[FF] Your Love Change My World (Part 3)

Title : Your Love Change My World

Maincast : Im YoonA, Lee Donghae, Tiffany

Supportercast : temukan sendiri chingudeul XD XD

Genre : Romance, Life, Chapter, Sad

A/N : Halooo haloooooo readers!! ^^ kini author membawa part 2 dari ff “Your Love Change My World”, tak usah berbabibubebo lebih baik lansung berfantasi di dunia author!! ^^ mian kalau masih ada typo, karena author juga seorang manusia T^T tapi gomawoyo chingudeul sudah mau menyempatkan waktunya untuk mengunjungi blogku XD XD sungguh-sungguh tersanjung(?). Ayo lanjut ke part 2!!

Preview

at Taman Seoul

Kini aku dan Donghae sudah sampai di depan taman Seoul, 1 kata yang dapat mendeskripsikan taman ini.. INDAH. Pemandangan beraneka bunga yang ada disini ditambah dengan anak-anak kecil yang bermain-main di taman playground yang ada disini sangat menyenangkan. Disini juga banyak para pedagang yang menjual beraneka jenis makanan & minuman, ah lengkap sekali tempat ini. Aku pun yang sedari sempat tertegun dengan keindahan Taman Seoul disadarkan oleh seorang namja yang tak lain adalah Donghae.

“YoonA-si, kau mau es krim tidak??” tanya Donghae dengan sangat ramah kepadaku.

“Ah? ne gomawo oppa. Aku mau yang coklat hehe” ucapku sambil tersenyum-tersenyum sendiri, karna kalian tahu kenapa?? aku sangat menyukai es krim coklat. Dan ini lah saat yang tepat untuk bersantai sambil memakan es krim coklat hanya berdua saja dengan Donghae.

“Tunggu sebentar YoonA-ya” ucap Donghae sembari meninggalkanku perlahan dari dimana tempat aku duduk, yaitu di kursi taman.

Aku akhirnya memilih untuk menunggu Donghae disini sambil mengecek iphone5ku yang kumasukkan ke tas kulit putih yang sedari tadi bergantung di tanganku. Bermain game, memutar lagu, dll. Sudah 1 jam aku menunggu Donghae disini, namun ia tidak kunjung datang. Dimana dia?? kini perasaanku merasa tidak tenang, aku pun segera mencarinya ke seberang jalanan tempat pedagang es krim itu berjualan, walaupun sedikit jauh namun masih dapat tertangkap oleh indra penglihatanku. Eh kenapa disitu ramai?? aku pun dengan tergesa-gesa mendekati kerumunan tersebut, dan aku pun perlahan mendorong pelan orang-orang yang menutupi jalanku untuk mendekati seseorang namja yang kudengar tertabrak sebuah truk 1 jam yang lalu. Dan kalian pasti tidak percaya, namja itu membawa 2 es krim ditangannya dan ia memakai sebuah gelang yang sangat tidak asing bagiku.

“DONGHAEEEEE OPPA!!!”

YoonA POV

at Seoul Hospital

“Hwaaaaaaaaa ottokhae?? ottokhae Tiffany?? apa yang harus aku lakukan sekarang?? aku tidak mau untuk kedua kalinya kehilangan seseorang yang sangat aku cintai” ucapku tanpa jeda yang menampakan kekhawatiranku kepada Donghae sekarang.

“Sudahlah YoonA, percaya padaku Donghae pasti kuat. Donghae pasti bisa sehat kembali seperti sedia kala” ucap Tiffany sambil mengelus pelan pundakku yang sedari tadi naik turun tak beraturan.

“Tiffany, aku takut. Aku trauma dengan kecelakaan seperti ini” ucapku dengan pelan kurasakan kakiku kini sangat lemas dan untuk berdiri pun aku rasa aku tak sanggup.

“Sudah tenanglah jangan seperti ini terus. Percayalah kalau Donghae akan baik-baik saja” ucap Tiffany dengan wajah yang terlihat sangat khawatir terlebih ia adalah saudara sepupu Donghae.

