanan tempat pedagang es krim itu berjualan, walaupun sedikit jauh namun masih dapat tertangkap oleh indra penglihatanku. Eh kenapa disitu ramai?? aku pun dengan tergesa-gesa mendekati kerumunan tersebut, dan aku pun perlahan mendorong pelan orang-orang yang menutupi jalanku untuk mendekati seseorang namja yang kudengar tertabrak sebuah truk 1 jam yang lalu. Dan kalian pasti tidak percaya, namja itu membawa 2 es krim ditangannya dan ia memakai sebuah gelang yang sangat tidak asing bagiku.

“DONGHAEEEEE OPPA!!!”

TBC

Bagaimanaaa??? jelek kah baguskah??? mian sekali kalau masih ada typo-typo karena author juga manusia(?) XD XD author mau curhat nih #cieeee author curhatttt :p gini nih author butuh RCL please T^T author sangat membutuhkan RCL kalian, RCL terlalu muluk mungkin ya atau ga sekedar komen please untuk masukan-masukan. Dan ff ini mungkin akan dilanjutkan jika ada yang minta part 2 nya, semoga saja ada yang minta ya T^T Silahkan masukan komen para readers!! Your Comment = Oxygen for me T^T gomawo para readers :D Ohya catatan FF ini sengaja dibuat lebih sedikit dari part sebelumnya, supaya di next part bisa lebih banyak lagi. Mian kalau kurang memuaskan (?)

Advertisements

[FF] Your Love Change My World (Part 1)

Title : Your Love Change My World

Maincast : Im YoonA, Lee Donghae, Tiffany

Supportercast : temukan sendiri chingudeul XD XD

Genre : Romance, Life, Chapter

A/N : Halooo lohaaaaaaaaaa!^^ bertemu lagi dengan saya author whiteee13 😉 kali ini saya membawakan ff dari YonHae couple!! saya sedang mencoba untuk membuat ff dari semu couple yang ada(?) memang bias saya Cho Kyuhyun 😀 #author curhat kekekee~~ dan sudah dulu saya ber babibu.. cekidot ke imajinasi author yang menggila ini(?) XD XD

YoonA POV

Aku adalah mahasiswi semester 5 di Seoul University. Aku bukanlah yeoja yang mudah berteman dengan orang lain, bisa dikatakan aku kurang pandai bergaul. Memang aku termasuk salah 1 yeoja terpintar di kampus ini, bayangkan saja IP ku mencapai 4O. Fantastis bukan?? tentu saja. Aku mempunyai sahabat bernama Tiffany, dia adalah gadis yang cerdas dan pintar dalam bergaul dengan siapapun. Tidak seperti aku, aku kurang pintar dalam hal bergaul. Entah kenapa aku lebih menyukai keberadaanku yang tidak diketahui oleh banyak orang. Sampai suatu saat aku mengenalnya, namja yang membuat kehidupanku tiba-tiba berubah. Namja itu bernama Lee Donghae, dia adalah sunbaeku di universitas ini. Ia adalah namja pindahan dari Kyunghee University, dan ia mengambil jurusan teater dan seni.. sama denganku. Aku benci mengakui ini semua, bahwa aku mulai menyukainya ani bahkan mencintainya. Perasaan yang sudah 5 tahun tidak pernah kurasakan, kini datang kembali menghampiriku. Aku menjadi mengingat cinta pertamaku, ia adalah Jae Bi. Kalian tahu?? wajahnya dengan Donghae sangat lah mirip, benar-benar mirip. Mungkin alasan ini kah yang membuatku jatuh cinta kepada Donghae?? ah molayo aku tidak tahu. Tiffany sama sekali tidak mengetahui perasaanku kepada Donghae, entah kenapa aku belum siap untuk menceritakan ini semua kepadanya. Sebenarnya aku benci membahas tentang cinta, bagiku cinta sangat memusingkan. Tapi entah mengapa kini aku malah merasakan apa makna dari kata terkutuk tersebut, menjijikan sekali. Tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa, perasaanku kepadanya semakin hari semakin bertambah.

“Hey YoonA, apa yang kau lamunkan huh??” tanya Tiffany sambil menampilkan raut ingin tahu diwajahnya.

