[FF] Your Love Change My World (Part 1)

Title : Your Love Change My World

Maincast : Im YoonA, Lee Donghae, Tiffany

Supportercast : temukan sendiri chingudeul XD XD

Genre : Romance, Life, Chapter

A/N : Halooo lohaaaaaaaaaa!^^ bertemu lagi dengan saya author whiteee13 😉 kali ini saya membawakan ff dari YonHae couple!! saya sedang mencoba untuk membuat ff dari semu couple yang ada(?) memang bias saya Cho Kyuhyun 😀 #author curhat kekekee~~ dan sudah dulu saya ber babibu.. cekidot ke imajinasi author yang menggila ini(?) XD XD

YoonA POV

Aku adalah mahasiswi semester 5 di Seoul University. Aku bukanlah yeoja yang mudah berteman dengan orang lain, bisa dikatakan aku kurang pandai bergaul. Memang aku termasuk salah 1 yeoja terpintar di kampus ini, bayangkan saja IP ku mencapai 4O. Fantastis bukan?? tentu saja. Aku mempunyai sahabat bernama Tiffany, dia adalah gadis yang cerdas dan pintar dalam bergaul dengan siapapun. Tidak seperti aku, aku kurang pintar dalam hal bergaul. Entah kenapa aku lebih menyukai keberadaanku yang tidak diketahui oleh banyak orang. Sampai suatu saat aku mengenalnya, namja yang membuat kehidupanku tiba-tiba berubah. Namja itu bernama Lee Donghae, dia adalah sunbaeku di universitas ini. Ia adalah namja pindahan dari Kyunghee University, dan ia mengambil jurusan teater dan seni.. sama denganku. Aku benci mengakui ini semua, bahwa aku mulai menyukainya ani bahkan mencintainya. Perasaan yang sudah 5 tahun tidak pernah kurasakan, kini datang kembali menghampiriku. Aku menjadi mengingat cinta pertamaku, ia adalah Jae Bi. Kalian tahu?? wajahnya dengan Donghae sangat lah mirip, benar-benar mirip. Mungkin alasan ini kah yang membuatku jatuh cinta kepada Donghae?? ah molayo aku tidak tahu. Tiffany sama sekali tidak mengetahui perasaanku kepada Donghae, entah kenapa aku belum siap untuk menceritakan ini semua kepadanya. Sebenarnya aku benci membahas tentang cinta, bagiku cinta sangat memusingkan. Tapi entah mengapa kini aku malah merasakan apa makna dari kata terkutuk tersebut, menjijikan sekali. Tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa, perasaanku kepadanya semakin hari semakin bertambah.

“Hey YoonA, apa yang kau lamunkan huh??” tanya Tiffany sambil menampilkan raut ingin tahu diwajahnya.

“Aniyo Tiffany, aku hanya sedikit lapar. Ayo kita ke kantin” ajakku sambil menarik tangannya keluar dari kelas kami.

“Pantas saja kau seperti itu, ayo kajja!!” ucap Tiffany semangat lalu menyunggingkan senyum eye smilenya, senyum yang sangat khas dari seorang Tiffany Kim.

“Hey YoonA lihat itu, dia sangat tampan bukan??” tanya Tiffany sambil menyenggol pinggulku lalu mengarahkan tangannya ke arah seorang namja yang sangat kukenali.

“Nde?? ah ne” ucapku datar berusaha tidak membuat Tiffany curiga dengan kelakuanku.

“Tentu saja, ia adalah oppa sepupuku YoonA. Apakah kau sama sekali tidak tahu?? wajahmu tadi terlihat polos sekali, seakan-akan kau tidak tahu kalau aku ini adalah adik sepupunya” balas Tiffany sambil menahan tawanya karena ekspresiku yang menurutnya sangat lucu untuk ditertawakan.

“MWO?? KAU SERIUS TIFFANY?? KAU TIDAK BERCANDA KAN??” ucapku seraya memelototkan mataku padanya seakan-akan tidak percaya dengan apa yang dia katakan.

“Kau belum percaya?? baiklah akan kubuktikan. Donghae oppa!!” ucap Tiffany lalu memanggil Lee Donghae namja yang aku sukai ani ralat bahkan sangat aku cintai walaupun belum pernah mengenalnya lebih jauh.

“Ne?? ada apa Tif?? kenapa kau memanggil oppa??” balas Donghae sambil mengulum senyum terindahnya diatas bibir tipisnya itu.

“Aniyo, nih oppa aku ingin mengenalkanmu dengan sahabatmu. YoonA, cepat perkenalkan dirimu” ucap Tiffany sambil menginjak kakiku dengan high heels tinggi yang ia kenakan itu.

“Yak!! appo Tiffany baboya!!” teriakku kepadanya karena kakiku denga sukses diinjak olehnya.

“Ah mian YoonA hehe” ucap Tiffany dengan tampang tak berdosa.

“Lee Donghae imnida, nice to meet you” ucap Donghae padaku sambil menjulurkan tangannya dan sontak aku pun membalasnya.

“Ne, Im YoonA imnida. Nice to meet you too” ucapku sambil memberikan senyum terbaikku, proses salaman(?) itu berlangsung cukup lama sampai Tiffany…

“Ehemmm…” ucap Tiffany sambil nyengar-nyengir kuda sendiri melihat kelakuan kami berdua.

“Ah mian hehe” ucapk kami berbarengan sambil menundukan badan yang membentuk sudut 90 derajat.

“Kalian ini terlalu sungkan, dan liat wajah kalian berdua.. benar-benar merahh semerah tomat kekekke~” ucap Tiffany dengan nada menggoda kami berdua, kami pun salah tingkah akibat ulah Tiffany.

“Kalian ini lucu sekali, sudah ayo kita makan bersama. Kajja!!” lanjut Tiffany sambil menarik tanganku dan Donghae berbarengan, kini benar-benar kurasakan udara disekitarku semakin memanas.

Akhirnya kami bertiga pun makan bersama disalah satu meja di kantin ini. Banyak para yeoja yang terlihat tidak senang dengan Tiffany maupun aku. Aku risih dengan suasana seperti ini.

“YoonA-ya, sudah biarkan saja mata para yeoja yang tidak senang dengan kita. Sekarang kau mau pesan apa??” ucap Tiffany sambil memberikan senyum tipisnya kepadaku.

“Ah aniyo gwenchannayo, hmmmm aku ingin Kimchi” ucapku dan Donghae berbarengan, huh?? Donghae?? ia memesan makanan yang sama denganku?? ah lucu sekali bisa seperti ini.

“Terus minumnya apa??” tanya Tiffany kepada kami berdua yang kini sedang sibuk dengan pikiran kami masing-masing.

“Aku ingin green tea hangat saja” ucap kami berbarengan lagi. LAGI?? ah semakin aneh saja kami ini.

“Ya! kalian berdua ini belum menjadi sepasang kekeasih saja sudah kompak melulu, gimana kalau jadi kekasih ya?? kekeke” balas Tiffany sambil terngakak guling-guling(?) didepan kami.

“Ah kau ini!!” ucap kami berbarengan lagi. LAGI?? ah aku semakin bingung dengan semuanya-__-

“Hahahaha kan kalian saja memarahiku berbarengan, kalian ini lucu sekali. Cepatlah jadian!! aku mendukung hubungan kalian!!” ucap Tiffany sambil mengangkat kedua tangannya dan memberikan aba-aba “Fighting!!”

“Pleatkkkk!!” jitakan kami mendarat mulus diatas kepala Tiffany. KAMI?? lagi-lagi bersamaan dengan Donghae-___-

“Aw!! appo!! yak!! kalian ini menjitakku saja barengan, sakit tau!! tapi tak apa deh, kalian kan emang satu hati” ucap Tiffany diawali dengan raut cemberut namun diakhirnya ia mengeluarkan nyengir kudanya.

“TIFFANYYYYYY!!” teriak kami berdua sejadi-jadinaya.

“Peace qaqa” ucap Tiffany sambil jarinya membentuk huruf “v”._.v

Donghae POV

Tiffany hari ini sukses membuatku malu setengah hidup(?) didepan YoonA. Hey YoonA adalah yeoja yang sangat cantik, manis dan juga yeoja yang sangat cerdas. Tentunya dia adalah yeoja yang sangat baik, entah aura malaikat(?) dari mana aku sangat nyaman jika berada dengannya. Wajahnya menyinarkan sinar yang benar-benar menyejukkan bagi orang yang melihatnya tak terkecuali aku. Mungkin itu adalah aura dewi. Sejak pertama kali bertemu dengannya, entah bagaimana jantungku berdetak 100 kali lebih cepat dari biasanya. Inikah yang dinamakan cinta?? molayo aku juga bingung, maklum saja aku tidak pernah merasakan perasaan seperti ini sebelumnya. Seharian ini aku selalu memikirkannya. Sebenarnya aku ingin sekali menanyakan semua tentang YoonA kepada Tiffany, tapi tidak mungkin.. lihat saja tadi aku sudah di ledekin terus olehnya?? bagaimana kalau ia tahu kalau aku menyukai YoonA?? habislah aku. Tiap hari pasti aku akan diledek olehnya. Tapi.. aku juga tidak bisa terlalu lama menyimpan perasaan ini kepada YoonA, harus secepatnya aku memacari YoonA. Aku takut ia akan terlebih dahulu diambil oleh orang lain, dan aku tidak mau hal seperti itu terjadi kepadaku. Membayangkannya saja aku tak sanggup, apalagi untuk merasakannya. Dengan berat hati aku meminta bantuan dari Tiffany, dari pada perasaanku tidak karuan seperti ini. Sungguh aku benar-benar ingin memiliki YoonA. Aku pun menelpon Tiffany..

“Tif, mari kita bertemu. Jam 8 malam di Kona Beans” ucapku sambil menstabilkan suaraku yang tadi sempat panik.

“Mwo?? ada apa?? tumben sekali kau mengajakku bertemu” ucap Tiffany yang terdengar heran dengan permintaanku ini.

“Ah ada seseuatu yang penting yang ingin kubicarakan, dan hal itu tidak bisa dibicarakan ditelepon. Kita harus bertemu” ucapku dengan lugas kepada Tiffany.

“Hmm baiklah. Jangan telat, aku benci orang telat” ucap Tiffany dari seberang sana lalu menutup sambungan telepon kami.

Still Donghae POV

Ya Tiffany ini lama sekali, dia bilang dia benci orang telat tetapi sendirinya orang yang suka telat. Yeoja payah. Kringgg… pasti itu dia, benar saja itu adalah Tiffany. Sudah kusiapkan amukan untuknya karena telat datang, bayangkan saja aku sudah 1 jam menunggu disini untung saja aku membawa ipadku jadi selama aku menunggunya aku memainkan game di ipad putihku ini.

“Kau bilang kau benci menunggu?? cih.. nyatanya kau sendiri ngaret waktu” ucapku dengan senyuman asam kepada Tiffany.

“Mian, tadi ban mobilku bocor makanya aku telat datang. Lagi pula aku kan sudah sampai disini, dasar tak tahu diri kau ini” ucap Tiffany dengan nada ketus kepadaku.

“Yak!! kenapa kau yang marah huh??! harusnya aku yang marah karena kau telat” balasku dengan nada bicara yang tidak terima dengan perkataan Tiffany barusan.

“Sudahlah tak usah dibahas, sekarang kau ingin berbicara apa denganku huh??” ucap Tiffany dengan mulut yang dikerucutkan.

“Begini, aku ingin menanyakan tentang YoonA. YoonA itu yeoja seperti apa?? sepertinya menyenangkan berteman dengannya” tanyaku dengan nada yang sedikit ragu, karena takut Tiffany akan meledeknya seperti tadi pagi di sekolah.

“Hmmm Tentu saja. YoonA adalah yeoja yang baik. Dia yeoja yang cerdas dan canti ani sangat cantik aku pun mengakui kecantikannya. Namun ia adalah tipe orang yang cukup sulit bergaul” ucap Tiffany dengan sedikit menggantungkan kata-kata “cukup sulit bergaul”.

“Mwo?? kenapa bisa begitu huh??” tanyaku penasaran dengan cerita Tiffany.

“Setahuku dia dahulu pernah dihianati oleh sahabatnya sendiri, dan sahabatnya itu merebut namjachingunya. Makanya ia sukar untuk bisa bergaul dengan luas, dan seingatku ia juga benci dengan kata-kata cinta karena kejadian itu” ucap Tiffany dengan seksama menjelaskan.

“Kasihan sekali dia, tapi kalau boleh tahu awalnya kenapa sahabatnya bisa berselingkuh dengan kekasihnya sendiri. Mian kalau aku terlalu ingin tahu jauh mengenai kehidupan YoonA” ucapku hati-hati karena tak ingin membuat Tiffany salah paham.

“Tenang saja tak apa, aku juga tahu kalau kau mencintai YoonA. Benar bukan?? ayo jujur saja denganku” ucap Tiffany tenang tanpa sedikit pun tersirat nada ledekan disetiap kata-kata yang keluar dari mulutnya.

“Ne benar, aku mencintai YoonA sejak pertemuan pertama kami Tiffany-ya. Bisakah kau ceritakan tentang mantan kekasihnya itu??” ucapku dengan sedikit memperlembut suaraku.

“Baiklah aku akan menceritakannya padamu” ucap Tiffany dengan menunjukkan wajah seriusnya, sangat jarang sekali aku melihat wajah serius dari Tiffany.

“Begini, dahulu YoonA memiliki seorang namjachingu dan namanya adalah Jae Bi.. Park Jae Bi. Dia sangat tampan dan baik, namun pada suatu saat YoonA melihat namjachingunya itu melakukan hal “itu” dengan sahabatnya sendiri. Nama sahabatnya itu adalah Cho Eunji. YoonA sangat terpukul dengan kejadian itu, ditambah lagi ternyata ayahnya mengalami kecelakaan mobil saat berada di daerah Busan menuju Seoul dan ayahnya terbakar bersamaa mobil tersebut. Kedua hal tersebut membuat YoonA mengalami keterpurukan mental yang cukup lama. Aku pun bisa menjadi sahabatnya membutuhkan waktu yang sangat lama. Kau mau tahu?? aku baru menjadi sahabatnya setelah kami berteman selama 5 tahun. Namun sekarang menurutku ia sudah lebih baik keadaannya dari pada sebelumnya. Dan kukira sekarang ia mulai menyukai namja” ucap Tiffany panjang lebar mengenai masalah yang pernah menimpa YoonA.

“Mwo?? apa katamu barusan?? ia menyukai seorang namja?? nugu??” ucapku dengan cepat tanpa memberikan jeda disetiap katanya.

“Tentu saja kau Lee Donghae oppa, masa kau tidak menyadarinya?? dasar namja pabo” ucap Tiffany datar sambil memainkan iphone5 yang baru dibelinya.

“JEONGMAL?? KAU TIDAK SEDANG BERCANDA KAN TIFFANY??” ucapku sedikit diperbesar meyakinkan akan perkataan Tiffany barusan.

“Untuk apa aku bercanda huh?? dari tingkah laku kalian berdua saja aku bisa tahu kalau kalian berdua itu saling menyukai satu sama lain. Ternyata kau namja yang tidak peka ya Donghae oppa” ucap Tiffany sambil mengeluarkan senyum manis dibibirnya.

“Ah ternyata kau sangat pandai soal cinta, tapi kenapa kau belum mendapatkan namjachingu huh??” tanyaku dengan mengeluarkan seringaian nakalku.

“Yakkk oppaa!! kau ingin meledekku huh??! aku hanya belum mendapatkan namja yang cocok denganku. Aku butuh waktu” ucap Tiffany dengan wajah yang lecek bagaikan baju yang tidak disetrika oleh pemiliknya kekekeke.

“Ah aku hanya bercanda Tiffany-ya, jangan marah. Kau terlihat sangat jelek jika kau memanyunkan bibirmu itu hehe” ucapku dengan sengaja menggoda Tiffany, karna bagiku menggoda Tiffany adalah sebuah keharusan bagiku.

“YAK NDOOO!!! TAK AKAN KUAMPUNI KAU LEE DONGHAE!!!

YoonA POV

Ah hari ini aku ada kelas teater bersama dengan para sunbaeku. Ah sungguh malas sebenarnya, mengingat aku buruk dalam hal bergaul dengan orang lain. Seharusnya ada Tiffany, tapi hari ini ia mengambil kelas siang karena kudengar ia kelelahan kemarin. Sedangkan aku siang tidak bisa karena aku harus menjemput adikku pulang. Aku memang hanya tinggal bersama adikku mengingat hyungku dan noonaku yang bersekolah di Paris. Sedangkan eommaku sibuk mengurus perusahaan appa, sehingga kami hanya bisa bertemu 1 bulan hanya sekali. Dan itu pun sering ia tidak bisa kembali karena  alasan banyak perkerjaan yang harus diselesaikannya di Amerika. Memang aku dan adikku disini hidup dengan sangat berkecukupan tapi bagiku kasih sayang lah yang aku butuhkan sekarang ini, bukan materi atau harta. Lee seosengnim pun masuk ke kelas kami sambil membawa tumpukan buku yang sangat banyak, dan kupastikan buku-buku itu adalah sebuah skenario drama. Dan benar saja, hari ini Lee seosengnim membagi muris-murid di kelas ini menjadi beberapa kelompok. Dan ternyata aku sekelompok dengannya, siapa lagi kalau bukan Lee Donghae.. namja yang aku sukai ani aku mencintainya. Aku sekelompok dengan Park Nari, Kim Ji Eun, Lee Hong Ki, Kang Tae Hwang, Lee Donghae, Han Jae Sang,  Cho Yong Dae, Lee Ji Eun, Kim Hyoyeon, dan Kwon Yuri. Kami diberi naskah sebuah drama dari “Princess Hours” dan aku sangat senang karena drama ini merupakan drama yang sangat aku sukai. Kami pun memulai membagi peran dalam cerita drama ini.

Prolog

Dan mereka membagi peran mereka masing-masing, mulai dari YoonA. YoonA menjadi Han Chae Kyung, sedangkan Lee Donghae menjadi Lee Shin serta Kwon Yuri menjadi Min Hyorin. Lee Hong Ki pun menjadi Lee Yul. Lalu 6 orang yang lainnya hanya menjadi pemain pembantu saja, maksudnya pemain pambantu dari 4 pemain utama. Di dalam drama ini dosen hanya menyuruh mereka untuk menjadi pemain-pemain yang mengambil inti dari drama ini sehingga tak perlu banyak orang dalam setiap kelompoknya. Karna drama ini juga hanya sekedar ditampilkan untuk diatas panggung, dan dilakukan secara musikal. Mereka hanya diberikan waktu 2 bulan untuk mempelajari naskah itu, dan waktu tersebut bukanlah waktu yang lama.. benar bukan?? tentu saja. Belum lagi mereka disibukkan oleh tugas dari masing-masing dosen yang lainnya, jika mengingat hal itu pasti mereka akan pusing 7 keliling #sok tau nih authorrrrr-___- #salah mulu ya kayanya authorrrrrrrr, back to story!. Dan kini para kelompok sedang membicarakan tentang drama ini masing-masing.

Author POV

“Semuanya, apakah kalian hari ini bisa datang untuk latihan drama??” tanya YoonA sambil menyunggingkan senyum manisnya yang sedari terpampang, entah apa yang ia pikirkan sekarang ini.

“Bisa kami hari ini tidak ada acara apapun. Tapi dimana??” ucap yang lainnya sambil menengok kanan-kiri memastikan tidak ada orang yang tidak menyetujui latihan mereka hari ini.

“Hmm bagaimana kalau di gedung milik keluargaku, kukira gedung itu cukup besar untuk dijadikan tempat berlatih” ucap YoonA dengan pelan, karena ia tidak ingin di anggap sombong oleh teman-temannya bahkan sunbae-sunbaenya.

“Ide yang bagus YoonA, yang kutahu gedung milik keluargamu besar sekali” teriak Lee Hong Ki nampak bersemangat karena memang ia sudah mengetahui gedung apa yang dimaksud YoonA.

“Yak!! kecilkan sedikit suaramu??!” bentak YoonA kepada Hong Ki, karena ia tidak enak dengan teman-teman diseklilingnya yang mendengar ucapan sahabat lelakinya itu.. bagaimana pun YoonA adalah mahasiswi yang tidak suka memamerkan kekayaannya.

“Hehe mian YoonA, aku tidak bermaksud seperti itu” ucap Hong Ki dengan jari membentuk “v”, dan Ohya kalian pasti tentu belum mengetahui tentang Hong Ki bukan?? Hong Ki adalah sahabat YoonA sejak TK, dan Hong Ki juga adalah orang pertama yang mengetahui situasi keadaan YoonA sejak kecil sebelum Tiffany. Jadi tidak heran jika YoonA dan Hong Ki sangat dekat. Keluarga YoonA pun berkrabat akrab dengan keluarga Hong Ki.

“Sudah-sudah kalian ini, baiklah jalan dimana gedung itu berada dimana YoonA??” tanya Donghae sambil memutar-mutarkan pena biru diatas jari-jarinya yang lentik itu.

“Di Jl. Myeongdeong no. 13, Seoul. Kita mau latihan jam berapa??” ucap Yoona sambil menaruh kepalanya diatas pangkuan tangannya.

“Kalau jam 2 bagaimana?? ini kan sudah jam 12” usul Donghae sambil membuka selembaran-selembaran skenario yang sedari tadi sudah dipegangnya.

“Baiklah kami setuju!!” ucap para anggota kelompok Donghae yang lain berbarengan.

“Baiklah, akan aku tunggu kalian pukul 2 siang” ucap Yoona sembari mengulum senyum yang sedari tadi berubah menjadi wajah kecut karena kelakuan Hong Ki tadi.

“Jangan lupa makan dan minuman ya YoonA hahaha” ucap Hong Ki dengann diiringi ucapan setuju oleh teman-teman dan sunbaenya yang sekelompok dengannya.

“Arra, tenang saja” ucap YoonA sambil membernarkan posisi duduknya.

“Kekeke YoonA deer sangat baik ya hehe” ucap Hong Ki sambil mengelus puncak kepala YoonA, dan entah sedari kapan Donghae mulai gerah melihat perlakuan Hong Ki kepada YoonA. Didalam pikiran Donghae saat ini, ia harus segera bertanya kepada Tiffany mengenai siapa Hong Ki.. mungkin kemarin Tiffany lupa memberitahunya tentang namja ini.

“Wah bel sudah berbunyi, baiklah sampai bertemu nanti” ucap teman-teman dan sunbae-sunbae yang sekelompok YoonA, kecuali Donghae namja yang sedari tadi masih berkutat dengan pemikirannya yang membuatnya berpikir keras.

YoonA POV

Kenapa Donghae, apakah ia pusing dalam memerankan tokoh Lee Shin dalam film ini?? tentu saja. Tapi setahuku Donghae sangat berbakat dalam dunia akting, aku yakin dia pasti dapat memahami tokoh Lee Shin.. kalau begitu apa yang dipikirkannya?? ia terlihat sangat berpikir keras. Ah lebih baik aku tanya saja, siapa tahu benar dugaanku.

“Donghae oppa, kau kenapa?? apa ada yang bisa kubantu??” tanyaku dengan pertanyaan bertubi-tubi, terlalu berlebihankah aku?? ah molayo, dari pada perasaanku tidak tenang seperti ini.

“Ahh aniyo, aku hanya berpikir tentang karakter tokoh yang kumainkan ini. Mungkin akan sulit” ucap Donghae dengan cepat lalu membuyarkan lamunannya karena mengetahui aku sedang berbicara dengannya.

“Ah soal drama ini, aku yakin kau bisa. Percayalah Donghae oppa” ucapku dengan mengepalkan kedua tanganku lalu melayangkannya ke udara dan memberikan senyuman lebar dibibirku ini.

“Ah gomawoyo YoonA-ya. Maukah kau menemaniku membaca skenario ini bersama-sama?? mungkin jika bersama-sama akan sedikit bisa membantuku” ucap Donghae lalu mulai membuka lembar pertama dari naskah yang sedari tadi ia gulung-gulung tersebut.

“Boleh, lagi pula aku ingin mendalami karakterku menjadi pasanganmu” ucapku dengan cepat, dan seketika itu pula aku merutuki apa yang baru saja aku katakan.

“Huh??” gumam Donghae lalu mengambil botol pocari sweat dingin yang sedari tadi ada di pangkuannya, dan meminumnya.

“Aniyo, maksudku aku akan berusaha mendalami karakterku di dalam drama ini” ucapku dengan nada yang sedikit panik, dan kupastikan wajahku kini pasti sudah semerah tomat.. ah bodoh sekali kau ini YoonA, rutukku dalam hati.

“Ah ne. Chakamman, kenapa denganmu?? apakah kau flu?? pipimu mengeluarkan semburat merah YoonA-ya” ucap Donghae sambil menatap intens kearahku lalu menaruh telapak tangannya di pelipisku.

“Aniyo aku hanya merasa dingin, mungkin akibat musim salju” ucapku dengan setenang mungkin untuk menghindari resiko Donghae akan mengetahui kalau aku mengeluarkan semburat merahh karena ucapan memalukanku tadi. Untung saja sepertinya ia tidak mendengarnya.

“Baiklah, ini pakai saja jaketku” ucap Donghae kepadaku sambil menyunggikan senyum yang sangat menawan di bibir tipisnya itu.

