[FF] I am a Everlasting Antifans (Trailer)

kyudhj

Title : I am a Everlasting Antifans

Author : whiteee13

Maincast : Tania Jung, Cho Kyuhyun, Super Junior member

Supportercast : Temukan sendiri XDD

Genre : Romance, School activities, Life

Length : Chapter

A/N : Mian kalo sedkit gaje dan ga bagus bagus amat, tapi coba aja cicipin dulu (?) selamat menikmati (?) imajinasi

author!! ^^

 

 

“Hwaaaaaa!! otthe??!! besok Super Junior dateng loh ke sekolah kitaa!! Hwaaaaaaaaa!!!

 

 

 

“Aku tidak peduli. Lagi pusa jazz itu sangat menenangkan pikiranku. Apa itu Super Junior?? kasihan telingaku harusmendengar lagu-lagu berisik mereka”

 

 

“Arra arraso. Sudah sana pergi, aku sudah muak dengan ceritamu itu”

 

“YAAAAAA!!”

 

Apa sih bagusnya Super Junior?? banyak sekali yeoja disekolahku yang sangat tergila-gila kepada mereka. Ah entah, lagi pula itu bukan urusanku ini.

 

 

Hey dia siapa?? berani-beraninya dia memaki kita seperti tadi??!!

 

Cari tahu siapa dia sekarang!! SEKARANGGG!!

 

Siapa dia?? seenaknya saja mengataiku jelek!! awas saja mereka!!

 

 

Yeoja pabbo tak tahu diri!!!!

 

Kau akan kembali lagi ke Macau?? kenapa kau tidak selamanya tetap berada disampingkuu????

 

 

Aku menyukaimu, apa kau tidak menyadari ituuu????!

 

Mian aku tidak menyukaimuuuuuu

 

 

Dia kenapa??? haruskah ia pergi secepat ini Tuhannn??!!!

 

Lebih baik kau lupakan dia, banyak orang lain yang mencintaimu lebih dari pada mahluk tidak berperasaan itu

 

 

Aku selalu memikirkanmu, tapi apakah kau juga memikirkanku??

 

 

 

——————————————————————————————————————————–

 

 

 

HWAAAAA Otthe?? ini trailer pertamaku setelah beribu-ribu tahun lamanya aku membuat berjuta-juta(?) FF #apa banget authorr lebayyy-__- #biarinnn dong sekalii-sekaliii :p please RCL 😀 jejakmu sangat berguna(?) bagiku wohooooooooooo\m/ dannn kelanjutan dari trailer gaje ini akan segera dilakukan ya, author minta doa yang sebesar-besarnya(?) gomaowoo readerssss ^^^^

[FF] Please Understand Me (Part 1)

ssminhos

Title : Please Understand Me

Author : whiteee13

Maincast : Park Minra, Choi Minho

Supportercast : temukann sendiri readers xD

Genre : Romance, Life, Sad

Length : Chapter

A/N : Annyeong para readers, silahkan mampir ke FF akuu! cekidot 😀

Author POV

Seorang yeoja sedang berjalan menyusuri kota Seoul di malam hari. 1 kata yang dapat mendiskripsikan keadaan kota Seoul malam hari, indah. Namun tidak bagi yeoja ini, pandangannya datar dan berkabur. Dapat dilihat dengan jelas bahwa yeoja ini habis menangis. Matanya bengkak dan memerah. Orang-orang disekitarnya melihat aneh ke arahnya. Bukan karena matanya bengkak atau memerah, tetapi karena baju yang ia kenakan sudah terobek tak beraturan. Namun yeoja ini sama sekali tidak memikirkan pandangan aneh dari orang-orang yang sedari tadi berjalan melewatinya. Banyak orang yang berbisik tentangnya, namun tidak sedikitpun digubris olehnya. Ia tetap fokus menatap nanar jalan malam Seoul yang dingin. Lalu yeoja itu mulai melangkahkan high heelsnya yang sudah patah ke arah trotoar jalan dan hendak menyebrang. Entah yeoja ini benar-benar gila atau apa tidak ada yang tahu. Ia menyebrangi jalan Seoul ketika lampu lalu lintas bagi pengguna kendaraan berwarna hijau. Banyak orang orang yang berteriak kepada yeoja itu untuk menghindari sebuah mobil lamborgini yang melesat kencang di jalanan Seoul. Dan…

at Seoul Hospital

“Apakah noona itu sudah sadar dok??” tanya seorang namja berparas tampan yang memakai jas hitam gelap yang menempel di badannya.

“Oh gadis itu, ia sudah sadarkan diri. Tuan sudah boleh bertemu dengannya” ucap dokter bername tag kan “Soo Yun” di jas putih kedokteran miliknya.

“Oh begitu baiklah, gamsahamnida Soo Yun-ssii” ucap namja tersebut sambil membungkukkan badannya.

“Ne cheonmanneyo Minho-ssii” ucap dokter tersebut sambil mengulum senyum tipis di atas bibir kecilnya.

——————————————————————————-

Minho POV

Aku pun memasuki ruang pasien bernomorkan “1331”, ruang dimana noona yang aku tabrak tadi dirawat. Sebenarnya aku masih bingung apa yang menyebabkannya menggunakan baju yang sudah memiliki banyak sobekkan. Apa ia hampir saja diperkosa?? ah molaa itu bukan urusanku. Akhirnya aku pun membuka pintu rawat berwarna putih ini, lalu tampaklah seorang yeoja cantik yang masih terbaring lemah di atas ranjangnya.

“Kau siapa?? dan aku dimana??” tanyanya dengan nada seperti.. orang yang sedang ketakutan.

“Choi Minho-ssi. Sekarang kau berada di rumah sakit, maafkan aku. Aku adalah orang yang menabrakmu” ucapku dengan rasa penyesalan karna telah menumburnya.

“Harusnya kau tak membawaku ke sini. Harusnya kau membiarkan aku mati” ucapnya dengan raut wajah datar.

“Mwo?? apa katamu?? yak kau tak boleh berbicara seperti itu??!” ucapku tegas kepada yeoja ini, dasar yeoja aneh batinku.

“Apa urusanmu??” ucap yeoja itu tanpa melihat sedikitpun ke arahku, pandangannya kini masih tertuju pada kaca bening yang berada di sudut kiri ruangan ini.

“Sudahlah, kau istirahat dulu saja. Berapa nomor telpon keluargamu?? agar mereka dapat mengetahui keadaanmu” ucapku sambil membenarkan selimut yang ada di pangkuannya.

“Jangan! jangan beritahu mereka!” balas yeoja itu dengan nada yang terdengar ketakutan, ani bahkan sangat ketakutan. Tiba-tiba saja cairan bening seketika tumpah membasahi wajah cantik yeoja itu. Hey apa yang kau bilang Choi Minho?? cantik?? ah molaa.

“Waeyo?? mereka harus tahu keadaanmu” ucapku dengan menunjukkan  wajah bingungku padanya.

“Aniyo, mereka tidak peduli. Hmm sebenarnya aku ingin meminta tolong darimu” ucap yeoja itu yang terlihat sedikit ragu dengan apa yang ingin ia katakan kepadaku.

“Apa?? apa yang bisa kubantu??” ucapku dengan tatapan yang menatap intens ke arah mata yeoja yang berada tepat di depanku.

“Boleh aku tinggal dirumahmu?? aku bisa menjadi pembantu dan tidak akan merepotkanmu, kau tak perlu membayarku” ucap yeoja itu panjang lebar terhadapku.

“MWOO??” tanyaku dengan wajah yang tidak percaya akan permintaan yeoja ini.

“Kalau kau tidak membolehkan, yasudah. Lebih baik aku mati” ucap yeoja itu sambil mengambil pisau buah yang ada disisi meja pasien.

“Hey!! apa yang kau lakukan!! baiklah, aku mengizinkanmu” ucapku dengan nada yang tergesa-gesa, entah kenapa terdapat perasaan khawatir jika terjadi hal buruk terhadap gadis ini.

“Jeongmal?? gomawo Minho-ssi. Aku akan tinggal di rumahmu untuk sementara, setelah aku mendapatkan uang yang cukup aku akan pindah dari rumahmu” ucap yeoja itu yang terlihat sangat senang dan puas dengan jawabanku barusan.

“Ne ne, tapi kau harus menceritakan kepadaku kenapa kau tidak mau pulang ke rumahmu” ucapku sambil menaruh kembali pisau yang hampir saja dipakai gadis ini untuk mengakhiri hidupnya sendiri.

“Hmm begini, sebenarnya aku….”

Author POV

Sudah 2 hari Minra dirawat di rumah sakit, dan hari ini adalah hari dimana Minra diperbolehkan pulang oleh dokter.

“Terimakasih dokter” ucap Minra kepada dokter bernama Soo Yun tersebut.

“Sama-sama Minra. Kau tidak perlu berterimakasih kepadaku, tapi kau harusnya berterimakasih kepada Tuan Minho” ucap dokter Soo Yun kepada Minra sambil menggenggam tangan Minra erat.

“Ah ne, gomawoyo Minho-ssi” ucap Minra kepada Minho yang memang sedari tadi berada disampingnya.

“Cheonmaneyyo Minra-ssi. Ayo pulang” ucap Minho sembari membawa koper yang berisi baju-baju Minra selama menginap di rumah sakit.

“Gomawoyo Minho-ssi, aku akan mengganti biaya rumah sakitku kepadamu ketika aku sudah bekerja. Ne??” ucap Minra kepada Minho sembari merangkul tangan kekarnya.

“Terserah saja kalau itu” ucap Minho sembari merasakan ada perasaan aneh yang menyelimuti hatinya saat berjalan bersama dengan Minra. 1 kata yang dapat mendeskripsikan perasaan Minho saat ini, nyaman. Itu yang ia rasakan.

“Ohya dokter itu kenapa memanggilmu tuan??” tanya Minra sambil mengemut lolipop yang sedari tadi ada di genggamannya.

“Ani, aniyo. Itu karna formalitas kerja saja” ucap Minho sambil terus menarik koper milik Minra yang sedari tadi ia bawa.

“Formalitas?? apa rumah sakit itu milikkmu??” tanya Minra dengan wajah tidak percaya.

“Ani rumah sakit itu bukan milikku. Tapi milik appaku” ucap Minho sambil menyunggingkan senyum khas yang terukir di bibirnya.

“Itu sama saja” umpat Minra dalam hati. Tapi harus Minra akui, Minho bukanlah namja yang sombong.

 

Minho POV

Aku dan Minra akhirnya sampai di depan rumahku, ani lebih tepatnya di depan apartementku. Hanya aku sendiri yang tinggal disini. Aku sibuk dengan seluruh pekerjaanku sehingga aku tidak sempat untuk pulang ke rumah.

“Disini, kita sudah sampai” ucapku kepada Minra sambil membuka pintu bagasi mobilku dan mengambil koper milik Minra.

“Disini rumahmu??” tanya Minra dengan wajah polosnya.

“Ani, ini apartementku. Kau ini lucu sekali” ucapku tanpa sadar sembari mengacak pelan anak rambut Minra.

” Mian hehe aku tidak tahu” ucap Minra dengan wajah innocentnya lalu berjalan pelan menuju apartementku.

“Kau benar-benar lucu Minra dan kau juga sangat baik. Namun kenapa kau memiliki kisah hidup yang sangat menyedihkan? sungguh Tuhan tidak adil. Bersebarlah Minra” ucapku dalam hati.

—————————————————————————–

“Wah apartementmu sangat luas Minho-ssi” ucap Minra yang terlihat bangga melihat apartementku.

“Ah tidak terlalu Minra-ssi” ucapku yang sedikit malu. Hey Choi Minho??! apa yang terjadi denganmu??!

“Empuk sekali” ucap Minra yang sedang mencoba menduduki sofa kulit berwarna merah milikku.

“Tentu saja, ini adalah sofa favoritku” ucapku sambil menyunggikan senyuman tipis di atas bibirku.

“Ah kau sangat beruntung sekali memiliki semuanya ini” ucap Minra kepadaku yang membuatku sempat tertegun untuk kesekian kalinya akibat ucapan yang keluar dari mulutnya.

“Ah tidak, walaupun aku memiliki semuanya ini aku juga tidak bahagia” ucapku cepat memotong perkataan Minra barusan.

“Hmm?? kau kenapa tidak bahagia?? apa yang kurang dari dirimu?? kurasa tidak ada” ucap Minra sambil melihat bentuk tubuhku dari kepala sampai kaki.

“Hmm aku mempunyai seseorang yang aku cintai, tetapi ia pergi meninggalkanku begitu saja tanpa memberitahukanku sebelumnya. Sudah 5 tahun lamanya aku menunggunya, namun ia tidak kunjung juga datang” ucapku dengan nada sendu, terlihat sekali suatu sorotan mata berbeda yang diperlihatkan oleh Minra.

“Aku tidak pernah menyangka jika dalam masalah percintaan kau begitu buruk. Pasti banyak wanita yang mengejarmu, dan tentunya kau tolak” ucap Minra dengan tatapan pangling mendengar cerita yang terlontar dari bibirku barusan.

“Benar, benar sekali apa katamu” ucapku seadanya sambil menundukkan kepalaku, aku tidak mau terlihat lemah di depan yeoja apa lagi di depan Minra.

“Sabarlah Minho-ssi, jika gadis itu adalah jodohmu pasti ia akan kembali. Namun jika ia tidak kembali, mungkin Tuhan mempunyai gadis yang lebih tepat untukmu” ucap Minra dengan nada yang lembut, sebelumnya aku belum pernah mendengar Minra berkata sebijak ini.

“Tentu saja, gomawoyo Minra-ssi. Kau sangat membantu” ucapku sambil menstabilkan pikiranku sekarang.

“Ne cheonma, ini tidak sebanding dengan apa yang telah kau lakukan untukku” balas Minra sembari mengulum senyum indah diatas bibir mungilnya.

“Baiklah, ini kamarmu. Semoga kamu suka dengan kamarmu” ucapku sambil membukakan pintu berwarna putih dengan aksen lumba-lumba disudut-sudut kamarnya.

“Kau suka lumba-lumba??” tanya Minra kepadaku sembari melangkahkan kakinya ke dalam kamar bernuansakan dolphin tersebut.

“Aniyo, adikku yang menyukainya” ucapku sambil memberikan senyuman sekilas dibibirku.

“Lalu, adikmu sekarang dimana??” tanya Minra kepadaku dengan antusiasnya.

“Ia.. ia sudah meninggal 2 tahun yang lalu karena penyakit hepatitis yang dideritanya” ucapku yang tanpa sadar mengepalkan tanganku sendiri.

“Minahae, seharusnya aku tidak menanyakannya” ucap Minra kepadaku sembari menundukkan badannya sebagai tanda minta maaf.

“Aniyo, gwenchanna. Baiklah jika kau mau makan di lemari ada beberapa ramen, kau bisa memasaknya. Dan ini password apartement ini, jadi jika kau mau keluar untuk mencari udara segar pergilah. Sekarang lebih baik kau istirahat dulu. Aku akan pergi ke perusahaan sampai malam. Kalau merasa kesepian hidupkanlah televisi, laptop, komputer, atau psp di rumah ini. Kau boleh memilih salah satunya. Anggap saja ini rumahmu sendiri. Arra?? aku pergi” ucapku sambil mengulum senyum kecil di bibirku dan melangkahkan kakiku keluar dari kamar Minra.

“Baiklah, annyeong” ucap Minra sambil melambaikan tangannya kepadaku, dan akupun membalasnya.