“Aniyo Tiffany, aku hanya sedikit lapar. Ayo kita ke kantin” ajakku sambil menarik tangannya keluar dari kelas kami.

“Pantas saja kau seperti itu, ayo kajja!!” ucap Tiffany semangat lalu menyunggingkan senyum eye smilenya, senyum yang sangat khas dari seorang Tiffany Kim.

“Hey YoonA lihat itu, dia sangat tampan bukan??” tanya Tiffany sambil menyenggol pinggulku lalu mengarahkan tangannya ke arah seorang namja yang sangat kukenali.

“Nde?? ah ne” ucapku datar berusaha tidak membuat Tiffany curiga dengan kelakuanku.

“Tentu saja, ia adalah oppa sepupuku YoonA. Apakah kau sama sekali tidak tahu?? wajahmu tadi terlihat polos sekali, seakan-akan kau tidak tahu kalau aku ini adalah adik sepupunya” balas Tiffany sambil menahan tawanya karena ekspresiku yang menurutnya sangat lucu untuk ditertawakan.

“MWO?? KAU SERIUS TIFFANY?? KAU TIDAK BERCANDA KAN??” ucapku seraya memelototkan mataku padanya seakan-akan tidak percaya dengan apa yang dia katakan.

“Kau belum percaya?? baiklah akan kubuktikan. Donghae oppa!!” ucap Tiffany lalu memanggil Lee Donghae namja yang aku sukai ani ralat bahkan sangat aku cintai walaupun belum pernah mengenalnya lebih jauh.

“Ne?? ada apa Tif?? kenapa kau memanggil oppa??” balas Donghae sambil mengulum senyum terindahnya diatas bibir tipisnya itu.

“Aniyo, nih oppa aku ingin mengenalkanmu dengan sahabatmu. YoonA, cepat perkenalkan dirimu” ucap Tiffany sambil menginjak kakiku dengan high heels tinggi yang ia kenakan itu.

“Yak!! appo Tiffany baboya!!” teriakku kepadanya karena kakiku denga sukses diinjak olehnya.

“Ah mian YoonA hehe” ucap Tiffany dengan tampang tak berdosa.

“Lee Donghae imnida, nice to meet you” ucap Donghae padaku sambil menjulurkan tangannya dan sontak aku pun membalasnya.

“Ne, Im YoonA imnida. Nice to meet you too” ucapku sambil memberikan senyum terbaikku, proses salaman(?) itu berlangsung cukup lama sampai Tiffany…

“Ehemmm…” ucap Tiffany sambil nyengar-nyengir kuda sendiri melihat kelakuan kami berdua.

“Ah mian hehe” ucapk kami berbarengan sambil menundukan badan yang membentuk sudut 90 derajat.

“Kalian ini terlalu sungkan, dan liat wajah kalian berdua.. benar-benar merahh semerah tomat kekekke~” ucap Tiffany dengan nada menggoda kami berdua, kami pun salah tingkah akibat ulah Tiffany.

“Kalian ini lucu sekali, sudah ayo kita makan bersama. Kajja!!” lanjut Tiffany sambil menarik tanganku dan Donghae berbarengan, kini benar-benar kurasakan udara disekitarku semakin memanas.

Akhirnya kami bertiga pun makan bersama disalah satu meja di kantin ini. Banyak para yeoja yang terlihat tidak senang dengan Tiffany maupun aku. Aku risih dengan suasana seperti ini.

“YoonA-ya, sudah biarkan saja mata para yeoja yang tidak senang dengan kita. Sekarang kau mau pesan apa??” ucap Tiffany sambil memberikan senyum tipisnya kepadaku.

“Ah aniyo gwenchannayo, hmmmm aku ingin Kimchi” ucapku dan Donghae berbarengan, huh?? Donghae?? ia memesan makanan yang sama denganku?? ah lucu sekali bisa seperti ini.

“Terus minumnya apa??” tanya Tiffany kepada kami berdua yang kini sedang sibuk dengan pikiran kami masing-masing.

“Aku ingin green tea hangat saja” ucap kami berbarengan lagi. LAGI?? ah semakin aneh saja kami ini.