“Ah aniyo, gwenchannayo” ucapku menolak usaha Donghae untuk meminjamkan jaketnya kepadaku.

“Tak apa, cepat pakai. Nanti kau malah bertambah kedinginan, aku tidak apa-apa seperti ini. Lagi pula aku malah akan bertamabah sexy hahaha” ucap Donghae lalu mengusap puncak kepalaku, ah aku sangat malu karena perlakuannya terhadapku.

“Ah ne, gomawoyo oppa” ucapku sambil membenarkan jaketku yang baru saja dipakaikan oleh Donghae ditubuhku, ah sangat hangat dan nyaman sekali. Dan kalian tahu?? Donghae sekarang hanya menutupi absnya dengan baju berwarna abu-abu dengan potongan di lengannya sehingga menampilkan otot-otot yang ada di lengan tangannya. Sangat tampan batinku. Ah tapi kau tidak boleh salah tingkah YoonA karna melihat penampilannya kini.

“Cheonmaneyo YoonA-ya, ayo kita mulai membaca bersama-sama naskahnya” ucap Donghae sambil mencubit gemas pipiku dan atas perlakuannya ini seketika udara disekitarku memanas, ah aku bingung aku harus melakukan apa supaya aku tidak selalu seperti  ini dihadapannya.

“Baiklah, kita lihat cerita singkatnya dahulu ya. Baru karakter setiap tokohnya masing-masing. Arra??” ucapku dengan memberikan winkku kepadanya, ah aku bertambah malu sekarang ><

Princess Hours ini mengisahkan kehidupan seorang gadis (Han Chae Kyung) dari kalangan rakyat biasa yang harus menikah dengan seorang Putera raja (Lee Shin) karana desakan ekonomi dan janji yang pernah dibuat oleh keluarga Han Chae Kyung dengan keluarga diraja. Pernikahan ini harus terjadi karana desakan keluarga diraja yang harus segera mengisi posisi calon raja kerana raja yang sekarang sedang dalam keadaan tidak sihat. Proses untuk menjadikan Han Chae Kyung sebagai calon permaisuri menjadi babak lawak. Namun karena sifatnya yang selalu ceria membuat dia diterima oleh pihak kerajaan. semasa pernikahan mereka datanglah Lee Yul, setelah 14 tahun meninggalkan Korea dengan ibunya Yul, sebenarnya Lee Yul juga adalah seorang putera raja, yang akan menjadi persaingan calon raja korea. Kisah menjadi lebih menarik setelah bekas kekasih Lee Shin yaitu Min Hyo Rin seorang penari balet sturut kembali ke korea dan ingin kembali bercinta dengan Lee Shin. Namun disatu sisi lain Lee Shin secara diam-diam mulai mencintai Han Chae Kyung. Han Chae Kyung pun sebaliknya merasakan perasaan tersebut sejak lama, namun ia tidak berani menunjukan sikap perhatiannya dengan Lee Shin. Dan ternyata Lee Yul sejak pertama mengenal Chae Kyung sudah sangat menyukainya, perasaan itu semakin lama semakin tumbuh menjadi rasa cinta. Namun kembalinya ibu Lee Yul bersamanya tidak hanya sekedar hanya kembali namun memiliki sebuah rencana jahat yang ingin ibunya lakukan untuk menghancurkan keluarga kekaisaran dan merebut kembali semua apa yang seharusnya menjadi miliknya jika suaminya tidak meninggal. Saat pertemuan awal Lee Shin dan Chae Kyung, mereka selalu bertengkar. Mungkin dari kebiasaan itu lah tumbuh perasaan cinta dalam diri mereka masing-masing, perasaan benci berubah mennjadi cinta.. lucu bukan?? ini lah yang mereka alami. Di akhir episode mereka akhirnya bahagia bersama walaupun melewati banyak rintangan yang ingin mengkandaskan kisah cinta mereka namun mereka bisa melewatinya. 

“Sangat mengharukan sekaligus membahagiakan sepertinya” ucap Donghae yang masih fokus dengan sinopsis dari naskah yang sedang dipegangnya.

“Tentu saja, sangat mengharukan dan juga membahagiakan.. lucu dan romantis. Semua paket lengkap dalam drama ini” ucapku dengan wajah yang berseri-seri.

“Ne, aku pernah menontonnya namun tidak sampai habis. Sayang sekali” ucap Donghae lalu mulai menatap dalam manik mataku dan sangat sukses membuatku habis kata untuk membalas perkataannya.

“A..ah ne sayang sekali” ucapku dengan sedikit terbata-bata, dan tiba-tiba #brukkkkkkkkkkk ada seseorang yang menabrakku dan kini kurasakan tangan kekar seseorang telah bertengger dipinggangku dan mata kami saling bertemu, sangat terasa hembusan nafas hangatnya yang menerpa wajahku.. dan ternyata dia adalah.. deggg….

“Kau tidak apa-apa YoonA-ya??”

TBC

Bagaimanaaa??? jelek kah baguskah??? mian sekali kalau masih ada typo-typo karena author juga manusia(?) XD XD author mau curhat nih #cieeee author curhatttt :p gini nih author butuh RCL please T^T author sangat membutuhkan RCL kalian, RCL terlalu muluk mungkin ya atau ga sekedar komen please untuk masukan-masukan. Dan ff ini mungkin akan dilanjutkan jika ada yang minta part 2 nya, semoga saja ada yang minta ya T^T Silahkan masukan komen para readers!! Your Comment = Oxygen for me T^T gomawo para readers 😀

Advertisements

[FF] A Star Don’t Like Shinning Star (Oneshoot)

Title : A Star Don’t Like Shinning Star

Author : whiteee13

Maincast : Kim Eunmi, Kyuhyun
Supportercast : Temukan sendiri XDD

Genre : Romance, Life, a little bit of sad

Length : Short Story, Oneshoot

A/N : Mian kalo sedikit gaje dan ga bagus bagus amat, tapi coba aja cicipin dulu (?) selamat menikmati (?) imajinasi author!! ^^

Kim Eunmi POV

Besok adalah hari anniversaryku dengan namjachinguku, Cho Kyuhyun. Kami sudah berpacaran selama 3 tahun, lama bukan?? tentu saja. Saat kami baru 1 & 2 tahun pacaran ia sangat perhatian denganku. Setiap hari ia menelponku. Namun sekarang? semua itu berubah, aku sangat memakluminya terlebih ia adalah seorang public figure. Namun kali ini hampir 2 minggu ia tidak memberikan kabar apa-apa tentangnya kepadaku, mengirim pesan kepadaku pun tidak. Namun aku tidak mau berburuk sangka terlebih dahulu, mungkin saja ia memang belakangan ini sedang sibuk untuk menyiapkan SS4 yang diadakan di berbagai negara serta SMTown World Tour nya. Tapi lambat laun aku pun lelah menjadi yeojachingu dari seorang magnae Super Junior, boyband Korea yang sangat terkenal di negaranya sendiri bahkan di dunia. Tak dapat kupungkiri aku juga merasakan haus akan perhatian dan kasih sayang yang ia berikan dulu. Bila waktu bisa kuputar aku ingin sekali kembali kemasa-masa kami dahulu, disaat kami masih memiliki waktu bersama yang cukup panjang untuk kami habiskan bersama.

Flashback POV

“Eunmi-ya, apa kah kau mau kubelikan ice cream??” tanya Kyuhyun kepadanya.

“Ah tidak perlu, aku bisa menggunakan uangku. Kau sedang ada kegiatan apa belakangan ini Oppa??” tanya gadis mungil itu kepada lelaki tampan yang berada di sebelahnya.

“Ah aniyo kau tidak boleh menolak. Aku bersama yang lain sedang memiliki beberapa kesibukan untuk MC, penyiar radio, dan beberapa pemotretan. Waeyo??” balas lelaki itu dengan mengembangkan senyuman manis dibibirnya.

“Baiklah kalau oppa memaksa. Oh begitu tidak apa-apa, aku hanya ingin mengetahui jadwal seorang Kyuhyun Super Junior kekeke. Oppa aku ingin bertanya satu hal kepadamu??” ucap gadis itu manja kepada Kyuhyun.

“Yak! kau ini menggemaskan sekali huh. Kau ingin bertanya apa?? tanyakan lah padaku sesukamu chagiya” jawab lelaki tampan tersebut sambil mengelus puncak kepala gadis kecil disampingynya itu.

“Kekeke. Aku ingin bertanya oppa, apakah jika nanti jadwal Super Junior sangatlah padat.. apakah oppa masih menyempatkan waktu untukku?? walaupun hanya sedikit??” tanya gadis itu sambil menjilati ice cream yang baru saja diberikan oleh Kyuhyun.

“Aish pertanyaan macam apa itu huh?? tentu saja aku akan selalu menyempatkan waktu untukmu walaupun hanya sekedar mengabari bagaimana kabarmu. Jangan berpikir yang macam-macam Kim Eunmi” balas lelaki itu sambil mengelus pelan pipi si gadis tersebut yang yakni adalah yeojachingunya.

“Aku hanya memastikan saja oppa, aku sangat takut kehilangan moment-moment seperti ini. Aku takut aku akan kehilanganmu” ucap gadis itu yang suaranya kini mulai terdengar getir.

“Aku hanya milikkmu Kim Eunmi, tidak ada yang lain. Kau akan selalu ada disini, kau seperti oksigen untukku” balas lelaki itu sambil menarik tangan gadisnya lalu menempelkan tangan itu di dadanya yang tidak bidang.

“Aku merasa sangat senang dengan jawabanmu oppa, aku mempercayaimu. Apa kau belum ingin pulang??” ucap gadis berbadan mungil itu sambil menyungginkan senyuman tulus dibibir cherrynya.

“Aniyo aku tidak ingin pulang, aku masih ingin melihat pemandangan Sungai Han pada tengah malam bersamamu chagiya. Aku tidak akan membuang kesempatan-kesempatan seperti ini” balas lelaki tersebut sambil merangkul gadisnya tersebut dari belakang, terukirlah senyuman bahagia dari bibir mereka berdua.

Flashback POV End

Still Eunmi POV

Ingat Eunmi, kau tidak boleh seperti ini terus. Kau harus berkonsentrasi dengan penyusunan skripsimu, kau harus bisa menyelesaikan S1 mu tahun ini. Akhirnya aku pun memutuskan untuk membuka macbook apple putih yang kuletakkan dipangkuanku sedari tadi. 2 jam telah berlalu dengan cepatnya, dan akhirnya aku memutuskan untuk bermain laptop sebentar sekedar mencari informasi atau bermain game sebentar untuk menghilangkan semua penatku. Hal yang pertama kulakukan saat melihat modemku yang sudah terkoneksi, aku segera membuka twitterku. Banyak informasi yang kudapat di jejaring sosial yang satu ini, dan menurutku sangat bermanfaat untuk menambah informasi disekitarku. Dan sampai akhirnya aku melihat sebuah postingan seseorang yang berjudul “Kyuhyun Super Junior : Skandalku dengan Seohyun adalah sebuah realita yang ada!”. Deg…. judul post tersebut membuat dadaku terasa sesak, seakan-akan setruman listrik menghujam dadaku. Dengan sekuat tenagaku aku menahan cairan bening yang tak terasa sudah siap akan mengalir dari kelopak mataku, mataku seakan-akan memanas seketika. Dengan emosi yang sedang tidak stabil ini, langsung saja kututup macbook putihku dengan kasar dan menaruhnya disembarangan tempat. Aku sudah tidak bisa mengontrol diriku sekarang ini. Yang ada di otakku kini, bagaimana caranya untuk bertemu dengan Kyuhyun. Aku sangat ingin bertemu dengannya, dan ingin menanyakan langsung tentang rumor yang beradar ini. Tanpa pikir panjang lagi aku pun menelpon Leeteuk hyung, leader dari Super Junior. Kalian tahu aku ingin melakukan apa hari ini?? aku hari ini ingin menanyakan jadwal Kyuhyun dan Super Junior, siapa tahu aku bisa bertemu dengan Kyuhyun walaupun hanya sebentar.

“Annyeong, ada apa Eunmi-ya??” ucap namja berambut coklat itu dari seberang sana.

“Annyeong, apakah hari ini Super Junior atau Kyuhyun memiliki kegiatan??” tanyaku dengan semangat kepada leader Super Junior ini.

“Ah sepertinya ada Eunmi-ya, nanti pukul 5 sore kami mengisi acara di Star King. Kalau jadwal pribadi Kyuhyun sepertinya hari ini sedang kosong. Memangnya kenapa Eunmi-shi??” ucap sang leader dengan suara khasnya itu.

“Oh begitu, gomawo Leeteuk hyung. Tapi soal aku menelponmu jangan katakan kepada siapapun ya, tak terkecuali namja evil itu. Arraso??” ucapku sambil menekankan pada kata “jangan katakan pada siapapun tak terkecuali namja evil itu”.

“Baiklah, arraso Eunmi-ya. Ada yang bisa kubantu lagi??” tanya sang penerima nelpon yang berada diseberang sana.

“Ah tidak ada Leeteuk hyung hanya itu saja, gomawoyo” ucapku lalu menekan tombol merah pada ponselku.

“Cheonmaneyo Eunmi-ya, sampai berjumpa next time” ucapnya yang terdengar namja diseberang sana sedang mengeluarkan senyuman angelnya.

Dan baiklah sekarang aku harus bersiap-siap untuk datang ke Music Bank. Aku pun memutuskan untuk memakai rok mini berwarna merah lalu dipadukan dengan atasan putih yang pas dengan ukuran badan. Tidak lupa aku menggunakan sepatu high heels berwarna putih untuk menyesuaikan dengan pakaian yang kugunakan dan tak lupa aku membawa tas hitam pemberian orang tuaku.

Author POV

“Kyuhyun kau sudah menyiapkan hadiah apa untuk Eunmi??” tanya namja yang memiliki aegyo face yang paling memabukkan(?) ini.

“Untuk apa Minnie hyung??” jawab Kyuhyun tanpa sedetikpun berpaling dari PSP hitam yang selama ini menjadi kekasih keduanya jika ia sedang bosan.

“MWO?? KAU TIDAK TAHU BESOK ITU HARI APA??” teriak Sungmin tepat di lubang telinga Kyuhyun yang membuat Kyuhyun kesakitan lalu memegangi telinganya.

“YAK!! KENAPA HYUNG BERTERIAK SEKERAS ITU DI TELINGAKU?? Memangnya hari apa?? besok hari Jumat, dan apa yang spesial??” balasnya sambil mengambil segelas air yang berada di meja kayu tepat disampingnya.

“Besok adalah hari annyvmu dengan Eunmi yang ke 3 tahun!! masa kau lupa??!” ucap Sungmin yang semakin tak percaya dengan couplenya di Super Junior ini.

“MWO????” teriak Kyuhyun lalu tersedak sejadi-jadinya, dan tidak sengaja ia menyeburkan airnya kemuka Sungmin yang memang tepat berada di depan hadapannya.

“YAK KYUHYUN!!! APA YANG KAU LAKUKAN!!” teriak Sungmin dengan amarah yang meleda-ledak karena wajahnya barusan saja menjadi landasan darat(?) oleh Kyuhyun.

“Ah mianhae hyung, mianhae. Tapi aku benar-benar lupa hyung, tapi apa yang harus aku lakukan sekarang?? sedangkan nanti sore kita akan mengisi acara di Star King. Bagaimana ini??? tanya Kyuhyun panik kepada hyung kesayangannya ini.

“Ne ne, gwenchannayo. Kau benar-benar lupa?? astaga Cho Kyuhyun, namjachingu macam apa kau ini?? dan jangan bilang kalau kau belakangan ini tidak menghubunginya sama sekali. Mungkin nanti malam kau masih bisa membelinya, aku akan menemanimu” ucap Sungmin seadanya kepada namja evil yang ada di depannya ini.

“Ah aku benar-benar pabo, hari annyvku dengannya mengapa aku bisa lupa?? aishhhh aku benci situasi seperti ini. Benar hyung sudah 2 minggu ini aku tidak menghubunginya, tapi tentunya karena aku sibuk hyung dan ia juga tidak menghubungiku. Baiklah, tapi bagaimana dengan kencan buta yang dibuat oleh pihak SM untukku dan Seohyun??” ucap Kyuhyun sambil menunjukan raut wajah yang kecewa, terlihat raut penyesalan yang mendalam akan kelakuannya pada Eunmi.. gadis yang selama ini dicintainya.

“Kau nappeun sekali Cho Kyuhuyun!! Cho Kyuhyun, tidak mungkin yeoja seperti Eunmi mau menghubungimuu terlebih dahulu, karena ia takut kalau ia menghubungimu itu artinya ia akan mengganggumu. Ohiya aku lupa, terus bagaimana??” tanya Sungmin dengan wajah yang serius.

“Ya mian hyung aku sangat lupa. Dengan berat hati aku harus mengikuti kemauan management, itu semua untuk karirku aku tidak ingin dianggap tidak professional hyung” ucap Kyuhyun dengan nada yang mulai melemah karena kini banyak hal-hal yang berkecamuk dipikirannya.

“Bersabarlah Kyu, semoga saja ia mengerti. Kuyakin ia adalah yeoja yang baik” ucap Sungmin yang mulai menenangkan Kyuhyun dari masalahnya yang memusingkan kali ini.

Cho Kyuhyun POV

Kini aku bingung harus melakukan apa, sedangkan kini jam sudah menunjukan pukul setengah 4 sore dan artinya 30 menit lagi kami harus sudah sampai di Star King maklum saja Star King cukup jauh dari dorm kami. Dan sampai sekarang pun aku masih belum bersiap-siap, aku hanya bisa melamun dan melayangkan pandangan tak menentu ke segala arah(?). 15 menit waktu yang kupunya untuk bersiap-siap, dalam waktu 5 menit aku selesai mengganti pakaianku. Setelah keluar kamar aku pun menaiki van bersama para member Super Junior yang lainnya.

“Kyuhyun-ya, apakah kau baik-baik saja??” tanya sang leader kepada magnaenya ini.

“Ah aku baik-baik saja hyung, gwenchannayo” ucapku sambil sedikit memberikan senyuman, walaupun kuyakin mereka mengetahui kalau senyumanku barusan adalah senyum karena paksaan.

“Kau berbohong Kyuhyun, ceritakan saja pada kami. Siapa tahu kami bisa membantu, kami tidak mau penampilanmu buruk jika di hadapan kamera nanti” ucap Leeteuk hyung dengan bijak kepada kami diikuti dengan anggukan dari para member lainnya.

“Aniyo hyung, aku hanya merasa sedikit tidak enak badan. Sebentar lagi juga sembuh” ucapku dengan mantap untuk meyakinkan para member Super Junior yang lainnya.

“Baiklah Kyuhyun, lebih baik kau sekarang tiduran sebentar dan minum obat ini” balas Leeteuk hyung sembari memberikan obat penurun demam kepadaku.

“Gomawo hyung” ucapku sambil mengambil obat tersebut dari tangan Leeteuk hyung.

“Cheonma Kyuhyun, kalau misalkan kau tidak kuat untuk berdiri diatas panggung lebih baik kau istirahat saja di van” ucap Leeteuk hyung sembari menyunggikan senyuman angelnya yang terkenal sangat populer di para kalangan fansnya.

“Aniyo tak perlu, aku masih kuat. Aku akan tetap turun dan ikut mengisi acara tersebut” ucapku sambil menidurkan kepalaku diatas senderan jok van.

Eunmi POV

Kini jam tangan putihku telah menunjukkan pukul setengah  5 sore, dan berarti sekarang waktunya aku pergi ke Star King. Aku pergi kesana hanya sendiri dengan menggunakan mobil verari putihku. Aku pun memacu mobil ini dengan kecepatan 180/km, gila bukan?? haha. Dipikiranku sekarang adalah aku harus cepat sampai disana. Akhirnya setelah menempuh perjalanan selama 10 menit aku pun memasuki ruang Star King, dan disana sudah terlihat sangat ramai dan kutebak banyak para fans Super Junior disini karena banyak sekali banner-banner yang bertuliskan “Super Junior i love you!!”, “Super Junior, please be my boy!!” dan masih banyak lagi. Dan mataku akhirnya berhenti pada banner-banner besar yang bertuliskan “SNSD!!”,  “SNSD Fighting!!. Aku pun kaget melihat banner-banner tersebut, dan bisa diduga kalau hari ini yang mengisi acara di Star King adalah Super Junior dan SNSD. Dan dengan kata lain hari ini Kyuhyun dan Seohyun akan tampil sepanggung, dan pasti hari ini rumor tersebut. Aku menyesal sekali datang ke Star King jika mengetahui kalau SNSD juga datang kesini, sebenarnya hanya Seohyun  yang kurang kusukai. Dan pasti kalian tahu kan apa sebabnya??. Aku pun mengambil tempat duduk penonton dikursi paling depan, sebenarnya aku tidak ingin duduk didepan namun tidak ada bangku yang tersisa lagi disni, tapi kalau boleh jujur aku sangat merindukannya. Dan 5 menit lagi acara akan dimulai, aku sangat tak bersabar untuk melihat namjachinguku ini. Dan kalian tahu?? karena aku duduk di depan aku terpaksa membeli topi untuk menutupi wajahku supaya mereka tidak terlalu mengenaliku. Dan MC Kang Ho Dong pun memasuki Star King, dan ia memanggil bintang tamu hari ini yaitu Super Junior, SNSD, SHINee, dan juga f(x). Menurutku hari ini artis yang diundang cukup lengkap. Dan aku melihatnya, Kyuhyun yang selama ini aku rindukan.

Author POV

Kini dimulai segmen dimana Super Junior dan SNSD bercouple dan mereka melawan SHINee dan f(x) yang bercouplean. Mereka bermain dengan gembiranya, yang membuat Eunmi juga sempat tertawa sejadi-jadinya. Dan masukalah pada segmen pertanyaan-pertanyaan mengenai diri mereka masing-masing. Mulai dari Minho SHINee yang berciuman dengan Sulli f(x) bagaimana rasanya, dan masih banyak lagi. Setelah itu sampailah pada pertanyaan tentang skandal cinta yang membuat Eunmi setengah mati penasaran.

“Kyuhyun-shi, apakah benar skandal cintamu dengan Seohyun adalah sebuah kenyataan??” tanya MC Kang Ho Dong menyelidik.

“Ah tidak skandal ini tidak benar, saat itu yang dimedia massa salah memahami perkataanku” ucap Kyuhyun yang entah kenapa terlihat sangat lesu, namu Seohyun segera menyenggol tangan Kyuhyun dan akhirnya Kyuhyun tersadar.

“Kalau begitu, apakah kalian sudah dalam sebuah hubungan lebih dari seorang teman??” tanya MC Kang Ho Dong lagi sambil tersenyum-senyum gaje-__-

“Belum, kami tidak merencanakannya” ucap Kyuhyun dengan senyuman yang terlihat sangat terpaksa.

“Ah kami akan memikirkannya nanti, mungkin??” ucap Seohyun sambil menyunggikan senyum khasnya.

“Apa yang kau katakan?? bisik Kyuhyun kepada Seohyun.

“Sudah kau diam saja, ini yang terbaik” ucap Seohyun hampir tak terdengar oleh orang lain namun masih ditangkap oleh pendengaran Kyuhyun.

“Wah wah kalian berdua ternyata masih malu-malu ya, baiklah semoga kalian bahagia!!” ucap Kang Ho Dong semangat yang mengundang teriakan histeris dari para yeoja terkecuali Eunmi yang sedari tadi memasang muka tanpa ekspresinya, mungkin kini hatinya benar-benar sakit akan pernyataan yang keluar dari mulut Seohyun. Tiba-tiba saja saat Eunmi masih berkecamuk dengan pikirannya itu, tak diduga seorang staff menumpahkan minuman saat lewat didepannya dan secara tak disengaja topi Eunmi terbuka dan menampakan wajah Eunmi.

Eunmi POV

“Kyuhyun-shi, apakah benar skandal cintamu dengan Seohyun adalah sebuah kenyataan??” tanya MC Kang Ho Dong menyelidik.

“Ah tidak skandal ini tidak benar, saat itu yang dimedia massa salah memahami perkataanku” ucap Kyuhyun yang entah kenapa terlihat sangat lesu, namu Seohyun segera menyenggol tangan Kyuhyun dan akhirnya Kyuhyun tersadar.

“Kalau begitu, apakah kalian sudah dalam sebuah hubungan lebih dari seorang teman??” tanya MC Kang Ho Dong lagi sambil tersenyum-senyum gaje-__-

“Belum, kami tidak merencanakannya” ucap Kyuhyun dengan senyuman yang terlihat sangat terpaksa.

“Ah kami akan memikirkannya nanti, mungkin??” ucap Seohyun sambil menyunggikan senyum khasnya.

“Apa yang kau katakan?? bisik Kyuhyun kepada Seohyun.

“Sudah kau diam saja, ini yang terbaik” ucap Seohyun hampir tak terdengar oleh orang lain namun masih ditangkap oleh pendengaran Kyuhyun.

“Wah wah kalian berdua ternyata masih malu-malu ya, baiklah semoga kalian bahagia!!” ucap Kang Ho Dong semangat.