Minra POV

Wah apartement ini luas sekali. Aku pun mulai memasuki satu persatu ruangan disini, dan aku masuk ke salah satu ruang bernuansakan warna hitam dan beretnikan classic. Di dalam ruangan ini terdapat sebuah foto berukuran besar milik Minho. Dan tanpa sengaja aku melihat sebuah foto yang terpajang di meja hias kamar ini. Apa ini adalah adiknya?? sangat cantik, batinku. Kasihan sekali ia, ternyata materi duniawi tidak menjamin kebahagiaan seseorang. Ah akhirnya aku putuskan untuk keluar dari kamar Minho, karna menurutku ini sudah sangat lancang masuk kamar seseorang tanpa seizin pemiliknya. Aku pun masih sibuk membersihkan ruang tamu, dapur, dan kamar mandi. Sangat melelahkan, namun ini lah yang harus aku lakukan. Lagi pula aku tidak betah melihat sesuatu kalau tidak bersih. Setelah ini aku pun membuatkan bulgogi, dan bimbimbap untuknya. Kukira ia akan senang melihatku memasak untuknya. Setelah kurang lebih 1 jam setengah aku memasakkan makanan untuknya, aku pun memutuskan untuk mandi. Karena badanku kini sudah lengket. Hey aku lupa, aku kan tidak punya baju lagi. Tadi bajuku sudah kumasukkan mesin cuci. Haduh bagaimana ini?? batinku. Ohya kan Minho punya adik, siapa tahu baju adiknya masih ada di lemari. Semoga saja ada. Dan ternyata dugaanku salah, lemari putih yang berada di kamarku sama sekali tidak bergantungkan pakaian sama sekali. Aku pun dengan perasaan tidak enak dan terpaksa, masuk ke kamar Minho,  dan mencari baju kemeja kebesaran yang ia punya. Akhirnya aku menemukannya, tidak terlalu buruk. Untung saja pakaian dalamku tadi aku masukkan ke dalam tas kecil coklat milikku.

Still Minra POV

“Cklekkk”

Nampaknya Minho-ssi sudah pulang, lebih baik aku membawakan tas kantornya supaya ia tidak terlalu lelah. Benar saja, yang datang adalah Minho. Ia terlihat sangat lelah, dan wajahnya terlihat sangat suntuk dan pusing.

“Minho-ssi, sini aku bawakan” ucapku menawarkan jasaku kepadanya.

“Aniyo tidak perlu” ucap Minho sambil merenggangkan badannya yang terlihat sangat pegal.

“Ani, sini. Ohya mian malam ini aku meminjam kemeja besarmu untuk tidur. Baju tidurku tadi aku lupa menyisakannya untuk aku pakai malam ini” ucapku sambil menunjukkan kemeja besar yang  sedari tadi sudah kupakai.

“Ah baiklah gwenchanna” ucap Minho lalu melenggangkan kakinya meninggalkanku.

“Aku buatkan kau bulgogi & bimbimbap. Itu di meja, cepat makan” ucapku sambil membawa tas kerja miliknya.

“Kelihatannya enak, gomawoyo Minra-ya” teriak Minho dari meja makan.

“Ne cheonma Minho-ssi” ucapku senang yang menyadari bahwa ada perubahan di raut wajah Minho. Ia terlihat sangat senang.

“Ayo makan bersama” ajak Minho kepadaku.

“Baiklah” ucapku sambil menghampirinya setelah menaruh tas kerjanya di atas meja kerjanya.

“Minra-ya, jangan panggil aku dengan embel-embelan-ssi. Panggil saja aku Minho, lagi pula kita ini seumuran” ucap Minho kepadaku sambil mengulum senyum besar(?) di atas bibirnya.

“Ah?? ne. Bagaimana dengan masakanku Minho??” tanyaku kepadanya dengan malu-malu.

“Massita, sangat enak. Kau les memasak dimana??” tanya Minho dengan pandangan yang takjub kepadaku.

“Ani aku tidak pernah les memasak dimanapun. Aku belajar memasak sendiri” ucapku sambil mengulum senyum indah di atas bibir mungilku.

“Oh begitu. Hahaha kalau dilihat-lihat sepertinya kau sangat cocok kalau menjadi pacarku, ani bahkan istriku” ucap Minho dengan riangnya sambil memakan bulgogi yang sudah ada di depannya.

“MWOO??!!” pekikku dengan kerasnya di depan Minho.

“Ani, aku hanya bercanda Park Minra. Kau ini terlalu serius sekali. Cepat lanjutkan makanmu” ucap Minho dengan tampang tak berdosanya lalu mengacak pelan rambutku.

“Ah ye” ucapku seadanya karna dapat kurasakan kini pipiku memerah. Apa yang terjadi denganmu Park Minra?? aish pabbo yeoja, rutukku dalam hati.

————————————————————————————————–

Author POV

Seorang gadis yang terbangun dari dunia khayalannya akibat sinar matahari yang menerobos jendela. Gadis itu pun menggeliat perlahan dan segera bangun dan membereskan kamarnya.

“Hmm?? jam berapa ini?? hari ini aku harus kembali ke Korea untuk menjenguk eommaku yang sedang sakit” ucap yeoja yang diketahui bernama Kang Hye Jin.

Gadis itupun bersiap-siap untuk pergi ke bandara. Tiba-tiba suara ponsel membubarkan lamunannya yang sedang memperhatika foto seorang namja, yang mungkin adalah kekasihnya.

“Chagi, kau sudah dimana??” tanya seorang lelaki paruh baya dari seberang sana.

“Aku baru saja ingin berangkat, mungkin aku sampai sekitar jam 1 siang” ucap gadis itu sambil mengulum senyum manis diatas bibirnya.

“Ne, baiklah. Appa yang akan menjemputmu” ucap seorang namja paruh baya yang diyakini adalah appa dari Kang Hye Jin.

“Jeongmal??! gomawoyoo appa” ucap gadis it yang terdengar sangat senang dengan perkataan yang meluncur dari mulut appanya barusan.

“Ne ne, hati-hati ya Jin-ya. Bogoshipoyoo” ucap appanya dari seberang sana.

“Ne jeongmal bogosihpoyoo appa. Dadahhh” ucap Hye Jin sambil menutup flip handphonenya.

Gadis itu pun langsung masuk ke dalam pesawat yang sudah di bookingnya untuk menuju Seoul. Sedari tadi ia memegangi sebuah foto dirinya bersama seorang namja. Tatapannya tak pernah lepas dari foto itu. Tatapannya sangat sendu, bahkan terlihat seperti ingin menangis.

“Hmm apakah kau masih menungguku???”

TBC

Otthe?? bagaimana?? semoga para readers seneng ya 😀 dan sebenarnya FF ini aku ingin jadikan hadiah bagi para readers blog ini yang sudah setia untuk terus menunggu karya FF-FFku ^^ dan FF ini aku buat karna aku ingin membagi kebahagiaanku karna nilai author waktu UAS kemarin naik! bener-bener berbunga-bunga(?) nih hati author hehe >< #ehh kok jadi curhat sih thor?? #ah ga apa-apa lah sekali-sekali xD #sering thor masalahnya-_- #ya mian, hati author memang sedang seneng banget ga pake ajaa ;). Ohya dan 1 lagi jangan lupa RCL ya, tinggalkan jejak please^^ gomawooo 😀 jejakmu sangat berarti bagi author hehe x)

Posted in FF.

[FF] Can You Remember Me?? (Part 2)

Title : Can You Remember Me??

Author : whiteee13

Maincast : Shin Chae Jin (You) , Cho Kyuhyun, Lee Donghae, Shin Chae Rin

Supportercast : cari sendiri ya XDD

Genre : Romance, Life, Sad

Length : Chapter

A/N : Lohaaa lohaaa!!! ga usah banyak ba bi bu lagi, ayo kita mulai berimajinasi di dunia author! ^^

Preview

at 4 pm

Cho Kyuhyun POV

Akhirnya selesai juga tahap audisi pertama, sangat melelahkan sampai membuatku sempat tertidur. Oh iya aku baru ingat, mana Chae Jin? aishhhh bodoh sekali aku ini, bisa-bisanya aku tertidur disini. Karena aku berlari dengan cepat menuju tempat parkir SMTown aku tak sengaja menabrak seorang yeoja. Mian saya sangat menyesal, apakah anda terluka? ah aniyo gwenchanna ucap yeoja itu sambil merapikan tasnya yang berserakan akibat bertabrakan denganku. Aku pun melihat wajah yeoja itu dan ternyata… d.. dia.. Cha.. Chae.. Chae Jin..-ya ucapku dengan tergagap karena terkejut dengan apa yang dilihatku barusan. Mian, apakah saya mengenal anda? deggg….

Still Cho Kyuhyun POV

Apa yang aku dengar barusan?? ia tidak mengenalku?? apa yang terjadi dengannya??. Berjuta-juta pertanyaan berputar searah jarum jam di otakku. Seketika aku lemas mendengar pertanyaannya itu. Dan setelah itu ia pun meninggalkanku sendiri di tempat parkir Gedung SM Entertainment ini. Betapa perihnya hatiku ini, aku harus segera mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi dengannya saat ia berada di Paris. Pasti terjadi sesuatu dengannya disana.

at Shin family house

Shin Chae Jin  POV

Siapa namja tadi?? sepertinya ia terlihat sangat mengenaliku, tapi tunggu.. aku sama sekali tak mengenalinya bahkan melihatnya pun ini baru pertama kalinya. Hari yang aneh batinku. Aku pun segera naik ke kamarku yang berada di lantai 2. Aku sangat lelah hari ini namun hasil yang hari ini kudapatkan tidak lah buruk, karena aku berhasil masuk ke babak audisi berikutnya. Yeaaaaay!! teriakku dalam hati #memangnya hati bisa teriak thor?? #bisa-bisain lah hahaha #plakkkkkkkkk #buuukkkkkkkk #dzienggggggggg #abaikannnnnnnn. Aku pun menghempaskan tubuhku ke atas ranjang ukuran king size milikku, tulangku seakan-akan ingin patah-patah(?) semua. Kuingin memulihkan tenagaku yang baru saja kuhabiskan(?) untuk audisi hari ini, sungguh melelahkan.

Author POV

“Kyuhyun-ya, aku baru megetahui hal ini dari Chae Rin. Kemarin ia bilang padaku bahwa Chae Jin kembarannya sedang mengalami amnesia sementara” ucap Donghae yang terlihat sangat panik.

“MWORAGO?? apa yang kau katakan?? ah Tuhan kenapa semuanya menjadi rumit seperti ini” ucap Kyuhyun sambil menarik kerah putih Donghae dengan kasarnya lalu menghempaskannya begitu saja ke dinding.

“Jeongmal Kyuhyun-ya, itu semua benar. Saat dia berada di Paris ia mengalami sebuah kecelakaan yang cukup parah di bagian kepalanya, sehingga ia mengalami amnesia seperti ini. Kau harus mengerti Kyuhyun-ya, tidak ada yang tahu semuanya akan menjadi seperti ini” ucap Donghae sambil membenarkan kemejanya lalu berjalan mendekati Kyuhyun dan menepuk pundaknya yang kini mungkin terasa sangat berat karena masalah ini.

“Don..dongh..donghae-ya.. aku harus melakukan apa sekarang?? apa mungkin aku harus melupakannya begitu saja?? atau bagaimana?? pikiranku kini sekarang seakan-akan terasa buntu karena masalah ini” ucap Kyuhyun dengan nada bergetar lalu mengacak-ngacak gusar rambutnya yang berwarna pirang itu.

“Aniyo, sekarang kau harus istirahat dan tenangkan pikiranmu. Aku tahu ini semua pasti sangat berat untukmu Kyuhyun-ya, jangan sampai masalah ini mengganggu konsentrasimu di Super Junior. Sudah Kyuhyun-ya, tenang lah” ucap Donghae dengan nada yang lembut dibarengi dengan senyuman khas dari bibir tipisnya.

“Yakk!! apa katamu Donghae-ya??! kau bilang aku harus tenang sekarang??! aku tidak bisa!! kau tak mengerti bagaimana rasanya berada di posisiku, aku sudah mencarinya bertahun-tahun Donghae-ya. Dan apa?? aku harus menerima kenyataan bahwa dia tidak mengenaliku??!” balas Kyuhyun dengan tidak memberikan jeda sedikitpun untuk bernafas sama sekali, Kyuhyun kini terlihat sangat tertekan dengan semua kejadian yang menimpa Chae Jin kekasihnya itu. Mungkin kini Chae Jin tidak menganggap Kyuhyun sebagai kekasihnya lagi dan itu adalah kenyataan pahit yang harus diterima Kyuhyun.

“Hey Kyuhyun, kau kali ini harus mendengarkanku. Kau harus menenangkan dirimu terlebih dahulu, kalau kau tidak bisa berpikir bagaiman bisa kau menyelesaikan masalah ini”?? ucap Donghae dengan sabar tanpa meladeni bentakan dari Kyuhyun yang sedari tadi telah keluar deras(?) dari mulutnya.

“Hmm baiklah Donghae-ya, mian aku kasar terhadapmu. Jeongmal gomawoyo, aku tidak tahu harus melakukan apa sekarang” ucap Kyuhyun dengan nada suara yang sedikit serak, lalu memeluk Donghae dengan eratnya.

“Aniyo gwenchanna, baiklah sekarang lebih baik kau istirahat dulu. Jernihkan pikiranmu” ucap Donghae dengan sangat lembut terlebih ia sangat mengerti bagaimana perasaan seorang Cho Kyuhyun saat ini, sangat rapuh.

Kyuhyun POV

Setelah sekitar 3 jam aku tidur akhirnya akupun terbangun karena mendengar suara-suara berisik dari dapur. Aku yang penasaran pun berjalan perlahan mendekati sumber suara yang kudengar. Ah ternyata ada Siwon dan Eunhyuk di dapur, tumben sekali mereka berdua. Biasanya si Eunhyuk selalu bersama Donghae, ah ani belakangan ini yang paling terlihat adalah KyuHae. Pasti kalian bingung kenapa aku tidak bersama Sungmin hyung?? Sungmin hyung sedang mengambil cutinya untuk melakukan pemulihan pada kakinya 1 bulan ini, dan dengan terpaksa aku tidur sendirian. Sebenarnya Sungmin hyung bisa mengalami cedera pada kakinya karena saat di Music Bank minggu lalu, ia jatuh dan cedera yang dialami Sungmin hyung cukup parah sehingga membuat pihak SM mengambil tindakan untuk memulihkan kakinya yang cedera itu awalnya Sungmin hyung menolak kebijakan dari SM namun akhirnya ia menyetujuinya juga. Sungmin hyung melakukan pemulihan kakinya di Singapura, karena menurut dokter Seoul Hospital dokter yang dapat menangani Sungmin sekarang sedang berada di Singapura.. dan SM pun langsung membawa Sungmin hyung ke Singapura untuk mendapat pengobatan atau pemulihan total.

Setelah aku menambahkan jarakku dengan mereka, akhirnya aku dapat mendengar dengan samar-samar bahwa mereka sedang membicarakan peserta audisi hari ini.

“Hey Siwon hyung #padahal cuma beda 3 hari lahirnya XDD” ucap Eunhyuk kepada hyungnya ini.

“Hmm?? ada apa Eunhyuk?? Ohya kau tahu tidak, ada salah satu peserta audisi SM kali ini yang sangat menarik bagiku. Kemarin aku melihatnya saat audisi, dia sangat berbakat” ucap Siwon sambil mengulum senyum di bibir indahnya itu sehingga menampakan kedua lubang kecil di pipinya.

“Hahaha aniyo aku hanya ingin memanggilmu saja, iseng hehe. Benarkah hyung?? siapa namanya, siapa namanya?? namja atau yeoja??” balas Eunhyuk dengan menampilkan gummy smilenya yang dapat membuat para jewels berteriak histeris.

“Hmm namanya Shin Chae Jin hyuk-ya, dia sangat cantik dan ia juga memiliki aura magnet melebihi YoonA.. kudengar dari para juri dari audisi SM kemarin ialah peserta yang memiliki bakat terbaik. Ia dapat melakukan apapun, atau multitalent. Tentu saja yeoj, monyet..-_-” ucap Siwon dengan girangnya sambil melahap apel yang ada di tangan kanannya itu.