“Ya! kalian berdua ini belum menjadi sepasang kekeasih saja sudah kompak melulu, gimana kalau jadi kekasih ya?? kekeke” balas Tiffany sambil terngakak guling-guling(?) didepan kami.

“Ah kau ini!!” ucap kami berbarengan lagi. LAGI?? ah aku semakin bingung dengan semuanya-__-

“Hahahaha kan kalian saja memarahiku berbarengan, kalian ini lucu sekali. Cepatlah jadian!! aku mendukung hubungan kalian!!” ucap Tiffany sambil mengangkat kedua tangannya dan memberikan aba-aba “Fighting!!”

“Pleatkkkk!!” jitakan kami mendarat mulus diatas kepala Tiffany. KAMI?? lagi-lagi bersamaan dengan Donghae-___-

“Aw!! appo!! yak!! kalian ini menjitakku saja barengan, sakit tau!! tapi tak apa deh, kalian kan emang satu hati” ucap Tiffany diawali dengan raut cemberut namun diakhirnya ia mengeluarkan nyengir kudanya.

“TIFFANYYYYYY!!” teriak kami berdua sejadi-jadinaya.

“Peace qaqa” ucap Tiffany sambil jarinya membentuk huruf “v”._.v

Donghae POV

Tiffany hari ini sukses membuatku malu setengah hidup(?) didepan YoonA. Hey YoonA adalah yeoja yang sangat cantik, manis dan juga yeoja yang sangat cerdas. Tentunya dia adalah yeoja yang sangat baik, entah aura malaikat(?) dari mana aku sangat nyaman jika berada dengannya. Wajahnya menyinarkan sinar yang benar-benar menyejukkan bagi orang yang melihatnya tak terkecuali aku. Mungkin itu adalah aura dewi. Sejak pertama kali bertemu dengannya, entah bagaimana jantungku berdetak 100 kali lebih cepat dari biasanya. Inikah yang dinamakan cinta?? molayo aku juga bingung, maklum saja aku tidak pernah merasakan perasaan seperti ini sebelumnya. Seharian ini aku selalu memikirkannya. Sebenarnya aku ingin sekali menanyakan semua tentang YoonA kepada Tiffany, tapi tidak mungkin.. lihat saja tadi aku sudah di ledekin terus olehnya?? bagaimana kalau ia tahu kalau aku menyukai YoonA?? habislah aku. Tiap hari pasti aku akan diledek olehnya. Tapi.. aku juga tidak bisa terlalu lama menyimpan perasaan ini kepada YoonA, harus secepatnya aku memacari YoonA. Aku takut ia akan terlebih dahulu diambil oleh orang lain, dan aku tidak mau hal seperti itu terjadi kepadaku. Membayangkannya saja aku tak sanggup, apalagi untuk merasakannya. Dengan berat hati aku meminta bantuan dari Tiffany, dari pada perasaanku tidak karuan seperti ini. Sungguh aku benar-benar ingin memiliki YoonA. Aku pun menelpon Tiffany..

“Tif, mari kita bertemu. Jam 8 malam di Kona Beans” ucapku sambil menstabilkan suaraku yang tadi sempat panik.

“Mwo?? ada apa?? tumben sekali kau mengajakku bertemu” ucap Tiffany yang terdengar heran dengan permintaanku ini.

“Ah ada seseuatu yang penting yang ingin kubicarakan, dan hal itu tidak bisa dibicarakan ditelepon. Kita harus bertemu” ucapku dengan lugas kepada Tiffany.

“Hmm baiklah. Jangan telat, aku benci orang telat” ucap Tiffany dari seberang sana lalu menutup sambungan telepon kami.

Still Donghae POV

Ya Tiffany ini lama sekali, dia bilang dia benci orang telat tetapi sendirinya orang yang suka telat. Yeoja payah. Kringgg… pasti itu dia, benar saja itu adalah Tiffany. Sudah kusiapkan amukan untuknya karena telat datang, bayangkan saja aku sudah 1 jam menunggu disini untung saja aku membawa ipadku jadi selama aku menunggunya aku memainkan game di ipad putihku ini.