Semua perasaan berkecamuk di hatiku, dan benar-benar hal ini menguras lebih pikiranku. Tiba-tiba saja seorang staff dari Star King tak sengaja menumpahkan minumannya diatas bajuku, dan tanpa disengaja saat ia menjatuhkannya ia sempat menyentuh topiku dan membuat topiku sukses terbuka. Semua mata kini terarah kepadaku, tak terkecuali Kyuhyun. Dengan cepat aku beranjak dari tempat dudukku lalu pergi ke toilet untuk membersihkan bekas minuman itu dibajuku. Aku sangat menyesal kenapa aku mau datang ke Star King. Setelah bajuku sudah cukup kering, aku pun bergegas pulang namun tiba-tiba sebuah tangan menarik tanganku. Deg…

Author POV

Tiba-tiba tangan Eunmi ditrik oleh seorang namja, dan kalian pasti tahu ia siapa?? ia adalah Kyuhyun. Ia menarik tangan kekasihnya tersebut dengan kencang yang menimbulkan bercak merah disekeliling tangannya. Dengan reflek Eunmi memeluk namjachingunya tersebut dengan erat dan tanpa sadar Eunmi mengeluarkan air mata dari kedua matanya. Kyuhyun pun membalas pelukan Eunmi itu dan segera menghapus cairang bening yang keluar dari sudut matanya tersebut. Kyuhyun pun meminta maaf kepada Eunmi karena belakangan ini ia tidak menghubunginya sama sekali, dan ia menjelaskan tentang skandal Seohyun dengan dirinya itu. Ternyata SM lah yang membuat skandal tersebut supaya album duet Kyuhyun dan Seohyun laku di pasaran. Eunmi pun akhirnya mengerti Kyuhyun dan memaafkannya.

Eunmi POV

Aku menangis sejadi-jadinya dipelukan Kyuhyun, aku tak kuat untuk menahan cairan bening yang sedari tadi sudah kutahan untuk tidak menetes. Dan ia menenangkanku, ini lah saat-saat yang kurindukan saat ia menenangkanku saat aku sedang dalam keadaan terpuruk. Ia juga menjelaskan semuanya tentang skandalnya dengan Seohyun yang sebenarnya merupakan permainan SM saja. Dan soal mengapa ia 2 minggu ini tidak menghubungiku, karena ia terlalu sibuk kemarin sehingga ia tidak bisa menghubungiku. Dan kalian tahu?? malam ini ia harus berkencan buat dengan Seohyun lagi lagi karna SM yang menghendakinya. Aku tidak bisa melarangnya, namun ada 1 hal yang ingin kuminta dari Kyuhyun aku ingin Kyuhyun mengingat hari annyvku dengannya.

“Oppa, apa kau tahu besok hari apa??” tanyaku pada Kyuhyun yang sangat kurindukan ini.

“Jumat, wae??” ucap Kyuhyun dengan nada cuek-__-

“Aniyo aniyo, lupakan” ucapku sambil memonyongkan mulutku lalu menekuknya(?) ke bawah.

“Yak!! kau ini cepat sekali ngambek, jangan ngambek dong. Besok hari annyv kita kan??” ucap Kyuhyun sambil mencubit pipiku yang cukup chubby ini lalu mencium sekilas bibirku.

“Yak!! ini tempat umum, beraninya kau menciumku. Ah lupakan” ucapku seolah-seolah benar-benar marah padanya.

“Ah kau ini masa begitu saja ngambek separah ini huhu” ucap Kyuhyun sambil mengeluarkan puppy eyes andalannya.

“Menjijikan sekali puppy eyesmu itu kekeke, ayo ke mobil. Ohya kenapa kau sudah keluar huh?? memangnya sudah selesai??” tanyaku bertubi-tubi kepada namja yang ada disampingku ini.

“Maka dari itu maafkan aku hehe. Sudah selesai, aku  juga sudah meminta ijin kepada Leeteuk hyung untuk keluar sebentar. Lagi pula Super Junior nanti sudah tidak ada kegiatan lagi, dan juga aku sudah membatalkan kencan butaku itu” ucap Kyuhyun santai lalu membuka pintu mobilku lalu masuk kedalamnya.

“MWO??? apa benar?? kenapa kau membatalkannya???” balasku kaget akan pernyataannya barusan.

“Kenapa kau mesti kaget?? aku sudah meminta ijin kepada manager untuk menundanya saja, aku tidak ingin kehilangan moment-moment seperti ini bersamamu chagiya” ucap Kyuhyun lalu memegangg tanganku dengan erat.

“Kau ini bisa saja Kyu” ucapku sinis sambil tertawa(?) kepadanya.

“Kyuhyun, apa yang tidak bisa dilakukan oleh seorang Cho Kyuhyun??” ucap Kyuhyun bangga akan dirinya sendiri-__-

“Pede sekali kau Cho Kyuhyun” ucapku sambil tertawa sekeras-kerasnnya(?)

“Ya sekarang kita ingin kemana??” tanya Kyuhyun kepadaku sambil menyunggikan senyum khasnya yang tidak dimiliki oleh orang lain.

“Ke Namsan Tower, apakah kau mau Kyu??” ucapku sambil mengembangkan senyum kebanggaanku.

“Baiklah, Kajja!!” teriak Kyuhyun didalam mobil sampai membuat telingaku sakit dibuatnya.

at Namsan tower


Kyuhyun POV

Akhirnya aku dan Eunmi sampai juga di Namsan Tower, pemandangan Namsan Tower memang sangat indah ketika malam hari. Saat-saat yang sudah lama tak terjadi, saat dimana aku dan Eunmi bisa menghabiskan waktu bersama-sama lagi.

“Kyuhyun oppa, kenapa kau melamun seperti itu??” tanya Eunmi dengan wajah innocentnya padaku.

“Aniyo, aku hanya sangat merindukan saat-saat seperti ini dan tentunya bersamamu” jawabku sambil menatap intens mata porselennya itu.

“Ah aku juga sangat merindukannya, tapi kan hari ini kita bisa menghabiskan sisa waktu 6 jam lagi ini bersama-sama” ucap Eunmi sambil menggenggam erat tanganku.

“Ne Eunmi-ya, aku akan mengenang moment-moment ini” ucapku sambil mencium keningnya, dan tiba-tiba muncul semburat merah yang berasal dari pipinya yang cukup tembam itu.

“Ah kau ini bisa saja” ucapnya malu lalu berlari kecil menjauhiku.

“Yak!! tunggu aku!!” teriakku kepadanya lalu mengejarnya dan menangkap tubuh kecil itu.

Seohyun POV

Bayangkan saja kencan butaku hari dibatalkan begitu saja oleh Kyuhyun, seenaknya saja ia terhadapku. Apakah ia tidak menyadari kalau aku benar-benar menaruh perasaanku dengannya?? ah molayo~~. Dengan pandangan yang sedikit buyar karena air mataku yang menetes sedari tadi, aku pun mengambil sebuuah gelang couple kami yang sengajaku simpan. Walaupun gelang ini sebenarnya adalah pemberian dari managementku untuk berpura-pura memiliki suatu hubungan dengan Kyuhyun, namun entah dari mana perasaanku mulai mengharap lebih kepada Kyuhyun. Aku ingin ia mencintaiku, bukan Eunmi.. gadis yang menjadi yeojachingunya itu. Namun apa boleh dibuat, mereka memang sudah jauh lebih dahulu menjalin hubungan sedari 3 tahun yang lalu. Kalin tahu kenapa aku bisa mengetahui Eunmi?? saat di acara Star King tadi ekspresi Kyuhyun berubah seketika melihat gadis yang tertumpahi minuman tadi, terlihat sekali raut sedih dan cemas di wajah Kyuhyun. Ekspresi yang belum pernah sama sekali aku lihat dari Kyuhyun. Setelah gadis itu pergi, raut Kyuhyun terlihat sangat khawatir. Setelah 5 menit kemudian, akhirnya Kyuhyun kembali ke backstage lalu meminta ijin kepada Leeteuk hyung, entah mau kemana aku tak tahu sampai saat aku tanpa sengaja mendengar pembicaraan itu…

“Leeteuk hyung, aku harus mengejar Eunmi-ya” ucap Kyuhyun terlihat panik dan cemas terhadap yeoja tadi.

“Baiklah Kyuhyun, cepatlah kejar dia.  Namun bagaimana dengan kencan butamu dengan Seohyung huh??” tanya Leeteuk hyung sambil mengukir raut bingung di wajahnya.

“Tenang saja hyung, aku telah meminta ijin kepada manager dan ia setuju untuk mengundur kencan buta ini minggu depan. Baiklah sekarang aku pergi, annyeong!!” balas Kyuhyun seadanya lalu dengan cepat berlari ke arah tempat parkir Star King.

“Ne arraso Kyuhyun, hati-hati!” teriak Leeteuk hyung kepada magnae Super Junior itu.

Seketika otot-ototku melemas mendengar itu semua, para member SNSD lainnya pun menanyakan apa yang terjadi denganku namun aku hanya menjawabnya karena faktor kelelahan saja. Aku tidak ingin member SNSD yang lainnya tahu tentang soal ini. Cukup hanya aku yang mengetahui hal ini.

Author POV

Malam ini dilewati oleh 2 sejoli yang saling melepas rindu ini, sangat romantis apa yang mereka lakukan. Eunmi dan Kyuhyun pergi ke tempat ice skeating lalu bermain bersama di udara Seoul yang cukup dingin malam ini. Namun hal itu tidak sama sekali memadamkan rasa rindu mereka pada pasangan masing-masing. Ditemani dengan tawa mereka yang selalu mengiringi setiap langkah mereka.

“Kyuhyun oppa ini sudah jam 12 malam, sebentar lagi tanggal 13. Hari annyv kita oppa” ucap Eunmi kepada Kyuhyun yang sedang menggosokkan kedua tangannya itu.

“Ne chagiya, kujamin malam ini adalah malam yang tidak akan pernah kulupakan. Iya sebentar lagi, 1.. 2… 3… 4… 5…” balas Kyuhyun sambil mengeluarkan tangannya dari jaket tebal yang menutupi tangan putihnya itu.

“Ya!! Happy annyv chagiya, keep love and keep romantic with you. Longlast for us! ^^” ucap Eunmi dengan mengembangkan senyum kebanggaannya itu.

“Happy annyv too chagiya, saranghaeyo. Mian aku belum membeli hadiah untuk hari annyv kita, jeongmal mianhae tapi nanti siang aku akan membelikannya untukmu” balas Kyuhyun sambil mengelus kepala Eunmi.

“Nado nado saranghaeyo oppa. Aku tidak perlu hadiah berupa materi oppa, aku hanya ingin oppa selalu bersamaku.. itu sudah merupakan hadiah terindah untukku. Terimakasih untuk hari ini, kau membuatku sangat bahagia Oppa” ucap Eunmi sambil memegang dada Kyuhyun yang rata.

“Gomawo chagiya, aku tidak salah memilihmu. Mulai hari ini dan selanjutnya aku akan selalu menghubungimu, dan aku berjanji” ucap Kyuhyun lalu mencium sekilas pipi Eunmi.

“Aku juga seperti itu, aku sangat beruntung memiliki namjachingu sepertimu. Baiklah” ucap Eunmi lalu memberikan kelingkingnya untuk bertemu dengan kelingking Kyuhyun.

“Chagiya!!” teriak Kyuhyun sambil memasang wajah pura-pura terkejutnya.

“Waeyo???” jawab Eunmi dengan ternganga kaget karena kini Kyuhyun dengan mulus sudah mendaratkan ciumannya dibibiri cherry milik Eunmi.

“Mm..mph..mph.. opp..aa lepas..kann” ucap Eunmi tergagap-gagap karena merasa kehabisan oksigen disekelilingnya.

“Aniyo!! aku akan terus menciummu seperti ini!!” ucap Kyuhyun sembari mengeluarkan senyuman evilnya.

“Y..y..yaaa!!”

END

Ottokhae? ottokhae?? mian sekali kalau gaje T^T dan maaf kalau masih banyak typo-typo. Silahkan meninggalkan jejak disini!! ^^ jejakmu sangat berharga bagiku 😀

Don’t be Plagiarisme!! Don’t bashing!! gomawo 😉

FF] Your Love Is Too High – PART 5 (END)

Title : Your Love Is Too High

Author : ReeneReenePott

Maincast : Choi Minho, Lee Son Hee(reader: dasar author narsis!! Author : *tutupkuping* aku ingin beginiii aku ingin begituuu.. aku ingin ini itu banyak sekaliiii~~)

Supportercast : Lee Taemin, Kim Kibum/Key, Kang Minchan (a.k.a Mahita), Kim Sung Ran (a.k.a Charismagirl), Lee Donghae, Lee Gikwang, Cho Kyuhyun, Kim Jonghyun, Yong Junhyung, Goo Hara, Jo Kwangmin, Jo Youngmin, Hwang Tiffany, Choi Sooyoung

Genre : Romance, Comedy, Fluff, School Life

Length : Sequel

Rating : Teen

A/N : LAST PART!! Aku bingung deh, ini sebenernya harusnya jadi twoshoot. Tapi kenapa meluber jadi begini yah?? hadeeehh.. *pecahpala* Ya suda.. silahkan menikmati!! (??) #plakk

Part 5 – END

__

“Menunggu yeojachingu kalian?” gumam Minho sambil menepuk bahu Taemin dan Key yang sedari tadi menatap ke arah pintu masuk. Key mengangguk singkat tanpa mengalihkan pandangannya.

Ruang keluarga dan tamu rumah Minho sudah disulap menjadi seperti ball room sederhana. Yeoja maupun namja dengan topeng beraneka ragam menghiasi pemandangan, dan pasti akan membuat susah untuk mengenali salah satunya. Minuman warna-warni tersusun di meja di sana-sini, kue-kue kecil juga ikut tersedia.

“Kau menunggu siapa? Yuri noona? Atau Lee Son Hee?” goda Jonghyun tiba-tiba. Minho tersentak, lalu menoleh menatap Jonghyun garang.

“Ya!” bentak Minho kesal.

“Yuri noona itu perfect, cantik, dan mengejar-ngejarmu. Sementara Son Hee, yah, dia payah basket, namun ahli dalam matematika, kuakui itu. Pendiam dan kikuk, serta penampilannya dengan behel menurutku itu sangat mengganggu. Kau lebih suka mana?”

“Tutup mulutmu, Kim Jonghyun,” desis Minho kesal. Jonghyun terbahak, namun tawanya terhenti seketika.

“Oh my…” Minho langsung mengikuti arah pandang Jonghyun. Jonghyun melongo menatap ke arah pintu masuk, tepatnya kepada dua orang yeoja yang berjalan beriringan. Yang satu memakai dress berwarna violet, dan satunya lagi berwarna sky blue. Mereka masing-masing menggunakan topeng yang warnanya senada dengan baju mereka. Nampak di belakang salah satu yeoja itu, seorang yeoja lain yang terus menunduk. Ah, Jonghyun tak begitu memperhatikan yeoja yang menunduk itu, namun yang jelas ia tertarik dengan dua yeoja lainnya.

“Ya.. Kim Jonghyun! Singkirkan pikiranmu itu! Ini pesta siapaa woy!” Minho menyenggol lengan Jonghyun.

“Ah.. mereka berdua benar-benar menakjubkan…” desah Jonghyun kagum. Ia makin berkeringat dingin ketika dua yeoja itu melangkah mendekatinya.

“Annyeong Minho sunbae, Jonghyun sunbae,” ujar salah satu yeoja itu, tepatnya yang berbaju violet.senyumnya mengembang pertama untuk Minho, membuat Jonghyun sedikit kesal. “Ah, Minho sunbae, saengil chukkae,”

“Ah, ne, gomawo,”

“Saengil chukkae, Minho sunbae,” ujar seorang yang lain, yang memakai gaun biru. “Annyeong, Jonghyun sunbae,”

“Saengil chukkae, Minho sunbae,” yaang memakai baju berwarna krem berkata pelan. Minho tersenyum kikuk.

“Ne, gamsahamnida,”

“Sunbae tahu dimana Taemin oppa? Aku mencarinya…” Jonghyun mendelik.

“Mwo? Kau mencari Taemin? Kau kenal dengannya?” tanya Jonghyun kaget. Yeja itu mendengus kesal.

“Ya! Sunbae! Kau tak mengenaliku?” serunya. Yeoja disampingnya juga ikut melongo. “Ini aku Kim Sung Ran! Aku yeojachingunya Taemin oppa!”

“MWOYAAA???”

“Dan ini aku. Kang Minchan! Yeojachingunya Key oppa! Sunbae lupa ingatan ya?” seru yeoja disampingnya yang lebih diam. Jonghyun melongo.

“Ah, hanya tidak menyangka saja. Kalian neomu yeoppo,” ujar Jonghyun tulus. “Astaga Minho-yah, mereka ternyata benar-benar cantik! Pantas saja Taemin dan Key tergila-gila pada mereka!”

“Tapi siapa yang ada dibelakang mereka?” tanya Minho penasaran. Jonghyun mengangkat bahunya.

“Tak usah pikirkan, mungkin dia hanya yeoja tak penting yang ikut-ikut saja,” ujar Jonghyun cuek. “Ya, kau harus membuka pestanya, di sini mulai ramai,”

“Kok aku yang membukanya? Harusnya Hara tuh! Dia otak dari pesta ini!” gerutu Minho. Jonghyun cekikikan.

“Kau seperti putra mahkota yang mencari permaisuri deh,”

“Diam kau!”

In another side…

“Kenapa kau bersembunyi di punggungku, Son Hee-yah?” gerutu Minchan sambil menyeruput minuman berwarna oranye, yang ia yakini sebagai jus jeruk. Son Hee hanya nyengir.

“Aku takut,”

“Ish, kau benar-benar aneh,” gumam Sung Ran sambil menggelengkan kepalanya.

Singkat cerita, di pesta topeng itu, mereka harus menarik perhatian pangeran pesta, yaitu Minho yang sedang berulang tahun. Yuri, yang sedari tadi sudah standby di dekat Minho dengan topeng putihnya hanya tersenyum sambil memandangi namja itu. Sementara Son Hee, yang sedari tadi meredam perasaan gugupnya dengan memakan 2 piring cheesecake plus menghabiskan 3 buah risoles (?) hanya memandang cemas ke arah dua chingunya yang sudah berdansa dengan namjachingu mereka masing-masing.

“Ya!” sebuah tangan menepuk pundaknya. Son Hee berjengit dan berbalik.

“Hara sunbae?” gumamnya. Yeoja dengan topeng merah dihadapannya hanya tersenyum.

“Kau tampak berbeda. Kami semua sampai pangling,” ujarnya pelan. Son Hee mengerutkan keningnya.

“Ne?”

“Ne, dari tadi tak ada yang mengenalimu,”

“Ah, ini berkat bantuan kedua chinguku,” jawab Son Hee kikuk.

“Nikmati pestanya ya,” ujarnya sambil berlalu. Son Hee mengulum senyum tipis. Pandangannya kembali terarah kepada sepasang yeoja dan namja yang tengah berdansa di depannya. Dengan mudah ia mengenali itu adalah Minho, Choi Minho. Dengan seorang yeoja yang cantik luar biasa. Dan mereka nampak serasi.

Nyuuttt~

Son Hee menggigit bibirnya. Perasaan sesak menjalari dadanya. Lagi ia menatap ke arah pasangan itu. Seperti ada sinyal, ada sesuatu yang mengalir melalui mata mereka. Tangan Minho yang memeluk yeoja itu membuat mata Son Hee memanas. Ia tahu ia tak pantas untuk merasa cemburu, namun apa daya, tiba-tiba air matanya jatuh begitu saja.

Tiba-tiba pandangannya bertemu dengan mata Minho dari kejauhan, tepat setelah ia mengusap air matanya dengan kasar. Matanya melebar, kedua tangannya terkulai lemah di sisi tubuhnya. Tiba-tiba ia terkesiap, mengalihkan pandangannya dari Minho. Ia berbalik dan melangkah cepat menuju toilet, melepaskan topeng emas yang terpasang di wajahnya.

“Kalau begini aku ingin pulang saja…” setelah berdiam sejenak di toilet dan membasuh tangannya,serta memasang kembali topengnya ia memutuskan untuk kembali ke pesta.

Betapa kagetnya ia, begitu ia keluar dari toilet, sebuah tangan terulur ke arahnya. Ia mendongak cepat, dan matanya langsung beradu dengan mata besar di balik topeng silver itu. Ia terkesiap ketika disadarinya itu adalaah Minho. Dan Minho tengah tersenyum padanya.

“Wanna have a dance with me?” tanyanya lembut. Dengan pelan disambutnya uluran tangan itu, yang langsung membawanya ke tengah lantai dansa. Musik waltz mengalun, membuatnya semakin gugup. Tangan kirinya digenggam oleh Minho, sementara tangan kanannya ia letakkan di dada bidang Minho. Jaraknya dengan Minho sangat dekat, karena lengan Minho sudah melingkari pinggangnya.

“Aku tak begitu mahir berdansa,” gumamnya pelan tanpa menatap mata Minho. Minho tertawa tanpa suara, namun sesat kemudian menatap Son Hee dalam.

“Tak apa, ikuti saja langkahku,” ujarnya lembut. Son Hee menelan ludah. Mereka akhirnya benar-benar berdansa, dan untungnya ia tak salah dalm mengambil langkah. “Siapa namamu?”

“Nan?” tanya Son Hee kaget. Mampus! Batinnya.

“Geurom,”

“Nan… Lee Son Hee,” Son Hee sedikit berjengit ketika Minho mengeratkan lengannya pada pingganggnya, tepat setelah ia mengucapkan namanya.

“Jinchayo?” tanya Minho bingung. “Bukankah Lee Son Hee itu… memakai behel?”

“Ya! Aku melepasnya tadi siang, pabo!”

__

Pesta telah usai, orang-orang sudah mulai menghilang, namun tidak dengan Kim Sung Ran dan Kang Minchan. Mereka masih asyik bercengkrama dengan namjachingu mereka masing-masing, seakan dunia milik berdua. Son Hee hanya menonton keempat mahkluk itu di bangku pesta, dengan kedua sepatu yang sudah ada di kedua tangannya, bukan lagi terpasang di kakinya.

“Minchan-ah, kau benar-benar cantik hari ini, aku sampai melongo melihatmu,” Key mulai menggoda Minchan. Son Hee yang mendengarnya mengeluarkan ekspresi mau muntah, apalagi melihat semburat merah bersemu di kedua belah pipi Minchan.

CHU~

Dengan suksesnya Key mencium pipi Minchan, membuat Son Hee melongo. Teringat lagi insidennya di UKS. Omo..

“Ya! Oppa! Kau membuatku malu!”

“Aish, tamunya sudah pada pulang, untuk apa kau malu?” tanya Key bingung. Ia tersenyum geli melihat Minchan yang tersipu tingkat dewa karena tingkah Key.

“Sung Ran-ah.. ini benar-benar kau, kan?” tanya Taemin melongo dan terus menatap Sung Ran dari ujung rambut hingga ujung kaki. Sung Ran menjitak kepala Taemin gemas.

“Tentu saja oppa… kalau aku bukan Sung Ran berarti aku hantu dong?” tukasnya kesal. Taemin nyengir sambil menatap mata Sung Ran.

“Jincha neomu yeoppo…” desah Taemin kagum.

Blushh

“HIYAAA LEE TAEMIN!!!” Sung Ran memukul bahu Taemin, sementara wajahnya sudah semerah udang rebus duet dengan kepiting bakar.

“Mereka benar-benar kelewatan ya? Apa mereka tidak sadar bahwa ada dua mahkluk di sini yang panas melihat adegan itu?” Jonghyun yang ada di samping Son Hee menggerutu. Son Hee hanya terbahak melihat ekspresi Jonghyun.

“Sunbae saja kali yang merasa begitu,” tukas Son Hee sambil tertawa. Jonghyun mengerucutkan bibirnya, lalu menyambar segelas minuman dan meneguknya hingga habis separuh. “Sabar, sunbae..”

“Bagaimana aku bisa tenang, atau sabar? Mereka benar-benar membuatku IRI!” perkataan Jonghyun sukses membuat Son Hee kembali terbahak.

“Sunbae, aku keluar dulu ya, mau cari angin,” ujar Son Hee tiba-tiba. Jonghyun mengangguk, dan Son Hee bergegas melangkah keluar sambil menenteng sepasang sepatunya.

Ia melangkah menutu ke taman belakang, yang sangat sepi di malam hari itu. Ia menghirup napas dalam-dalam.. ah, ia selalu suka tempat sunyi seperti ini. Dengan langkah pelan tanpa suara, ia berjalan semakin ke belakang, tanpa mengetahui ada sepasang mahkluk bercengkrama di sana.

“Minho-yah..” suara seorang yeoja mendesah, membuat napas Son Hee tercekat. “Aku ingin mengatakan sesuatu padamu,”

“Apa, noona?’ sahut sebuah suara berat. Son Hee menutup mulutnya, dan bergegas bersembunyi di balik tembok.

“A-aku…” yeoja itu menggantungkan kalimatnya sejenak, smabil memirtingkan kepalanya. Tiba-tiba ia meraih tanagn besar Minho dan menggenggamnya erat. “Saranghaeyo~”

“Noona? Kau??” suara Minho seperti tercekat Son Hee terbelalak, ia sudah mengira hal ini akan terjadi secepatnya.