“Wah berarti ceritanya hyung lagi naksir ya sama seseorang, dan seseorangnya itu dia.. Shin Chae Jin. Ah aku penasaran seperti apa wujud(?) dari seorang Shin Chae Jin, sampai-sampai seorang Choi Siwon bisa menyukainya. Pasti dia adalah yeoja yang sangat beruntung haha” ucap Eunhyuk sambil mengambil air dingin dari kulkas berpintu tiga yang ada di dapur.

“Mungkin, aku sangat tertarik dengannya. Bahkan ketertarikanku dengannya melebihi ketertarikan ku dengan Stella, kukira kali ini aku benar-benar menyukainya #ya pasti kalian tahu kan soal stella??” ucap Siwon dengan wajah yang diukir dengan senyum indahnya.

Deg… apa yang aku dengar barusan?? Siwon hyung menyukai Shin Chae Jin?? apa aku tidak salah dengar??. Ya Tuhan masalah apa lagi yang akan menimpa hubunganku dengan Chae Jin, aku tidak siap untuk kehilangannya Tuhan. Tiba-tiba otot-ototku melemas seakan-akan aku akan pingsan sekarang, namun aku tahan karena aku tidak mau mereka tahu bahwa aku ada disini. Dengan langkah perlahan aku pun berjalan kembali ke kamarku, lalu kukunci pintu kamarku lalu melemparkannya kesembarang arah. Aku sudah bingung apa yang harus aku lakukan sekarang ini. Aku tidak mau kehilangan dia, sungguh aku tidak mau kehilangan dia. Sudah cukup aku beberapa tahun ini kehilangan dia, aku tidak mau untuk kedua kalinya kehilangan dia.. ani kuralat benar-benar kehilangan dia. Tapi bayangkan saja sainganku kali ini adalah Siwon hyung. Namja yang bisa dikatakan sangat sempurna. Dan di satu sisi aku tidak bisa berkompetisi dengan hyungku sendiri, apa lagi dia juga merupakan member Super Junior, sama sepertiku. Sebenarnya aku takut untuk melakukan persaingan secara diam-diam ini, namun apa dayaku. Egoku kini lebih menguasai diriku dari pada kedewasaanku. Entah kemana kedewasaanku kini. Namun 1 hal yang kutahu, aku harus mendapatkan Chae Jin.

Shin Chae Jin POV

Hari ini adalah hari audisiku yang ke 2 dan ternyata peserta yang tersisa untuk masuk ke babak ini dapat kutebak dengan hitungan jari. Wah sepertinya hari ini akan menjadi hari yang sangat melelahkan sekaligus menjadi hari yang sangat membahagiakan.

“Noona Shin Chae Jin, silakan masuk” ucap seorang staff SM Entertainment kepadaku.

“Ne, gamsamida” ucapku singkat sembari menyunggikan senyum tipisku.

“Kau pasti adalah yang terbaik dari banyaknya peserta yang datang kemarin. Ayo tunjukkan kelebihanmu” ucap seorang juri memakai mantel hitam dan menutupi matanya dengan kacamata hitam.

“Baiklah” ucapku singkat lalu dengan cepat aku meliuk-liukan badanku sesuai dengan musik yang mengalun serta tak lupa aku bernyanyi dengan power semaksimal mungkin. Alhasil dapat kulihat para juri takjub melihat penampilanku barusan. Bahkan 2 dari 3 juri yang ada memberikanku standing ovicience mereka. Ah sungguh senang sekali, namun walaupun mendapat sanjungan luar biasa dari para juri tidak dapat menjamin aku bis aaman dalam posisi ini. Akhirnya peserta yang ikut audisi hari ini sudah habis dan aku harus menunggu selama satu jam untuk mengetahui hasilnya. Untung saja tadi aku memutuskan untuk membawa pspku, jadi aku tidak terlalu bosan untuk menunggu pengumuman tersebut.

Tiba-tiba saja saat aku mulai berdiri untuk membeli minuman kaleng di counter minuman yang berada tepat di depanku, seorang pria tinggi menabrak tubuhku sehingga pspku jatuh begitu saja ke tanah.

“Mian, biar aku menggantinya” ucap si namja yang barusan saja menabrakku.

“Tidak usah, biarkan saja” ucapku dengan mengulum senyum di atas bibirku.

“Tidak, aku harus menggantinya. Aku minta nomor handphonemu untuk menghubungimu nanti” ucapnya dengan rasa bersalah sembari mengeluarkan ponselnya yang sedari tadi berada di saku jaketnya.

“Tidak, tidak usah. Kau tidak perlu menggantinya. Lagi pula ini kesalahanku juga tidak melihat kanan atau kiri saat beridiri” ucapku dengan menundukkan badanku.

“Hey kau tidak salah sama sekali noona, aku yang salah. Cepat berikan nomormu, kalau tidak aku akan merasa bersalah kepadamu seluruh hidup” ucapnya dengan nada yang terdengar lembut.

“Baiklah, ini” ucapku sambil memberika secarik kertas kepadanya yang bertuliskan namaku beserta nomor handphone yang bisa ia hubungi.

“Gamsahamnida” ucapnya sambil membungkukan badannya.

“Ne” ucapku singkat sambil memberikan senyum terbaikku, entah kekuatan dari mana kurasakan jantungku berdegup begitu kencangnya saat melihat namja misterius itu.

“Shin Chae Jin-ssi, selamat mulai sekarang kau menjadi trainee di SM Entertainment. Cukkhae” ucap salah satu juri kepadaku.

“Jeongmal?? gamsahamnida Jae Won-ssi” ucapku dengan riangnya dibarengi dengan lompatanku kesana kemari(?)

“Bagaimana kau bisa tahu namaku??” tanya juri itu kepadaku.

“Hehe aku melihat name tag di saku jasmu hehe” ucapku dengan senyum yang tak pernah berhenti keluar dari mulutku.

Author POV

“Hey Siwon-ya, kenapa kau senyam-senyum sendiri hah??” tanya Kyuhyun dengan raut wajah bingung melihat kelakuan hyungnya yang satu ini sekarang sudah seperti orang gila #dikejeerrrrrr siwonestttttttttt

“Aku mendapatkan nomor handphone yeoja yang aku sukai keke” ucap Siwon dengan malu-malu sambil memutar-mutar secarik kertas yang sedari ia pegang.

“Mwo??!” ucap Kyuhyun dengan cepatnya sampai-sampai kopi mocca yang sedari tadi ia minum menyembur ke arah muka Shindong yang sedari tadi ada di depannya.

“Yakk evill!!! kau jorok sekali!!!” pekik Shindong tidak terima karena mukanya dinodai(?) oleh Kyuhyun.

“Hey kenapa kau begitu kaget huh??!” tanya Siwon dengan wajah bingungnya melihat ke arah Kyuhyun.

“Ani..aniyo aku hanya tak sengaja tersedak” ucap Kyuhyun gelagapan sambil mengambil tisyu yang ada di meja ruang tamu untuk mengelap wajah Shindong yang terkena semburan mautnya(?)

“Hey!! cepat lap mukaku ini!!” teriak Shindong kepada Kyuhyun dengan mata yang berapi-api(?)

“Yak!! kau ini kenapa sih?? kenapa lebih emosian hari ini?? apa kau sedang datang bulan hyung??” tanya Kyuhyun dengan wajah polosnya.

“KYUHYUUUNNNN!!” teriak Shindong yang kerasnya seperti toak sehingga para member Suju yang lain pun turun melihat apa yang terjadi dengan KyuMin.

“Hey diam kalian berdua!!” teriak Leeteuk dari lantai 2, yang segera menuju lantai 1 untuk menemui 2 boca tengil yang kini sedang beradu mulut.

“Lihatlah hyung muka aegyoku ini, muka ini sudah ternodai oleh Kyuhyunn” ucap Shindong dengan menunjuk-nunjukkan mukanya.

“Ya mian sih hyung. Aku kan udah minta maaf, Shindong hyungnya aja yang emosian. Lagi datang bulan kali dia” ucap Kyuhyun blak-blakan dan diakhiri dengan jitakan keras dari Leeteuk.

“Kalian berdua ini!! minta maaf sekarang, dan kau Kyuhyun cepat bersihkan wajah Shindong” ucap ucap Leeteuk sembari memberikan sapu tangan berwarna hitam miliknya kepada Kyuhyun.

“Ne ne, arraso” ucap Kyuhyun dengan malas lalu mengambil sapu tangan di tang Leeteuk.

“Heh kau Siwon, kau gila atau apa?? kenapa di kondisi seperti ini kau masih bisa saja senyum-senyum seperti itu??” tanya Donghae heran melihat kelakuan Siwon yang sangat aneh menurut semua member.

“Aniyo, aku naik dulu ya” ucap Siwon lalu mendahului mereka semua naik ke atas untuk beristirahat.

“Ada apa dengan Siwon?? apa dia baru saja terbentur??” bisik para member Suju yang lainnya dengan bingung.

“Tidak, dia baru saja mendapatkan nomor handphone gadis yang ia sukai” ucap Kyuhyun dengan raut wajah cemberut, dan ternyata para member menyadari perubahan raut di wajah Kyuhyun.

“Hey maknae, jangan bilang kau cemburu??” ledek Eunhyuk sambil menampilkan deretan giginya yang berderet rapi di tempatnya.

“Bukan urusanmu monyet” ucap Kyuhyun malas sambil melemparkan sapu tangan yang tadi diberikan Leeteuk padanya, dan pergi begitu saja keluar dorm.

Donghae yang baru menyadari kalau gadis yang dimaksud Kyuhyun adalah Chae Jin, ia pun pergi untuk menyusul Kyuhyun.

“Aku keluar sebentar” ucap Donghae dengan cepatnya lalu berlari keluar dari dorm.

“Hey 2 mahluk itu kenapa??” tanya Ryeowook dengan wajah yang bingung.

“Aniyo. Tapi menurutku EunHae couple akan tergeser dengan KyuHae couple” ucap Yesung dengan santainya lalu melenggang pergi meninggalkan member Suju yang lain untuk memberi makan ddangkoma kesayangannya.

“ANIYOOO!!!” teriak Eunhyuk dengan kerasnya sampai-sampai Siwon yang berada di ataspun berteriak memerahi Eunhyuk.

“Hey monyet, aku sedang tidur!!” teriak Siwon dari kamarnya.

“Diam kau monyet!! sudah, kembali ke kamarmu” teriak Leeteuk sambil membungkam mulut member Super Junior yang baru saja mengeluarkan toak masjid(?) yang ia miliki.

——————————————————————————-

“Kyuhyun-ya, apa gadis yang disukai oleh Siwon itu Shin Chae Jin??” tanya Donghae yang jaraknya kini  sudah mulai dekat dengan Kyuhyun

“Hmm kita bahas di cofee eommaku saja” ucap Kyuhyun lemah sambil mengelap keringat yang bercucuran sejak tadi dari pelipisnya.

Kyuhyun POV

Setelah masuk ke cofee milik eommaku, akhirnya aku dan Donghae lebih memilih untuk duduk di meja nomor 13.

“Kyuhyun, benarkah apa yang kukatakan tadi??” tanya Donghae kepadaku dengan antusiasnya.

“…..” hening, tidak ada 1 kata pun yang keluar dari mulutku.

“Kyuhyun, jawab aku. Apakah gadis yang disukai Siwon adalah Shin Chae Jin??” ucap Donghae dengan lembut kepadaku.

“Aku tidak mau membahasnya Donghae” ucapku lemah sambil menahan cairan bening yang rasanya ingin sekali aku tumpahkan disini, namun aku tidak bisa. Aku putuskan untuk memegang erat tangan Donghae untung menenangkan pikiranku, dan…..

“Cekreekk cekrekkkk cekrekkkk”

—-Paparazzii—-

Keesokan Harinya

Untuk sekian lama baru hari ini Eunhyuk membaca majalah, ya maklum saja ia benci untuk membaca. Tapi entah kenapa hari ini ia memiliki hasrat untuk membaca dan tiba-tiba saja ia shock melihat judul cover majalahyang sedari tadi ia pegang.

“KyuHae Couple Akankah Mengalahkan EunHae Couple??”

TBC

Otthe?? jelekkah?? baguskah?? mian kalau masih ada typo-typo yang kurang berkenan(?) di hati para readers T^T tapi overall aku udah berusah menyelesaikan ini walaupun lama. Author soalnya baru selesai uas nih hehe ^^ dan ternyata nilai author meningkat wohooooooooooooooo #ehh kok jadi curhat sih #plaaaaaaaaaaaaaakkkkkkkkkkkkkkkkkkkk.  Part selanjutnya akan dibuat, tapi jangan pernah bosan menunggu ya! XD RCL please, tinggalkan jejakmuuuu!! X) Gomawo readersku tercintahhhhh 😉 :3

[FF] Your Love Change My World (Part 3)

Title : Your Love Change My World

Maincast : Im YoonA, Lee Donghae, Tiffany

Supportercast : temukan sendiri chingudeul XD XD

Genre : Romance, Life, Chapter, Sad

A/N : Halooo haloooooo readers!! ^^ kini author membawa part 2 dari ff “Your Love Change My World”, tak usah berbabibubebo lebih baik lansung berfantasi di dunia author!! ^^ mian kalau masih ada typo, karena author juga seorang manusia T^T tapi gomawoyo chingudeul sudah mau menyempatkan waktunya untuk mengunjungi blogku XD XD sungguh-sungguh tersanjung(?). Ayo lanjut ke part 2!!

Preview

at Taman Seoul

Kini aku dan Donghae sudah sampai di depan taman Seoul, 1 kata yang dapat mendeskripsikan taman ini.. INDAH. Pemandangan beraneka bunga yang ada disini ditambah dengan anak-anak kecil yang bermain-main di taman playground yang ada disini sangat menyenangkan. Disini juga banyak para pedagang yang menjual beraneka jenis makanan & minuman, ah lengkap sekali tempat ini. Aku pun yang sedari sempat tertegun dengan keindahan Taman Seoul disadarkan oleh seorang namja yang tak lain adalah Donghae.

“YoonA-si, kau mau es krim tidak??” tanya Donghae dengan sangat ramah kepadaku.

“Ah? ne gomawo oppa. Aku mau yang coklat hehe” ucapku sambil tersenyum-tersenyum sendiri, karna kalian tahu kenapa?? aku sangat menyukai es krim coklat. Dan ini lah saat yang tepat untuk bersantai sambil memakan es krim coklat hanya berdua saja dengan Donghae.

“Tunggu sebentar YoonA-ya” ucap Donghae sembari meninggalkanku perlahan dari dimana tempat aku duduk, yaitu di kursi taman.

Aku akhirnya memilih untuk menunggu Donghae disini sambil mengecek iphone5ku yang kumasukkan ke tas kulit putih yang sedari tadi bergantung di tanganku. Bermain game, memutar lagu, dll. Sudah 1 jam aku menunggu Donghae disini, namun ia tidak kunjung datang. Dimana dia?? kini perasaanku merasa tidak tenang, aku pun segera mencarinya ke seberang jalanan tempat pedagang es krim itu berjualan, walaupun sedikit jauh namun masih dapat tertangkap oleh indra penglihatanku. Eh kenapa disitu ramai?? aku pun dengan tergesa-gesa mendekati kerumunan tersebut, dan aku pun perlahan mendorong pelan orang-orang yang menutupi jalanku untuk mendekati seseorang namja yang kudengar tertabrak sebuah truk 1 jam yang lalu. Dan kalian pasti tidak percaya, namja itu membawa 2 es krim ditangannya dan ia memakai sebuah gelang yang sangat tidak asing bagiku.

“DONGHAEEEEE OPPA!!!”