“Kau bilang kau benci menunggu?? cih.. nyatanya kau sendiri ngaret waktu” ucapku dengan senyuman asam kepada Tiffany.

“Mian, tadi ban mobilku bocor makanya aku telat datang. Lagi pula aku kan sudah sampai disini, dasar tak tahu diri kau ini” ucap Tiffany dengan nada ketus kepadaku.

“Yak!! kenapa kau yang marah huh??! harusnya aku yang marah karena kau telat” balasku dengan nada bicara yang tidak terima dengan perkataan Tiffany barusan.

“Sudahlah tak usah dibahas, sekarang kau ingin berbicara apa denganku huh??” ucap Tiffany dengan mulut yang dikerucutkan.

“Begini, aku ingin menanyakan tentang YoonA. YoonA itu yeoja seperti apa?? sepertinya menyenangkan berteman dengannya” tanyaku dengan nada yang sedikit ragu, karena takut Tiffany akan meledeknya seperti tadi pagi di sekolah.

“Hmmm Tentu saja. YoonA adalah yeoja yang baik. Dia yeoja yang cerdas dan canti ani sangat cantik aku pun mengakui kecantikannya. Namun ia adalah tipe orang yang cukup sulit bergaul” ucap Tiffany dengan sedikit menggantungkan kata-kata “cukup sulit bergaul”.

“Mwo?? kenapa bisa begitu huh??” tanyaku penasaran dengan cerita Tiffany.

“Setahuku dia dahulu pernah dihianati oleh sahabatnya sendiri, dan sahabatnya itu merebut namjachingunya. Makanya ia sukar untuk bisa bergaul dengan luas, dan seingatku ia juga benci dengan kata-kata cinta karena kejadian itu” ucap Tiffany dengan seksama menjelaskan.

“Kasihan sekali dia, tapi kalau boleh tahu awalnya kenapa sahabatnya bisa berselingkuh dengan kekasihnya sendiri. Mian kalau aku terlalu ingin tahu jauh mengenai kehidupan YoonA” ucapku hati-hati karena tak ingin membuat Tiffany salah paham.

“Tenang saja tak apa, aku juga tahu kalau kau mencintai YoonA. Benar bukan?? ayo jujur saja denganku” ucap Tiffany tenang tanpa sedikit pun tersirat nada ledekan disetiap kata-kata yang keluar dari mulutnya.

“Ne benar, aku mencintai YoonA sejak pertemuan pertama kami Tiffany-ya. Bisakah kau ceritakan tentang mantan kekasihnya itu??” ucapku dengan sedikit memperlembut suaraku.

“Baiklah aku akan menceritakannya padamu” ucap Tiffany dengan menunjukkan wajah seriusnya, sangat jarang sekali aku melihat wajah serius dari Tiffany.

“Begini, dahulu YoonA memiliki seorang namjachingu dan namanya adalah Jae Bi.. Park Jae Bi. Dia sangat tampan dan baik, namun pada suatu saat YoonA melihat namjachingunya itu melakukan hal “itu” dengan sahabatnya sendiri. Nama sahabatnya itu adalah Cho Eunji. YoonA sangat terpukul dengan kejadian itu, ditambah lagi ternyata ayahnya mengalami kecelakaan mobil saat berada di daerah Busan menuju Seoul dan ayahnya terbakar bersamaa mobil tersebut. Kedua hal tersebut membuat YoonA mengalami keterpurukan mental yang cukup lama. Aku pun bisa menjadi sahabatnya membutuhkan waktu yang sangat lama. Kau mau tahu?? aku baru menjadi sahabatnya setelah kami berteman selama 5 tahun. Namun sekarang menurutku ia sudah lebih baik keadaannya dari pada sebelumnya. Dan kukira sekarang ia mulai menyukai namja” ucap Tiffany panjang lebar mengenai masalah yang pernah menimpa YoonA.

“Mwo?? apa katamu barusan?? ia menyukai seorang namja?? nugu??” ucapku dengan cepat tanpa memberikan jeda disetiap katanya.

“Tentu saja kau Lee Donghae oppa, masa kau tidak menyadarinya?? dasar namja pabo” ucap Tiffany datar sambil memainkan iphone5 yang baru dibelinya.