“Tiffany bagaimana keadaan Donghae?? kenapa ia bisa seperti ini??” tanya seorang perempuan paruh baya yang kuyakin dia adalah eomma Donghae. Karena wajahnya sangat lah mirip dengan Donghae.

“Aniyo ahjumma tenang, dia tadi tertabrak sebuah truk dan truk tersebut melarikan diri begitu saja” terang Tiffany kepada nyonya Lee yang sedari tadi raut wajahnya terlihat sangat khawatir dengan keadaan anaknya saat ini.

“Bagaimana ahjummamu ini bisa tenang?? Donghae oppa sekarang dalam keadaan kritis Tiffany” teriak eomma Donghae kepada Tiffany dapat kurasakan di setiap perkataannya dia sangat khawatir dengan keadaan Donghae, wajar saja seorang ibu khawatir terhadap anaknya. Aku menyesal andai saja aku tidak mengiyakan tawarannya tadi, pasti Donghae sekarang masih berada disampingku.

“Eomma, hyung kenapa?? hyung baik-baik saja kan eomma??” tanya seorang anak kecil berkuncir dua yang sedari tadi menggandeng tangan perempuan paruh baya itu.

“Gwenchanna Hyenim, oppamu tidak kenapa-kenapa. Ayo kita duduk disana” ucap eomma Donghae kepada yeoja kecil itu yang dapat kuketahui bahwa yeoja manis itu adalah adik kecil Donghae.

“Baiklah eomma, lagi pula Donghae oppa kan sudah janji kepadaku untuk bermain bersamaku. Tidak mungkin ia melupakannya” balas yeoja manis yang bernaa Hyenim itu sambil menyunggingkan senyum tipis dibibirnya. Sungguh manisnya adik Donghae batinku.

“Ya YoonA-ya??! kenapa kau diam saja huh??” tanya Tiffany kepadaku sambil menyenggol lengan kiriku.

“Aku memangnya mau berbicara apa??” tanyaku dengan wajah seinnocent mungkin, ya kalian pasti mengerti apa yang kukatakan barusan. Aku bukan siapa-siapa Donghae oppa, kenapa aku harus berbicara dengan eommanya?? sangat tidak enak sekali.

“Kau ini berpura-pura bodoh atau apa sih YoonA-ya, kau ini kan ‘teman dekat’ Donghae, sudah selayaknya kau memberikan penjelasanmu kepada orangtuanya Donghae. Ah kau ini” ucap Tiffany tidak terima kepadaku karna seakan-akan aku menganggap hal barusan ini adalah hal yang sangat sepele.

“Ya mungkin aku bodoh” ucapku datar sambil berjalan pergi meninggalkan Tiffany dan segera menghampiri dokter yang baru saja keluar dari ruangan Donghae.

“Bagaimana keadaannya dokter??” tanya eomma Donghae kepada dokter tersebut lalu aku pun mulai menyimak apa jawaban yang akan keluar dari mulut dokter tersebut.

“Apakah kau keluarganya??” tanya dokter tersebut sambil mengalungkan alat kedokterannya #author lupa apa namanya XD XD #abaikannn

“Iya saya eommanya dok, bagaimana keadaan anak saya Donghae??” tanya perempuan paruh baya itu sambil menggenggam erat tangan Hyenim yang sedari tadi memang ada di sampingnya.

“Hmmm maaf ada yang harus saya bicarakan dengan anda, mari ikut ke ruangan saya” ucap dokter tersebut, terdengar nada kecemasan dari perkataan dokter tadi. Ah aku semakin penasaran dengan apa yang ingin dikatakan dokter kepada eomma Donghae, semoga tidak terjadi sesuatu yang buruk dengannya.

“Baiklah, permisi.. kau temannya Donghae kan??” tanya eomma Donghae kepadaku.

“Ne ahjumma, ada yang bisa saya bantu??” entah kenapa bahasaku berubah menjadi sebaku ini.

“Boleh aku titip Hyenim kepadamu?? aku ingin ke ruangan dokter sebentar” ucap eomma Donghae sambil menyunggingkan senyum tipisnya kepadaku.