YoonA POV

at Seoul Hospital

“Hwaaaaaaaaa ottokhae?? ottokhae Tiffany?? apa yang harus aku lakukan sekarang?? aku tidak mau untuk kedua kalinya kehilangan seseorang yang sangat aku cintai” ucapku tanpa jeda yang menampakan kekhawatiranku kepada Donghae sekarang.

“Sudahlah YoonA, percaya padaku Donghae pasti kuat. Donghae pasti bisa sehat kembali seperti sedia kala” ucap Tiffany sambil mengelus pelan pundakku yang sedari tadi naik turun tak beraturan.

“Tiffany, aku takut. Aku trauma dengan kecelakaan seperti ini” ucapku dengan pelan kurasakan kakiku kini sangat lemas dan untuk berdiri pun aku rasa aku tak sanggup.

“Sudah tenanglah jangan seperti ini terus. Percayalah kalau Donghae akan baik-baik saja” ucap Tiffany dengan wajah yang terlihat sangat khawatir terlebih ia adalah saudara sepupu Donghae.

“Tiffany bagaimana keadaan Donghae?? kenapa ia bisa seperti ini??” tanya seorang perempuan paruh baya yang kuyakin dia adalah eomma Donghae. Karena wajahnya sangat lah mirip dengan Donghae.

“Aniyo ahjumma tenang, dia tadi tertabrak sebuah truk dan truk tersebut melarikan diri begitu saja” terang Tiffany kepada nyonya Lee yang sedari tadi raut wajahnya terlihat sangat khawatir dengan keadaan anaknya saat ini.

“Bagaimana ahjummamu ini bisa tenang?? Donghae oppa sekarang dalam keadaan kritis Tiffany” teriak eomma Donghae kepada Tiffany dapat kurasakan di setiap perkataannya dia sangat khawatir dengan keadaan Donghae, wajar saja seorang ibu khawatir terhadap anaknya. Aku menyesal andai saja aku tidak mengiyakan tawarannya tadi, pasti Donghae sekarang masih berada disampingku.

“Eomma, hyung kenapa?? hyung baik-baik saja kan eomma??” tanya seorang anak kecil berkuncir dua yang sedari tadi menggandeng tangan perempuan paruh baya itu.

“Gwenchanna Hyenim, oppamu tidak kenapa-kenapa. Ayo kita duduk disana” ucap eomma Donghae kepada yeoja kecil itu yang dapat kuketahui bahwa yeoja manis itu adalah adik kecil Donghae.

“Baiklah eomma, lagi pula Donghae oppa kan sudah janji kepadaku untuk bermain bersamaku. Tidak mungkin ia melupakannya” balas yeoja manis yang bernaa Hyenim itu sambil menyunggingkan senyum tipis dibibirnya. Sungguh manisnya adik Donghae batinku.

“Ya YoonA-ya??! kenapa kau diam saja huh??” tanya Tiffany kepadaku sambil menyenggol lengan kiriku.

“Aku memangnya mau berbicara apa??” tanyaku dengan wajah seinnocent mungkin, ya kalian pasti mengerti apa yang kukatakan barusan. Aku bukan siapa-siapa Donghae oppa, kenapa aku harus berbicara dengan eommanya?? sangat tidak enak sekali.

“Kau ini berpura-pura bodoh atau apa sih YoonA-ya, kau ini kan ‘teman dekat’ Donghae, sudah selayaknya kau memberikan penjelasanmu kepada orangtuanya Donghae. Ah kau ini” ucap Tiffany tidak terima kepadaku karna seakan-akan aku menganggap hal barusan ini adalah hal yang sangat sepele.

“Ya mungkin aku bodoh” ucapku datar sambil berjalan pergi meninggalkan Tiffany dan segera menghampiri dokter yang baru saja keluar dari ruangan Donghae.

“Bagaimana keadaannya dokter??” tanya eomma Donghae kepada dokter tersebut lalu aku pun mulai menyimak apa jawaban yang akan keluar dari mulut dokter tersebut.

“Apakah kau keluarganya??” tanya dokter tersebut sambil mengalungkan alat kedokterannya #author lupa apa namanya XD XD #abaikannn

“Iya saya eommanya dok, bagaimana keadaan anak saya Donghae??” tanya perempuan paruh baya itu sambil menggenggam erat tangan Hyenim yang sedari tadi memang ada di sampingnya.

“Hmmm maaf ada yang harus saya bicarakan dengan anda, mari ikut ke ruangan saya” ucap dokter tersebut, terdengar nada kecemasan dari perkataan dokter tadi. Ah aku semakin penasaran dengan apa yang ingin dikatakan dokter kepada eomma Donghae, semoga tidak terjadi sesuatu yang buruk dengannya.

“Baiklah, permisi.. kau temannya Donghae kan??” tanya eomma Donghae kepadaku.

“Ne ahjumma, ada yang bisa saya bantu??” entah kenapa bahasaku berubah menjadi sebaku ini.

“Boleh aku titip Hyenim kepadamu?? aku ingin ke ruangan dokter sebentar” ucap eomma Donghae sambil menyunggingkan senyum tipisnya kepadaku.

“Ne tentu saja” ucapku singkat lalu membalas senyuman hangat dari nyonya Lee barusan.

“Hyenim-ya, eomma mau berbicara dengan pak dokter dulu. Kau disini bersama kakak ini ya, namanya YoonA eonni. Jangan nakal ya” ucap eomma Donghae kepada anak terkecilnya itu sambil mengusap puncak kepalanyaa.

“Ne eomma, ayo kita main eonni” ucap Hyenim sambil menarik pelan tanganku dan tak lupa menyunggingkan senyum riangnya kepadaku, ah sungguh manisnya anak ini. Beruntung sekali Donghae oppa memiliki dongsaeng seperti Hyenim.

“Baiklah, kau sudah siap??” tanyaku dengan nada menggoda sambil memberikan wink andalanku.

“Tentu saja!” teriak Hyenim kepadaku.

“Hey ini rumah sakit Hyenim-ya, ssstttt” ucapku sambil menjitak pelan puncak kepala Hyenim.

“Ah appo!! Ohya aku lupa hehe mian” ucap Hyenim dengan wajah polosnya, ah betapa imutnya kau Hyenim batinku.

“Baiklah gomawo YoonA-shi” ucap eomma Hyenim kepadaku, Ya Tuhan karena Hyenim aku sampai lupa kalau eomma Hyenim masih ada disebelah kami.

“Ne cheonmanneyo ahjumma” balasku sambil menampilkan(?) rentetan gigiku yang putih ini #senyummmm pepsodentttttt #hey author kau ini menggangu saja!! #peaceee readers! ._.v back to story xD

Author POV

Kini Hyenim sedang bermain dengan YoonA dan Tiffany di taman bermain yang berada di rumah sakit ini. Dan sedangkan ditempat lain ada seorang perempuan paruh baya yang kini tengah sangat cemas dengan keadaannya, siapa lagi kalau bukan eomma Donghae. Ia kini sedang berbicara serius dengan dokter mengenai kecelakaan yang baru saja dialami oleh anaknya.

“Dokter, bagaimana keadaan anak saya Donghae??” tanya perempuan paruh baya itu kepada seorang laki-laki yang memakai jas putih lengkap dibadannya.

“Hmm begini nyonya Lee, Donghae mengalami benturan yang cukup keras dikepalanya. Dan karena benturan itu untuk sementara waktu Donghae kehilangan sebagian ingatannya” ucap dokter itu sangat pelan, ia sangat tahu pasti perempuan paruh baya didepannya ini akan sangat shock setelah mendengarkan ucapannya barusan ini.

“MWO??? kau tidak bercanda kan Kang Dong-sii” balas perempuan paruh baya itu, kini badannya serasa tidak mampu bekerja dengan baik. Ia tidak bisa menerima kenyataan yang diterima olehnya saat ini.

“Saya tidak bercanda nyonya, ini lah kenyataan yang ada. Namun ini hanya amnesia sementara dan dapat pulih kembali” ucap dokter tersebut kepada eomma Donghae yang diyakini saat ini sangat bingung harus melakukan apa dengan anaknya itu.

“Baiklah dokter, lalu bagaimana cara untuk mengembalikan ingatan anak saya itu??” tanya eomma Donghae yang sedari tadi terlihat sangat cemas dan khawatir dengan keadaan anaknya.

“Sebenarnya ada. Yang pertama ia harus mengalami kecelakaan yang mengakibatkan benturan di kepalanya lagi dan kedua biar waktu yang memulihkannya. Jika ada orang-orang yang mau membantu Donghae untuk mengingat masa lalunya dulu, lambat laun ingatan Donghae akan dapat kembali seperti semula” ucap dokter tersebut panjang lebar sambil membuka tutup lembaran-lembaran yang sedari tadi ia bawa.
“Baiklah dokter terimakasih, kalau begitu kapan ia bisa pulang??” tanya perempuan paruh baya itu kepada dokter.

“Lusa sudah boleh pulang, ingat jangan memaksakan Donghae untuk mengingat semuanya. Memori Donghae akan kembali secara bertahap” ucap dokter sambil menuliskan resep obat yang akan ia berikan kepada Donghae.

“Baiklah, saya bisa membeli resep obat ini dimana dok??” tanya nyonya Lee kepada dokter Kang Dong.

“Nyonya belok ke kiri setelah keluar dari ruangan ini, lalu terus saja lurus dan nanti anda akan bertemu dengan apotek rumah sakit ini. Dan berikan resep ini” ucap dokter tersebut sambil menunjukan arah jalan yang dimaksud kepada nyonya Lee.

“Gomawoyo dokter” ucap eomma Donghae sambil membungkukan punggungnya sampai membentuk sudut 90 derajat.

“Ne” balas sang dokter sambil memberikan senyuman tipis di bibirnya yang tipis itu.  Tak lupa juga ia membungkukan badannya membalas perlakuan(?) nyonya Lee yang ada di hadapannya.

————————skip two days—————————–

YoonA POV

Eomma Donghae bilang padaku bahwa Donghae mengalami amnesia sementara, entah mengapa tiba-tiba saja dadaku serasa sesak mendengarnya. Aku takut kalau Donghae melupakan memorinya bersamaku, tapi kau harus buang jauh-jauh pikiran buruk itu YoonA. Aku pun mulai membantu orang tua Donghae untuk membereskan dan membawakan koper yang Donghae bawa sejak tinggal di rumah sakit. Ya hari ini aku sangat senang dengan kepulangan Donghae dari rumah sakit namun aku juga hari ini sangat takut, ya pasti kalian tahu apa yang aku takutkan.

“Tiffany-ya, aku harus bagaimana?? aku belum siap jika Donghae melupakanku” ucapku dengan pelan kepada Tiffany sambil menekukan mulutku.

“Kau ini jangan berpikir macam-macam YoonA-ya” ucap Tiffany sembari membereskan barang-barang Donghae yang masih ada di rumah sakit, ya memang eommanya menyuruh Donghae terlebih dahulu dan nanti barang-barangnya akan dibawakan oleh appanya, Tiffany dan aku. Setelah itu kami baru menyusul ke rumah untuk bertemu dengan Donghae.

“Arra-arra Tiffany-ya” ucapku sambil memanyunkan bibirku. Wajahku sejak pagi tadi memang selalu terlipat(?) karena memikirkan hal yang bukan-bukan(?). Ah ayolah YoonA, pikiran macam apa itu.

Ah akhirnya kami pun selesai membereskan semuanya, dan sekarang kami akan bergegas pergi ke rumah Donghae. Ya aku sangat tidak sabar untuk menemuinya. Namun aku juga khawatir, aku sangat takut kalau ia melupakanku.

at Donghae House

Author POV

Kini mereka sudah sampai di rumah Donghae dengan membawa segala bawaan(?) mereka yang sedari tadi sudah mereka siapkan. Terlihat sosok namja tampan yang tengah bermain piano putih di tengah ruangan keluarga. Siapa lagi kalau bukan Donghae. YoonA dan Tiffany sangat senang melihat kondisi Donghae yang bisa dikatakan sangatlah baik dan sentosa(?). Dan untuk pertama kalinya YoonA melihat aksi Donghae dalam memainkan tuts-tuts piano, sangat lah handal batin YoonA. YoonA pun dengan perlahan mendekati Donghae, ia ingin memastikan apakah Donghae melupakannya atau tidak.

“Donghae, bagaimana kabarmu??” tanya YoonA seraya mengukirkan senyum manis diatas bibirnya.

“Hmm? mian kau siapa??” tanya Donghae dengan wajah bingung melihat sosok wanita cantik yang sekarang ini ada didepannya.

“Kau tidak mengingat YoonA Hae??” ucap Tiffany yang memotong sebentar pembicaraan Donghae dan YoonA, dapat terlihat jelas raut kecewa Yoona karena perkataan Donghae barusan.

“Ani aku tidak tahu ia siapa. Memanganya dia siapa Tif??” tanya Donghae yang kini sudah mulai memperhatikan 2 yeoja yang sedari tadi menatapnya aneh. Atau mungkin lebih tepat dikatakan kalau mereka berdua kini tidak percaya akan sosok Donghae yang baru(?)

“Dia YoonA, kau tidak mengenalnya??” tanya Tiffany sambil memasang wajah penasaran kepada Donghae, diikuti dengan Yoona yang sedari tadi menahan tangisnya yang ingin meledak sekarang juga.

“YoonA?? aku tidak tahu sepertinya” jawab Donghae dingin lalu mulai beranjak meninggalkan mereka berdua yang kini terpaku di tempat mereka duduk. Sebenarnya Donghae merasa bahwa ia mengenal gadis yang bernama YoonA tersebut, namun ia masih ragu akan perasaannya tersebut.

YoonA POV

Donghae yang kukenal kini sepertinya sudah berubah menjadi Donghae yang pendiam dan super duper(?) cuek. Setahuku  dulu ia sangat lah dekat dengan Tiffany, namun sekarang?? keadaan tersebut berbalik 180 derajat dari sebelumnya. Memang sudah beberapa hari ini aku baru berkenalan ke 2 kalinya dengan Donghae, namun tidak ada peningkatan yang baik dengan hubungan kami. Bahkan aku sempat mendengar gosip bahwa ia akan mengambil cuti kuliah sementara karna diterima menjadi trainee di sebuah perusahaan entertainment terbesar di Korea Selatan bernama SM Entertainment. Aku sebenarnya sangat syok mendengarkan berita dari Tiffany ini, namun apa daya semua ini memanglah kenyataannya.  Padahal setahu Tiffany Donghae tidak pernah bercita-cita menjadi seorang entertainment. Namun karena seseorang artis yang memikat hatinya ia memutuskan untuk terjun ke dunia entertainment, dan Donghae pun diterima pada sebuah audisi SM pada 2 pekan yang lalu. Aku sebenarnya sangat penasaran siapa yeoja yang berhasil memikat hati pria tampan seperti Donghae, pasti ia adalah wanita yang sangat beruntung. Dadaku seketika terasa sangat sesak mendengar berita yang kupikir adalah berita buruk untukku. Namun apa boleh buat aku hanya lah kenangan Donghae yang sudah ia lupakan. Kami pun sudah merampungkan tugas drama kami, dan kini lah saatnya aku pasti sudah tidak akan bertemu dengan Donghae lagi.