“JEONGMAL?? KAU TIDAK SEDANG BERCANDA KAN TIFFANY??” ucapku sedikit diperbesar meyakinkan akan perkataan Tiffany barusan.

“Untuk apa aku bercanda huh?? dari tingkah laku kalian berdua saja aku bisa tahu kalau kalian berdua itu saling menyukai satu sama lain. Ternyata kau namja yang tidak peka ya Donghae oppa” ucap Tiffany sambil mengeluarkan senyum manis dibibirnya.

“Ah ternyata kau sangat pandai soal cinta, tapi kenapa kau belum mendapatkan namjachingu huh??” tanyaku dengan mengeluarkan seringaian nakalku.

“Yakkk oppaa!! kau ingin meledekku huh??! aku hanya belum mendapatkan namja yang cocok denganku. Aku butuh waktu” ucap Tiffany dengan wajah yang lecek bagaikan baju yang tidak disetrika oleh pemiliknya kekekeke.

“Ah aku hanya bercanda Tiffany-ya, jangan marah. Kau terlihat sangat jelek jika kau memanyunkan bibirmu itu hehe” ucapku dengan sengaja menggoda Tiffany, karna bagiku menggoda Tiffany adalah sebuah keharusan bagiku.

“YAK NDOOO!!! TAK AKAN KUAMPUNI KAU LEE DONGHAE!!!

YoonA POV

Ah hari ini aku ada kelas teater bersama dengan para sunbaeku. Ah sungguh malas sebenarnya, mengingat aku buruk dalam hal bergaul dengan orang lain. Seharusnya ada Tiffany, tapi hari ini ia mengambil kelas siang karena kudengar ia kelelahan kemarin. Sedangkan aku siang tidak bisa karena aku harus menjemput adikku pulang. Aku memang hanya tinggal bersama adikku mengingat hyungku dan noonaku yang bersekolah di Paris. Sedangkan eommaku sibuk mengurus perusahaan appa, sehingga kami hanya bisa bertemu 1 bulan hanya sekali. Dan itu pun sering ia tidak bisa kembali karena  alasan banyak perkerjaan yang harus diselesaikannya di Amerika. Memang aku dan adikku disini hidup dengan sangat berkecukupan tapi bagiku kasih sayang lah yang aku butuhkan sekarang ini, bukan materi atau harta. Lee seosengnim pun masuk ke kelas kami sambil membawa tumpukan buku yang sangat banyak, dan kupastikan buku-buku itu adalah sebuah skenario drama. Dan benar saja, hari ini Lee seosengnim membagi muris-murid di kelas ini menjadi beberapa kelompok. Dan ternyata aku sekelompok dengannya, siapa lagi kalau bukan Lee Donghae.. namja yang aku sukai ani aku mencintainya. Aku sekelompok dengan Park Nari, Kim Ji Eun, Lee Hong Ki, Kang Tae Hwang, Lee Donghae, Han Jae Sang,  Cho Yong Dae, Lee Ji Eun, Kim Hyoyeon, dan Kwon Yuri. Kami diberi naskah sebuah drama dari “Princess Hours” dan aku sangat senang karena drama ini merupakan drama yang sangat aku sukai. Kami pun memulai membagi peran dalam cerita drama ini.

Prolog

Dan mereka membagi peran mereka masing-masing, mulai dari YoonA. YoonA menjadi Han Chae Kyung, sedangkan Lee Donghae menjadi Lee Shin serta Kwon Yuri menjadi Min Hyorin. Lee Hong Ki pun menjadi Lee Yul. Lalu 6 orang yang lainnya hanya menjadi pemain pembantu saja, maksudnya pemain pambantu dari 4 pemain utama. Di dalam drama ini dosen hanya menyuruh mereka untuk menjadi pemain-pemain yang mengambil inti dari drama ini sehingga tak perlu banyak orang dalam setiap kelompoknya. Karna drama ini juga hanya sekedar ditampilkan untuk diatas panggung, dan dilakukan secara musikal. Mereka hanya diberikan waktu 2 bulan untuk mempelajari naskah itu, dan waktu tersebut bukanlah waktu yang lama.. benar bukan?? tentu saja. Belum lagi mereka disibukkan oleh tugas dari masing-masing dosen yang lainnya, jika mengingat hal itu pasti mereka akan pusing 7 keliling #sok tau nih authorrrrr-___- #salah mulu ya kayanya authorrrrrrrr, back to story!. Dan kini para kelompok sedang membicarakan tentang drama ini masing-masing.