“Aku mencintaimu, Minho. Mungkin terdengar murahan bila yeoja yang menyatakannya duluan, namun perasaan ini tak bisa kupendam lagi, Minho,”

“Mwoya?” sahut Minho kaget. Son Hee sedikit mengintip, ingin melihat apa yang sedang terjadi.Dan saat itu, Yuri mendekatkan wajahnya ke wajah Minho, dan mencium bibirnya tanpa tedeng aling-aling. Dan memeluknya.

JEDERRR

Kedua mata Minho terbelalak, begitu juga Son Hee. Pertahanannya runtuh seketika. Ia ambruk di atas rumput. Air matanya langsung mengalir. Ia ingin menahan isakannya itu, namun ia tak bisa. Akhirnya, dengan terpaksa ia meninggalkan kedua manusia itu dengan sebuah sayatan di hatinya.

Ia bodoh. Lalu apa arti namja itu menciumnya dulu? Apakah ia hanya sebuah mainan?

__

Son Hee menghempaskan tubuhnya di atas ranjang. Ia pulang tanpa pamit dengan teman-temannya, sungguh perasaannya kacau saat ini. Seharusnya dari dulu ia hanya mengaguminya saja, seharusnya ia tak perlu dekat dnegan namja itu, seharusnya…

Ia mengacak-ngacak rambutnya frustasi. Ia bukan tipe orang yang suka menangis tersedu-sedu, karena itu ia rasa cukup hanya menangis di tempat kejadian. Setelah menenangkan diri, memastikan suaranya tidak akan bergetar bila berbicara, ia meraih ponselnya dan menekan nomor Sung Ran. Terdengar nada sambung setelah ia menekan tombol hijau. Dalam dering ketiga, telepon di angkat.

“Yoboseyo?”

“Sung Ran-ah, mianhae tidak memberitahumu, tapi aku sudah pulang dulu,” Son Hee langsung berbicara to the point. Sung Ran terdiam sejenak, nampaknya ia kaget.

“Kau sudah ada di rumah?” tanyanya cemas. Son Hee mengangguk, meski ia tahu Sung Ran tak bisa melihatnya.

“Ne, aku sudah di rumah sekarang. Bilang pada Minchan, sepatunya akan kukembalikan besok,” ujarnya lagi.

“Tidak usah, kami sengaja membelikannya untukmu, arra? Kau tak pernah mau membeli gaun atau sepatu pesta,” sergah Sung Ran keras. Son Hee tersenyum kecil.

“Gomawo…” ujarnya pelan. “Sampaikan salamku pada Minchan, ne?”

“Ne, arraseo. Tidur yang nyenyak!”

“Ne.. annyeong,” klik. Son Hee menutup telponnya dan melempar ponselnya asal ke atas kasur. Ia hancur sekarang. Hatinya hancur, benar-benar hancur. Oh dear…

Cklek…

“Sudah tidur, sweety?” suara berat Donghae menyambut dari pintu. Son Hee langsung menghapus air mata di pipinya.

“Ne?”

“Astaga, kenapa kau menangis?” Tanya Donghae khawatir. Son Hee ingin mengulas sebuah senyum tipis di bibirnya, tapi nyatanya ia malah menangis lagi. Donghae langsung mengambur memeluknya. “Cerita pada oppa,”

“Hiks…” namun Son Hee tak mengeluarkan kata apapun dari mulutnya kecuali isakan. Donghae hanya mengusap pelan bahu Son Hee, seakan ingin membuat Son Hee merasa sedikit nyaman.

“Oppa mungkin tidak tahu masalahmu, tapi… saengi oppa pasti kuat. Jadilah yeoja yang tegar, arra?” ujar Donghae setelah tangis Son Hee mereda sambil mengelus rambutnya lembut.

__

“Jadi, Choi Minho, eomma yakin kau sudah membuat pilihan, bukan?” seorang wanita paruh baya yang ternyata eommanya menyidang Minho saat pesta sudah benar-benar selesai.

“Eomma…”

“Eomma tak mau mendengar bahwa kau masih berpikir, Choi Minho,” ujar eommanya tajam. Minho menelan ludahnya.

“Memang sudah ada, eomma,” ungkapnya takut-takut. Wajah eommanya langsung berseri-seri. “Tapi kami masih SMA, setidaknya biarkanlah kami bertunangan dulu,”

“Baiklah, eomma kabulkan permintaanmu kali ini,”

__

Sudah 3 hari Son Hee tidak masuk sekolah. Dan sudah 3 hari ini Minho mencarinya. Alasan Son Hee di surat ijin memang karena dia sakit, tapi teman-teman-temannya tidak bisa langsung percaya. Bagaimana mungkin bisa sakit kalau kemarinnya sehat-sehat saja? Ditambah dengan Son Hee pulang duluan dari teman-temannya. Itu semakin menguatkan argumen mereka, sesuatu terjadi kemarin malam.

Hari ini adalah hari keempat, dan Sung Ran tercengang. Ia melihat Son Hee dengan ekspresi wajah datar memasuki gerbang dengan earphone terpasang di telinganya. Ia mengangkat alisnya sejenak, dan bergegas menghampiri Minchan.

“Minchan-ah!” serunya. Yeoja yang sedang memainkan game di ponselnya mengadah bingung.

“Ne?”

“Aku lihat tadi Son Hee ada di gerbang sekolah,” ujar Sung Ran pelan. Minchan membulatkan matanya.

“Dia sudah masuk?”

“Lee Son Hee!” seru seorang namja. Minchan dan Sung Ran spontan menoleh. Son Hee menghentikan langkahnya tepat di depan pintu kelasnya.

“Wae?” tanyanya dingin. Minho tercengang.

“Aku hanya mau bilang…”

“Ah, Sung Ran-ah~ aku mau pinjam PR Biologi yang kau katakan!” serunya tiba-tiba dan menjauhi Minho. Minho terhenyak. Baik Minchan maupun Sung Ran melongo. Ada apa ini?

__

“Hey, Lee Son Hee.. ada apa denganmu?” tanya Minchan tiba-tiba. Son Hee meliriknya bingung, namun ia terus saja menghabiskan bekalnya.

“Apanya yang kenapa?” balasnya balik bertanya.

“Sikapmu aneh,” sahut Sung Ran. “Kau menjadi dingin dan terkadang periang, namun periang karena terpaksa,”

“Aku merasa biasa saja,” sergah Son Hee cuek. Dan itu semakin menguatkan pendapat keduanya kalau, ada masalah yang sedang disembunyikan.

“Kau pasti menyembunyikan sesuatu, Lee Son Hee,” ungkap Minchan kesal. “Kalau kau mau aku bicara blak-blakan, sepertinya masalahmu ada sangkut pautnya dengan Choi Minho,” tangan Son Hee berhenti menyumpit telur gulungnya.

“Mwo?” ungkapnya tak percaya. “Hubunganku dengannya baik-baik saja. Tak ada yang perlu dibicarakan,” nada dalam suaranya menjadi dingin.

“Karena patah hati maka kau jadi begini, Lee Son Hee?” nada dalam suara Sung Ran terkesan marah. Son Hee mendeongak menatap chingunya. “Aku tak tahu kenapa, tapi kurasa kau patah hati,”

Son Hee mengangkat kedua bahunya tenang. “Hanya perasaanmu saja,”

“Oh ya? Tapi kenapa ekspresimu benar-benar mencerminkan seperti orang-yang-patah-hati-dan-ingin-keluar-dari-masalah?” sindir Minchan sinis. Son Hee menggigit bibirnya.

“Aku hanya tidak ingin membahas itu, oke?”

“Bicaralah, sebenarnya apa yang terjadi?” pinta Sung Ran. Son Hee mendongak menatap Sung Ran ragu.

“Aku…” ia menghentikan kalimatnya sebentar, “Kurasa aku belum siap menceritakannya,” tiba-tiba sebutir air mata lolos dari matanya. Ia mengusap pipinya kasar.

“Geurae. Kalau kau sudah siap, kapanpun kami pasti akan mendengarnya,” Minchan menepuk bahu Son Hee lembut.

“Dan aku mau menanyakan satu hal, tapi jangan anggap ini ada sangkut pautnya dengan masalahmu, arra?!” Son Hee tiba-tiba berjengit mendapati nada dalam suara Sung Ran yang tiba-tiba menjadi tegas. “Kau suka pada Choi Minho, kan?”

“Ani. Aku tidak akan… menyukainya. Arra?” sahut Son Hee lemah.

__

“Ya!! Lee Son Hee!!” suara berat berteriak lagi dari balik punggung So Hee saat pulang sekolah. Son Hee tak memperdulikannya, dan terus melangkah.

“Lee Son Hee!” Minho terus berteriak kepada yeoja di hadapannya yang selalu tak mengacuhkannya. Geram, ia melangkah mendekatinya dan mencekal lengannya, menghempaskannya hingga berbalik menatapnya.

“Wae?” jawabnya dingin. Ia melepaskan cengekeraman tangan Minho di pergelangan tangannya. “Bicara saja,”

“Kau membenciku?” tanyanya setelah lebih banyak diam dan menatap Son Hee dalam. Namun lawan bicaranya membisu. “YAA LEE SON HEE AKU BICARA PADAMU!!”

Dan lagi, Son Hee hanya membuang muka. “Kau membenciku? Sangking bencinya kau sampai muak melihatku?” desah Minho lemah. Yeoja dihadapannya tetap mematung. “Baiklah, kalau itu maumu,”

“Aku hanya ingin berkata padamu,” Minho menarik napas dalam, namun hanya dilirik Son Hee.”Saranghaeyo.”

“Mwo?”

“Hanya itu yang akan kukatakan. Mian sudah mengganggumu. Annyeong,” desahnya lagi dan berbalik pergi.

Son Hee menatap punggung itu tanpa bergeming. Perasaannya terguncang. Astaga, apakaah telinganya perlu dibawa ke dokter THT? Setelah beberapa detik tercenung, ia berlari menyusul Minho dan melingkarkan tangannya di pinggang Minho.

“Hiks… Hiks….” Son Hee mulai terisak, sementara Minho mematung. Ia membalkikkan tubuhnya dan memegang bagu Son Hee. “Hiksss… Hiks… aku…. aku…”

“Wae?” tanyanya bingung. Air mata membanjiri wajah Son Hee, entah mengapa.

“Hiks… Hiks… aku…”

“Ya! Bicaralah yang jelas!!” seru Minho kesal. Ia mengusap air mata Son Hee dengan ibu jarinya lembut.

“Hiks… aku… sebenarnya…” Son Hee terbatuk sejenak sebelum melanjutkan kalimatnya, “Aku dari dulu sudah menyukaimu, kau tahu?!” serunya sambil melepaskan tangan Minho yang menangkup wajahnya.

“Mwo?” sebuah senyum sumringah terukir di bibir Minho.

“Kau tahu, aku menahan nangis semalaman karena melihatmu dengan Yuri sunbae berci…” Son Hee membekap mulutnya sendiri, sementara Minho nyengir menyebalkan.

“Ah… jadi kau cemburu, begitu?” goda Minho semangat. Wajah Son Hee bersemu merah.

“A-anii…” elakknya. Kedua tangan Minho mencengkeram lengannya, memaksa matanya untuk menatap mata besar Minho itu.

“Saranghae..”

“Na…. do,” jawab Son Hee pelan. Mereka berdua terdiam sejenak, lalu Son Hee berjinjit untuk mencium pipi Minho.

Cupp

“Ya~” seru Minho tak terima. Son Hee mengerutkan keningnya.

“Wae? Kalau berpacaran, cukup di pipi saja…” tukasnya polos. Minho terkekeh.

“Siapa bilang kita pacaran?” ujar Minho entang. Son Hee membulatkan matanya, apa katanya barusan?

“Mwoya?? Kita tidak pacaran ya? Baiklah~~” Son Hee ngeloyor pergi dengan gurat wajah kecewa. Tiba-tiba tangan Minho mencekal tangan Son Hee lagi.

“Ya~ dengarkan kalimatku sampai habis dulu!” serunya keras. Son Hee mengangkat alisnya bingung. “Kita tunangan saja, dan kalau sudah bertunangan, ciumnya bukan di pipi, tapi di sini…”

“MWOYA??” tapi sayang, bibir Minho sudah mendarat dengan mulus di bibirnya~~

END

EPILOG

“Yaa~ siapa yang dulu pernah bilang ‘aku tidak akan pernah menyukainya… arra?’” Sung Ran mencibir. Son Hee hanya bisa nyengir, bingung harus menanggapinya denagn apa.

“Itu.. hanya masa lalu…”

“Ne, hanya masa lalu, kau tahu, aku kaget mendapat undangan bahwa kau akan bertunangan!” seri Minchan heboh. Son Hee membekap mulut chingu-nya itu.

“Yaa.. jangan keras-keras! Haksaeng lain bisa mendengarnya, kau tahu?” dengan sigap tangan Minchan meraih kesepuluh jemari Son Hee.

“Mana cincin itu?” tanyanya heboh. “Aku ingin lihat!”

“Ah, aku masih pelajar, Minchan-ah, jadi tidak kubawa,”

“Bohong!”

“Masa kau tidak percaya padaku, sih?” Son Hee menggerutu. Minchan maupun Sung Ran menggeleng pelan.

“Eh, oppamu akhirnya merestui, ya?” tiba-tiba Sung Ran bertanya. Son Hee mengangguk.

“Iya, awalnya Donghae oppa yang menentangnya keras. Tapi kan dia juga mau menikahi Jessica eonni, ya sudah deh, dia mengijinkan, haha..”

“Jagiyaaa~~~” ketiga yeoja itu langsung menoleh ke sumber suara. Dan

Blushhh

“Kenapa kau kesini, Choi Minho pabo!” geram Son Hee tertahan. Sementara namja jangkung itu mengembangkan senyumnya dan tetap melangkah menuju ke tempat duduk tunangannya itu*ehem*.

“Baiklah, aku pinjam Son Hee-nya dulu, ya?” tiba-tiba namja yang tak lain-tak bukan bernama Choi Minho itu meraih tangan Son Hee dan menyeretnya keluar. Kedua chingunya hanya mengangguk tak sadar, sementara pasangan itu sudah neghilang di balik pintu kelas.

“Mwoya? Ada perlu apa?” tanya Son Hee bingung ketika Minho menyeretnya ke atap gedung. Minho mendekatkan wajahnya, lalu mengadahkan tangannya di depan wajah Son Hee.

“Mana cincinmu?”

“Aish, kenapa menanyakan cincin itu sih?” ujar Son Hee kesal. “Ada di rumah, kalau ke sekolah tentu saja tidak kupakai,”

“Kau bohong,” gumam Minho menyeramkan, membuat bulu kuduk Son Hee berdiri. Jemarinya menyentuh tengkuk Son Hee, menyelusup masuk lewat kerahnya. Son Hee tercengang. Dalam sekejap, sebuah kalu dengan bandul cincin sudah ada di tangan Minho. “Aku yakin pasti di sini, ternyata benar,”

“Kau mengetahuinya?” tanya Son Hee kaget. Minho mengangkat sebelah alisnya, dan melepaskan cincin iti dari kalung yang berbentuk rantai itu.

“Aku ingin melihatmu memakai cincin ini hari ini, arra?” ujarnya sambil memasukkan cincin itu ke jari manis tangan kanan Son Hee. Di kecupnya punggung tangan Son Hee, membuatnya meleleh.

“Berhentilah bersikap sok manis seperti itu, empphh..”

FIN
Otte?? Ending yang memuaskankah?? XDD Tuh kan, sudh kubilang, gak ada kok konflik yang menujurus. Kan cuma gejolak perasaan anak SMA doang huaha XD

Doa’in semoga di next FF aku bisa lebih baik bikin FF, apalagi menyangkut masalah konflik ==” Gomawo ya yang udah baca… ^^

Ayoo.. komen-komenn.. ^^

credit by : whiteee13

[FF] Marriage with My Idol?? (Oneshoot)

Title : Marriage with My Idol??

Author : whiteee13

Maincast : Lee Ji Hyun , Kris
Supportercast : Temukan sendiri XDD

Genre : Romance, Life, School activities

Length : Short Story, Oneshoot

A/N : Lohaaaaaaaaaa!! ga usah banyak ba bi bu ayo check it out di dunia author! dan mian ini ff terakhir author sebelum author mau ulangan tengah semester. Besok senin author udah ulangan tengah semester jadi harus banyak belajar TT_TT  dan berarti author belum bisa nulis ff untuk sementara ini, doakan author ya!! xD XD ^^ GOMAWOOOO READERS 😀

Lee Ji Hyun POV

Apa-apaan eommaku ini, tiba-tiba saja aku disuruh menikah dengan seseorang yang tak kukenal dan kuulang sekali lagi TAK KUKENAL. Bagaimana bisa eomma dan appa melakukan hal ini padaku huh? mereka kira aku akan menikah dengan seseorang yang tak kukenal? jawabannya tidak!. Aku pun muli frustasi dengan keputusan kedua orang tuaku ini, dengan kesal aku pun menghidupkan televisi 80 inc yang ada di kamarku dan mencari chanel dimana idolaku hari ini tampil. Hal ini biasanya kulakukan saat aku kesal kepada seseorang, akhirnya aku menyetel stasiun TV channel KBS yang kebetulan pada saat itu menampilkan idola kesayanganku yaitu EXO-M. Kalian mau tahu siapa biasku? dia adalah Wu Yi Fan atau yang sering kita dengar Kris EXO-M. Ah dia adalah mahluk yang paling tampan yang pernah kulihat, garis wajah yang sempurna dan karismanya yang sangat kuat menyihir semua yeoja untuk terpaku akan karismanya tersebut. Aku sudah mengidolakannya sejak EXO mulai debut, dan sebenarnya aku sudah mengenalnya lama sejak kami berusia 5 tahun. Appanya adalah teman karib dengan appaku sehingga ketika kami masih kecil kami sering bermain bersama, tidur bersama, bahkan mandi bersama. Aku rindu saat-saat seperti itu namun dapat kupastikan akan sulit untuk seperti dahulu lagi, karena sekarang ia bukan lah namja biasa tetapi namja yang digilai semua yeoja. Siapa yang tidak mengenalnya saat ini? semua tahu dia adalah member dari EXO dan tergabung dalam EXO-M. Saat aku kecil ia memanggilku dengan sebutan berry dan aku memanggilnya bear. Saat kami berusia 8 tahun ia pernah berkata padaku.

Flashback POV

“Kalau kita sudah besar nanti, kau harus menjadi pengantinku. Arraso?” ucap Kris kecil kepadaku.

“Huh? apa yang kau katakan bear? apa aku tidak salah dengar?” balasku sambil menyuapkan satu sendok es krim strawberry ke mulut Kris kecil.

“Kau tidak salah mendengar, itu yang aku mau. Kau harus berjanji jika kau sudah besar nanti kau harus menjadi pengantikuku. Kau mengerti?” ucapnya sambil menyodorkan jari kelingkingnya padaku.

“Ne arraso. Aku akan setia pada bear” balasku sambil menyambut jari kelingking Kris kecil dan mengembangkan senyum penuh arti kepadanya.

“Baiklah, akan kupegang janjimu noona berry” ucapnya sambil mengerlingkan matanya kepadaku.

Dan mungkin aku tidak dapat menepati janji kami ketika kecil. Dan aku berpikir aku gila yang terlalu menganggap serius pernyataan dari seorang Kris yang dahulu masih kecil dan begitu juga aku. Aku pun seketika melenyapkan semua pikiranku yang mengingat masa lalu kami. Sekarang saatnya EXO-M tampil dan aku pun menemukan sosok Kris. Sosok yang selama ini kurindukan dan kunantikan kedatangannya. Melihatnya saja dapat membuatku melupakan semua masalahku yang dapat dikatakan berat. Setelah melihatnya di TV aku pun segera membuka laptop appleku dan mengsearch foto terbaru dari EXO terutama Kris. Bayangkan saja sudah ada 2000 foto dari member EXO di laptopku, dan sebagian besar foto itu adalah foto Kris idolaku. Lalu tiba-tiba aku mendapatkan info dari google dengan nama artikel “Kris EXO-M mengencani Jessica SNSD” dan seketika air mataku tumpah dari kedua sudut mataku. Aku pun dengan cepat menghapusnya dan bergegas berangkat kuliah mengingat hari sudah cukup siang, dan aku pun mulai menyusuri jalan Seoul. Aku memilih untuk berjalan kaki karena universitasku yang tidak terlalu jauh dari rumahku. Saat aku berjalan tiba-tiba ada seseorang namja yang tidak sengaja manabrakku.

“Ah mianhaeyo noona, jeongamal mianhaeyo” ucapnya sambil menundukan badan dan membentuk sudut 90 derajat.

“Gwenchannayo” ucapku sambil mengambil buku-buku yang berserakan di jalan, kulihat ia ingin membantuku mengambilnya namun aku mencegahnya.

“Sini saya bawakan, sebagai rasa bersalahku pada noona” ucapnya sambil berjalan mendekatiku, dan semakin lama semakin dekat.

“Tak perlu aku sedang buru-buru, annyeong” ucapku lalu pergi meninggalkannya, memang hari ini aku sudah terlambat untuk datang. Dan kebetulan sekali dosenku hari ini sangat lah galak, jadi aku harus berantisipasi dengan amukannya yang menggila dengan cara tidak terlambat masuk ke kelasnya.

“Chakkamman!! handphone anda tertinggal!!” teriaknya kepadaku, namun aku tak bergeming mendengar teriakannya tersebut.

Aku pun akhirnya sampai di Seoul University dan hasilnya aku tidak terlambat dan tidak mendapat amukan dari Jung seosengnim dosenku. Tapi.. tapi.. sepertinya ada sesuatu yang hilang, ah ya! handphoneku! aku terlalu terburu-buru tadi tidak berbalik dan mengambil handphoneku yang berada di namja itu. Kau pabbo sekali Ji Hyun-ya!! ucapku kesal sambil merutuki diriku sendiri. Aku tidak mempermasalahkan handphoneku, tapi aku mempersalahkan gantungan handphoneku.. gantungan itu aku buat bersama Kris kecil dan ia juga mempunyai gantungan yang sama dengan milikku. Tapi sekarang gantungan itu sudah hilang, huaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa.

Kris POV

Setidak berhargakah benda ini untuknya sampai ia meninggalkan benda ini padaku? ah mola. Tapi ini kan.. gantungan ini, aku sangat kenal dengan gantungan ini. Aku pun mengambil iphone5ku dari saku celana hitamku dan mencocokan gantungan handphone noona tadi  dengan gantungan kepunyaanku. Sama, dan yang memiliki hanya aku dan berry. Apakah yeoja tadi itu adalah berry? tanyaku dalam hati. Aku pun dengan terpaksa mengutak-ngatik isi handphones dari yeoja yang membuatku penasaran setengah mati. Kulihat folder foto-fotonya, dan kudapati banyak foto diriku di handphonenya. Apakah dia juga fansku? ah kau lucu sekali berry kekeke~. Belum terlalu puas dengan apa yang kulihat aku pun membuka folder foto berjudul “Berry and Bear” dan dengan cepat aku membuka folder tersebut. Terlihat fotoku dan foto Ji Hyun saat kami masih kecil. Aku sangat rindu kepadanya, tapi kenapa aku terlalu bodoh sampai tidak mengenalinya. Memang tadi aku merasakan bahwa yeoja yang kutabrak beberap menit yang lalu mirip sekali dengan seseorang dan sekarang aku tahu ia adalah Lee Ji Hyun atau berryku. Ah dan aku juga menemukan foto-fotonya yang sekarang dengan gaya yang sangat cute. Aku terkekeh geli melihat foto-fotonya saat ini. Para member EXO-M pun melihat aneh kearahku karna tingkahku yang aneh sekali menurut mereka. Aku pun akhirnya melototi mereka semua dan bertanya kepada mereka.

“Kenapa kalian melihatku seperti itu hah?” ucapku kepada member EXO- M yang sedari tadi memperhatikan tingkah lakuku.

“Ada apa denganmu hyung? kau aneh sekali, sedari tadi kau hanya tersenyum-tersenyum sendiri” balas Luhan mewakilkan semua pertanyaan dari member-member lainnya.

“Aku tidak kenapa-kenapa. Apa ada yang salah jika aku tersenyum? lebih baik aku tersenyum kan dari pada aku marah-marah kepada kalian? kekeke.” ucapku sambil terus fokus dengan handphone berryku yang sangat kurindukan ini.

“Ya kau tidak cerita kepada kami, apa kau sedang menyukai seseorang hyung?” tanya Chen mulai mencurigai hyungnya yang satu ini.

“A..ani…aniyo, aku tidak menyukai siapa-siapa. Sudah sana kalian pergi, menggangu saja” ucapku dengan nada yang sedikit tergagap dan membuat para member EXO-M yang lainnya senang melihat tingkahku yang semakin aneh ini.

“Hahahaha kau berbohong hyung, siapa yeoja beruntung yang dapat menarik seorang Kris EXO-M huh?” balas semua member dengan kompaknya sambil nyengar-nyengir sendiri.

“Aku tidak berbohong, sudah sana kalian pergi” ucapku santai sambil memainkan iphone5ku.

“Ah baiklah, bagaimana kencanmu dengan Jessica eonni hyung? apakah lancar?” tanya Chen dengan serius melihat apa yang sedang dilakukanku.

“Biasa saja, ini juga adalah trik SM kan untuk berkencan dengannya. Menurutku sama sekali tidak berkesan, sangat biasa” ucapku tanpa beralih dari iphone milikku ini.