“Ne tentu saja” ucapku singkat lalu membalas senyuman hangat dari nyonya Lee barusan.

“Hyenim-ya, eomma mau berbicara dengan pak dokter dulu. Kau disini bersama kakak ini ya, namanya YoonA eonni. Jangan nakal ya” ucap eomma Donghae kepada anak terkecilnya itu sambil mengusap puncak kepalanyaa.

“Ne eomma, ayo kita main eonni” ucap Hyenim sambil menarik pelan tanganku dan tak lupa menyunggingkan senyum riangnya kepadaku, ah sungguh manisnya anak ini. Beruntung sekali Donghae oppa memiliki dongsaeng seperti Hyenim.

“Baiklah, kau sudah siap??” tanyaku dengan nada menggoda sambil memberikan wink andalanku.

“Tentu saja!” teriak Hyenim kepadaku.

“Hey ini rumah sakit Hyenim-ya, ssstttt” ucapku sambil menjitak pelan puncak kepala Hyenim.

“Ah appo!! Ohya aku lupa hehe mian” ucap Hyenim dengan wajah polosnya, ah betapa imutnya kau Hyenim batinku.

“Baiklah gomawo YoonA-shi” ucap eomma Hyenim kepadaku, Ya Tuhan karena Hyenim aku sampai lupa kalau eomma Hyenim masih ada disebelah kami.

“Ne cheonmanneyo ahjumma” balasku sambil menampilkan(?) rentetan gigiku yang putih ini #senyummmm pepsodentttttt #hey author kau ini menggangu saja!! #peaceee readers! ._.v back to story xD

Author POV

Kini Hyenim sedang bermain dengan YoonA dan Tiffany di taman bermain yang berada di rumah sakit ini. Dan sedangkan ditempat lain ada seorang perempuan paruh baya yang kini tengah sangat cemas dengan keadaannya, siapa lagi kalau bukan eomma Donghae. Ia kini sedang berbicara serius dengan dokter mengenai kecelakaan yang baru saja dialami oleh anaknya.

“Dokter, bagaimana keadaan anak saya Donghae??” tanya perempuan paruh baya itu kepada seorang laki-laki yang memakai jas putih lengkap dibadannya.

“Hmm begini nyonya Lee, Donghae mengalami benturan yang cukup keras dikepalanya. Dan karena benturan itu untuk sementara waktu Donghae kehilangan sebagian ingatannya” ucap dokter itu sangat pelan, ia sangat tahu pasti perempuan paruh baya didepannya ini akan sangat shock setelah mendengarkan ucapannya barusan ini.

“MWO??? kau tidak bercanda kan Kang Dong-sii” balas perempuan paruh baya itu, kini badannya serasa tidak mampu bekerja dengan baik. Ia tidak bisa menerima kenyataan yang diterima olehnya saat ini.

“Saya tidak bercanda nyonya, ini lah kenyataan yang ada. Namun ini hanya amnesia sementara dan dapat pulih kembali” ucap dokter tersebut kepada eomma Donghae yang diyakini saat ini sangat bingung harus melakukan apa dengan anaknya itu.

“Baiklah dokter, lalu bagaimana cara untuk mengembalikan ingatan anak saya itu??” tanya eomma Donghae yang sedari tadi terlihat sangat cemas dan khawatir dengan keadaan anaknya.

“Sebenarnya ada. Yang pertama ia harus mengalami kecelakaan yang mengakibatkan benturan di kepalanya lagi dan kedua biar waktu yang memulihkannya. Jika ada orang-orang yang mau membantu Donghae untuk mengingat masa lalunya dulu, lambat laun ingatan Donghae akan dapat kembali seperti semula” ucap dokter tersebut panjang lebar sambil membuka tutup lembaran-lembaran yang sedari tadi ia bawa.
“Baiklah dokter terimakasih, kalau begitu kapan ia bisa pulang??” tanya perempuan paruh baya itu kepada dokter.