Author POV

“Semuanya, apakah kalian hari ini bisa datang untuk latihan drama??” tanya YoonA sambil menyunggingkan senyum manisnya yang sedari terpampang, entah apa yang ia pikirkan sekarang ini.

“Bisa kami hari ini tidak ada acara apapun. Tapi dimana??” ucap yang lainnya sambil menengok kanan-kiri memastikan tidak ada orang yang tidak menyetujui latihan mereka hari ini.

“Hmm bagaimana kalau di gedung milik keluargaku, kukira gedung itu cukup besar untuk dijadikan tempat berlatih” ucap YoonA dengan pelan, karena ia tidak ingin di anggap sombong oleh teman-temannya bahkan sunbae-sunbaenya.

“Ide yang bagus YoonA, yang kutahu gedung milik keluargamu besar sekali” teriak Lee Hong Ki nampak bersemangat karena memang ia sudah mengetahui gedung apa yang dimaksud YoonA.

“Yak!! kecilkan sedikit suaramu??!” bentak YoonA kepada Hong Ki, karena ia tidak enak dengan teman-teman diseklilingnya yang mendengar ucapan sahabat lelakinya itu.. bagaimana pun YoonA adalah mahasiswi yang tidak suka memamerkan kekayaannya.

“Hehe mian YoonA, aku tidak bermaksud seperti itu” ucap Hong Ki dengan jari membentuk “v”, dan Ohya kalian pasti tentu belum mengetahui tentang Hong Ki bukan?? Hong Ki adalah sahabat YoonA sejak TK, dan Hong Ki juga adalah orang pertama yang mengetahui situasi keadaan YoonA sejak kecil sebelum Tiffany. Jadi tidak heran jika YoonA dan Hong Ki sangat dekat. Keluarga YoonA pun berkrabat akrab dengan keluarga Hong Ki.

“Sudah-sudah kalian ini, baiklah jalan dimana gedung itu berada dimana YoonA??” tanya Donghae sambil memutar-mutarkan pena biru diatas jari-jarinya yang lentik itu.

“Di Jl. Myeongdeong no. 13, Seoul. Kita mau latihan jam berapa??” ucap Yoona sambil menaruh kepalanya diatas pangkuan tangannya.

“Kalau jam 2 bagaimana?? ini kan sudah jam 12” usul Donghae sambil membuka selembaran-selembaran skenario yang sedari tadi sudah dipegangnya.

“Baiklah kami setuju!!” ucap para anggota kelompok Donghae yang lain berbarengan.

“Baiklah, akan aku tunggu kalian pukul 2 siang” ucap Yoona sembari mengulum senyum yang sedari tadi berubah menjadi wajah kecut karena kelakuan Hong Ki tadi.

“Jangan lupa makan dan minuman ya YoonA hahaha” ucap Hong Ki dengann diiringi ucapan setuju oleh teman-teman dan sunbaenya yang sekelompok dengannya.

“Arra, tenang saja” ucap YoonA sambil membernarkan posisi duduknya.

“Kekeke YoonA deer sangat baik ya hehe” ucap Hong Ki sambil mengelus puncak kepala YoonA, dan entah sedari kapan Donghae mulai gerah melihat perlakuan Hong Ki kepada YoonA. Didalam pikiran Donghae saat ini, ia harus segera bertanya kepada Tiffany mengenai siapa Hong Ki.. mungkin kemarin Tiffany lupa memberitahunya tentang namja ini.

“Wah bel sudah berbunyi, baiklah sampai bertemu nanti” ucap teman-teman dan sunbae-sunbae yang sekelompok YoonA, kecuali Donghae namja yang sedari tadi masih berkutat dengan pemikirannya yang membuatnya berpikir keras.