Donghae POV

Hey hari ini aku mulai trainee di SM entertainment, waktuku kecil aku tidak pernah bercita-cita untuk menjadi seorang entertainer karena menurutku persaingan di dunia entertainer Korea Selatan sangat lah ketat(?). Tidak sedikit berita tentang artis atau orang biasa yang bunuh diri karna depresi akan persaingan yang sangat ketat di Korea. Namun kini niatku menjadi seorang entertainer sudahlah bulat. Kau mau tahu kenapa aku sekarang ingin sekali menjadi seorang entertainer?? karena aku ingin lebih mengenal sosok yeoja yang belakangan ini sangat kukagumi di layar kaca. Ya namun setelah ini bisa kupastikan aku akan lebih dekat dengannya di kehidupan keseharian kami. Kalian pasti tahu ia siapa, ia adalah seorang member Girlband terkenal di Korea Selatan. Dia adalah.. #jengjengjengjeng #jegeeeeerrrrrrrrrrrrrrr

TBC

Otthee?? bagaimanaaa?? seru tidak?? xD mian sekali karna baru mengeluarkan(?) lanjutan chapter dari part 2 terlalu lama T^T kalian mau tahu kenapa?? # ga ada yangg mau tau thoorrr-__- #Hahaha yasudahah u,u Ohya lanjut lagi disini author bakal nambahin cast gitu tapi bingung mau masukin castnya siapa. Sebenernya udah ada sih, tapi author ingin lebih berinteraksi dengan para readers hehe 😀 RCL pleasee 😉 tinggalkan jejak dora ya *ehhh hehe Gomawo readers 🙂

[FF] Your Love Change My World (Part 2)

Title : Your Love Change My World

Maincast : Im YoonA, Lee Donghae, Tiffany

Supportercast : temukan sendiri chingudeul XD XD

Genre : Romance, Life, Chapter

A/N : Halooo haloooooo readers!! ^^ kini author membawa part 2 dari ff “Your Love Change My World”, tak  usah berbabibubebo lebih baik lansung berfantasi di dunia author!! ^^ mian kalau masih ada typo, karena author juga seorang manusia T^T tapi gomawoyo chingudeul sudah mau menyempatkan waktunya untuk mengunjungi blogku XD XD sungguh-sungguh tersanjung(?). Ayo lanjut ke part 2!! 😀

Preview

Princess Hours ini mengisahkan kehidupan seorang gadis (Han Chae Kyung) dari kalangan rakyat biasa yang harus menikah dengan seorang Putera raja (Lee Shin) karana desakan ekonomi dan janji yang pernah dibuat oleh keluarga Han Chae Kyung dengan keluarga diraja. Pernikahan ini harus terjadi karana desakan keluarga diraja yang harus segera mengisi posisi calon raja kerana raja yang sekarang sedang dalam keadaan tidak sihat. Proses untuk menjadikan Han Chae Kyung sebagai calon permaisuri menjadi babak lawak. Namun karena sifatnya yang selalu ceria membuat dia diterima oleh pihak kerajaan. semasa pernikahan mereka datanglah Lee Yul, setelah 14 tahun meninggalkan Korea dengan ibunya Yul, sebenarnya Lee Yul juga adalah seorang putera raja, yang akan menjadi persaingan calon raja korea. Kisah menjadi lebih menarik setelah bekas kekasih Lee Shin yaitu Min Hyo Rin seorang penari balet sturut kembali ke korea dan ingin kembali bercinta dengan Lee Shin. Namun disatu sisi lain Lee Shin secara diam-diam mulai mencintai Han Chae Kyung. Han Chae Kyung pun sebaliknya merasakan perasaan tersebut sejak lama, namun ia tidak berani menunjukan sikap perhatiannya dengan Lee Shin. Dan ternyata Lee Yul sejak pertama mengenal Chae Kyung sudah sangat menyukainya, perasaan itu semakin lama semakin tumbuh menjadi rasa cinta. Namun kembalinya ibu Lee Yul bersamanya tidak hanya sekedar hanya kembali namun memiliki sebuah rencana jahat yang ingin ibunya lakukan untuk menghancurkan keluarga kekaisaran dan merebut kembali semua apa yang seharusnya menjadi miliknya jika suaminya tidak meninggal. Saat pertemuan awal Lee Shin dan Chae Kyung, mereka selalu bertengkar. Mungkin dari kebiasaan itu lah tumbuh perasaan cinta dalam diri mereka masing-masing, perasaan benci berubah mennjadi cinta.. lucu bukan?? ini lah yang mereka alami. Di akhir episode mereka akhirnya bahagia bersama walaupun melewati banyak rintangan yang ingin mengkandaskan kisah cinta mereka namun mereka bisa melewatinya. 

“Sangat mengharukan sekaligus membahagiakan sepertinya” ucap Donghae yang masih fokus dengan sinopsis dari naskah yang sedang dipegangnya.

“Tentu saja, sangat mengharukan dan juga membahagiakan.. lucu dan romantis. Semua paket lengkap dalam drama ini” ucapku dengan wajah yang berseri-seri.

“Ne, aku pernah menontonnya namun tidak sampai habis. Sayang sekali” ucap Donghae lalu mulai menatap dalam manik mataku dan sangat sukses membuatku habis kata untuk membalas perkataannya.

“A..ah ne sayang sekali” ucapku dengan sedikit terbata-bata, dan tiba-tiba #brukkkkkkkkkkk ada seseorang yang menabrakku dan kini kurasakan tangan kekar seseorang telah bertengger dipinggangku dan mata kami saling bertemu, sangat terasa hembusan nafas hangatnya yang menerpa wajahku.. dan ternyata dia adalah.. deggg….

“Kau tidak apa-apa YoonA-ya??”

————————————————————————————————–

Still YoonA POV

“Kau tidak apa-apa YoonA-ya??” ucap seorang namja tampan kepadaku.

“Aniyo gwenchanna” ucapku dengan terbata-bata karena apa?? kalian tahu jantungku kini berdetak 100 kali lebih cepat dari biasanya. Ah perasaan ini semakin aneh~

“Baiklah, sini bangun” ucap namja tampan tersebut yang tak lain adalah Donghae, namja yang secara diam-diam aku sukai.

“Ah..n..ne” ucapku lagi dengan tergagap dan kali ini nyatanya gagapku sangat terlihat dan tampak sadar pipiku mengeluarkan semburat merah yang menandakan bahwa aku malu sekarang ini ><.

“YoonA-ya, pipimu kenapa merah seperti itu?? apakah kau benar-benar tidak apa-apa??” tanya Donghae dengan menatap intens kepadaku lalu mengusap pipiku yang kuyakin sudah semerah kepiting rebus ini, ah aku sangat malu ><.

“A..ah aniyo Donghae oppa, aku hanya sedikit tidak enak badan saja. Tak perlu khawatir” ucapku dengan memalingkan wajahku karna aku tak tahan jika terus menatapnya, matanya yang teduh itu seakan-akan menjadi candu yang menggila bagi diriku.

“Baiklah, ohya apakah kau tidak lapar YoonA-ya??” balas Donghae dengan memegangi perutnya yang kukira pasti kini sudah sangat lapar.

“Aniyo oppa, aku masih kenyang. Kalau kau mau pergi makan tak apa, aku masih ingin membaca naskah ini” ucapku sambil membuka satu-persatu lembar naskah yang benar-benar menyelamatkanku kali ini.

“Ah kau bisa membacanya di kantin YoonA-ya, ayolah temani aku. Aku sedang ingin ditemani. Kau bisa minum saja di kantin, tak perlu makan. Waeyo??” ucap Donghae masih memegangi perutnya, namun kali ini ia mengeluarkan puppy eyesnya.

“Baiklah, akan aku temani” balasku dengan menyunggikan senyum kebanggaanku.

“Ok, kajja!!” ucap Donghae yang bisa dikatakan sedikit berteriak lalu menarik tanganku lalu menggandengnya. Ah mimpi apa aku semalam?? ah ><

Donghae POV

Untung saja tadi aku berani mengajaknya ke kantin ani tepatnya aku sedikit memaksanya hehe. Dan kini kami mulai memesan makanan beserta minumnya. Ah tidak pernah kubayangkan aku bisa makan siang bersama YoonA.

“YoonA-ya, kau mau makan apa??” ucapku sambil menyodorkan buku menu kepadanya, lalu ia membuka buku menu tersebut.

“Hmm aku ingin lemon tea hangat saja oppa, kau sendiri ingin apa oppa??” tanyanya kepadaku lalu dengan reflek aku pun langsung melontarkan apa yang ada di otakku.

“Aku ingin kau YoonA-ya” ucapku dengan lantangnya, ah Donghae!! apa yang kau lakukan??! rutukku dalam hati.

“Hmm?? apa oppa?? tadi aku tidak dengar, suara mahasiswa disini sangat keras sekali sehingga barusan aku tidak dapat mendengar jelas apa yang oppa ingin pesan. Mianhae, bisa oppa ulangi??” ucap YoonA lalu mengulang pertanyaan yang sama lagi kepadaku.

“Aku ingin kimchi dan minumnya green tea hangat” ucapku kepadanya sambil mengulum senyum indah di bibir tipisku ini karna aku sangat bersyukur YoonA tidak mendengar apa yang aku katakan barusan, hatiku seakan-akan lega tiba-tiba.

“Baiklah, pelayan!!” teriak YoonA kepada pelayan di kantin ini, lalu yang merasa dipanggilpun datang menhampiri kami berdua.

“Sudah ini saja??” tanya pleayan itu kepada kami.

“Iya, tolong jangan terlalu lama ya” ucap YoonA sopan lalu memberikan senyum khasnya kepada pelayan tersebut, ah dia memang yeoja idaman.

“Baiklah, apakah kalian adalah sepasang kekasih?? kalian terlihat sangat serasi” ucap pelayan itu sambil mengulum senyumnya.

“A..ah?? aniyo.. ka..mi kami bukanlah sepasang kekasih” ucap YoonA dengan spontan, dan kuyakin kini pipiku mengeluarkan semburat merah. Dan.. apa aku tidak salah lihat?? pipi YoonA juga berubah menjadi merah. Sangat lucu sekali.

“Mianhae maaf kalau saya lancang, tapi kalau begitu  sayang sekali padahal kalian sangatlah serasi, baiklah saya tinggal dulu. Permisi” ucap pelayan itu sambil menundukkan badannya yang membentuk sudut 90 derajat lalu pergi meninggalkan kami berdua.

Entah sejak kapan udara disekeliling kami terasa sangat panas yang membuat kami gerah, padahal di kantin ini sudah dipasang AC. Apa mungkin karena perkataan bibi pelayan tadi?? ah molayo, tapi aku tidak suka dengan keadaan saling diam seperti ini.

“YoonA-ya?? ucapku yang mulai memberanikan diri untuk berbicara terlebih dahulu kepadanya.

“Hmm??” gumam YoonA seadanya, aku tahu dia juga merasakan suasana yang tidak disukanya.

“Gedung yang akan kita pakai untuk latihan hari ini apakah sudah siap YoonA-ya?? tanyaku kepadanya, ah aku sangat membenci untuk berbasa-basi. Namun entah kenapa mulutku mengeluarkan kata-kata seperti ini.

“Tentu sudah, aku tadi sudah menelpon salah satu pekerja disana untuk menyiapkan semuanya” ucap YoonA sambil mengambil sebuah majalah yang ada di bawah laci meja kantin ini.

“Oh begitu, baiklah. Kau memiliki berapa saudara kandung YoonA-ya?” pertanyaan ini terlontar begitu saja dari mulutku.

“Hmm?? aku mepunyai 2 bersaudara. 1 dongsaeng dan 1 eonni, tapi eonni sudah meninggal karena penyakit kanker yang diidapnya” ucapnya sambil memandang luar jendela bening yang memang berada tepat disebelah kami, aku dapat melihat matanya yang mulai berkaca-kaca seakan-akan menandakan ia sedang menahan tumpahan cairan bening yang ingin keluar dari sudut matanya.

“Ah mianhae aku tidak tahu. Jeongmal mianhae membuatmu teringat kembali dengan masa lalu yang pahit itu” ucapku dengan lemah karna kini aku sangat merasa bersalah kepadanya telah menanyakan tentang saudara kandungnya.

“Aniyo gwenchanna, aku lagipula tidak menangis” ucap YoonA lalu dengan cepat menyeka perlahan air matanya yang kuyakini sedari tadi ingin keluar dari sudut-sudut mata indah YoonA.

“Sudah jangan bohong YoonA-ya, terlihat jelas kau ingin menangis” ucapku lalu menarik kepala YoonA lalu menyederkannya didada bidangku, entah keberanian dari mana aku berani melakukan hal ini.

“Aniyo aku tidak apa-apa” ucapnya lalu dengan perlahan menjauhkan kepalanya dari dada bidangku.

“Ani, mianhae tadi aku refleks melakukan hal itu supayakau tenang YoonA-ya” ucapku dengan raut wajah yang bersalah karena perlakuanku kepadanya barusan.

“Gwenchanna oppa, aku mengerti” ucap YoonA dengan dibarengi senyum manisnya kepadaku.

“Baiklah makanan sudah datang!! ayo kita makan!!”

skip 1 month

YoonA POV

Aku dan Donghae semakin lama semakin dekat, aku merasa cocok dan nyaman dengannya. Tentu saja seperti itu, bagaimana tidak?? aku kan sangat menyukainya ani ralat aku sangat mencintainya. Kami setiap harinya sering bertelponan satu sama lain dan tentunya memberikan pesan singkat juga. Tiffany pun tahu tentang kedekatanku dengan Donghae karena aku sendiri yang memberi tahunya. Tapi kukira ia akan mengejekku jika aku bertemu dengan Donghae, tahunya ia diam seperti biasanya bahkan dia sudah tak mengejekku lagi. Ohya bagaimana dengan nasib drama Princess Hours yang akan kami pertunjukkan sebulan lagi?? kami sudah hampir menyelesaikan drama tersebut, mulai dari kostum dll. Dan kalian tahu?? aku dan Donghae di dalam drama tersebut harus melakukan adegan ciuman beberapa kali. Dan besok adalah latihan pertamaku di bagian kissing scene. Ya aku tidak bisa membayangkan betapa merahanya wajahku nanti saat berhadapan denganya. Hahaha karena Donghae aku sudah bisa melupakan segala masa laluku yang pahit, dan sekarang aku sudah berubah. Aku bukan YoonA yang pendiam dan tak pandai bergaul kini aku berubah menjadi yeoja yang aktif dan pandai bergaul dengan siapapun itu semua berkat keberadaan Donghae disampingku, aku sangat bersyukur karena Tuhan telah mengirimkan namja baik & tampan sepertinya untukku. Hari ini adalah hari weekend dan itu berarti tandanya aku dan Donghae akan pergi bersama hari ini, tahu kenapa?? karena kami berdua memang setiap weekend akan berjalan bersama-sama ke suatu tempat. Sebenarnya hal ini seperti melakukan kencan bukan? haha molayo. Aku pun sedari sudah bersiap-siap untuk pergi dengannya hari ini, aku memutuskan untuk memakai dress berwarna putih lalu dipadukan dengan high heels berwarna putih bening juga. Sangat pas untukku. Kami berdua memiliki janji hari ini jam 5 sore, dan ini sudah jam 4.45. Lebih baik aku menunggu dibawah, sambil menonton Running Man ^^.

Donghae POV

Kini aku sudah sampai di depan rumah YoonA POV, 1 kata yang bisa mendeskripsikan rumahnya adalah WOW. Aku pun memakirkan mobilku didepan rumahnya, lalu aku masuk dan memencet bel rumahnya. Setelah 10 detik menunggu akhirnya seseorang yang dari tadi aku tunggupun keluar. Ia terlihat sangat cantik & anggun, siapa lagi kalau bukan YoonA. Aku sempat beberapa detik tak berpaling darinya karena penampilan dan auranya yang sangat menempel lekat didiriku.

“Yak Donghae oppa, apa yang kau lamunkan??” tanya YoonA sambil mengibaskan tangannya didepan mataku.

“Huh?? aniyo, kau terlihat sangat cantik YoonA-ya” ucapku terang-terangan yang berhasil membuahkan jitakan keras dikepalaku.

“Yak!! oppa ini menggombal melulu. Ayo sekarang pergi” ucap YoonA tanpa jeda sedikitpun, namun dapat kulihat semburat merah keluar dari pipinya yang kurus itu.