“Lusa sudah boleh pulang, ingat jangan memaksakan Donghae untuk mengingat semuanya. Memori Donghae akan kembali secara bertahap” ucap dokter sambil menuliskan resep obat yang akan ia berikan kepada Donghae.

“Baiklah, saya bisa membeli resep obat ini dimana dok??” tanya nyonya Lee kepada dokter Kang Dong.

“Nyonya belok ke kiri setelah keluar dari ruangan ini, lalu terus saja lurus dan nanti anda akan bertemu dengan apotek rumah sakit ini. Dan berikan resep ini” ucap dokter tersebut sambil menunjukan arah jalan yang dimaksud kepada nyonya Lee.

“Gomawoyo dokter” ucap eomma Donghae sambil membungkukan punggungnya sampai membentuk sudut 90 derajat.

“Ne” balas sang dokter sambil memberikan senyuman tipis di bibirnya yang tipis itu.  Tak lupa juga ia membungkukan badannya membalas perlakuan(?) nyonya Lee yang ada di hadapannya.

————————skip two days—————————–

YoonA POV

Eomma Donghae bilang padaku bahwa Donghae mengalami amnesia sementara, entah mengapa tiba-tiba saja dadaku serasa sesak mendengarnya. Aku takut kalau Donghae melupakan memorinya bersamaku, tapi kau harus buang jauh-jauh pikiran buruk itu YoonA. Aku pun mulai membantu orang tua Donghae untuk membereskan dan membawakan koper yang Donghae bawa sejak tinggal di rumah sakit. Ya hari ini aku sangat senang dengan kepulangan Donghae dari rumah sakit namun aku juga hari ini sangat takut, ya pasti kalian tahu apa yang aku takutkan.

“Tiffany-ya, aku harus bagaimana?? aku belum siap jika Donghae melupakanku” ucapku dengan pelan kepada Tiffany sambil menekukan mulutku.

“Kau ini jangan berpikir macam-macam YoonA-ya” ucap Tiffany sembari membereskan barang-barang Donghae yang masih ada di rumah sakit, ya memang eommanya menyuruh Donghae terlebih dahulu dan nanti barang-barangnya akan dibawakan oleh appanya, Tiffany dan aku. Setelah itu kami baru menyusul ke rumah untuk bertemu dengan Donghae.

“Arra-arra Tiffany-ya” ucapku sambil memanyunkan bibirku. Wajahku sejak pagi tadi memang selalu terlipat(?) karena memikirkan hal yang bukan-bukan(?). Ah ayolah YoonA, pikiran macam apa itu.

Ah akhirnya kami pun selesai membereskan semuanya, dan sekarang kami akan bergegas pergi ke rumah Donghae. Ya aku sangat tidak sabar untuk menemuinya. Namun aku juga khawatir, aku sangat takut kalau ia melupakanku.

at Donghae House

Author POV

Kini mereka sudah sampai di rumah Donghae dengan membawa segala bawaan(?) mereka yang sedari tadi sudah mereka siapkan. Terlihat sosok namja tampan yang tengah bermain piano putih di tengah ruangan keluarga. Siapa lagi kalau bukan Donghae. YoonA dan Tiffany sangat senang melihat kondisi Donghae yang bisa dikatakan sangatlah baik dan sentosa(?). Dan untuk pertama kalinya YoonA melihat aksi Donghae dalam memainkan tuts-tuts piano, sangat lah handal batin YoonA. YoonA pun dengan perlahan mendekati Donghae, ia ingin memastikan apakah Donghae melupakannya atau tidak.

“Donghae, bagaimana kabarmu??” tanya YoonA seraya mengukirkan senyum manis diatas bibirnya.

“Hmm? mian kau siapa??” tanya Donghae dengan wajah bingung melihat sosok wanita cantik yang sekarang ini ada didepannya.

“Kau tidak mengingat YoonA Hae??” ucap Tiffany yang memotong sebentar pembicaraan Donghae dan YoonA, dapat terlihat jelas raut kecewa Yoona karena perkataan Donghae barusan.