YoonA POV

Kenapa Donghae, apakah ia pusing dalam memerankan tokoh Lee Shin dalam film ini?? tentu saja. Tapi setahuku Donghae sangat berbakat dalam dunia akting, aku yakin dia pasti dapat memahami tokoh Lee Shin.. kalau begitu apa yang dipikirkannya?? ia terlihat sangat berpikir keras. Ah lebih baik aku tanya saja, siapa tahu benar dugaanku.

“Donghae oppa, kau kenapa?? apa ada yang bisa kubantu??” tanyaku dengan pertanyaan bertubi-tubi, terlalu berlebihankah aku?? ah molayo, dari pada perasaanku tidak tenang seperti ini.

“Ahh aniyo, aku hanya berpikir tentang karakter tokoh yang kumainkan ini. Mungkin akan sulit” ucap Donghae dengan cepat lalu membuyarkan lamunannya karena mengetahui aku sedang berbicara dengannya.

“Ah soal drama ini, aku yakin kau bisa. Percayalah Donghae oppa” ucapku dengan mengepalkan kedua tanganku lalu melayangkannya ke udara dan memberikan senyuman lebar dibibirku ini.

“Ah gomawoyo YoonA-ya. Maukah kau menemaniku membaca skenario ini bersama-sama?? mungkin jika bersama-sama akan sedikit bisa membantuku” ucap Donghae lalu mulai membuka lembar pertama dari naskah yang sedari tadi ia gulung-gulung tersebut.

“Boleh, lagi pula aku ingin mendalami karakterku menjadi pasanganmu” ucapku dengan cepat, dan seketika itu pula aku merutuki apa yang baru saja aku katakan.

“Huh??” gumam Donghae lalu mengambil botol pocari sweat dingin yang sedari tadi ada di pangkuannya, dan meminumnya.

“Aniyo, maksudku aku akan berusaha mendalami karakterku di dalam drama ini” ucapku dengan nada yang sedikit panik, dan kupastikan wajahku kini pasti sudah semerah tomat.. ah bodoh sekali kau ini YoonA, rutukku dalam hati.

“Ah ne. Chakamman, kenapa denganmu?? apakah kau flu?? pipimu mengeluarkan semburat merah YoonA-ya” ucap Donghae sambil menatap intens kearahku lalu menaruh telapak tangannya di pelipisku.

“Aniyo aku hanya merasa dingin, mungkin akibat musim salju” ucapku dengan setenang mungkin untuk menghindari resiko Donghae akan mengetahui kalau aku mengeluarkan semburat merahh karena ucapan memalukanku tadi. Untung saja sepertinya ia tidak mendengarnya.

“Baiklah, ini pakai saja jaketku” ucap Donghae kepadaku sambil menyunggikan senyum yang sangat menawan di bibir tipisnya itu.

“Ah aniyo, gwenchannayo” ucapku menolak usaha Donghae untuk meminjamkan jaketnya kepadaku.

“Tak apa, cepat pakai. Nanti kau malah bertambah kedinginan, aku tidak apa-apa seperti ini. Lagi pula aku malah akan bertamabah sexy hahaha” ucap Donghae lalu mengusap puncak kepalaku, ah aku sangat malu karena perlakuannya terhadapku.

“Ah ne, gomawoyo oppa” ucapku sambil membenarkan jaketku yang baru saja dipakaikan oleh Donghae ditubuhku, ah sangat hangat dan nyaman sekali. Dan kalian tahu?? Donghae sekarang hanya menutupi absnya dengan baju berwarna abu-abu dengan potongan di lengannya sehingga menampilkan otot-otot yang ada di lengan tangannya. Sangat tampan batinku. Ah tapi kau tidak boleh salah tingkah YoonA karna melihat penampilannya kini.

“Cheonmaneyo YoonA-ya, ayo kita mulai membaca bersama-sama naskahnya” ucap Donghae sambil mencubit gemas pipiku dan atas perlakuannya ini seketika udara disekitarku memanas, ah aku bingung aku harus melakukan apa supaya aku tidak selalu seperti  ini dihadapannya.