“Jessica eonni kan cantik hyung, kenapa kau tidak suka? aneh sekali kau ini” ucap member EXO-M lainnya dengan kompak sembari menggeleng-gelengkan kepala mereka.

“Aku punya yang lebih cantik, dan aku ingatkan kepada kalian.. jangan menilai seseorang sekedar dari fisiknya saja, tetapi juga dari hatinya. Arraso?” ucapku sambil mengalihkan perhatianku yang sedari tadi menjadi milik iphone5ku ini, dan sekarang beralih ke para member EXO-M.

“Cieeee hyung berarti bener kan hyung lagi suka sama seorang yeoja, ceritakanlah hyung” balas semua member dengan merengek-rengek seperti seorang anak meminta susu kepada ibunya.

“Kalau sudah saatnya kalian tahu, akan aku beritahukan pada kalian” ucapku santai sambil tersenyum tipis kepada member yang lain.

Aku pun berjalan pergi menjauhi mereka sekedar mencari tempat yang aman untuk membuka isi dari handphone yeoja ini. Aku sangat ingin tahu ia tinggal dimana dan bersekolah dimana, dan kukira sekarang aku menumukannya di note handphonenya. Dan ternyata ia bersekolah di universitas Seoul jurusan kedokteran. Lalu tiba-tiba muncul layar nomor handphone dari “Rae Na-ya” pasti ini temannya lalu aku angkat telepon tersebut.

“Annyeong, saya Ji Hyun pemilik dari handphone iphone4 yang sekarang berada di tangan anda. Bisakah kau mengembalikannya pada saya?”

“Baik, kita ingin bertemu dimana?” balasku dengan cepat, dan dapat kukenali bahwa si penelpon adalah si empunya iphone4 ini, yaitu Lee Ji Hyun atau berryku.

“Di Kona Beans saja, besok jam 12 am. Jangan telat” ucapnya lembut kepadaku.

“Aniyo, kita bertemu di Seoul University saja. Saya juga salah satu murid disana, jadi kita dapat lebih mudah bertemu” balasku dengan sedikit mengambangkan senyum kebangaanku.

“Bagaimana anda bisa tahu bahwa saya bersekolah di sana huh?” terdengar suara kaget dari Ji Hyun yang bingung kenapa aku mengetahui dimana ia bersekolah.

“Tidak usah banyak bertanya, sampai bertemu besok Mrs. berry” balasku sambil sedikit menggoda si empunya handphones ini di seberang sana.

“Kau… apakah kau adalah bear?? tutttt… tut… ” tanya Ji Hyun tergagap, terdengar jelas bahwa ia sangat kaget dengan apa yang kukatakan barusan. Dengan sengaja aku mematikan teleponnya, dan ku jamin sekarang ia semakin penasaran dengan identitas orang yang tak sengaja menabraknya kemarin.

Lee Ji Hyun POV

Apakah benar ia bear? apakah benar ia Kris kecil yang selama ini aku rindukan? molaaa, aku tidak tahu. Aku harusmemastikannya besok, dan sekarang aku harus pergi ke toko buku dan sekedar membeli beberapa buku kpop di sana. Setelah 10 menit menyusuri jalan yang penuh aktivitas di Seoul ini, aku pun sampai di depan toko buku Seoul. Aku memang sudah lama berlangganan di toko buku ini, toko buku ini sangat lengkap dan harganya juga tak terlalu mahal. Beberapa menit setelah aku mengubrak-abrik (?) isi dari toko buku ini lalu aku menemukan sebuah novel berjudul “Marriage with My Idol??” aku yang tertarik dengan judulnya langsung melihat sinopsis novel ini dan membaca sinopsis yang tertera dibelakang novel ini Ketika kecil Soo Hyun dan Jung Min adalah sepasang teman dimasa kecil, namun ketika Jung Min berumur 18 tahun ia bukan lagi menjadi orang biasa tetapi menjadi orang yang terkenal dengan menjadi salah satu member boyband terkenal di Korea Selatan yaitu Prince. Soo Hyun teman masa kecilnya yang ditinggalkan olehnya merasa sedih karena sudah beberapa tahun ini mereka tidak lagi menghubungi satu sama lain. Namun takdir berbicara lain tiba-tiba saja Soo Hyun di nikahkan dengan seorang namja pilihan orang tuanya, Soo Hyun menolak mentah-mentah akan permintaan kedua orang tuanya. Disaat bersamaan Jung Min juga mendapatkan paksaan dari orangtuanya untuk menikahi seorang gadis yang belum sama sekali ia kenalnya. Bagaimana kelanjutan kisah Soo Hyun dan Jungmin berikutnya? silahkan baca novel ini, banyak sekali kejutan yang terduga didalam novel ini. Aku yang telah membaca sinopsis dari novel ini sangat tertarik dan memutuskan untuk membeli novel ini. Menurutku ada kesamaan antara karakter wanita dan laki-laki yang ada di dalam novel ini. Setelah membeli novel ini dan beberapa buku pengetahuan lainnya, aku pun pulang ke rumahku. Ketika di perjalanan aku melihat dua orang anak kecil yang sedang bermain bersama dan tertawa bersama. Jika aku melihat kejadian seperti ini, aku semakin mengingatnya. Seketika itu pun juga aku mengingat lelaki misterius yang kemarin menabrakku, aku sangat menyesal sekali karena waktu itu aku tidak sempat melihat wajahnya karna saat itu aku sedang sangat terburu-buru. 

Still Lee Ji Hyun POV

Aku pun sudah menunggu namja yang hari ini akan mengembalikan handphoneku, aku sangat penasaran dengan namja satu ini. Ia sangat misterius bagiku. Aku sebenarnya mengajak Rae Na-ya untuk menemaniku di taman kampus ini untuk menemui sosok namja itu, tapi ia sedang tidak bisa karena sekarang ia sedang ada kelas Park seosengnim jadi dengan terpaksa aku sendirian menunggu namja misterius ini. Tiba-tiba ada seseorang namja yang mendekat padaku dan memberikan handphoneku namun aku tidak dapat melihatnya jelas karena ia memakai topi hitam dan kacamata hitam  untuk menutupi mukanya. Dan sepertinya aku mengenal tubuh ini… Kris… ani, bear…. apa kau benar-benar bear??

Kris POV

Setelah kucari beberapa menit dimana sosok yeoja yang bernama Ji Hyun itu, akhirnya aku menemukannya. Ia memakai celana jeans biru pendek dan menggunakan baju kebesaran berwarna putih dan menggunakan sneakers hitam. Dia sama sekali tidak berubah, mulai dari fisiknya dan sifatnya. Setelah aku sadar dari lamunanku, aku langsung mendekatinya.

“Ini handphonemu, maaf atas waktu itu” ucapku sopan sambil menundukan punggungku.

“Ah.. kau.. kau benar-benar bear? bear yang selama ini aku cari huh??” balasnya dengan sedikit tergagap dan keluar air dari kedua sudut mata indahnya itu.

“Ne, aku bearmu berry. Aku juga sudah lama mencarimu, namun aku tidak juga menemukanmu dan ternyata takdir berkata lain. Kita dipertemukan kembali dan maaf telah membuatmu khawatir selama ini” ucapku dengan mengembangkan senyum maut andalanku.

“Ya!! nan bogoshipoyoooo!! kau tahu itu semua huh? dari mana?? pasti kau telah mengutak-ngatik isi handphoneku-_-” balasnya sambil memeluk tubuhku dengan erat dan aku pun juga membalas pelukan hangat itu.

“Tentu, mian aku terpaksa. Aku melihat gantungan ini, dan aku teringat padamu. Makanya dengan penasaran aku mengutak-ngatik isi handphonemu ini. Dan ternnyata benar, ini kau berry” ucapku sambil menunjukkan gantungan handphone yang sama persis dengan punyaku.

“Tentu saja sama, kan itu kita berdua saat kecil hehe. Ohya bagaimana kau bisa disini? apakah EXO hari ini tidak ada kegiatan huh??” tanyanya sambil memberikan senyuman yang selama ini sangat aku rindukan.

“Tidak hari ini jadwalku bersama EXO sedang kosong. Aku hari ini kesini untuk mengajakmu jalan-jalan. Apakah kau mau berry?” ucapku manja kepada berry yang selama ini aku rindukan.

“Baiklah, kajja!! ayo kita pergi!! tapi kita mau pergi kemana? hehe” balasnya dengan menggaruk tengkuknya yang kuyakini tidak gatal sama sekali.

“Kau ini menggemaskan sekali!! bagaimana kalau kita ke taman hiburan saja?? otthe?? bagus bukan??” ucapku sambil mengelus puncak kepalanya dengan gemas.

“Ne!! kajja!!” ucapnya semangat sambil membawa semua buku pelajarannya masuk ke dalam mobil bugasti merah milikku.

“Silahkan masuk Mrs. berry” balasku dengan menggoda Ji Hyun, dan tampak sekali semburat merah muncul di kedua pipinya yang cukup chuby tersebut. Aku tertawa geli melihat tingkahnya yang satu ini.

Author POV

Setelah mereka sampai di taman hiburan yang terkenal di Seoul, mereka puun pergi untuk membeli gulali yang dijual disekitar wahana bermain disini. Mereka terlihat sangat romantis dan banyak yeoja yang histeris dengan apa yang mereka lihat dengan mata kepala mereka sendiri.Walaupun Kris memakai topi dan kacamata hitam namun tetap saja para fans sejati dari Kris masih dapat mengenalinya. Sehingga baru saja mereka sampai disana, terjadi insiden kejar mengejar antara Kris dan Ji Hyun dengan para fans yeoja dari Kris. Akhirnya setelah beberapa menit mereka berdua berlari menghindari dari teriakan para fans, mereka memutuskan untuk makan bersama dahulu sebelum mereka menaiki berbagai wahana yang ada di sana. Setelah mereka selesai makan, mereka memutuskan untuk kembali ke dalam taman hiburan dan beruntung kali  ini karena penyamaran Kris kali ini tak tertangkap lagi oleh para fansnya yang berada di taman hiburan itu. Mereka pun bermain bianglala dan kincir angin dan masih banyak lagi permainan yang membuat kedua insan itu senang. Setelah 5 jam mereka bermain bersama, tidak terasa haripun semakin larut malam dan mereka memutuskan untuk segera pulang. Akhirnya mereka berdua kini sudah berada di dalam mobil Kris dan Ji Hyun berkata kepada Kris.

“Kris, ada yang ingin kuberitahukan padamu” ucap Ji Hyun sedikit pelan namun masih dapat didengar oleh alat indera Kris.

“Waeyo?? apa tentang pernikahanmu dengan namja yang tidak kau kenal sama sekali??” tanya Kris dengan wajah dingin dan serius.

“Ndo.. bagaimana kau tahu??” ucap Ji Hyun yang merasa mulutnya terasa tercekat ketika ingin mengeluarkan kata-kata memuakan tadi.

“Aku tahu dari handphonemu, kau menyatat itu semua di dalam note handphonemu. Lucu sekali” ucap Kris dingin kepada Ji Hyun.

“Apanya yang lucu?? aku ingin dinikahkan dengan seorang namja yang sama sekali tidak aku kenal. Apa hal ini lucu bagimu??!” balas Ji Hyun dengan muka yang memerah seakan-akan ia sangat kesal dengan namja yang ada disampingnya saat ini.

“Bukan hanya kau saja yang mengalami hal serupa, aku juga demikian. Orang tuaku memaksaku untuk menikahi seorang yeoja yang tidak kukenal sama sekali. Dan kudengar minggu depan aku akan melamarnya” ucap Kris terlihat sedih disetiap perkataannya.

“M…mw…mwo?? apa yang kau katakan?? kau bercanda kan Kris?? sama sekali tidak lucu gurauanmu itu” ucap Ji Hyun sambil menahan air bening yang ingin mentes dari sudut kanan dan kiri dari matanya.

“Aku tidak bergurau berry, aku sungguh-sungguh. Mungkin minggu depan kau akan mendapatkan undangan pernikahanku dengan yeoja itu” ucap Kris benar-benar pasrah dengan keadaannya sekarang.

“Lalu bagaimana karirmu?? apa kau akan meninggalkan dunia musikmu itu??” tanya Ji Hyun seakan-akan ingin sekali mengeluarkan air mata yang sedari tadi sudah menumpuk di tepi kelopak matanya.

“Aku akan terus melanjutkan karirku tapi pernikahan ini hanya diketahui oleh pihak SM saja, dan tidak dipublikasikan ke masyarakat umum” balas Kris sambil menstabilkan suaranya yang kini mulai bergetar.

“Dan kau menerima itu semua??” ucap Ji Hyun penasaran kepada Kris.

“Ne aku menyetujuinya, aku tidak mau dikatakan anak yang durhaka pada orang tua. Kau begitu juga kan??” jawab Kris sambil mengalihkan pandangannya dari Ji Hyun ke setir mobilnya yangberwarna putih.

“Ne aku juga mengabukan permintaan mereka. Baiklah aku turun dulu ya, sampai jumpa” ucap Ji Hyun kepada Kris, terlihat sekali raut sedih di wajah Ji Hyun.

“Mianhae aku membohongimu Ji Hyun-ya kekeke” ucap Kris dengan tampang tak berdosa dan seketika merubah raut wajahnya menjadi menyeringai setan.

next week

Lee Ji Hyun POV

Aku sangat kesal dengan hari ini karena hari ini ia resmi akan dilamar oleh namja yang sama sekali tidak ia kenal. Namun mau dikata apa lagi, Kris pun akan melamar seorang yeoja yang tak dikenalnya. Dan aku harus pasrah dengan semua ini. Kini aku sedang membaca buku novel “Marriage with My Idol??” yang belum lama ini aku beli, aku sudah mencapai ending dari novel ini. Cerita novel ini memang menyedihkan namun di akhir cerita ternya Soo Hyun dinikahi dengan Jung Min, dan ternyata selama ini orang tua Jung Min dan Soo Hyun sudah merencanakan ini semua. Dan ending, mereka berdua bahagia dan mereka akhirnya hidup berbahagia. Aku berpikir, coba saja nasibku sama dengan novel ini yang menceritakan happy ending pasti sangat membahagiakan sekali. Namun itu mustahil. Sedari pagi aku sudah menyiapkan diri dengan pakaian yang anggun dan rapi, eomma bilang bila keluarga namja itu akan datang pukul 12 pagi dan sekarang sudah pukul jam 12 kurang 5 menit. Dan tiba-tiba terdengar suara eomma yang memanggilku dari balik pintu.

“Ji Hyun-ya, ayo keluar. Mereka sudah datang kemari, ppaliya!!” ucap eomma yang terdengar sangat bergembira.

“Ne eomma, tunggu sebentar” ucapku sambil mendekati pintu kamarku yang berwarna hitam elegan ini, dan membukanya. Tampaklah wanita paruh baya yang menggunakan pakaian sopan, yaitu dia eommaku.

“Kau neommu neommu yeoppo, ayo turun. Mereka telah menunggu gadis kecil ibu ini” ucap eomma dengan mengembangkan senyuman khas yang hanya dimilikinya.

“Ne eomma, biarkan aku berjalan bersamamu” ucapku dengan mengembangkan senyum simpul kepada eomma.

Kris POV

Aku tidak tahu bagaimana reaksi Ji Hyun nanti, aku tidak sabar melihatnya kekeke~. Setelah aku duduk di atas sofa coklat  yang penuh dengan motif namun masih sangat terlihat elegan ini, akhirnya aku pun mendapati seorang yeoja yang turun dari tangga. Ya dia adalah Ji Hyun, terlihat sekali raut sedih di wajahnya. Ia memakai dreess putih polos yang mengekspos seluruh badannya, dan hal itu membuatku terpana untuk sepersekian detik. Dan rambut panjangnya yang biasanya ia ikat, kini terurai bebas menutupi bahunya yang jenjang itu. Sangat cantik batinku. Ia pun mulai melihat ke arah ruang keluarga, dimana aku dan keluargaku duduk disana. Ia terkejut dengan keberadaanku di rumahnya, dan dengan spontan oa bertanya kepada eommanya.

“Eo..eomma, apakah Kris lah yang akan menjadi suamiku??” tanyanya tak percaya dengan memperhatikan eommanya tanpa mengdepikan mata sepersekian detik lamanya.

“Ne chagi, kau akan menikah dengan Kris. Kami bersepakat untuk memberi kejutan padamu dengan tak mengatakan siapa calon suamimu” ucap eomma Ji Hyun sambil mengelus puncak kepala Ji Hyun yang kini sedang terganga sebesar-besarnya (?)

“Jeongmal??? dasar kalian semua!! bagaimana bisa kalian membohongiku??” ucap Ji Hyun tidak terima kepada semua orang yang berada di ruangan keluarga saat ini.

“Kami hanya ingin mengejutkanmu chagi. Apa kau terkejut???” balas eomma dengan senyum kebanggaannya.

“Yak!!! kalian benar benar, aku senang sekali!!” ucap Ji Hyun sambil memeluk erat tubuh eommanya.

“Dan… Kris, apa kau juga ikut bagian dalam perencanaan ini??” ucap Ji Hyun kepadaku dengan mulut yang sedikit diruncingkan.

“Seperti apa yang kau lihat berry kekee” ucapku dengan tertawa geli melihat tingkah calon istriku ini.

“Ndoooooooo!!!! kau akan mati bear!! ” teriak Ji Hyun sambil mengejarku dan reflek aku pun berlari menghindarinya, semua orang di ruangan tertawa geli melihat kelakuan kami ini. Hahahahaa.

END

HOWAAAAA??? BAGAIMANA??? Mian kalo alurnya kecepetan dan masih banyak typo karna author cuma ngerjain ff  ini hanya 4 jam dan secepat kilat T^T dan dengan author ngepublish ff ini, berarti ini ff terakhir author. Karena mulai besok senin author udah mulai ulangan tengah semester dan harus banyak belajar u,u jadi untuk sementara waktu author vakum menulis ff,  penulisan ff bakal dilanjut lagi setelah author selesai UTS. DOAKAN AUTHOR YA! T^T semoga para readers suka ff ini ya!! ^^ XD XD tinggalkan jejak kalian please, jejakmu berharga bagiku 😀 GOMAWOOOO~~~

[FF] Can You Remember Me?? (Part 1)

Title : Can You Remember Me??

Author : whiteee13

Maincast : Shin Chae Jin (You) , Cho Kyuhyun, Lee Donghae, Shin Chae Rin

Supportercast : cari sendiri ya XDD

Genre : Romance, Life, Sad

Length : Chapter

A/N : Lohaaa lohaaa!!! ga usah banyak ba bi bu lagi, ayo kita mulai berimajinasi di dunia author! ^^

Author POV

Tubuh mungil Chae Jin kini baru saja tiba di kota kelahirannya Seoul. Chae Jin adalah seorang lulusan dari bidang seni lulusan Paris dengan nilai terbaik seuniversitasnya. Hari ini memang Chae Jin belum memiliki tujuan yang jelas, yang ada dipikirannya sekarang adalah dia harus segera cepat-cepat beristirahat karena tubuhnya mulai terasa sangat remuk (?). Dengan cepat ia menarik koper ungu yang tidak terlalu besar ke dalam taksi. Ia memberikan alamat dimana ia akan pergi, maklum saja karna orang tuanya itu baru saja pindah rumah saat Chae Jin berada di Paris jadi Chae Jin tidak mengetahui dimana persisnya rumah orang tuanya berada. Sambil menikmati pemandangan kota Seoul, tak lupa ia memutarkan beberapa lagu kesayangannya dari mp4 ungu yang selalu menemaninya. Setelah kurang lebih 20 menit ia menikmati pemandangan Soeul dari balik kaca taksi yang ia tumpangi, akhirnya ia sampai di sebuah rumah besar berwarna putih.

Shin Chae Jin POV

Wah neommu yeoppo, apakah ini rumahku? tanyaku dalam hati. Eomma sangat sudah bekerja keras untuk menghidupiku dan juga Shin Chae Rin dongsaengku. Kalian bertanya-tanya dimana appaku? appaku sudah meninggal 6 tahun yang lalu, ia mengalami kecelakaan pesawat ketika ia ingin kembali ke Seoul. Maklum ia sangat sibuk jadi dalam 1 minggu ia dapat pergi ke 4 negara. Ya namun ia sedang bernasib buruk saat itu, dan ia dikabarkan mati seketika di dalam Pesawat. Ah aku sangat terpuruk dengan keadaan itu, namun akhirnya kuputuskan untuk berguru di kota mode dunia tersebut. Sebenarnya berat cukup berat meninggalkan kota Seoul, terutama meninggalkan dongsaeng kesayanganku. Ia pun dititipkan kepada bibi Lee, ia sudah kami anggap seperti bibi kami sendiri. Ia sudah bekerja dengan orang tuaku semenjak aku belum lahir ke dunia ini, sudah lama bukan? tentu saja. Aku pun masuk ke rumah putih tersebut, di dalam rumah itu benar-benar sangat mengagumkan. Aku sangat salut kepada eommaku yang satu ini, memang ia memiliki selera yang tinggi sepertiku. Mulai kulangkahkan kaki jenjangku memasuki satu persatu ruangan yang ada di rumah ini, nampaknya tidak ada orang. Apa bibi sedang ke pasar? ah mola aku tidak tahu. Namun bisa kupastikan aku tidak salah masuk rumah, karena di ruang keluarga banyak foto-fotoku saat kecil dan foto-foto anggota keluargaku. Ah aku sangat merindukan mereka semua. Lalu kudengar sebuah suara perempuan yang kukenal seperti suara bibi Lee, waaa!! bibi Lee! sudah lama kita tidak bertemu! nan bogoshipeoyoo. Kau sudah besar ya Chae Jin, dan tentunya bertambah yeoppo, ucap bibi Lee sambil mengusap puncak kepalaku dengan gemas. Kau juga bibi, kau masih saja terlihat muda, kau melakukan operasi plastik dimana? ucapku terkekeh dan lantas segera mendapatkan jitakkan keras di kepalaku. Ah appo! aku hanya bercanda bibi Lee hehe ucapku sambil mengacungkan kedua jariku dan membentuk tanda._.v peace disana. Dimana Chae Rin? apakah ia belum pulang bi? tanyaku sambil memainkan handphone iphone5ku #authorrr galau tingkat dewaaaaaa. Ya kau sangat merindukanku ya? sampai kau menanyai tentang diriku hah? suara yang sangat familiar denganku, Chae Rin-ya!. Dasar kau dongsaeng nakal, sejak kapan kau bersembunyi di belakang situ huh? ucapku kaget sambil mencubit pelan pinggangnya. Appo!! dasar eonni, sifat galakmu tak pernah berubah ya!-__-. Kau nappeun dongsaeng, #pletakkkkkkkkk #dziengggggggggg

Shin Chae Rin POV

Eonniku yang satu ini memang sangat menyebalkan. Kami berdua adalah kembar, namun ia lebih memilih untuk pergi ke Paris melanjutkan sekolahnya. Tentu saja ia mampu, ia terkenal dengan kepintaran dan kecerdasannya. Terbalik sekali denganku, aku bisa dikatakan bodoh dalam mata pelajaran tertentu. Walaupun nilaiku diatas rata-rata, tapi aku tetap saja dengan eonniku yang yeoppo ini. Ia tidak hanya pintar, tetapi ia juga neommu neommu yeoppo. Apa lagi sekarang? omo…. kecantikannya semakin berkali-kali lipat 100 x #authoorrrr lebayyyyyyy. Iya kembali ke Korea Selatan rencananya untuk mengikuti sebuah audisi di sebuah manajemen artis, ia bilang kalau ia sekedar ingin menambah pengalaman barunya di Seoul.

Aku dan eonniku memang hanya berbeda 5 menit, namun aku tetap saja harus memanggilnya eonni, semua itu karna perintah orang tuaku. Tapi karena aku anak yang baik, manis, rajin menabung (?) jadi aku turuti saja kemauan mereka. Lagi pula eonniku baik padaku, ani sangat baik bahkan. Apa pun dia lakukan demi kebahagiaanku, namun setelah ia pergi ke Paris aku sudah lama tidak merasakan kasih sayang darinya, aku sangat merindukannya!!

Cho Kyuhhyun POV

Apakah tidak ada sedikit waktu untuk berlibur huh?? aku sangat muak dengan kertas-kertas dan map-map yang menumpuk di meja kerjaku. Akhirnya pukul 12 juga, aku akan segera ke Coffe tempat eommaku kebetulan ia menyuruhku untuk datang kesana. Segera kubereskan meja kerjaku dan mengambil kunci mobil yang berada di saku jas hitamku. Ah aku sangat lelah, tiba-tiba saja iphone5ku berdering memutar lagu Bittersweet  yang menandakan sebuah panggilan terlihat di layar bening dan tertulis nama Donghae nemo #peaceeee._.v lalu kuangkat telpon tersebut tentunya dengan menggunakan headset yang menempel dikedua telingaku.

“Yeobbosseyo” suara nyaring Donghae yang terdengar dari seberang sana.

“Yeobbosseyo, waeyo nemo?” tanyaku langsung to the point, maklum saja aku bukan tipe orang yang suka berbasa-basi.

“Hmmm bisakah kita bertemu Kyu? di coffe eommamu mungkin? aku ingin berbicara sesuatu yang penting kepadamu” ucap Donghae dengan nada yang cukup serius.