“Ani aku tidak tahu ia siapa. Memanganya dia siapa Tif??” tanya Donghae yang kini sudah mulai memperhatikan 2 yeoja yang sedari tadi menatapnya aneh. Atau mungkin lebih tepat dikatakan kalau mereka berdua kini tidak percaya akan sosok Donghae yang baru(?)

“Dia YoonA, kau tidak mengenalnya??” tanya Tiffany sambil memasang wajah penasaran kepada Donghae, diikuti dengan Yoona yang sedari tadi menahan tangisnya yang ingin meledak sekarang juga.

“YoonA?? aku tidak tahu sepertinya” jawab Donghae dingin lalu mulai beranjak meninggalkan mereka berdua yang kini terpaku di tempat mereka duduk. Sebenarnya Donghae merasa bahwa ia mengenal gadis yang bernama YoonA tersebut, namun ia masih ragu akan perasaannya tersebut.

YoonA POV

Donghae yang kukenal kini sepertinya sudah berubah menjadi Donghae yang pendiam dan super duper(?) cuek. Setahuku  dulu ia sangat lah dekat dengan Tiffany, namun sekarang?? keadaan tersebut berbalik 180 derajat dari sebelumnya. Memang sudah beberapa hari ini aku baru berkenalan ke 2 kalinya dengan Donghae, namun tidak ada peningkatan yang baik dengan hubungan kami. Bahkan aku sempat mendengar gosip bahwa ia akan mengambil cuti kuliah sementara karna diterima menjadi trainee di sebuah perusahaan entertainment terbesar di Korea Selatan bernama SM Entertainment. Aku sebenarnya sangat syok mendengarkan berita dari Tiffany ini, namun apa daya semua ini memanglah kenyataannya.  Padahal setahu Tiffany Donghae tidak pernah bercita-cita menjadi seorang entertainment. Namun karena seseorang artis yang memikat hatinya ia memutuskan untuk terjun ke dunia entertainment, dan Donghae pun diterima pada sebuah audisi SM pada 2 pekan yang lalu. Aku sebenarnya sangat penasaran siapa yeoja yang berhasil memikat hati pria tampan seperti Donghae, pasti ia adalah wanita yang sangat beruntung. Dadaku seketika terasa sangat sesak mendengar berita yang kupikir adalah berita buruk untukku. Namun apa boleh buat aku hanya lah kenangan Donghae yang sudah ia lupakan. Kami pun sudah merampungkan tugas drama kami, dan kini lah saatnya aku pasti sudah tidak akan bertemu dengan Donghae lagi.

Donghae POV

Hey hari ini aku mulai trainee di SM entertainment, waktuku kecil aku tidak pernah bercita-cita untuk menjadi seorang entertainer karena menurutku persaingan di dunia entertainer Korea Selatan sangat lah ketat(?). Tidak sedikit berita tentang artis atau orang biasa yang bunuh diri karna depresi akan persaingan yang sangat ketat di Korea. Namun kini niatku menjadi seorang entertainer sudahlah bulat. Kau mau tahu kenapa aku sekarang ingin sekali menjadi seorang entertainer?? karena aku ingin lebih mengenal sosok yeoja yang belakangan ini sangat kukagumi di layar kaca. Ya namun setelah ini bisa kupastikan aku akan lebih dekat dengannya di kehidupan keseharian kami. Kalian pasti tahu ia siapa, ia adalah seorang member Girlband terkenal di Korea Selatan. Dia adalah.. #jengjengjengjeng #jegeeeeerrrrrrrrrrrrrrr

TBC

Otthee?? bagaimanaaa?? seru tidak?? xD mian sekali karna baru mengeluarkan(?) lanjutan chapter dari part 2 terlalu lama T^T kalian mau tahu kenapa?? # ga ada yangg mau tau thoorrr-__- #Hahaha yasudahah u,u Ohya lanjut lagi disini author bakal nambahin cast gitu tapi bingung mau masukin castnya siapa. Sebenernya udah ada sih, tapi author ingin lebih berinteraksi dengan para readers hehe 😀 RCL pleasee 😉 tinggalkan jejak dora ya *ehhh hehe Gomawo readers 🙂