“Appo!! Hahaha itu kenyataannya YoonA-ya” ucapku sambil terkekeh geli melihat tingkah lucu yeoja yang aku cintai ini, namun sampai sekarang aku masih bingung kapan waktu yang tepat untuk mengungkapkan isi hatiku padanya.

YoonA POV

Apa-apaan Donghae oppa ini, ia menggombaliku dan tentunya hal itu sukses membuatku salah tingkah didepannya><. Aku akan berpura-pura marah padanya, lihat saja kau oppa kekekke~

“YoonA-ya, kenapa kau diam terus sedari tadi?? apa kau masih kesal dengan oppa??” tanya Donghae yang terlihat mulai khawatir dengan perubahan sikapku, hahaha rasakan kau oppa batinku.

“Ani” ucapku singkat lalu membuang muka ke arah jalan.

“Yaa YoonA-ya, aku minta maaf. Aku hanya bercanda saja, lucu bercanda denganmu” ucap Donghae lembut lalu memberhentikan mobilnya.

“Ne” ucapku seadanya, aku bingung dengannya mengapa dia memberhentikan mobil yang sedang ia kemudikan.

“Ya YoonA-ya, kau jangan bohong. Aku tahu kau sedang marah kepadaku” ucap Donghae dengan raut wajah yang terlihat sangat lucu bagiku.

“Kenapa diberhentikan mobilnya?? sungguh tidak apa, kau ini lucu sekali Oppa kekeke aku berhasil mengerjaimu! XD XD” ucapku dengan penuh kemenangan sambil membuka besar-besar mulutku sambil tertawa.

“Yak!!! kau ini!! kau benar-benar pintar dalam berakting YoonA-ya” ucapnya sambil menghembuskan nafas leganya.

“Kau ini mudah sekali dibohongi, dasar Oppa pabo” ucapku kepadanya, entah kenapa aku kini menjadi sangat dekat dengannya padahal kami baru berkenalan 1 bulan lamanya. Lalu aku mencubit pelan pipinya, lalu munculah dua semburat merah dari pipinya kekeke lucu sekali kau Lee Donghae batinnku.

“Ah kau ini YoonA-ya, yasudah kita jalan” ucap Donghae kepadaku lalu mulai menginjak pedal gasnya yang sedari tadi ia lepaskan, haha lucu sekali Donghae ini batinku.

“Kita mau kemana oppa?? tanyaku sedikit manja kepadanya, untuk pertama kalinya aku berani bercanda dengan seorang namja selain Lee Hongki. Dan dia adalah Donghae.

“Kau mau kemana?? bagaimana kalau kita bermain di taman Seoul, pasti sangat menyenangkan” ucap Donghae tanpa beralih dari pandangannya ke arah jalan yang ada di depannya.

“Ide yang bagus, ayo kajjaa!!” teriakku dengan semangat lalu dengan tidak sengaja aku memegang erat tangan Donghae, mungkin ini karena gerakan reflek terlalu senang saja. Tapi sungguh hal ini sangat membuatku malu di depannya. Namun terlihat sekali Donghae hanya tersenyum melihat tingkah lakuku ini.

“Kau ini bersemangat sekali YoonA-ya sampai-sampai menggenggam erat tanganku” ucap Donghae dibarengi seringaian kecil yang keluar dari mulutnya.

“Ya..ya..ndo!!” teriakku tak terima karena ia terkekeh seperti itu ketika melihatku, sungguh aku sangat malu dibuatnya.

“Hahhahaha” teriak Donghae sejadi-jadinya karena melihat tingkahku yang memalukan ini-___-

at Taman Seoul

Kini aku dan Donghae sudah sampai di depan taman Seoul, 1 kata yang dapat mendeskripsikan taman ini.. INDAH. Pemandangan beraneka bunga yang ada disini ditambah dengan anak-anak kecil yang bermain-main di taman playground yang ada disini sangat menyenangkan. Disini juga banyak para pedagang yang menjual beraneka jenis makanan & minuman, ah lengkap sekali tempat ini. Aku pun yang sedari sempat tertegun dengan keindahan Taman Seoul disadarkan oleh seorang namja yang tak lain adalah Donghae.

“YoonA-si, kau mau es krim tidak??” tanya Donghae dengan sangat ramah kepadaku.

“Ah? ne gomawo oppa. Aku mau yang coklat hehe” ucapku sambil tersenyum-tersenyum sendiri, karna kalian tahu kenapa?? aku sangat menyukai es krim coklat. Dan ini lah saat yang tepat untuk bersantai sambil memakan es krim coklat hanya berdua saja dengan Donghae.

“Tunggu sebentar YoonA-ya” ucap Donghae sembari meninggalkanku perlahan dari dimana tempat aku duduk, yaitu di kursi taman.

Aku akhirnya memilih untuk menunggu Donghae disini sambil mengecek iphone5ku yang kumasukkan ke tas kulit putih yang sedari tadi bergantung di tanganku. Bermain game, memutar lagu, dll. Sudah 1 jam aku menunggu Donghae disini, namun ia tidak kunjung datang. Dimana dia?? kini perasaanku merasa tidak tenang, aku pun segera mencarinya ke seberang jalanan tempat pedagang es krim itu berjualan, walaupun sedikit jauh namun masih dapat tertangkap oleh indra penglihatanku. Eh kenapa disitu ramai?? aku pun dengan tergesa-gesa mendekati kerumunan tersebut, dan aku pun perlahan mendorong pelan orang-orang yang menutupi jalanku untuk mendekati seseorang namja yang kudengar tertabrak sebuah truk 1 jam yang lalu. Dan kalian pasti tidak percaya, namja itu membawa 2 es krim ditangannya dan ia memakai sebuah gelang yang sangat tidak asing bagiku.

“DONGHAEEEEE OPPA!!!”

TBC

Bagaimanaaa??? jelek kah baguskah??? mian sekali kalau masih ada typo-typo karena author juga manusia(?) XD XD author mau curhat nih #cieeee author curhatttt :p gini nih author butuh RCL please T^T author sangat membutuhkan RCL kalian, RCL terlalu muluk mungkin ya atau ga sekedar komen please untuk masukan-masukan. Dan ff ini mungkin akan dilanjutkan jika ada yang minta part 2 nya, semoga saja ada yang minta ya T^T Silahkan masukan komen para readers!! Your Comment = Oxygen for me T^T gomawo para readers :D Ohya catatan FF ini sengaja dibuat lebih sedikit dari part sebelumnya, supaya di next part bisa lebih banyak lagi. Mian kalau kurang memuaskan (?)

[FF] Your Love Change My World (Part 1)

Title : Your Love Change My World

Maincast : Im YoonA, Lee Donghae, Tiffany

Supportercast : temukan sendiri chingudeul XD XD

Genre : Romance, Life, Chapter

A/N : Halooo lohaaaaaaaaaa!^^ bertemu lagi dengan saya author whiteee13 😉 kali ini saya membawakan ff dari YonHae couple!! saya sedang mencoba untuk membuat ff dari semu couple yang ada(?) memang bias saya Cho Kyuhyun 😀 #author curhat kekekee~~ dan sudah dulu saya ber babibu.. cekidot ke imajinasi author yang menggila ini(?) XD XD

YoonA POV

Aku adalah mahasiswi semester 5 di Seoul University. Aku bukanlah yeoja yang mudah berteman dengan orang lain, bisa dikatakan aku kurang pandai bergaul. Memang aku termasuk salah 1 yeoja terpintar di kampus ini, bayangkan saja IP ku mencapai 4O. Fantastis bukan?? tentu saja. Aku mempunyai sahabat bernama Tiffany, dia adalah gadis yang cerdas dan pintar dalam bergaul dengan siapapun. Tidak seperti aku, aku kurang pintar dalam hal bergaul. Entah kenapa aku lebih menyukai keberadaanku yang tidak diketahui oleh banyak orang. Sampai suatu saat aku mengenalnya, namja yang membuat kehidupanku tiba-tiba berubah. Namja itu bernama Lee Donghae, dia adalah sunbaeku di universitas ini. Ia adalah namja pindahan dari Kyunghee University, dan ia mengambil jurusan teater dan seni.. sama denganku. Aku benci mengakui ini semua, bahwa aku mulai menyukainya ani bahkan mencintainya. Perasaan yang sudah 5 tahun tidak pernah kurasakan, kini datang kembali menghampiriku. Aku menjadi mengingat cinta pertamaku, ia adalah Jae Bi. Kalian tahu?? wajahnya dengan Donghae sangat lah mirip, benar-benar mirip. Mungkin alasan ini kah yang membuatku jatuh cinta kepada Donghae?? ah molayo aku tidak tahu. Tiffany sama sekali tidak mengetahui perasaanku kepada Donghae, entah kenapa aku belum siap untuk menceritakan ini semua kepadanya. Sebenarnya aku benci membahas tentang cinta, bagiku cinta sangat memusingkan. Tapi entah mengapa kini aku malah merasakan apa makna dari kata terkutuk tersebut, menjijikan sekali. Tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa, perasaanku kepadanya semakin hari semakin bertambah.

“Hey YoonA, apa yang kau lamunkan huh??” tanya Tiffany sambil menampilkan raut ingin tahu diwajahnya.

“Aniyo Tiffany, aku hanya sedikit lapar. Ayo kita ke kantin” ajakku sambil menarik tangannya keluar dari kelas kami.

“Pantas saja kau seperti itu, ayo kajja!!” ucap Tiffany semangat lalu menyunggingkan senyum eye smilenya, senyum yang sangat khas dari seorang Tiffany Kim.

“Hey YoonA lihat itu, dia sangat tampan bukan??” tanya Tiffany sambil menyenggol pinggulku lalu mengarahkan tangannya ke arah seorang namja yang sangat kukenali.

“Nde?? ah ne” ucapku datar berusaha tidak membuat Tiffany curiga dengan kelakuanku.

“Tentu saja, ia adalah oppa sepupuku YoonA. Apakah kau sama sekali tidak tahu?? wajahmu tadi terlihat polos sekali, seakan-akan kau tidak tahu kalau aku ini adalah adik sepupunya” balas Tiffany sambil menahan tawanya karena ekspresiku yang menurutnya sangat lucu untuk ditertawakan.

“MWO?? KAU SERIUS TIFFANY?? KAU TIDAK BERCANDA KAN??” ucapku seraya memelototkan mataku padanya seakan-akan tidak percaya dengan apa yang dia katakan.

“Kau belum percaya?? baiklah akan kubuktikan. Donghae oppa!!” ucap Tiffany lalu memanggil Lee Donghae namja yang aku sukai ani ralat bahkan sangat aku cintai walaupun belum pernah mengenalnya lebih jauh.

“Ne?? ada apa Tif?? kenapa kau memanggil oppa??” balas Donghae sambil mengulum senyum terindahnya diatas bibir tipisnya itu.

“Aniyo, nih oppa aku ingin mengenalkanmu dengan sahabatmu. YoonA, cepat perkenalkan dirimu” ucap Tiffany sambil menginjak kakiku dengan high heels tinggi yang ia kenakan itu.

“Yak!! appo Tiffany baboya!!” teriakku kepadanya karena kakiku denga sukses diinjak olehnya.

“Ah mian YoonA hehe” ucap Tiffany dengan tampang tak berdosa.

“Lee Donghae imnida, nice to meet you” ucap Donghae padaku sambil menjulurkan tangannya dan sontak aku pun membalasnya.

“Ne, Im YoonA imnida. Nice to meet you too” ucapku sambil memberikan senyum terbaikku, proses salaman(?) itu berlangsung cukup lama sampai Tiffany…

“Ehemmm…” ucap Tiffany sambil nyengar-nyengir kuda sendiri melihat kelakuan kami berdua.

“Ah mian hehe” ucapk kami berbarengan sambil menundukan badan yang membentuk sudut 90 derajat.

“Kalian ini terlalu sungkan, dan liat wajah kalian berdua.. benar-benar merahh semerah tomat kekekke~” ucap Tiffany dengan nada menggoda kami berdua, kami pun salah tingkah akibat ulah Tiffany.

“Kalian ini lucu sekali, sudah ayo kita makan bersama. Kajja!!” lanjut Tiffany sambil menarik tanganku dan Donghae berbarengan, kini benar-benar kurasakan udara disekitarku semakin memanas.

Akhirnya kami bertiga pun makan bersama disalah satu meja di kantin ini. Banyak para yeoja yang terlihat tidak senang dengan Tiffany maupun aku. Aku risih dengan suasana seperti ini.

“YoonA-ya, sudah biarkan saja mata para yeoja yang tidak senang dengan kita. Sekarang kau mau pesan apa??” ucap Tiffany sambil memberikan senyum tipisnya kepadaku.

“Ah aniyo gwenchannayo, hmmmm aku ingin Kimchi” ucapku dan Donghae berbarengan, huh?? Donghae?? ia memesan makanan yang sama denganku?? ah lucu sekali bisa seperti ini.

“Terus minumnya apa??” tanya Tiffany kepada kami berdua yang kini sedang sibuk dengan pikiran kami masing-masing.

“Aku ingin green tea hangat saja” ucap kami berbarengan lagi. LAGI?? ah semakin aneh saja kami ini.

“Ya! kalian berdua ini belum menjadi sepasang kekeasih saja sudah kompak melulu, gimana kalau jadi kekasih ya?? kekeke” balas Tiffany sambil terngakak guling-guling(?) didepan kami.

“Ah kau ini!!” ucap kami berbarengan lagi. LAGI?? ah aku semakin bingung dengan semuanya-__-

“Hahahaha kan kalian saja memarahiku berbarengan, kalian ini lucu sekali. Cepatlah jadian!! aku mendukung hubungan kalian!!” ucap Tiffany sambil mengangkat kedua tangannya dan memberikan aba-aba “Fighting!!”

“Pleatkkkk!!” jitakan kami mendarat mulus diatas kepala Tiffany. KAMI?? lagi-lagi bersamaan dengan Donghae-___-

“Aw!! appo!! yak!! kalian ini menjitakku saja barengan, sakit tau!! tapi tak apa deh, kalian kan emang satu hati” ucap Tiffany diawali dengan raut cemberut namun diakhirnya ia mengeluarkan nyengir kudanya.

“TIFFANYYYYYY!!” teriak kami berdua sejadi-jadinaya.

“Peace qaqa” ucap Tiffany sambil jarinya membentuk huruf “v”._.v

Donghae POV

Tiffany hari ini sukses membuatku malu setengah hidup(?) didepan YoonA. Hey YoonA adalah yeoja yang sangat cantik, manis dan juga yeoja yang sangat cerdas. Tentunya dia adalah yeoja yang sangat baik, entah aura malaikat(?) dari mana aku sangat nyaman jika berada dengannya. Wajahnya menyinarkan sinar yang benar-benar menyejukkan bagi orang yang melihatnya tak terkecuali aku. Mungkin itu adalah aura dewi. Sejak pertama kali bertemu dengannya, entah bagaimana jantungku berdetak 100 kali lebih cepat dari biasanya. Inikah yang dinamakan cinta?? molayo aku juga bingung, maklum saja aku tidak pernah merasakan perasaan seperti ini sebelumnya. Seharian ini aku selalu memikirkannya. Sebenarnya aku ingin sekali menanyakan semua tentang YoonA kepada Tiffany, tapi tidak mungkin.. lihat saja tadi aku sudah di ledekin terus olehnya?? bagaimana kalau ia tahu kalau aku menyukai YoonA?? habislah aku. Tiap hari pasti aku akan diledek olehnya. Tapi.. aku juga tidak bisa terlalu lama menyimpan perasaan ini kepada YoonA, harus secepatnya aku memacari YoonA. Aku takut ia akan terlebih dahulu diambil oleh orang lain, dan aku tidak mau hal seperti itu terjadi kepadaku. Membayangkannya saja aku tak sanggup, apalagi untuk merasakannya. Dengan berat hati aku meminta bantuan dari Tiffany, dari pada perasaanku tidak karuan seperti ini. Sungguh aku benar-benar ingin memiliki YoonA. Aku pun menelpon Tiffany..