“Ya! tumben sekali kau serius hahaha waeyo? hal apa yang membuatmu serius seperti ini” ucapku sambil terkekeh mendengar suara Donghae yang menurutku cukup serius, tentu saja aneh menurutku.. seorang Donghae jarang sekali bersikap serius seperti itu.

“Yak!! aku mempunyai informasi penting untukmu! aishh kau malahh menertawaiku, sudah ppailli!! kutunggu kau di coffe bean!” ucap Donghae yang terdengar sedikit kesal dengan ejekanku barusan.

“Ne, arra arra. Chakkammannyo. Aku sudah di jalan” ucapku sambil fokus terhadap jalanan yang ada didepanku.

“Baguslah, kutunggu!” ucap Donghae yang langsung mematikan telponnya tuttt.. tuttt…

Apa yang ingin dibicarakannya denganku? tapi dari nada suaranya hal yang ingin dibicarakan Donghae adalah hal yang cukup serius, ah molaaa lihat saja nanti. Tapi kalau boleh jujur ada suatu perasaan yang mengganjal hatiku untuk membuatku penasaran dengan apa yang ingin dikatakan Donghae. Hal ini sangat langka terjadi.

at Kona Beans

Author POV

Suara lonceng berbunyi, dan tandanya ada seseorang yang masuk ke dalam Coffe ini. Seseorang itu adalah Cho Kyuhyun, ia adalah anak dari pemilik Coffe Bean ini. Ya memang dia sangat kaya dan 1 hal yang tidak bisa dihapuskan dari seorang Cho Kyuhyun, dia memiliki wajah yang tampan ralat sangat tampan. Semua mata kini tertuju padanya, pada sosok tinggi tegap yang memakai kacamata hitam pekat miliknya tak lupa juga ia menyertakan topi hitam di atas kepalanya. Dan perlu kalian tahu, Kyuhyun adalah salah satu member dari boyband Super Junior. Boyband yang paling terkenal di Korea, bahkan di dunia. Wajar saja banyak perempuan yang tergila-gila dengan sosok namja yang satu ini. Kyuhyun pun membalas semua teriakan histeris itu dengan senyuman mautnya. Lalu Kyuhyun pun segera menghampiri eommanya yang sedang berada di meja kasir Coffee Bean.

“Anak eomma sudah datang? cepat sekali kau datang. Ayo sekarang kau makan dulu, baru nanti kau bantu eomma” ucap sosok paruh baya yang tak lain dan tak bukan (?) adalah Nyonya Cho, pemilik dari Kona Bean ini.

“Ne eomma, aku ingin kimchi dan jjangmyeon!!^^” ucap Kyuhyun dengan semangat yang membara-bara (?)

“Arra arra, eomma tahu. Tapi tumben sekali kau ingin makan dengan porsi yang cukup banyak, apa kau stress dengan pekerjaanmu di kantor appamu?” tanya Nyonya Cho seiring mengeluarkan senyum khas dari bibirnya.

“Bagaimana bisa eomma tahu?? kalau boleh jujur memang seperti itu eomma, aku tidak terbiasa dengan pekerjaan sambilan baruku. Aku sangat pusing mengurus semua berkas-berkas yang selalu menumpuk tinggi diatas meja kerjaku.

“Kasihan anak eomma, yasudah tunggu disitu ya akan eomma buatkan makanan kesukaanmu itu. Ohya minumnya banana chocolate milkshake kan?” ucap Nyonya Cho sambil menunjukan meja bernomor 13 disudut kiri Coffe tersebut.

“Baiklah eomma, ne tentu saja^^” jawab Kyuhyun dengan senyum lepasnya. Kyuhyun akan menjadi senang kalau ia dibuatkan Chocolate Milkshake buatan eommanya, menurutnya tangan eommannya adalah tangan ajaib #aneh-aneh aja Kyuhyun ini-__- wahahaha

Kyuhyun pun menuju meja bernomor 13 tersebut sambil memainkan PSPnya #ini orang dimana aja tetep ye maen PSP, yaoloooo-__-. Ia pun kemudia duduk di kursi berwarna merah terang yang didominasi dengan aksen classic modern. Ditambah dengan aksen muda yang diberikan di Coffee ini, mendapat nilai tambah tersendiri bagi pecintanya.

Still Author POV

Pria tampan dengan sepatu boot hitam pun memasuki Coffe tersebut, lalu perlahan membuka kacamata hitam yang menempel lekat di matanya untuk mencari sosok Kyuhyun yang ingin ia temui. Wajah tampannya pun kini semakin sempurna ditambah dengan senyuman manis yang terukir dibibir tipisnya itu, siapa lagi kalau bukan Donghae. Ia adalah salah satu sahabat Kyuhyun sedari kecil, sehingga Donghae tahu semua apa yang terjadi dengan Kyuhyun. Mereka berdua adalah 2 member dari Super Junior, tidak salah jika mereka memiliki wajah yang tampan dan bakat yang sangat memukau. Dan dilihatnya Kyuhyun yang berada di sudut kiri coffee ini dengan menggunakan t-shirt berwarna hitam lalu dipadukan dengan jaket berwarna saphire blue dan tak lupa memakai sepatu sneakers putih kesayangannya. Donghae pun menuntun langkahnya menuju meja nomor 13 tersebut.

“Mianhae, tadi macet sekali di jalan karna ada kecelakaan tabrak lari. Sudah berapa lama kau disini?” ucap Donghae tanpa memberi jeda pada setiap kata yang ia ucapkan tersebut.

“Kukira kau sudah disini, tahunya belum. Sudah sejak tadi, tak usah berbasa-basi lah Donghae.. kau ingin membicarakan hal apa denganku??

“Begini, kudengar ada seseorang yang bernama Shin Chae Jin yang mendaftar untuk mengikuti audisi di SM Entertainment tahun ini. Dan setelah kulihat foto dirinya, ia sangat mirip dengan perempuan yang selama ini kau cari Cho Kyuhyun” ucap Donghae penuh penekanan di kata perempuan yang selama ini kau cari Cho Kyuhyun.

“Jinjja?? apa kau tidak bergurau hyung??” tanya Kyuhyun sambil menatap lurus ke manik Donghae, ingin sekali ia menemukan sesuatu kebohongan dimatanya, namun apa yang dikatakan Donghae benar.

“Untuk apa aku bergurau denganmu untuk hal seperti ini, aku mengatahui batasan-batasannya” ucap Donghae serius sambil mengedarkan seluruh pandangan ke sekeliling Kona Beans tersebut.

“Kapan audisi akan dilakukan? bolehkah aku meyaksikan audisi tersebut?” tanya Kyuhyun dengan raut yang mulai panik.

“Ya kau jangan panik seperti itu, dan kulihat di formulir pendaftarannya ia adalah lulusan dari sebuah Universitas terkenal yang berada di Paris. Bahkan diumurnya yang 20 ini, ia sudah mendapatkan gelar S3nya di bidang seni. Itu sudah menjadikan modal yang besar baginya” ucap Donghae dengan antusias melihat perubahan raut Kyuhyun.

“Pa…Paris katamu? apa dia selama beberapa tahun  ini meninggalkanku sendiri di Seoul untuk melanjutkan sekolahnya di Paris. Aku bahkan tidak tahu menau tentang hal ini” ucap Kyuhyun dengan suara yang mulai serak mungkin kaget dengan apa yang Donghae bicarakan kepadanya barusan.

“Ne Paris, mungkin saja itu alasannya Kyu. Dan mungkin dia juga tidak ingin menyakitimu, dan masih banyak ribuan alasan yang ia punya mengapa ia meninggalkanmu. Tapi melihat kepintarannya sejak kecil, aku tidak heran jika diumurnya yang masih muda ini ia bisa mendapatkan gelar terhormat seperti itu. Sungguh luar biasa” ucap Donghae memuji mantan pacar ani, masih berstatus pacar Kyuhyun tersebut.

Kini Kyuhyun masih dibingungkan oleh pertanyaan-pertanyaan yang mulai berputar-putar di sekeliliing otaknya. Perasaan senang, sedih, panik, dan penasaran teraduk menjadi satu. Namun 1 hal yang ingin dia lakukan sekarang ini, secepatnya bertemu dengan Chae Jin. Perempuan yang selama ini membuat hati Kyuhyun tak pernah lepas dari sosoknya.

next week

Author POV

Eonni kau belum berangkat huh? apa kau tidak akan telat untuk ikut audisinya? ini sudah pukul 9. Ne Chae Rin-ya chakkaman, suara Chae Jin dengan sedikit berteriak. Baiklah, kutunggu kau dimobil. Kajja kita pergi Chae Rin! eonni sudah siap, let’s go!!. Baik lah eonni, tapi bisakah kau tidak duduk dibelakang? jika seperti itu sama saja kau menganggapku supir, cepat pindah ke depan. Ah ne Chae Rin-ya mian tadi aku lupa hehe._.v, ucapnya sambil melompat kodok (?) kedepan kursi jok. Eonni kau tampak seperti bocah yang baru saja mendapatkan lolipop. Maklum Chae Rin, aku dari 1 minggu yang lalu sudah tidak sabar menunggu hari ini datang. Oke kalau begitu, let’s go! teriak Chae Rin dengan memamerkan deretan giginya yang tersusun rapih serta mengangkat satu tangannya ke udara hal serupa juga dilakukan oleh Chae Jin #kakak adek sama ajaaaa hebohnyaaa #plakkkkkkkkkk. Eonni sudah menyiapkan untuk audisi nanti? tentu sudah. Doakan aku ya dongsaengku yang manis, semoga eonni diterima di agensi artis SM Entertainment.  Kau pasti diterima eonni aku yakin 100%. Ya memang aku lulusan seni di Paris tapi hal itu belum tentu menjamin eoh, doakan ya. Ne eonni tak kau suruh pun aku pasti mendoakanmu, eonniku ini lucu sekali hahaha. Benar juga ya katamu, kau kan dongsaengku pasti kau mendoakanku hahaha mungkin karena efek gugup jadinya aku bingung sendiri melakukan apa. Sudah eonni jangan gugup, masuk SM Entertainment tak sesusah yang eonni bayangkan karena eonni sudah mempunyai modal yang kuat untuk masuk kesitu. Baiklah, gomawo dongsaengku. Hmm eonni, aku bingung kenapa kau ingin masuk ke agensi artis di Korea kenap eonni tidak melamar agensi di luar negeri saja? sudah kutebak pasti eonni dapat diterima di agensi artis luar negeri, eonni mempunyai paras yang cantik dan tentunya dengan bakat yang luar biasa. Begini.. eonni merasa kalau eonni lebih suka berada di Korea, dan eonnni pikir eonni sekarang harus menjagamu jadi mungkin alasan itu yang membuat eonni ingin berkarir di Korea. Ne arraso, lagi pula aku sangat rindu dengan eonni. Baiklah sini eonni peluk. Ya! aku sedang menyetir, tidak mungkin bisa memeluk eonni. Aish eonni lupa hehe._.v mian.

at SM Entertainment

Eonni apa perlu aku tunggu? tidak usah Chae Rin-ya nanti eonni bisa pulang naik taxi. Baiklah eonni, fighting!! ><. Ne arraso dongsaengi, fighting!! ><.  Aku pergi dulu ya eonni byee~~ ne goodbye dongsaeng. Chae Jin pun mulai masuk ke dalam gedung megah tersebut, dan ia bertemu dengan seorang lelaki paruh baya dan ia menyapanya. Ne annyeong, apa kau peserta audisi di agensi ini? ne tentu saja, bagaimana kau bisa tahu. Tentu saja, lihat saja pin yang berada di sudut kiri  atas bajumu. Ah ne aku lupa hehe mian, bisa aku tahu dimana tempat audisinya? ah lurus saja dari sini lalu belok ke arah kiri dan anda dapat melihat tulisan SMTown Find Next Star lalu kau masuk saja kedalam ruangan itu. Ah nde gomawoyo ahjussi, senang dapat bertemu denganmu. Ne cheonmaneyo, ppaliya audisi 5 menit lagi akan dimulai semoga anda beruntung. Ne jeongmal gomawo ahjussi, baiklah saya tinggal dulu annyeong.

Cho Kyuhyun POV

Hari ini aku dan Donghae sengaja untuk menyaksikan audisi pencarian bakat-bakat baru dan meminta ijin kepada Leeteuk hyung, yang kebetulan hari ini Super Junior tidak ada acara manggung atau yang lainnya. Aku sudah berada di ruangan audisi ini semenjak 1 jam yang lalu, tapi nampaknya yeoja yang bernama Chae Jin itu belum datang. Aku memang sangat penasaran dengan wanita itu, dan aku ingin sekali bertemu dengannya sekedar mengetahui apakah ia benar-benar Chae Jin, pacarku yang selama ini pergi entah kemana meninggalkanku tanpa mengirimkan kabar sedikitpun. Beberapa menit lagi audisi akan dimulai, dan yeoja bernama Chae Jin itu sedari tadi belum menampakkan batang hidungnya. Aku dan Donghae memang menggunakan topi dan kacamata hitam sebagai penyamaran kami supaya tidak ketahuan oleh para peserta audisi lainnya. Memang peserta audisi kali ini cukup banyak mencapai 100 orang. Namun dari banyaknya peserta yang ikut, diantara mereka hanya dipilih 10 orang saja. Bukan kah menakjubkan? tentu saja. Kupandangi setiap orang yang masuk pintu audisi dan… dia.. apakah dia Chae Jin? wajah tidak berubah banyak dari dahulu namun Chae Jin yang sekarang bertambah cantik dengan dipadukan mata porselen dan tubuh yang bagus yang ia miliki. Dia memang seorang blasteran antara Korea dan Rusia, sehingga ia memiliki mata porselen yang sangat indah. Itu dia Donghae-ya, ucapku sambil menunjuk ke arah yeoja yang kutunggu sedari tadi. Dia? mirip sekali dengan Chae Jin-mu Kyuhyun, mungkin itu benar-benar dia. Iya Donghae, aku yakin sekali kalau itu adalah Chae Jin yang selama ini aku cari. Tapi harus kita pastikan dulu Kyuhyun apakah dia benar-benar yeoja yang selama ini kau cari. Ne itu pasti, dan kulihat tadi ia memakai nomor audisi yang bertuliskan angka 13 berarti kita tidak perlu menunggunya dalam waktu yang lama. Tentu saja, audisi hari ini hanya memperlihatkan 1 penampilan  dengan semua bakat yang ia punya, tapi menurutku ini membutuhkan waktu yang cukup lama Kyuhyun. Eoh? gwenchanna aku akan terus menunggu sampai ia memperlihatkan penampilannya. Diam Kyuhyun, nomor audisi 1 akan tampil. Ne, aku tidak sabar menunggu penampilan yeoja itu.

1 jam kemudian

Nah ini dia penampilan dari yeoja itu, cepat bangun Donghae. Huh? n..ne Kyuhyun-ah, membosankan sekali nomor audisi 1 sampai 12 tadi. Semuanya terlihat biasa saja, sampai-sampai aku mengantuk. Tidak hanya kau saja Donghae, Lee Soo Man pun terlihat begitu bosan dengan penampilan yang ditampilkan nomor audisi 1 sampai 12. Betul terliahat sekali raut Lee SooMan ahjussi yang kecewa, semoga saja penampilan yeoja nomor 13 ini dapat menampilkan pertunjukkan yang luar biasa.

Author POV

Peserta Nomor audisi 13 dipersilahkan untuk naik ke panggung. Lalu naiklah seorang yeoja yang sangat cantik dan memiliki mata porselen yang sangat indah, lalu ia berdiri sambil memberikan senyum terindahnya kepada para juri.

“Apakah kau noona Shin Chae Jin?” tanya Lee Soo Man kepada yeoja tersebut.
“Ne, chonneun Shin Chae Jin imnida. Saya adalah seorang lulusa dari Universitas Ridclife di Paris di bidang seni” ucap yeoja tersebut dengan wajah yang masih setia menampakan senyum bibir cherrynya yang indah itu.

“Ne, kau adalah lulusan dengan nilai kumlaude? dan bahkan kau masih berumur 20 tahun dan sudah dapat meraih gelar S3mu noona Shin Chae Jin?” tanya juri dengan raut yang kaget seakan tak percaya.

“Ne begitulah, apakah aku bisa memulai penampilanku sekarang?” ucap Chae Jin yang masih mempertahankan senyum cherrynya.

“Ne baiklah, tapi apa boleh saya tahu apa alasan anda ingin berkarir di Korea? padahal anda sudah mendapatkan gelar S3 di Universitas musik terkenal di Paris, bahkan anda mendapatkan nilai kumlaude. Pasti banyak agensi artis di luar Korea yang ingin mendebut anda sebagai artis” tanya juri Baek Hee dengan tidak memberikan jeda disetiap ucapannya.

“Saya ingin berkarir di Korea karena saya lebih suka untuk tinggal di Korea, dan saya juga ingin menjaga dongsaeng perempuanku. Mengingat eommaku yang sangat sibuk dengan pekerjaanya, sehingga tak dapat memberikan kasih sayang kepada adikku”  ucap Chae Jin dengan nada yang lembut.

“Ah ne, mian telah menanyakan tentang masalah pribadimu. Baik silahkan tunjukan bakatmu” ucap juri itu dengan senyuman khasnya yaitu juri Son Ji Ra.

Still Author POV

Chae Jin pun mulai menyanyikan lagu Good Bye Tears dan seketika semua mata tertuju padanya dengan raut wajah yang kagum, karna tak menyangka suara Chae Jin sangat lah bagus melebihi penyanyi aslinya. Sangat indah dan sangat bersih suara dari yeoja tersebut. Memiliki suara yang sangat tinggi mencapai 10 oktaf nada musik, fantastis. 2 orang yang sedari tadi memperhatikannya pun dibuat terharu dan kagum akan suara Chae Jin.

Cham himgyeowosseosseo neul ulgiman haesseo
Moduga nareul ddeonagadeon nal
Shimjangeul beneun geu chagaun maldeul
Neo majeodo eobseodamyeon eoddaesseulji

Na ulji anha dashineun motnan babocheoreom
Apahaedeon mankeum han ppyeom deo jaran gaseuminikka
Himdeuljiman nae mami gidael su ige gyeote isseo jugeni
Naui eoje naui sangcheo naui nunmul ijen annyeon

Da jinagalkkeoya ddo shigani gamyeon
Gaseum sog sae sal dodanalkkeoya
Sarame bein geu hyungteokkajido
Sarangeuro deopeojudeon neoro inhae

Na ulji anha dashineun motnan babocheoreom
Apahaedeon mankeum han ppyeom deo jaran gaseuminikka
Himdeuljiman nae mami gidael su ige gyeote isseo jugeni
Naui eoje naui sangcheo naui nunmul ijen annyeon

Ijeneun cheoeum taeeonan geotcheoreom
Aesseon cheot georeum naedideo boryeohae
Witaerobjiman nareul jikyeobwajullae

Dan han georeum deo haetbit sogeuro naseolkkeoya
Jinan shigandeureun naeireul wihan dideomdoringeol
Dashi hanbeon neoege gal su idorog soneul jaba jugeni
Apeun gieog apeun sangcheo apeun nunmura annyeong 

Semua peserta audisi maupun juri melihat takjub akan penampilan Chae Jin barusan. Namun tidak hanya itu saja, Chae Jin juga menampilkan bakat dancenya yang sangat hebat dengan diiringi lagu Turn Up The Love. Badannya meliuk-liuk dengan mudahnya dan aksinya kali ini juga mendapatkan kehisterisan dari semua peserta karena ia memiliki dance yang sangat hebat. Bakat dancenya bahkan melebihi Queen of Dance Korea Hyoyeon SNSD. Sangat mumpuni bakat yang ditampilkan oleh yeoja yang satu ini, dan sangat berhasil menyita perhatian dan kekaguman dari para juri dan para peserta audisi lainnya tak terkecuali Kyuhyun dan Donghae. Chae Jin juga mempertontonkan bakatnya dalam bermain piano. Tuts tuts nada pada piano hitam lekat itu mampu menciptakan nada-nada yang indah namun sulit untuk dimainkan oleh para pemain piano yang dapat dikatakan pemula, hanya pemain piano yang sudah berpengalaman lah yang dapat memainkan lagu tersebut. Benar-benar membuat semua orang terhipnotis dengan permainan jarinya di atas tuts tuts piano tersebut. Tepuk tangan semua orang yang berada di dalam ruangan tersebut menggema sejadi-jadinya, bahkan juri Baek Hee tanpa sadar memberikan standing ovationnya. Sepengetahuan Kyuhyun dan Donghae bila salah satu juri melakukan standing ovation kepada peserta audisi kemungkinan besar orang itu pasti diterima di SM Entertainment. Dan kali ini ternyata juri Baek Hee yang terkenal sangat selektif pun melakukan hal tersebut, ini adalah pertama kalinya juri Baek Hee melakukan standing ovation dan perlu diketahui bukan hanya juri Baek Hee saja yang memberikan  standing ovationnya, bahkan 5 juri yang lain pun memberikan standing ovation atas penampilan Chae Jin yang sangat berkesan bagi para juri tak terkecuali pemilik dari SM Entertainment ini, Lee Soo Man.

Kyuhyun POV

Wow untuk pertama kalinya aku mengetahui bahwa semua juri memberikan kehormatan standing ovation kepada peserta audisi. Aku pun saat audisi tidak mendapatkan standing ovation seperti itu #poorrrrrrrr Kyuhyun. Namun tak dapat aku pungkiri, penampilan Chae Jin sangat lah sempurna. Kyuhyun, yeoja yang selama ini kau cari benar-benar membuatku terpana mungkin saja aku bisa jatuh cinta padanya. #pletakkkkkkkkkkk ah mian Kyuhyun, aku hanya bercanda saja hehe._.v kau terlalu serius hahaha namun tak bisa kupungkiri jika dia bukan yeojachingumu yang selama ini kau cari, mungkin aku akan menjadikannya yeojachinguku. #pletakkkkkkkkkkkkk #dzienggggggggggggg #bakkkkbukkkk appo! aku hanya bercanda, tapi mungkin suatu saat aku tidak akan bercanda soal ini kekekkek sangat menyenangkan menggodamu Kyuhyun-ya hahaha. Aish kau nemo, menyebalkan sekali kau ckck. Sekarang sudah penampilan ke 14, apakah kau tidak mau pulang? aniyo aku ingin tetap disini, lebih tepatnya aku ingin menunggu yeoja bernama Chae Jin itu sampai pulang, kau boleh pulang jika kau mau. Ah terserah kau saja, tapi aku sudah membuat janji bertemu dengan Chae Rin aku tidak ingin membuatnya kecewa. Huh? bukan kah ia adalah dongsaengnya Chae Jin? ya kau ini hahaha jangan menjadikan nya pelarianmu dari Jessica ya Donghae kasihan dia. Aish jinjja.. aku sekarang sudah tidak mempunyai perasaan apa-apa lagi kepada Jessica dan untuk sekarang ini perasaan cintaku hanya untuk Chae Rin. Hahaha baiklah, awas saja kau menyakiti adik iparku habis kau Donghae! arraso, arra arra lagi pula aku tidak mungkin akan menyakitinya. Baik pergi sana! nanti Chae Rin ngambek loh kekekek~ Ok evil, sampai jupaaaa~~

at 4 pm

Cho Kyuhyun POV

Akhirnya selesai juga tahap audisi pertama, sangat melelahkan sampai membuatku sempat tertidur. Oh iya aku baru ingat, mana Chae Jin? aishhhh bodoh sekali aku ini, bisa-bisanya aku tertidur disini. Karena aku berlari dengan cepat menuju tempat parkir SMTown aku tak sengaja menabrak seorang yeoja. Mian saya sangat menyesal, apakah anda terluka? ah aniyo gwenchanna ucap yeoja itu sambil merapikan tasnya yang berserakan akibat bertabrakan dengan Kyuhyun. Aku pun melihat wajah yeoja itu dan ternyata… d.. dia.. Cha.. Chae.. Chae Rin..-ya ucapku dengan tergagap karena terkejut dengan apa yang dilihatku barusan. Mian, apakah saya mengenal anda? deggg….

TBC

Bagaimana ffku yang satu ini?? jelek kah?? mian TT_TT akan saya lanjutkan jika banyak yang komen, gomawo!! ^^

your coment are my oxygen ;D ^^ XDD

[FF] You Choose Me or Minho?? (Twoshoot – End)

Title : You Choose Me or Minho??

Author : whiteee13

Maincast : Shin Chae Jin, Choi Minho, Cho Kyuhyun, Park Ji Eun

Supportercast : Kim Sohee, Lee Eun Jung, Choi Siwon

Genre : Romance, Life, Sad

Length : Short Story, Twoshoot

A/N : Lohaaa lohaaa!!! ini ff twoshootku yang pertama!! ^^ keep enjoy readers, ini lanjutan dari yang pertama. Check it out!! 😀

*Preview

“Hmm bagaimana kalau kita berciuman?? berciuman dapat menyembuhkan flu.. Apakah kau mau?? ucap Kyuhyun dengan mantap.

“Yak!! kau jangan yadong huh!! aku tidak mau… hachimmm… ha…haa.. hachimmmm…” ucap Chae Jin sembari menahan bersinnya.