“Baiklah, kita lihat cerita singkatnya dahulu ya. Baru karakter setiap tokohnya masing-masing. Arra??” ucapku dengan memberikan winkku kepadanya, ah aku bertambah malu sekarang ><

Princess Hours ini mengisahkan kehidupan seorang gadis (Han Chae Kyung) dari kalangan rakyat biasa yang harus menikah dengan seorang Putera raja (Lee Shin) karana desakan ekonomi dan janji yang pernah dibuat oleh keluarga Han Chae Kyung dengan keluarga diraja. Pernikahan ini harus terjadi karana desakan keluarga diraja yang harus segera mengisi posisi calon raja kerana raja yang sekarang sedang dalam keadaan tidak sihat. Proses untuk menjadikan Han Chae Kyung sebagai calon permaisuri menjadi babak lawak. Namun karena sifatnya yang selalu ceria membuat dia diterima oleh pihak kerajaan. semasa pernikahan mereka datanglah Lee Yul, setelah 14 tahun meninggalkan Korea dengan ibunya Yul, sebenarnya Lee Yul juga adalah seorang putera raja, yang akan menjadi persaingan calon raja korea. Kisah menjadi lebih menarik setelah bekas kekasih Lee Shin yaitu Min Hyo Rin seorang penari balet sturut kembali ke korea dan ingin kembali bercinta dengan Lee Shin. Namun disatu sisi lain Lee Shin secara diam-diam mulai mencintai Han Chae Kyung. Han Chae Kyung pun sebaliknya merasakan perasaan tersebut sejak lama, namun ia tidak berani menunjukan sikap perhatiannya dengan Lee Shin. Dan ternyata Lee Yul sejak pertama mengenal Chae Kyung sudah sangat menyukainya, perasaan itu semakin lama semakin tumbuh menjadi rasa cinta. Namun kembalinya ibu Lee Yul bersamanya tidak hanya sekedar hanya kembali namun memiliki sebuah rencana jahat yang ingin ibunya lakukan untuk menghancurkan keluarga kekaisaran dan merebut kembali semua apa yang seharusnya menjadi miliknya jika suaminya tidak meninggal. Saat pertemuan awal Lee Shin dan Chae Kyung, mereka selalu bertengkar. Mungkin dari kebiasaan itu lah tumbuh perasaan cinta dalam diri mereka masing-masing, perasaan benci berubah mennjadi cinta.. lucu bukan?? ini lah yang mereka alami. Di akhir episode mereka akhirnya bahagia bersama walaupun melewati banyak rintangan yang ingin mengkandaskan kisah cinta mereka namun mereka bisa melewatinya. 

“Sangat mengharukan sekaligus membahagiakan sepertinya” ucap Donghae yang masih fokus dengan sinopsis dari naskah yang sedang dipegangnya.

“Tentu saja, sangat mengharukan dan juga membahagiakan.. lucu dan romantis. Semua paket lengkap dalam drama ini” ucapku dengan wajah yang berseri-seri.

“Ne, aku pernah menontonnya namun tidak sampai habis. Sayang sekali” ucap Donghae lalu mulai menatap dalam manik mataku dan sangat sukses membuatku habis kata untuk membalas perkataannya.

“A..ah ne sayang sekali” ucapku dengan sedikit terbata-bata, dan tiba-tiba #brukkkkkkkkkkk ada seseorang yang menabrakku dan kini kurasakan tangan kekar seseorang telah bertengger dipinggangku dan mata kami saling bertemu, sangat terasa hembusan nafas hangatnya yang menerpa wajahku.. dan ternyata dia adalah.. deggg….

“Kau tidak apa-apa YoonA-ya??”

TBC

Bagaimanaaa??? jelek kah baguskah??? mian sekali kalau masih ada typo-typo karena author juga manusia(?) XD XD author mau curhat nih #cieeee author curhatttt :p gini nih author butuh RCL please T^T author sangat membutuhkan RCL kalian, RCL terlalu muluk mungkin ya atau ga sekedar komen please untuk masukan-masukan. Dan ff ini mungkin akan dilanjutkan jika ada yang minta part 2 nya, semoga saja ada yang minta ya T^T Silahkan masukan komen para readers!! Your Comment = Oxygen for me T^T gomawo para readers 😀