“Tif, mari kita bertemu. Jam 8 malam di Kona Beans” ucapku sambil menstabilkan suaraku yang tadi sempat panik.

“Mwo?? ada apa?? tumben sekali kau mengajakku bertemu” ucap Tiffany yang terdengar heran dengan permintaanku ini.

“Ah ada seseuatu yang penting yang ingin kubicarakan, dan hal itu tidak bisa dibicarakan ditelepon. Kita harus bertemu” ucapku dengan lugas kepada Tiffany.

“Hmm baiklah. Jangan telat, aku benci orang telat” ucap Tiffany dari seberang sana lalu menutup sambungan telepon kami.

Still Donghae POV

Ya Tiffany ini lama sekali, dia bilang dia benci orang telat tetapi sendirinya orang yang suka telat. Yeoja payah. Kringgg… pasti itu dia, benar saja itu adalah Tiffany. Sudah kusiapkan amukan untuknya karena telat datang, bayangkan saja aku sudah 1 jam menunggu disini untung saja aku membawa ipadku jadi selama aku menunggunya aku memainkan game di ipad putihku ini.

“Kau bilang kau benci menunggu?? cih.. nyatanya kau sendiri ngaret waktu” ucapku dengan senyuman asam kepada Tiffany.

“Mian, tadi ban mobilku bocor makanya aku telat datang. Lagi pula aku kan sudah sampai disini, dasar tak tahu diri kau ini” ucap Tiffany dengan nada ketus kepadaku.

“Yak!! kenapa kau yang marah huh??! harusnya aku yang marah karena kau telat” balasku dengan nada bicara yang tidak terima dengan perkataan Tiffany barusan.

“Sudahlah tak usah dibahas, sekarang kau ingin berbicara apa denganku huh??” ucap Tiffany dengan mulut yang dikerucutkan.

“Begini, aku ingin menanyakan tentang YoonA. YoonA itu yeoja seperti apa?? sepertinya menyenangkan berteman dengannya” tanyaku dengan nada yang sedikit ragu, karena takut Tiffany akan meledeknya seperti tadi pagi di sekolah.

“Hmmm Tentu saja. YoonA adalah yeoja yang baik. Dia yeoja yang cerdas dan canti ani sangat cantik aku pun mengakui kecantikannya. Namun ia adalah tipe orang yang cukup sulit bergaul” ucap Tiffany dengan sedikit menggantungkan kata-kata “cukup sulit bergaul”.

“Mwo?? kenapa bisa begitu huh??” tanyaku penasaran dengan cerita Tiffany.

“Setahuku dia dahulu pernah dihianati oleh sahabatnya sendiri, dan sahabatnya itu merebut namjachingunya. Makanya ia sukar untuk bisa bergaul dengan luas, dan seingatku ia juga benci dengan kata-kata cinta karena kejadian itu” ucap Tiffany dengan seksama menjelaskan.

“Kasihan sekali dia, tapi kalau boleh tahu awalnya kenapa sahabatnya bisa berselingkuh dengan kekasihnya sendiri. Mian kalau aku terlalu ingin tahu jauh mengenai kehidupan YoonA” ucapku hati-hati karena tak ingin membuat Tiffany salah paham.

“Tenang saja tak apa, aku juga tahu kalau kau mencintai YoonA. Benar bukan?? ayo jujur saja denganku” ucap Tiffany tenang tanpa sedikit pun tersirat nada ledekan disetiap kata-kata yang keluar dari mulutnya.

“Ne benar, aku mencintai YoonA sejak pertemuan pertama kami Tiffany-ya. Bisakah kau ceritakan tentang mantan kekasihnya itu??” ucapku dengan sedikit memperlembut suaraku.

“Baiklah aku akan menceritakannya padamu” ucap Tiffany dengan menunjukkan wajah seriusnya, sangat jarang sekali aku melihat wajah serius dari Tiffany.

“Begini, dahulu YoonA memiliki seorang namjachingu dan namanya adalah Jae Bi.. Park Jae Bi. Dia sangat tampan dan baik, namun pada suatu saat YoonA melihat namjachingunya itu melakukan hal “itu” dengan sahabatnya sendiri. Nama sahabatnya itu adalah Cho Eunji. YoonA sangat terpukul dengan kejadian itu, ditambah lagi ternyata ayahnya mengalami kecelakaan mobil saat berada di daerah Busan menuju Seoul dan ayahnya terbakar bersamaa mobil tersebut. Kedua hal tersebut membuat YoonA mengalami keterpurukan mental yang cukup lama. Aku pun bisa menjadi sahabatnya membutuhkan waktu yang sangat lama. Kau mau tahu?? aku baru menjadi sahabatnya setelah kami berteman selama 5 tahun. Namun sekarang menurutku ia sudah lebih baik keadaannya dari pada sebelumnya. Dan kukira sekarang ia mulai menyukai namja” ucap Tiffany panjang lebar mengenai masalah yang pernah menimpa YoonA.

“Mwo?? apa katamu barusan?? ia menyukai seorang namja?? nugu??” ucapku dengan cepat tanpa memberikan jeda disetiap katanya.

“Tentu saja kau Lee Donghae oppa, masa kau tidak menyadarinya?? dasar namja pabo” ucap Tiffany datar sambil memainkan iphone5 yang baru dibelinya.

“JEONGMAL?? KAU TIDAK SEDANG BERCANDA KAN TIFFANY??” ucapku sedikit diperbesar meyakinkan akan perkataan Tiffany barusan.

“Untuk apa aku bercanda huh?? dari tingkah laku kalian berdua saja aku bisa tahu kalau kalian berdua itu saling menyukai satu sama lain. Ternyata kau namja yang tidak peka ya Donghae oppa” ucap Tiffany sambil mengeluarkan senyum manis dibibirnya.

“Ah ternyata kau sangat pandai soal cinta, tapi kenapa kau belum mendapatkan namjachingu huh??” tanyaku dengan mengeluarkan seringaian nakalku.

“Yakkk oppaa!! kau ingin meledekku huh??! aku hanya belum mendapatkan namja yang cocok denganku. Aku butuh waktu” ucap Tiffany dengan wajah yang lecek bagaikan baju yang tidak disetrika oleh pemiliknya kekekeke.

“Ah aku hanya bercanda Tiffany-ya, jangan marah. Kau terlihat sangat jelek jika kau memanyunkan bibirmu itu hehe” ucapku dengan sengaja menggoda Tiffany, karna bagiku menggoda Tiffany adalah sebuah keharusan bagiku.

“YAK NDOOO!!! TAK AKAN KUAMPUNI KAU LEE DONGHAE!!!

YoonA POV

Ah hari ini aku ada kelas teater bersama dengan para sunbaeku. Ah sungguh malas sebenarnya, mengingat aku buruk dalam hal bergaul dengan orang lain. Seharusnya ada Tiffany, tapi hari ini ia mengambil kelas siang karena kudengar ia kelelahan kemarin. Sedangkan aku siang tidak bisa karena aku harus menjemput adikku pulang. Aku memang hanya tinggal bersama adikku mengingat hyungku dan noonaku yang bersekolah di Paris. Sedangkan eommaku sibuk mengurus perusahaan appa, sehingga kami hanya bisa bertemu 1 bulan hanya sekali. Dan itu pun sering ia tidak bisa kembali karena  alasan banyak perkerjaan yang harus diselesaikannya di Amerika. Memang aku dan adikku disini hidup dengan sangat berkecukupan tapi bagiku kasih sayang lah yang aku butuhkan sekarang ini, bukan materi atau harta. Lee seosengnim pun masuk ke kelas kami sambil membawa tumpukan buku yang sangat banyak, dan kupastikan buku-buku itu adalah sebuah skenario drama. Dan benar saja, hari ini Lee seosengnim membagi muris-murid di kelas ini menjadi beberapa kelompok. Dan ternyata aku sekelompok dengannya, siapa lagi kalau bukan Lee Donghae.. namja yang aku sukai ani aku mencintainya. Aku sekelompok dengan Park Nari, Kim Ji Eun, Lee Hong Ki, Kang Tae Hwang, Lee Donghae, Han Jae Sang,  Cho Yong Dae, Lee Ji Eun, Kim Hyoyeon, dan Kwon Yuri. Kami diberi naskah sebuah drama dari “Princess Hours” dan aku sangat senang karena drama ini merupakan drama yang sangat aku sukai. Kami pun memulai membagi peran dalam cerita drama ini.

Prolog

Dan mereka membagi peran mereka masing-masing, mulai dari YoonA. YoonA menjadi Han Chae Kyung, sedangkan Lee Donghae menjadi Lee Shin serta Kwon Yuri menjadi Min Hyorin. Lee Hong Ki pun menjadi Lee Yul. Lalu 6 orang yang lainnya hanya menjadi pemain pembantu saja, maksudnya pemain pambantu dari 4 pemain utama. Di dalam drama ini dosen hanya menyuruh mereka untuk menjadi pemain-pemain yang mengambil inti dari drama ini sehingga tak perlu banyak orang dalam setiap kelompoknya. Karna drama ini juga hanya sekedar ditampilkan untuk diatas panggung, dan dilakukan secara musikal. Mereka hanya diberikan waktu 2 bulan untuk mempelajari naskah itu, dan waktu tersebut bukanlah waktu yang lama.. benar bukan?? tentu saja. Belum lagi mereka disibukkan oleh tugas dari masing-masing dosen yang lainnya, jika mengingat hal itu pasti mereka akan pusing 7 keliling #sok tau nih authorrrrr-___- #salah mulu ya kayanya authorrrrrrrr, back to story!. Dan kini para kelompok sedang membicarakan tentang drama ini masing-masing.

Author POV

“Semuanya, apakah kalian hari ini bisa datang untuk latihan drama??” tanya YoonA sambil menyunggingkan senyum manisnya yang sedari terpampang, entah apa yang ia pikirkan sekarang ini.

“Bisa kami hari ini tidak ada acara apapun. Tapi dimana??” ucap yang lainnya sambil menengok kanan-kiri memastikan tidak ada orang yang tidak menyetujui latihan mereka hari ini.

“Hmm bagaimana kalau di gedung milik keluargaku, kukira gedung itu cukup besar untuk dijadikan tempat berlatih” ucap YoonA dengan pelan, karena ia tidak ingin di anggap sombong oleh teman-temannya bahkan sunbae-sunbaenya.

“Ide yang bagus YoonA, yang kutahu gedung milik keluargamu besar sekali” teriak Lee Hong Ki nampak bersemangat karena memang ia sudah mengetahui gedung apa yang dimaksud YoonA.

“Yak!! kecilkan sedikit suaramu??!” bentak YoonA kepada Hong Ki, karena ia tidak enak dengan teman-teman diseklilingnya yang mendengar ucapan sahabat lelakinya itu.. bagaimana pun YoonA adalah mahasiswi yang tidak suka memamerkan kekayaannya.

“Hehe mian YoonA, aku tidak bermaksud seperti itu” ucap Hong Ki dengan jari membentuk “v”, dan Ohya kalian pasti tentu belum mengetahui tentang Hong Ki bukan?? Hong Ki adalah sahabat YoonA sejak TK, dan Hong Ki juga adalah orang pertama yang mengetahui situasi keadaan YoonA sejak kecil sebelum Tiffany. Jadi tidak heran jika YoonA dan Hong Ki sangat dekat. Keluarga YoonA pun berkrabat akrab dengan keluarga Hong Ki.

“Sudah-sudah kalian ini, baiklah jalan dimana gedung itu berada dimana YoonA??” tanya Donghae sambil memutar-mutarkan pena biru diatas jari-jarinya yang lentik itu.

“Di Jl. Myeongdeong no. 13, Seoul. Kita mau latihan jam berapa??” ucap Yoona sambil menaruh kepalanya diatas pangkuan tangannya.

“Kalau jam 2 bagaimana?? ini kan sudah jam 12” usul Donghae sambil membuka selembaran-selembaran skenario yang sedari tadi sudah dipegangnya.

“Baiklah kami setuju!!” ucap para anggota kelompok Donghae yang lain berbarengan.

“Baiklah, akan aku tunggu kalian pukul 2 siang” ucap Yoona sembari mengulum senyum yang sedari tadi berubah menjadi wajah kecut karena kelakuan Hong Ki tadi.

“Jangan lupa makan dan minuman ya YoonA hahaha” ucap Hong Ki dengann diiringi ucapan setuju oleh teman-teman dan sunbaenya yang sekelompok dengannya.

“Arra, tenang saja” ucap YoonA sambil membernarkan posisi duduknya.

“Kekeke YoonA deer sangat baik ya hehe” ucap Hong Ki sambil mengelus puncak kepala YoonA, dan entah sedari kapan Donghae mulai gerah melihat perlakuan Hong Ki kepada YoonA. Didalam pikiran Donghae saat ini, ia harus segera bertanya kepada Tiffany mengenai siapa Hong Ki.. mungkin kemarin Tiffany lupa memberitahunya tentang namja ini.

“Wah bel sudah berbunyi, baiklah sampai bertemu nanti” ucap teman-teman dan sunbae-sunbae yang sekelompok YoonA, kecuali Donghae namja yang sedari tadi masih berkutat dengan pemikirannya yang membuatnya berpikir keras.

YoonA POV

Kenapa Donghae, apakah ia pusing dalam memerankan tokoh Lee Shin dalam film ini?? tentu saja. Tapi setahuku Donghae sangat berbakat dalam dunia akting, aku yakin dia pasti dapat memahami tokoh Lee Shin.. kalau begitu apa yang dipikirkannya?? ia terlihat sangat berpikir keras. Ah lebih baik aku tanya saja, siapa tahu benar dugaanku.

“Donghae oppa, kau kenapa?? apa ada yang bisa kubantu??” tanyaku dengan pertanyaan bertubi-tubi, terlalu berlebihankah aku?? ah molayo, dari pada perasaanku tidak tenang seperti ini.

“Ahh aniyo, aku hanya berpikir tentang karakter tokoh yang kumainkan ini. Mungkin akan sulit” ucap Donghae dengan cepat lalu membuyarkan lamunannya karena mengetahui aku sedang berbicara dengannya.

“Ah soal drama ini, aku yakin kau bisa. Percayalah Donghae oppa” ucapku dengan mengepalkan kedua tanganku lalu melayangkannya ke udara dan memberikan senyuman lebar dibibirku ini.

“Ah gomawoyo YoonA-ya. Maukah kau menemaniku membaca skenario ini bersama-sama?? mungkin jika bersama-sama akan sedikit bisa membantuku” ucap Donghae lalu mulai membuka lembar pertama dari naskah yang sedari tadi ia gulung-gulung tersebut.

“Boleh, lagi pula aku ingin mendalami karakterku menjadi pasanganmu” ucapku dengan cepat, dan seketika itu pula aku merutuki apa yang baru saja aku katakan.

“Huh??” gumam Donghae lalu mengambil botol pocari sweat dingin yang sedari tadi ada di pangkuannya, dan meminumnya.

“Aniyo, maksudku aku akan berusaha mendalami karakterku di dalam drama ini” ucapku dengan nada yang sedikit panik, dan kupastikan wajahku kini pasti sudah semerah tomat.. ah bodoh sekali kau ini YoonA, rutukku dalam hati.

“Ah ne. Chakamman, kenapa denganmu?? apakah kau flu?? pipimu mengeluarkan semburat merah YoonA-ya” ucap Donghae sambil menatap intens kearahku lalu menaruh telapak tangannya di pelipisku.

“Aniyo aku hanya merasa dingin, mungkin akibat musim salju” ucapku dengan setenang mungkin untuk menghindari resiko Donghae akan mengetahui kalau aku mengeluarkan semburat merahh karena ucapan memalukanku tadi. Untung saja sepertinya ia tidak mendengarnya.