“Yak kau ini cerewet sekali sih, menurut buku kesehatan yang kubaca jika sesorang yang terkena flu melakukan ciuman, maka orang yang sakit tsb akan cepat sembuh bahkan dapat langsung sembuh total” ucap Kyuhyun menjelaskan.

“Yak!!! apa.. hachimm.. ha… ha… ha…. chimmm.. apa kau ha… bisa… chimm… menjamin.. itu ha… hachim…” ucap Chae Jin terputus-putus berkat (?) bersinnya tsb.

“Percaya lah padaku! arraso??” ucap Kyuhyun lalu memejamkan matanya.

Author POV

Tiba-tiba saja dengan cepat Kyuhyun langsung menempelkan bibirnya dengan bibir Chae Jin. Awalnya hanya sekedar menempelkan, setelah beberapa detik dalam keadaan seperti itu Kyuhyun memulai melumat kecil bibir munugil Chae Jin. Chae Jin pun tanpa sadar membalas ciuman dari Kyuhyun. Dengan mendapat persetujuan dari sang empunya mulut, Kyuhyun pun makin memperdalam ciuman mereka. Ciuman lembut tadi kini berubah menjadi ciuman yang penuh makna. Sangat terlihat bahwa Chae Jin juga menikmati ciuman tsb. Mereka berdua melakukannya dengan menutup mata mereka masing-masing. Lalu Kyuhyun pun melepaskan ciumannya perlahan, tersirat sedikit rasa kecewa di raut Chae Jin.

“Kau menikmatinya Cha Jin-ya hahahaha” ucap Kyuhyun sembari mengeluarkan tawa evilnya XD XD

“Yak!! aniyo, kurang ajar kau Kyuhyun-shi!! awas kau!! ucap Chae Jin mencoba menstabilkan detak jantungnya yang sedari tadi sudah ingin lepas (?) dari tempatnya.

“Ah apa kau yakin Chae Jin-ya?? hahaha, lihat itu wajahmu sudah semerah tomat rebus”  ucap Kyuhyun sambil ngakak tingkat dewa (?) lalu memegangi perutnya.

“Ya!!! ndo!!! nappeun kau evil sialan!!! jerit Chae Jin yang seketika menggema di ruangan tsb.

“Huahahaha, kau harus cepat sembuh Chae Jin-ya! karena kau telah berciuman denganku XD” ucap Kyuhyun bangga #plakkkkkkk #dueeeerrrrr

“Ya!!! jangan panggil aku dengan embel-embel Chae Jin-ya, itu sangat menggelikan!! aish jinjja!! ucap Chae Jin dengan emosi yang meluap-luap dan keluar dua tanduk merah dari kepalanya.

“Cepat kau ke bawah, eommamu sudah menunggumu!! arraso??” ucap Kyuhyun sambil cekikikan sendiri (?) #kyuhyun gilaaaa #dikejar sparkyuuu #dzienggggg #duerrrrrrr # brakkkkkkk

“Arra, arraso evil!!” ucapnya sambil membanting pintu kamarnya dan masih terdengar suara cekikikan Kyuhyun dari luar kamar Chae Jin.

Minho POV

Sebenarnya aku ingin memberikan kejutan kepada Chae Jin untuk tidak memberitahukannya bahwa aku akan datang ke rumahnya sekarang juga. Dan kau tahu apa yang kulihat??? kulihat Chae Jin sedang berciuman dengan seorang namja, dan kejadian yang kulihat itu seketika dapat melemaskan seluruh otot di tubuhku. Aku mengintip mereka dari pintu kamar Chae Jin yang terbuka, maaf saja kalau aku tidak sopan untuk mengintip seseorang tidak terkecuali yeojachinguku sendiri. Tapi tiba-tiba saat aku ingin membuka lebih besar pintu tsb, mawar putih kesukaan Chae Jin yang kurencanakan akan kuberikan kepadanya jatuh ke lantai. Dan disaat bersamaan pula aku tidak sengaja melihat pemandangan tidak mengenakan itu. Langsung saja kuberlari meninggalkan kamar itu. Eomma Chae Jin sempat bertanya padaku mengapa aku tiba-tiba saja pulang, padahal baru beberapa menit yang lalu aku datang. Aku terpaksa berbohong kepada eomma Chae Jin, karena tidak mungkin aku mengatakan apa yang baru saja aku lihat. Seperti mimpi melihat kejadian yang kulihat barusan.

Author POV

Minho masih saja berkutat dengan pikirannya yang kini sudah tidak menentu. Banyak pertanyaan-pertanyaan yang berputar di sekeliling otaknya, memaksakannya untuk memikirkannya lebih. Ia seakan tidak percaya dengan apa yang ia lihat barusan yang dapat membuat dadanya serasa sesak tiba-tiba. Minho sangat mencintai Chae Jin, begitu pula Chae Jin. Namun Minho bingung kenapa Chae Jin tega melakukan semua ini kepadanya. Ia ingin menanyakannya kepada Chae Jin, tapi ia takut kalau saja semua ini benar apa adanya. Yaitu karena kemauan mereka berdua. Dulu Chae Jin pernah bercerita padaku

Flashback POV

“Minho-ya, aku sedang merindukan seseorang” ucap Chae Jin sambil menahan tangis di pelupuk matanya.

“Waeyo? jangan menangis, kau sangat terlihat jelek saat kau menangis. Tersenyum lah” ucap Minho sambil mengelu puncak kepala Chae Jin.

“Hii..hiikkss…hikss… kau pasti juga akan menangis jika kau berada di posisi sepertiku. Aku sangat menyayanginya, tapi kenapa dia malah pergi meninggalkanku??” ucap Chae Jin tersengal akibat isakan tangisnya sendiri.

“Sudah Chae Jin-ya, tidak perlu kau menangisi namja sepertinya. Ia telah meninggalkanmu untuk pergi ke Paris. Sudah, lupakanlah dia Chae Jin-ya. Kau tidak ingat jika ada seseorang yang selalu menyayangimu?? biar lah orang itu yang menyayangimu ucap Minho sambil menghapus air mata yang terjatuh dari pipi putihnya.

“Ne, jeongmal? hik…hikss…hiks.. siapa Minho-ya?? ucap Chae Jin dengan suara yang terdengar aneh akibat isakan tangisnya yang terlalu lama.

“Dia ada disebelahmu” ucap Minho sambil menatap intens ke mata Chae Jin.

“N..nd..ndo?? ndo… choi.. mi..n ho… minho?? ucap Chae Jin kaget karena jawaban Minho tersebut.

“Ne, waeyo?? aku sudah sangat menyayangimu sejak dulu Chae Jin-ya, ani.. bahkan aku sangat mencintaimu. Jeongmal saranghaeyo ucap Minho dengan lembut dan penuh makna yang tersimpan dibalik kata-katanya.

“M…min..ho.. minhoo..ya?? ucap Chae Jin tergagap dan penuh arti (?)

“Ne, would you be my girlfriend?? cobalah berpacaran denganku dalam waktu 1 bulan, jika kau tidak merasa cocok kau boleh memutuskanku. Waeyo??” ucap Minho dengan senyum mautnya.

“Ah… minho.. minhoo… ne, aku akan mencobanya. Dan aku juga ingin mencoba melupakannya” ucap Chae Jin tersenyum kaku kepada Minho, terlihat rasa senang yang menghinggapi tubuh (?) Minho.

Flashback End

Author POV

“Chae Jin, apa kau tadi tidak bertemu dengan Minho?? kenapa mawar putih ini hanya ia titipkan pada eomma huh?” ucap eomma Chae Jin sambil mengambilkan nasi untuk Chae Jin dan juga Kyuhyun.

“Uhukkk…uhuk…huk… eomma bertemu dengannya dimana?? tanya Chae Jin dengan raut wajah kaget.

“Huh? memangnya tadi dia benar-benar tidak bertemu denganmu.. aish jinjja. Tadi dia datang kesini, mulanya untuk memberi kejutan padamu. Tapi kata Minho kau sedang tertidur, makanya ia menitipkan bunga ini kepada eomma” ucap eomma sambil menuangkan air ke gelas Kyuhyun.

“Hmm aah begitu.. baiklah eomma, gomawo bunganya” ucap Chae Jin dengan raut wajah yang cemas, dipikirannya sekarang ia takut kalau kalau saja Minho melihat kejadian yang sebenarnya belum pernah terpikirkan oleh Chae Jin.

“Ya cepat kau makan!! kalau kau tidak makan sini makananmu kau berikan saja padaku!! ucap Kyuhyun sambil mengambil piring Chae Jin.

“Andwaeeee!!! sini!! dasar kau evil!!” teriak Chae Jin pada Kyuhyun yang disambut dengan cubitan manis (?) dari eommanya itu.

Shin Chae Jin POV

Apa yang baru saja kudengar tidak salah kan, Minho datang ke rumah ini? tapi mengapa ia tidak mengabariku, padahal aku sudah bilang kepadanya untuk datang nanti malam saja. Aish jinjja, sebenarnya bukan hal itu yang kupermasalahkan namun banyak pertanyaan-pertanyaan rumit yang memutari otakku. Apakah Minho tadi melihatku berciuman dengan Kyuhyun?? sampai-sampai ia langsung meninggalkan rumah ini. Ah jinjja aku sangat benci dengan keadaan seperti, seharusnya tadi aku tidak mau berciuman dengan Kyuhyun pabbo ituu! aih tapi tadi dia yang memulainya tiba-tiba, ani ani. Aishhh molayoooo~~ ottokhae? ottokhae?? Hmm aku coba dulu untuk menelpon Minho, siapa tahu apa yang kupikirkan salah. Kau tidak boleh berpikiran negatif Shin Chae Jin!!

beberapa menit kemudian

Aish kenapa kau tidak mengangkat teleponku Choi Minho??? bahkan sms pun tidak dibalas, apakah benar ia melihat semuanya. Gara-gara namja sialan itu hubunganku dengan Minho menjadi kacau begini!! aku sekarang harus pergi ke rumah Minho, untuk menjelaskan semua ini padanya. Karena aku tidak ingin berpisah darinya, sangat sangat tidak ingin.

Author POV

” Ya ndo Cho Kyuhyun!! kenapa kau menciumku tadi, kau sangat nappeun evil!!! ucap Chae Jin marah kepada Kyuhyun.

“Apa yang salah?? aku tidak melakukan hal apapun yang merugikanmu” ucap Kyuhyun cuek seperti tidak ada hal yang terjadi apa-apa.

“Mwooo??? apa katamu Cho Kyuhyun!! namja macam apa kau itu!! beraninya kau menciumku!! dasar kau namja kurang ajar!! teriak Chae Jin sambil menunjuk-nunjuk ke arah Kyuhyun dengan muka merah dan keluar tanduk merah pula dari kepalanya.

“Ya ndo, kau norak sekali. Kau juga menikmatinya kan, huh?? ayoooo mengakulah” ucap Kyuhyun tanpa berpaling dari PSP hitam kesayangannya itu.

“Apa katamu?? norak??!! yakkk!!! #BUAKKKKK #DUERRRRR #PLETAKKKKK #BRUKKKK #PLAKKKKK

“Ya!! apa yang kamu lakukan??! ucap Kyuhyun kaget sambil memeegangi pipinya yang membiru  serta bibirnya yang terluka akibat hantaman Chae Jin #wah Chae Jin jago banget!! #Ya!!! dia ourKyu!! jangan buat cerita yang macam-macam kau author! #Ini ffku, ya jadi terserah aku #Ya sudah jangan berantem, cepet selesaiin author POV ini-__- #baiklah evil zzz

“Aku hanya melakukan apa yang semestinya aku lakukan, dan apa yang kau terima setimpal dengan perbuatanmu!! arraso??!!” bentak Chae Jin kepada Kyuhyun dengan raut wajah yang berair-air (?)

“Ya!!! ndooo!!!!!” teriak Kyuhyun sekencang-kencangnya.

Shin Chae Jin POV

Apaan dia, segampang itu dia menyepelekannya. Apa dia bukan manusia huh?? apakah dia seorang setan, aniyo.. bahkan jelmaan iblis terkutuk (?). Aku sekarang sedang menyusuri jalanan Mokpo ditengah terik matahari yang menyengat ini, jarang sekali aku keluar di saat siang hari apa lagi dengan berjalan kaki, anii…. dengan berlari lebih tepatnya. Aku tidak peduli dengan orang-orang yang melihat aneh kearahku. Yang terpenting saat ini aku harus cepat sampai di rumah Minho, dan aku ingin menjelaskan semua ini padanya. Aku tidak tahan seperti ini, dihantui perasaan cemas, takut, dan panik tentunya. Kuharap Minho sedang berada di rumah. Ya aku akan melakukan apapun demi dirinya, karena dia lah orang yang berhasil membuatku melupakan semua kenanganku bersama Kyuhyun. Ani.. bukan semua, tapi sebagian. Namun sekarang takut, takut kehilangan Minho dan di satu sisi aku juga takut kehilangan Kyuhyun. Betapa egoisnya aku ini. Walaupun aku tidak pernah menunjukkan perasaanku padanya melewati sikapku padanya, aku sebenarnya juga mencintainya. Ya aku benci dengan perasaanku ini!! kenapa aku bisa sebodoh ini dalam persoalan cinta. Dasar kau Chae Jin pabbo!!

Choi Minho POV

Ya aku sangat sakit hati melihat kejadian tadi, aku sangat terpuruk sekarang. Chae Jin 70 kali menelponku, namun telpn darinya sama sekali tidakku angkat bahkan 100 sms darinya tidak ada yang kubalas 1 kali pun. Apa dia sangat mengkhawatirkanku? tetapi mengapa ia tega melakukan hal ini padaku, aku masih sangat bingung dengan semua ini. Apa harus aku memutuskannya hanya karena masalah ini? banyak kenangan kami yang sangat membuatku sulit untuk berpaling darinya walaupun hanya untuk sedetik saja. Bagiku ia seperti oksigenku, namun kusadari ia masih mencintai Kyuhyun. Lelaki yang membuatnya sakit hati pada masa lalu. Aku benci untuk mengingat memori tentang Kyuhyun dan Chae Jin, aku sangat muak!! namun apa boleh buat mungkin semua masa-masaku menjadi pacarnya sudah selesai. Kini saatnya Chae Jin kembali lagi bersama Kyuhyun, ani… dulu Kyuhyun hanya menganggap Chae Jin sebagai adiknya saja. Namun sekarang?? perasaan itu sudah berubah, dan menjadi rasa cinta seorang namja kepada seorang yeoja. Sangat terlihat jelas dari mata Kyuhyun dan perlakuannya kepada Chae Jin, walaupun dia sangat cuek kepada Chae Jin. Tapi menurutku sikap cuek yang diberikan Kyuhyun ke Chae Jin hanya semata-mata untuk menutupi rasa suka bahkan cintanya kepada Chae Jin. Kau tahu kenapa aku mengetahui semua hal itu? saat ia baru pindah ke Seoul aku sempat mengikuti Chae Jin sampai ke rumah Chae Jin tanpa diketahui olehnya, saat itu bertepatan dengan masa libur kuliahku. Maka dari itu aku dapat menyimpulkan hal sedemikian rupa itu, karena mata tidak dapat membohongi. Mata yang tersirat perasaan cinta dengan mata yang tidak menyiratkan apa-apa it berbeda. Sangat berbeda.

Author POV

bel apartement Minho berbunyi

“Ya tunggu sebentar” ucap Minho dengan sedikit berteriak dan langsung membuka pintu tersebut.

“Minho-ya… kenapa kau tidak menjawab telpon dariku?? apa kau marah kepadaku??” ucap Chae Jin namun di raut wajahnya sangat tersirat rasa takut saat menanyakan hal itu kepada Minho.

“A..aniyoo Chae Jin-ya. Kebetulan sekali kau datang ke sini, ada yang ingin kubicarakan denganmu” ucap Minho sambil memperbolehkan Chae Jin masuk ke apartemen Minho.

“Waeyo Minho-ya?? apa yang ingin kau bicarakan?? tanya Chae Jin penasaran sambil menatap intens wajah Minho.

“Chae Jin-ya, aku ingin menanyakan hal ini sejak lama. Apakah kamu masih mencintai Kyuhyun?? lelaki yang dahulu menyakitimu?” tanya Choi Minho dengan susah payah, karena sebenarnya ia sendiri tidak ingin menanyakan hal itu pada Chae Jin. Namun keadaan lah yang memaksakanku untuk menanyakannya.

“H…mmm.. kalau aku boleh jujur aku memang masih mencintainya, namun disatu sisi yang lain aku juga mencintaimu Minho-ya. Mianhae :(” ucap Chae Jin merasa bersalah kepada Minho.

“Oh begitu, tapi kau lebih mencintaiku atau dia?? jika kau bingung, sekarang kau bisa pejamkan matamu dan pegang dadamu. Dan pikirkanlah wajah seseorang yang menghiasi pikiranmu. Jika itu adalah Kyuhyun berarti orang yang kau cintai adalah Kyuhyun, namun jika aku orangnya berarti aku adalah pilihanmu. Aku tahu kau hanya takut menyakiti salah satu dari kami, pilihlah siapa yang kamu cintai. Jangan memilih seseorang yang salah, kau akan menyesal nantinya” ucap Minho mantap kepada Chae Jin.

“Minho-ya… apa yang kamu katakan?? jangan berbicara seperti itu….” ucap Chae Jin sedikit terdesak kecil akibat tetesan air yang keluar dari sudut matanya.

“Yak! kau jangan menangis, aku ingin semua yang terbaik untukmu. Aku tidak akan memaksakan kehendakku. Aku akan bahagia jika kamu bahagia dengan orang yang kamu cintai, walaupun orang tersebut bukan aku. Percayalah Chae Jin” ucap Miho sembari mengusap puncak kepala Chae Jin.

“Minho-ya… apa kau bersungguh-sungguh??” ucap Chae Jin sambil menyeka tetesan air yang keluar dari sudut-sudut matanya.
“Ne, cepat kau mencobanya” ucap Minho sambil tersenyum tipis kepada Chae Jin.

beberapa menit kemudian

“Apakah kau sudah melihat siapa orangnya??” ucap Minho sedikit bingung karena melihat raut ekspresi di wajah Chae Jin.

Cho Kyuhyun POV

Apa yang Chae Jin lakukan di apartement Minho?? apa dia ingin menjelaskan semuanya pada Minho. Ah ne, mengapa aku tahu kalau ia sedang berada di apartement Minho? karena aku melacak handphonenya menggunakan handphone iphone5 milikku. Handphone ini sangat membantuku. Langsung saja aku masuk ke apartement Minho, aku mengetahui tempat apartementnya lewat kertas yang pernah jatuh dari dompet Chae Jin. Untung saja saat itu aku tidak membuangnya, kalau aku membuangnya mungkin aku tidak aka berada di depan apartement Minho. Aku segera memencet bel pintu apartement, dan dengan cepat dibuka oleh pemiliknya, siapa lagi kalau bukan Minho.

Author POV

“Kebetulan sekali kau ada disini, cepat masuk” ucap Minho sambil menarik Kyuhyun untuk masuk ke dalam apartement tersebut.

“Untuk apa?? andwae, aku hanya ingin berbicara di luar” ucap Kyuhyun tenang.
“Sudah cepat! jangan banyak protes kau!! ucap Minho sambil menarik tangan Kyuhyun lebih kasar.

“Yak!! kenapa kau menarikku keras sekali, apa yang ingin kau lakukan?? lepaskan!! ” tanya Kyuhyun dengan raut sangar.

“Siapa suruh kau cerewet sekali” ucap Minho pada Kyuhyun sambil melepaskan tarikan tangannya di tangan Kyuhyun.

“Yak!! ohya ada sesuatu yang ingin kuberitahu padamu, aku mencintai Chae Jin” ucap Kyuhyun dengan tampang seriusnya.

“Apa kau dengar itu Chae Jin-ya, dia juga mencintaimu” ucap Minho menoleh kepada seseorang dibalik sekat ruangan, yang ternyata ia adalah Chae Jin.

“Ne, aku mendengarnya” ucap Chae Jin sedikit kaget setelah menjawab pernyataan Kyuhyun tiba-tiba tadi.

Kyuhyun sontak sedikit terkejut, walaupun ia mengetahui kalau Chae Jin ada disana. Tapi ia tidak menyangka kalau Chae Jin mendengar pernyataan yang diberitahukan kepada Minho. Kyuhyun pun akhirnya tersenyum, dan Kyuhyun dengan langkah perlahan mendekati Chae Jin.

“Ia baru saja putus denganku, jika kau ingin memilikinya tembaklah dia” ucap Minho sembari tersenyum menutupi rasa kecewa terhadap dirinya sendiri yang dapat bertindak bodoh seperti ini.

“Ne, gomawo Minho-shi, baiklah sekarang aku ingin bertanya denganmu Chae Jin. Would you be my girlfriend??” ucap Kyuhyun dengan lafal inggrisnya yang sangat lancar tersebut.

“N..ne..ne Kyuhyun-shi, I want to be your girlfriend” ucap Chae Jin tersenyum haru yang melanda perasaannya sekarang ini.

“Saranghae Chae Jin-ya, jeongmal jeongmal saranghae. Mian kalau selama ini aku cuek dan kasar terhadapmu, namun dibalik itu semua aku sangat mencintaimu Chae Jin-ya. Dahulu kau pernah menyatakan cinta padaku, namun saat itu aku masih menganggapmu sekedar dongsaengku saja. Namun sekarang perasaan itu berubah menjadi rasa cinta yang luar biasa denganmu, lebih tepatnya perasaan seorang namja kepada seorang yeoja bukan kepada dongsaengnya” ucap Kyuhyun dengan penuh arti disetiap kata yang ia ucapkan.

“Ne, nado nado sarangahae!! jeongmal saranghae. Walaupun aku sempat teralihkan darimu karena kehadiran Minho, maka aku dapat sedikit melupakanmu. Tapi setelah kau masuk ke duniaku lagi, tiba-tiba saja otakku berputar lagi ke memori dahulu dan aku kembali mencintaimu sepenuhnya. Aku sudah berusaha untuk lebih mencintai Minho, tapi aku tidak bisa” ucapku dengan nada lembut kepada Kyuhyun.

“Cukkhae untuk kalian!! semoga kalian bahagia!! sekarang aku ingin pergi untuk menyusul adikku di sekolah, selamat bersenang-senang!! akan aku tinggal dahulu! T^T ucap Minho kepada mereka berdua.

“Ne, jeongmal gomawoyo Minho-ya, jeongmal gomawo” ucap Chae Jin lalu berlari memeluk Minho yang kini sudah sampai di depan pintu apartementnya, dan Minho pun membalas pelukan Chae Jin tersebut.

“Mungkin ini untuk yang terakhir kalinya aku bisa memelukmu seperti ini” batin Minho berbisik.

Kyuhyun pun tersenyum melihat pemandangan itu, bagaimanapun ia sangat berterimakasih kepada Minho. Jika bukan karenanya, ia mungkin tidak akan bisa bersama dengan Chae Jin.

Flashback POV

” Aku melihat….. Kyu…Ky…Kyuhyun. Apakah ini yang kau maksud Minho-ya? tanya Chae Jiin ragu kepada Minho.

“Ne, berarti Kyuhyun lah pilihan hatimu, bukan aku. Cepat kejar cintamu itu, aku akan membantumu” ucap Minho kepada  Chae Jin sembari menahan air mata yang sudah ingin menyeruak dari kelopak mata milik Minho.

THE END

HOWAAAAAA~~ BAGAIMANA??? mian kalo masih banyak typo typo, maaf baru bisa ngeshare skrg, baru sempet soalnya T^T. Author banyak tugas sekolah 😦 please tinggalkan jejak ya!!! semoga para readers menikmatinya (?) Hahaha XD XD XD mian lagi kalau gaje T^T

DON’T BE PLAGIARISME!!

[FF] You Choose Me or Minho?? (Twoshoot)

Title : You Choose Me or Minho??

Author : whiteee13

Maincast : Shin Chae Jin, Choi Minho, Cho Kyuhyun, Park Ji Eun

Supportercast : Kim Sohee, Lee Eun Jung, Choi Siwon

Genre : Romance, Life, Sad

Length : Short Story, Twoshoot

A/N : Lohaaa lohaaa!!! ini ff twoshootku yang pertama!! ^^ keep enjoy readers XD XD

Shin Chae Jin POV

Ya hari ini adalah hari kepindahanku dari Mokpo ke Seoul, ya aku sangat berat melakukan hal ini. Terlebih aku telah memiliki namjachingu yang bernama Choi Minho. Kami bersekolah di SMA yang sama, dan di kelas yang sama pula. Banyak kenangan yang telah kami lewati berdua selama 2 tahun ini. Aku sangat mencintainya, sangat mencintainya. Namun aku harus pindah dari sekolah ini, mengingat keluargaku yang telah dipecat dari pekerjaan PNSnya dan mereka sudah mendapatkan pekerjaan di Seoul. Sangat berat meninggalkan Minho, namun kami tetap bisa berhubungan walaupun kami berada di satu daerah yang sama. Aku akan bersekolah di SMA Seoul, sekolah yang sudah teman appaku rekomendasikan dan kebetulan teman ayahku adalah pemilik dari sekolah tsb.

Choi Minho POV

Aku sangat sedih karna kepindahan yeojachinguku ke Seoul. Ya apa boleh buat, appa nya yang di pecat dan mendapatkan pekerjaan di Seoul mengharuskannya untuk pindah ke sana. Ah molaaa! aku sangat bingung apa yang harus kulakukan sekarang ini. Karna dia, aku tidak bisa berkonsentrasi untuk berlatih basket inti bersama yang lainnya.

“Yakk!! Minho!! apa yang kau lamunkan!!??” teriak pelatih Kim yang sedari tadi bingung dengan semua tingkahku.

“A…ani..aniyo, bisa kita lanjutkan lagi latihannya” jawabku dengan nada cukup bergetar.

“Hey Minho-ya!! bagaimana bisa kita berlatih basket kalau tingkahmu seperti itu huh??! lihat saja kening mulusmu itu, sekarang sudah terdapat gunung cukup besar disana!! sebenarnya apa yang kau pikirkan Choi Minho??!! tanya Kim seosengnim dengan penuh emosi.

“Ah mianhae, aku hanya sedikit tidak enak badan. Mari kita lanjutkan latihannya” ucapku dengan penuh rasa bersalah

“Kalau begitu, latihan hari ini cukup sampai disini saja. Besok kita berlatih lagi pukul 2 siang di tempat ini. Terimakasih untuk kerja kerasnya!!” ucap pelatih Kim kepada seluruh manusia yang ada di indoor basket ini.

“Ya kenapa kau membubarkan pelatihan, kan sudah kubilang kalau aku tidak apa-apa” jawabku sambil mengelap keringat yang bercucuran di pelipisku.

“Ah ani, kau masih dalam keadaan tidak baik. Kau ini kapten, kau sangat berpengaruh dalam inti basket ini Minho. Sekarang, ceritakan semua masalah yang terjadi padamu” ucap pelatih Kim kepadaku.

“A.. aniyo,  ani.. gwenchannayo.. ohya aku baru ingat aku ada urusan sebentar. Aku pergi duluan pelatih Kim, annyeong!!” ucapku sambil meninggalkan sosoknya yang masih terlihat sedang memandangiku dari belakang.

Ah sekarang aku akan pulang dan segera mandi dan akan menelpon my chagi!! ^^

Shin Chae Jin POV

Ini adalah hari pertamaku tinggal di Seoul, untuk sementara waktu ini aku dan keluargaku akan tinggal di kediaman tuan Cho. Beruntung sekali ayahku memiliki teman sebaik tuan Cho dan nyonya Cho. Mereka sangat baik kepada keluargaku terutama aku, mereka sangat memperdulikanku. Aku sangat terkejut melihat namja tampan yang ternyata ia adalah Cho Kyuhyun, namja yang sudah beberapa tahun ini tidak pernah kutemui. Dan sekarang dia berubah menjadi namja tampan, namun mungkin satu hal yang tidak akan berubah dari dirinya bahwa dia adalah seorang maniak game sama seperti diriku. Ah aku sejak dahulu sudah sangat menyukainya, namun aku tidak berani untuk mengungkapkan isi hatiku padanya karena waktu itu usia ku masih terlalu kecil dan aku berpikir bahwa dalam memulai suatu hubungan tidak boleh wanita dahulu yang memulai, harus laki-laki yang memulainya. Namun sekarang aku sudah memilih Minho sebagai namjachinguku dan aku berjanji untuk setia kepadanya. Dan sekarang 80% perasaanku pada Minho dari pada perasaanku terhadap Kyuhyun. Ah molaaaa cinta itu sangat merumitkan.

Choi Minho POV

Yeobosseyoo, chagi!!! nan bogoshipoyooo! bagaimana keadaanmu disana, apakah semuanya baik-baik saja?? terdengar olehku suara menguap dari seberang sana. Chagi apakah kau sudah mengantuk?? aniyo Minho, aku hanya merasa sedikit cape dengan perjalananku ke Seoul, bogoshipoyooo Minho yaa!!! saranghae!!

Nado saranghae Chae Jin-ya, kalau begitu cerita-ceritamu kau lanjutkan besok ya lebih baik sekarang kamu istirahat. Main telah mengganggu tidurmu chagi, good night!! love u!

Cho Kyuhyun POV

Ya appa mengajak keluarga dari temnannya untuk sementara waktu tinggal di rumah kami. Ya aku sangat senang dengan kedatangannya, ya ia adalah keluarga Shin ahjussi. Saat aku kecil aku sangat dekat dengan keluarganya, bahkan aku juga dengan putrinya, Shin Chae Jin. Sudah lama tidak bertemu dengan Chae Jin, ia sekarang sudah tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik. Sejak dahulu kami bersahabat dengan karib, bahkan aku sering menginap di rumahnya untuk bermain game bersamanya. Ohya aku lupa memberitahu kalian, ia adalah seorang maniak game sama seperti aku^^

Pertama kali setelah beberapa tahun yang lalu kami tidak bertemu, aku langsung jatuh hati melihatnya kembali. Dia sangat baik, ah molaaaaa tapi aku masih tidak yakin dengan perasaanku ini. Aku kira dahulu aku hanya mengganggapnya sebagai dongsaengku sendiri, namun sekarang? perasaan itu telah berubah menjadi lebih jauh. Kini aku menjadi merasa canggung karna sudah beberapa tahun kami tidak bertemu dan tidak saling sekedar mengobrol dengan satu dan yang lain. Ah jinjja aku bingung dengan semua ini~~~

Author POV

“Chae Jin-ya bisakah kau membantu  ahmonim untuk membangunkan Kyuhyun?? ahmonim sedang menyiapkan sarapan pagi untuk kalian, aku minta tolong ya  Chae Jin-ya” ucap Nyonya Cho sambil membereskan semua peralatan dapurnya.

“Ne ahmonim” jawabku sambil tersenyum seadanya.

Chae Jin pun menaiki anak tangga menuju ke lantai 2 tempat dimana kamar Kyuhyun berada. Dia melihat bahwa kamar Kyuhyun yang sedikit terbuka lalu mengintip ke dalam kamar tsb.

“Ya kenapa kau ada disitu huh??” tanya Kyuhyun sambil mengusap-ngusap matanya, lalu menunjuk ke arah Chae Jin.

“Ah… aniyo, eommamu menyuruhku untuk membangunkanmu, dan untung saja kau sudah bangun. Cepat mandi, dan bergegas sarapan, eommamu sudah menunggu” jawabku dengan nada sesantai mungkin.

“Ah arraso, gomawo” ucap Kyuhyun dengan nada datar tanpa ekspresi.

“Ya Kyuhyun mengapa kau lama sekali!!??” tanya Nyonya dengan nada sedikit dinaikkan.

“Ah eomma, sudah bagus aku mau sarapan dengan kalian” jawab Kyuhyun sambil memakaikan jam tangan putih di tangan kirinya.

“Ah dasar kau evil!! yasudah cepat makan sana!! nanti kau terlambat!! ohya eomma menitipkan Chae Jin kepadamu ya, jaga Chae Jin, arraso??? ucap Nyonya Cho dengan penuh penekanan pada setiap kalimatnya.

“Mwooooooooo??? apa yang kau bilang eomma?? aish jinjja, arra arra aku akan menjaganya” jawab Kyuhyun dengan nada sedikit cuek dan ketus.

“Baik Cho Kyuhyun evil, awas saja jika kau tidak menjaga Chae Jin” ucap nyonya Cho dengan nada sedikit mengancam.

“ARRASOOOOO NYONYA CHO!!” jawab Kyuhyun dengan tidak sabaran.

“Selesai, baik lah aku pergi! annyeong!!” ucap Kyuhyun kepada eommanya.

“Hey kau Cho Kyuhyun, ajak juga Chae Jin pergi sekolah bersamamu!!” bentak Nyonya Cho menjadi-jadi (?)

“Aish eomma, jinjjaa………… yasudah tapi hanya sampai perempatan sekolah ya, tidak lebih!! jawab Kyuhyun sekencang-kencangnya.

“YA KAU CHO KYUHYUN!!!!! NAPPEUN NAMJA!! TEGA SEKALI KAU KEPADA WANITA HUH??!!! ANTAR CHAE JIN SAMPAI KE SEKOLAHNYA!!!” teriak eomma semakin keras di tambah lagi dengan bantingan pintu dari eommanya itu.

“AISHHHH ARRASO EOMMA!! TERSERAH APA KATAMU!!” jawab Kyuhyun dengan suara lantang sekaligus bercampur amarah.

“Ya kau tidak sopan sekali kepada eommamu huh??!” ucap Chae Jin dengan ketus kepada Kyuhyun.

“Aish itu bukan urusanmu, cepat masuk atau kau kutinggal” jawab Kyuhyun dengan nada dingin.

Shin Chae Jin POV

Yak! apa-apaan Kyuhyun!! sedari tadi memarahiku dan eommanya, dasar nappeun namja!! ckckc aku pun sampai di sekolah elit milik ayah Kyuhyun ini. Ya aku apa yang ku kira benar, Kyuhyun adalah namja terpopuler di sekolah ini. Dan banyak yeoja yang melihat sinis ke arahku, ya aku sangat benci dengan pemandangan ini. Ya aku bernasip sangat sial karna 1 sekolah dengannya.

Author POV

“Perkenalkan anak-anak, ia adalah murid baru di sekolah ini. Dan ia akan belajar bersama-sama dengan kita, perkenalkan namamu murid baru” ucap Song seosengnim kepada Chae Jin.

“Annyeonghasseyo! chonneun Shin Chae Jin imnida, mohon bantuannya” ucap Chae Jin dengan senyum manis khasnya.

“Baik sekarang kamu bisa duduk disana” ucap Song seosengnim sambil menunjuk bangku kosong yang ada di sudut kelas tsb.

“Ah… ne seosengnim, gomawo” jawab Chae Jin dengan senyuman mautnya (?)

bel istirahat

“Perkenalkan, choneun Choi Siwon imnida” ucap Siwon dengan senyum geledeknya (?)

“Ne, choneun Shin Chae Jin imnida. Mohon bantuannya! ^^ ucapku sambil membungkukan badanku 90 derajat.

“Ya ku dengar kau dekat dengan Cho Kyuhyun ya? ah sayang sekali~~ ucap Siwon dengan nada frustasi.

“Ah aniyo, aku tidak dekat dengannya tadi pagi itu hanya kebetulan saja” ucap Chae Jin sambil memainkan hpnya.

“Arraso, mian apa kau sedang menunggu telpon dari seseorang Chae Jin-shi?” tanya Siwon menyelidik.

“Ah ne, maaf handphoneku berbunyi, aku pergi sebentar ya untuk mengangkatnya” ucap Chae Jin dengan nada yang penuh hati-hati.

“Ah ne silahkan” jawab Siwon dengan tersenyum simpul padanya.

“Yeobboseyo?? ada apa Minho-ya?? apa ada sesuatu yang terjadi padamu? ohya jeongmal bogoshipoyoo Minho-ya!! ucapku sesemangat mungkin.

“Ani chagi, aku hanya rindu mendengar suaramu. Apa aku mengganggumu?? nado chagi, nan bogoshipoyoo chagiyaa!! balas Minho dengan tidak kalah semangat.

“Dasar manja, saranghaeyo Minho-ya!! nado nado saranghaeyo!! akhir minggu ini aku akan menyempatkan diri bermain ke Mokpo, tunggu aku disana Chagiyaa!! ucap Chae Jin seperti apa yang dilukiskan perasaannya sekarang ini.

“Nado saranghaeyooo chagiya, aku akan menunggumu!!! cepat datang kesini!! aku sudah sangat rindu denganmu!!! ” ucap Minho di seberang sana.

Ternyata ada seseorang yang menguping pembicaraan Chae Jin dan orang yang ada di seberang sana, ia adalah Cho Kyuhyun. Kyuhyun sangat penasaran dengan siapa Chae Jin berbicara, dan ia mendengar samar-samar nama namja yang Chae Jin sebutkan adalah Minho. Ya sekarang banyak pertanyaan di otak Kyuhyun yang ingin ia tanyakan kepada Chae Jin, sosok yeoja yang telah berhasil menyita hati dan perhatiannya sekaligus.

Cho Kyuhyun POV

Siapa dia? apakah ia adalah namjachingu Chae Jin. Ah molaaaaa~~ tidak ada hubungannya juga denganku. Aish jinjja!! tapi aku tidak bisa membiarkannya saja, aku harus cari tahu siapa lelaki yang Chae Jin telpon itu. Apa dia kakak Chae Jin?? aniyo ani… setauku Chae Jin tidak mempunyai oppa. Apa aku harus menanyakannya pada eomma?? aishh tidak mungkin nanti eomma akan curiga kepadaku. Ya aku tahu apa yang harus kulakukan #HAHAHAHAHA

Shin Chae Jin POV

Setelah selesai mengangkat telpon dari Minho aku pun menyusuri koridor di sekolah ini, ya aku ingin berjalan-jalan saja sekedar melihat-lihat pemandangan di sekolah ini. Memang ya namja evil itu sangat populer di kalangan para gadis, memang harus kuakui kalau ia memiliki wajah yang sempurna, tampan, dan ia adalah anak dari pemilik sekolah ini. Namun ada sedikit rasa cemburu jika aku melihatnya dekat dengan yeoja populer di sekolah ini, rasanya ada yang aneh dengan perasaanku saat melihatnya. Ada sisi dimana aku ingin dekat dengannya dan ada satu sisi lagi dimana aku tidak ingin dekat dengannya. Kalian tahu kenapa? aku sangat benci dengan sifat evilnya tsb ckckck. Aish jinjja kenapa aku memikirkannya?? ah molaaaa~~~

Author POV

Bel pulang sekolahpun berbunyi, waktunya para murid berhamburan keluar dari tempat persemediannya, dan bahagia teramat-amat(?) karena terlepas dari neraka jahanam mereka (?) tidak terkecuali Chae Jin murid baru di sekolah itu. Ia terlihat sangat lelah karena ia hari ini sudah berkutat dengan 200 soal matematika super rumit yang ia kerjakan. Hari inikebetulan semua guru absen di mata pelajaran kelas hari ini, jadi terpaksa Lim seoesengnim lah yang menggantikannya.

“Huah hari pertama saja sudah disuguhkan 200 soal matematika yang seperti itu, aish jinjja. Benar-benar menguras otak sampai otak-otakku (?) ingin keluar dari kandangnya (?)” ucap Chae Jin  frustasi sambil menggaru-ngaruk keningnya yang tidak gatal sama sekali.

“Hahaha kudengar kelas 11 hari ini serempak mengerjakan 200 soal matematika, aku tidak yakin kau bisa mengerjakannya” ucap seorang namja memandang remeh terhadapnya.

“Yak ndo!! tidak usah sok tau kau!! seperti kau bisa saja mengerjakan soalnya, ah ani bahkan kau sudah gugup lebih dahulu sebelum kau megerjakannya! Hahaha” jawab yeoja itu enteng.

“Hey jangan meremehkanku, aku ini peraih olimpiade emas bidang matematika. Tidak mungkin aku tidak bisa mengerjakannya. Hahaha” ucap Kyuhyun seraya mengeluarkan smirk evilnya.

“Ya arrogant sekali kau! dasar nappeun namja!” ucapku sedikit berteriak namun tak sengaja…. #brukkkkkkkkkkkk

Mata Chae Jin dan Kyuhyun saling bertemu, bibir mereka sangat berdekatan sehingga hanya menyisakan ruang 3 cm. Dapat dirasakan hembusan hangat dari kedua manusia ini. Untuk beberapa saat posisi Kyuhyun berada di bawah tindihan Chae Jin. Muncul semburat merah di pipi keduanya, dan dengan cepat Kyuhyun menyadarkan dirinya kembali untuk berdiri. Banyak mata yang menyaksikan kejadian itu, dan tak luput juga banyak yeoja yang berteriak histeris melihatnya.

“Huaaaaaaaaaaaaa!! lihat mereka, jarak mereka sekarang sangat dekat!! T_T” teriak salah satu yeoja yang notabene adalah salah seorang fans setia Kyuhyun.

“Huaaaaaa!! aku sangat iri dengan murid baru itu!!!” teriak salah satu yeoja lagi, dan terus berlanjut sampai mereka kembali seperti semula lagi (?)

“Mianhae Kyuhyun-shi” ucap Chae Jin sedikit gelagapan, mengingat detak jantungnya yang kini tidak beraturan.

“Ah…. ne gwenchanna” jawab Kyuhyun yang juga sedang menstabilkan janutungnya yang ingin keluar dari tempatnya (?)

Suasana canggung meliputi 2 insan yang sedang jatuh cinta tsb.

“Hey ayo aku antar pulang, cepat masuk ke mobil” ucap Kyuhyun tanpa melihat ke arah Chae Ji n.

“Ah aniyo aku ingin pulang sendiri saja, aku tidak ingin para fansmu salah paham denganmu” ucap Chae Jin sambil melenggangkan kakinya menjauhi tempat dimana Kyuhyun berada.

“Baiklah kalau itu maumu, dengan senang hati” ucap Kyuhyun dengan cuek, lalu menancapkan gas dan melewati Chae Jin.

Cho Kyuhyun POV

Ya Kyuhyun pabbo apa yang kau pikirkan tadi, kenapa tiba-tiba jantungku tadi tidak bekerja secara normal. Aish jinjja apa aku sudah benar-benar menyukainya?? ah jeongmal pabbo kau Kyuhyun, kau mencintai seseorang yang sudah memiliki kekasih. Kau mau tahu aku mengentahui bahwa ia memiliki kekasih, aku pernah dengan sengaja untuk meminjam handphone miliknya beralasan untuk menelpon eommaku. Dan ia memberikannya, lalu aku cek inbox sms miliknya, dan benar saja ia sudah memiliki seorang namja chingu yang bernama Minho. Kulihat walpaper handphonenya juga berfoto kan ia bersama Minho namjachingunya itu.

From : Chagiya

Bagaimana harimu di Seoul Chae Jin-ya? apakah menyenangkan, ceritakan lah padaku. Aku tidak sabar untuk mendengar ceritamu. Cepat bermain ke Mokpo, aku sudah sangat merindukanmu chagiyaa!! :*

To : Chagiya

Aku disini dalam keadaan baik Minho-ya, sangat menyenangkan tinggal di Seoul. Tenang saja aku akan membayar hutang berceritaku padamu kekekek~ jeongmal bogoshipoyo Minho-ya, eits aniya chagiyaa!! ^^

From : Chagiya

Baguslah jika begitu, ah jeongmal?? aku harus mencoba tinggal di Seoul kalau begitu. Baik selesaikan hutangmu padaku Cha Jin!! hahaha saranghae {} apa yang sedang kamu lakukan chagi??

To: Chagiya

Hahaha kutunggu kau di Seoul! arra arra, tenang saja aku bukanlah seorang penipu kekekke~~ nado saranghaeeee Minho-ya :*  chuuuuuu :* aku sendang bernafas, kau sendiri sedang melakukan apa chagi?

Ya sudah cukup beberapa sms yang kulihat, aku tidak ingin melukai hatiku lagi jika aku melihat-lihatnya lebih dalam lagi. Aish mengapa cinta itu selalu membingungkan??

Shin Chae Jin POV

Ya kenapa dengan diriku?? kenapa jika aku berada dekat dengannya jantungku tiba-tiba saja berubah menjadi tidak normal. Aish jinjja aku bingung dengan perasaanku ini, apa aku mulai menyukainya lagi?? tidak mungkin, aku sudah mencintai Minho sangat banyak (?) jadi tidak mungkin aku mencintai laki-laki lain juga. Kenapa semua hal di masa laluku kini harus kembali kepadaku?? menerima kenyataan bahwa aku sekarang mulai menyukai Kyuhyun, bahkan lebih. Aku takut perasaan yang dulu sangat besar kepada Kyuhyun akan kembali lagi kepadaku. Ya sudahla, akan kuserahkan semua ini kepada waktu. Waktu yang akan menjawabnya.

1 weeks later

Shin Chae Jin POV

Yeayy! akhirnya aku pergi ke Mokpo bersama keluargaku dan keluarga Kyuhyun. Kyuhyun yang memaksa eommanya untuk ikut, eommanya pun sempat bingung dengan keinginan Kyuhyun karna hal ini adalah suatu kejadian yang amat langkah sehingga harus di musiumkan (?). Setelah 4 jam perjalanan ke Mokpo, kami pun sampai di rumah keluargaku yang cukup besar, namun orang yang tinggal di rumahku hanya pegawai saja yang membersihkan setiap inci dan sudt rumahku. Kuputuskan untuk terlebih dahulu istirahat lalu setelah itu aku ingin berkeliling-keliling di Mokpo^^ Minho sudah mengetahui kedatanganku ke Mokpo, dan dia besok akan datang ke rumahku! 😀

Cho Kyuhyun POV

Ya rumah Keluarga Shin menurutku cukup besar, tapi mengapa ayahnya malah meninggalkan rumah ini demi pekerjaan. Dekorasi rumah ini juga cukup baik, tidak terlalu buruk. Setelah kumenyusuri seluruh ruangan-ruangan di seluruh sudut rumah ini, aku menemukan sebuah fotoku bersamanya ketika aku kecil yang terpajang di meja ruang keluarga mereka. Ah neommu-bneommu yeoppo, sejak dahulu ia memang memiliki wajah seperti malaikat tapi sekarang wajah itu berkembang menjadi kecantikan yang luar bisa dahsyat (?) dan aku juga melihat sebuah foto di sudut kamar milik Chae Jin, sepertinya aku mengenal foto ini. Ya di dalam bingkai ini terdapat foto Chae Jin bersama namjachingunya, siapa lagi kalau bukan Minho. Rasanya dadaku sesak melihat foto itu, lalu langsung saja kualihkan pandanganku ke sudut yang lain mengingat aku tidak mau menghancurkan moodku yang sedang baik ini.

Author POV

“Waktunya makan siang! tolong bangunkan Chae Jin di kamarnya, eomma akan membantu eomma Chae Jin mencuci peralatan yang tadi kami gunakan. Tolong Kyuhyun-ah” ucap Nyonya Cho dengan lembut kepada anak evilnya yang satu ini #ditendangggg sparkyuuuuu #kaburrrrrrrrrrrrr

“Ne eomma” jawab Kyuhyun dengan tidak beralih dari pspnya.

Setelah beberapa detik menaiki tangga, aku pun menemukan kamarnya. Dan dengan perlahan kubuka pintu berwarna putih, dan dapat kulihat jelas badan rampingnya sedang tertidur pulas di atas ranjang ukuran big sizenya. Neomu neommu yeoppo kau Chae Jin-ya, kau terlihat seperti malaikat ketika kau tidur. Kyuhyun tidak tega untuk membangunkannya, namun dengan terpaksa Kyuhyun menggoncang-goncangkan tubuh Chae Jin.

“Hey Chae Jin, bangun lah. Eommamu sudah memasakkan makanan untuk kita” ucap Kyuhyun sedikit pelan, supaya tidak mengejutkan Chae Jin. Namun beberapa detik berlalu belum ada respon yang diterima oleh Kyuhyun, akhirnya Kyuhyun mengulangi perkataannya tadi sampa 5 kali. Karna kesal, Kyuhyun menyipratkan beberapa air ke mata Chae Jin. Dan akhirnya ia pun sedikit kaget dan terbangun.

“Hey!!! siapa kau??! eoh Cho Kyuhyun,  kenapa kau disini?? tanya Chae Jin beruntun kepada Kyuhyun.

“Aku disuruh ibumu untuk membangunkanmu, tapi aku menyesal membangunkanmu. Lihat ini, pipiku terluka karena ulahmu” ucap Kyuhyun tidak terima.

“Ah mianhae Kyuhyun-shi, tadi aku tidak sengaja… ashh.. aishimmm… hacing…” ucap Chae Jin sambil bersin, sepertinya ia sedang flu.

“Obati dahulu lukaku!! Hey kau flu Chae Jin? mau aku beri tahu cara menyembuhkan flu dengan cepat? ucap Kyuhyun dengan nada sedikit perhatian.

“Bagaiman huh?? sudah dari 2 hari ini aku flu, tapi aku tidak mau memberi tahukannya kepada orang tuaku” ucap Chae Jin.

“Hmm bagaimana kalau kita berciuman?? berciuman dapat menyembuhkan flu.. Apakah kau mau?? ucap Kyuhyun dengan mantap.

“Yak!! kau jangan yadong huh!! aku tidak mau… hachimmm… ha…haa.. hachimmmm…” ucap Chae Jin sembari menahan bersinnya.

“Yak kau ini cerewet sekali sih, menurut buku kesehatan yang kubaca jika sesorang yang terkena flu melakukan ciuman, maka orang yang sakit tsb akan cepat sembuh bahkan dapat langsung sembuh total” ucap Kyuhyun menjelaskan.

“Yak!!! apa.. hachimm.. ha… ha… ha…. chimmm.. apa kau ha… bisa… chimm… menjamin.. itu ha… hachim…” ucap Chae Jin terputus-putus berkat (?) bersinnya tsb.

“Percaya lah padaku! arraso??” ucap Kyuhyun lalu memejamkan matanya.

TBC

HOWAAAAAAAAAAAAAA bagaimana??? maaf  kalau masih banyak typo T_T semoga kalian suka!! ^^ mohon tinggalkan jejakmu!! 😀 😀 jejakmu sangat kubutuhkan seperti Oksigen T^T gomawoyoooo!!! XD XD XD