“Baiklah, ini pakai saja jaketku” ucap Donghae kepadaku sambil menyunggikan senyum yang sangat menawan di bibir tipisnya itu.

“Ah aniyo, gwenchannayo” ucapku menolak usaha Donghae untuk meminjamkan jaketnya kepadaku.

“Tak apa, cepat pakai. Nanti kau malah bertambah kedinginan, aku tidak apa-apa seperti ini. Lagi pula aku malah akan bertamabah sexy hahaha” ucap Donghae lalu mengusap puncak kepalaku, ah aku sangat malu karena perlakuannya terhadapku.

“Ah ne, gomawoyo oppa” ucapku sambil membenarkan jaketku yang baru saja dipakaikan oleh Donghae ditubuhku, ah sangat hangat dan nyaman sekali. Dan kalian tahu?? Donghae sekarang hanya menutupi absnya dengan baju berwarna abu-abu dengan potongan di lengannya sehingga menampilkan otot-otot yang ada di lengan tangannya. Sangat tampan batinku. Ah tapi kau tidak boleh salah tingkah YoonA karna melihat penampilannya kini.

“Cheonmaneyo YoonA-ya, ayo kita mulai membaca bersama-sama naskahnya” ucap Donghae sambil mencubit gemas pipiku dan atas perlakuannya ini seketika udara disekitarku memanas, ah aku bingung aku harus melakukan apa supaya aku tidak selalu seperti  ini dihadapannya.

“Baiklah, kita lihat cerita singkatnya dahulu ya. Baru karakter setiap tokohnya masing-masing. Arra??” ucapku dengan memberikan winkku kepadanya, ah aku bertambah malu sekarang ><

Princess Hours ini mengisahkan kehidupan seorang gadis (Han Chae Kyung) dari kalangan rakyat biasa yang harus menikah dengan seorang Putera raja (Lee Shin) karana desakan ekonomi dan janji yang pernah dibuat oleh keluarga Han Chae Kyung dengan keluarga diraja. Pernikahan ini harus terjadi karana desakan keluarga diraja yang harus segera mengisi posisi calon raja kerana raja yang sekarang sedang dalam keadaan tidak sihat. Proses untuk menjadikan Han Chae Kyung sebagai calon permaisuri menjadi babak lawak. Namun karena sifatnya yang selalu ceria membuat dia diterima oleh pihak kerajaan. semasa pernikahan mereka datanglah Lee Yul, setelah 14 tahun meninggalkan Korea dengan ibunya Yul, sebenarnya Lee Yul juga adalah seorang putera raja, yang akan menjadi persaingan calon raja korea. Kisah menjadi lebih menarik setelah bekas kekasih Lee Shin yaitu Min Hyo Rin seorang penari balet sturut kembali ke korea dan ingin kembali bercinta dengan Lee Shin. Namun disatu sisi lain Lee Shin secara diam-diam mulai mencintai Han Chae Kyung. Han Chae Kyung pun sebaliknya merasakan perasaan tersebut sejak lama, namun ia tidak berani menunjukan sikap perhatiannya dengan Lee Shin. Dan ternyata Lee Yul sejak pertama mengenal Chae Kyung sudah sangat menyukainya, perasaan itu semakin lama semakin tumbuh menjadi rasa cinta. Namun kembalinya ibu Lee Yul bersamanya tidak hanya sekedar hanya kembali namun memiliki sebuah rencana jahat yang ingin ibunya lakukan untuk menghancurkan keluarga kekaisaran dan merebut kembali semua apa yang seharusnya menjadi miliknya jika suaminya tidak meninggal. Saat pertemuan awal Lee Shin dan Chae Kyung, mereka selalu bertengkar. Mungkin dari kebiasaan itu lah tumbuh perasaan cinta dalam diri mereka masing-masing, perasaan benci berubah mennjadi cinta.. lucu bukan?? ini lah yang mereka alami. Di akhir episode mereka akhirnya bahagia bersama walaupun melewati banyak rintangan yang ingin mengkandaskan kisah cinta mereka namun mereka bisa melewatinya. 

“Sangat mengharukan sekaligus membahagiakan sepertinya” ucap Donghae yang masih fokus dengan sinopsis dari naskah yang sedang dipegangnya.

“Tentu saja, sangat mengharukan dan juga membahagiakan.. lucu dan romantis. Semua paket lengkap dalam drama ini” ucapku dengan wajah yang berseri-seri.

“Ne, aku pernah menontonnya namun tidak sampai habis. Sayang sekali” ucap Donghae lalu mulai menatap dalam manik mataku dan sangat sukses membuatku habis kata untuk membalas perkataannya.

“A..ah ne sayang sekali” ucapku dengan sedikit terbata-bata, dan tiba-tiba #brukkkkkkkkkkk ada seseorang yang menabrakku dan kini kurasakan tangan kekar seseorang telah bertengger dipinggangku dan mata kami saling bertemu, sangat terasa hembusan nafas hangatnya yang menerpa wajahku.. dan ternyata dia adalah.. deggg….

“Kau tidak apa-apa YoonA-ya??”

TBC

Bagaimanaaa??? jelek kah baguskah??? mian sekali kalau masih ada typo-typo karena author juga manusia(?) XD XD author mau curhat nih #cieeee author curhatttt :p gini nih author butuh RCL please T^T author sangat membutuhkan RCL kalian, RCL terlalu muluk mungkin ya atau ga sekedar komen please untuk masukan-masukan. Dan ff ini mungkin akan dilanjutkan jika ada yang minta part 2 nya, semoga saja ada yang minta ya T^T Silahkan masukan komen para readers!! Your Comment = Oxygen for me T^T gomawo para readers 😀

[FF] A Star Don’t Like Shinning Star (Oneshoot)

Title : A Star Don’t Like Shinning Star

Author : whiteee13

Maincast : Kim Eunmi, Kyuhyun
Supportercast : Temukan sendiri XDD

Genre : Romance, Life, a little bit of sad

Length : Short Story, Oneshoot

A/N : Mian kalo sedikit gaje dan ga bagus bagus amat, tapi coba aja cicipin dulu (?) selamat menikmati (?) imajinasi author!! ^^

Kim Eunmi POV

Besok adalah hari anniversaryku dengan namjachinguku, Cho Kyuhyun. Kami sudah berpacaran selama 3 tahun, lama bukan?? tentu saja. Saat kami baru 1 & 2 tahun pacaran ia sangat perhatian denganku. Setiap hari ia menelponku. Namun sekarang? semua itu berubah, aku sangat memakluminya terlebih ia adalah seorang public figure. Namun kali ini hampir 2 minggu ia tidak memberikan kabar apa-apa tentangnya kepadaku, mengirim pesan kepadaku pun tidak. Namun aku tidak mau berburuk sangka terlebih dahulu, mungkin saja ia memang belakangan ini sedang sibuk untuk menyiapkan SS4 yang diadakan di berbagai negara serta SMTown World Tour nya. Tapi lambat laun aku pun lelah menjadi yeojachingu dari seorang magnae Super Junior, boyband Korea yang sangat terkenal di negaranya sendiri bahkan di dunia. Tak dapat kupungkiri aku juga merasakan haus akan perhatian dan kasih sayang yang ia berikan dulu. Bila waktu bisa kuputar aku ingin sekali kembali kemasa-masa kami dahulu, disaat kami masih memiliki waktu bersama yang cukup panjang untuk kami habiskan bersama.

Flashback POV

“Eunmi-ya, apa kah kau mau kubelikan ice cream??” tanya Kyuhyun kepadanya.

“Ah tidak perlu, aku bisa menggunakan uangku. Kau sedang ada kegiatan apa belakangan ini Oppa??” tanya gadis mungil itu kepada lelaki tampan yang berada di sebelahnya.

“Ah aniyo kau tidak boleh menolak. Aku bersama yang lain sedang memiliki beberapa kesibukan untuk MC, penyiar radio, dan beberapa pemotretan. Waeyo??” balas lelaki itu dengan mengembangkan senyuman manis dibibirnya.

“Baiklah kalau oppa memaksa. Oh begitu tidak apa-apa, aku hanya ingin mengetahui jadwal seorang Kyuhyun Super Junior kekeke. Oppa aku ingin bertanya satu hal kepadamu??” ucap gadis itu manja kepada Kyuhyun.

“Yak! kau ini menggemaskan sekali huh. Kau ingin bertanya apa?? tanyakan lah padaku sesukamu chagiya” jawab lelaki tampan tersebut sambil mengelus puncak kepala gadis kecil disampingynya itu.

“Kekeke. Aku ingin bertanya oppa, apakah jika nanti jadwal Super Junior sangatlah padat.. apakah oppa masih menyempatkan waktu untukku?? walaupun hanya sedikit??” tanya gadis itu sambil menjilati ice cream yang baru saja diberikan oleh Kyuhyun.

“Aish pertanyaan macam apa itu huh?? tentu saja aku akan selalu menyempatkan waktu untukmu walaupun hanya sekedar mengabari bagaimana kabarmu. Jangan berpikir yang macam-macam Kim Eunmi” balas lelaki itu sambil mengelus pelan pipi si gadis tersebut yang yakni adalah yeojachingunya.

“Aku hanya memastikan saja oppa, aku sangat takut kehilangan moment-moment seperti ini. Aku takut aku akan kehilanganmu” ucap gadis itu yang suaranya kini mulai terdengar getir.

“Aku hanya milikkmu Kim Eunmi, tidak ada yang lain. Kau akan selalu ada disini, kau seperti oksigen untukku” balas lelaki itu sambil menarik tangan gadisnya lalu menempelkan tangan itu di dadanya yang tidak bidang.

“Aku merasa sangat senang dengan jawabanmu oppa, aku mempercayaimu. Apa kau belum ingin pulang??” ucap gadis berbadan mungil itu sambil menyungginkan senyuman tulus dibibir cherrynya.

“Aniyo aku tidak ingin pulang, aku masih ingin melihat pemandangan Sungai Han pada tengah malam bersamamu chagiya. Aku tidak akan membuang kesempatan-kesempatan seperti ini” balas lelaki tersebut sambil merangkul gadisnya tersebut dari belakang, terukirlah senyuman bahagia dari bibir mereka berdua.

Flashback POV End

Still Eunmi POV

Ingat Eunmi, kau tidak boleh seperti ini terus. Kau harus berkonsentrasi dengan penyusunan skripsimu, kau harus bisa menyelesaikan S1 mu tahun ini. Akhirnya aku pun memutuskan untuk membuka macbook apple putih yang kuletakkan dipangkuanku sedari tadi. 2 jam telah berlalu dengan cepatnya, dan akhirnya aku memutuskan untuk bermain laptop sebentar sekedar mencari informasi atau bermain game sebentar untuk menghilangkan semua penatku. Hal yang pertama kulakukan saat melihat modemku yang sudah terkoneksi, aku segera membuka twitterku. Banyak informasi yang kudapat di jejaring sosial yang satu ini, dan menurutku sangat bermanfaat untuk menambah informasi disekitarku. Dan sampai akhirnya aku melihat sebuah postingan seseorang yang berjudul “Kyuhyun Super Junior : Skandalku dengan Seohyun adalah sebuah realita yang ada!”. Deg…. judul post tersebut membuat dadaku terasa sesak, seakan-akan setruman listrik menghujam dadaku. Dengan sekuat tenagaku aku menahan cairan bening yang tak terasa sudah siap akan mengalir dari kelopak mataku, mataku seakan-akan memanas seketika. Dengan emosi yang sedang tidak stabil ini, langsung saja kututup macbook putihku dengan kasar dan menaruhnya disembarangan tempat. Aku sudah tidak bisa mengontrol diriku sekarang ini. Yang ada di otakku kini, bagaimana caranya untuk bertemu dengan Kyuhyun. Aku sangat ingin bertemu dengannya, dan ingin menanyakan langsung tentang rumor yang beradar ini. Tanpa pikir panjang lagi aku pun menelpon Leeteuk hyung, leader dari Super Junior. Kalian tahu aku ingin melakukan apa hari ini?? aku hari ini ingin menanyakan jadwal Kyuhyun dan Super Junior, siapa tahu aku bisa bertemu dengan Kyuhyun walaupun hanya sebentar.

“Annyeong, ada apa Eunmi-ya??” ucap namja berambut coklat itu dari seberang sana.

“Annyeong, apakah hari ini Super Junior atau Kyuhyun memiliki kegiatan??” tanyaku dengan semangat kepada leader Super Junior ini.

“Ah sepertinya ada Eunmi-ya, nanti pukul 5 sore kami mengisi acara di Star King. Kalau jadwal pribadi Kyuhyun sepertinya hari ini sedang kosong. Memangnya kenapa Eunmi-shi??” ucap sang leader dengan suara khasnya itu.

“Oh begitu, gomawo Leeteuk hyung. Tapi soal aku menelponmu jangan katakan kepada siapapun ya, tak terkecuali namja evil itu. Arraso??” ucapku sambil menekankan pada kata “jangan katakan pada siapapun tak terkecuali namja evil itu”.

“Baiklah, arraso Eunmi-ya. Ada yang bisa kubantu lagi??” tanya sang penerima nelpon yang berada diseberang sana.

“Ah tidak ada Leeteuk hyung hanya itu saja, gomawoyo” ucapku lalu menekan tombol merah pada ponselku.

“Cheonmaneyo Eunmi-ya, sampai berjumpa next time” ucapnya yang terdengar namja diseberang sana sedang mengeluarkan senyuman angelnya.

Dan baiklah sekarang aku harus bersiap-siap untuk datang ke Music Bank. Aku pun memutuskan untuk memakai rok mini berwarna merah lalu dipadukan dengan atasan putih yang pas dengan ukuran badan. Tidak lupa aku menggunakan sepatu high heels berwarna putih untuk menyesuaikan dengan pakaian yang kugunakan dan tak lupa aku membawa tas hitam pemberian orang tuaku.

Author POV

“Kyuhyun kau sudah menyiapkan hadiah apa untuk Eunmi??” tanya namja yang memiliki aegyo face yang paling memabukkan(?) ini.

“Untuk apa Minnie hyung??” jawab Kyuhyun tanpa sedetikpun berpaling dari PSP hitam yang selama ini menjadi kekasih keduanya jika ia sedang bosan.

“MWO?? KAU TIDAK TAHU BESOK ITU HARI APA??” teriak Sungmin tepat di lubang telinga Kyuhyun yang membuat Kyuhyun kesakitan lalu memegangi telinganya.

“YAK!! KENAPA HYUNG BERTERIAK SEKERAS ITU DI TELINGAKU?? Memangnya hari apa?? besok hari Jumat, dan apa yang spesial??” balasnya sambil mengambil segelas air yang berada di meja kayu tepat disampingnya.

“Besok adalah hari annyvmu dengan Eunmi yang ke 3 tahun!! masa kau lupa??!” ucap Sungmin yang semakin tak percaya dengan couplenya di Super Junior ini.

“MWO????” teriak Kyuhyun lalu tersedak sejadi-jadinya, dan tidak sengaja ia menyeburkan airnya kemuka Sungmin yang memang tepat berada di depan hadapannya.

“YAK KYUHYUN!!! APA YANG KAU LAKUKAN!!” teriak Sungmin dengan amarah yang meleda-ledak karena wajahnya barusan saja menjadi landasan darat(?) oleh Kyuhyun.

“Ah mianhae hyung, mianhae. Tapi aku benar-benar lupa hyung, tapi apa yang harus aku lakukan sekarang?? sedangkan nanti sore kita akan mengisi acara di Star King. Bagaimana ini??? tanya Kyuhyun panik kepada hyung kesayangannya ini.

“Ne ne, gwenchannayo. Kau benar-benar lupa?? astaga Cho Kyuhyun, namjachingu macam apa kau ini?? dan jangan bilang kalau kau belakangan ini tidak menghubunginya sama sekali. Mungkin nanti malam kau masih bisa membelinya, aku akan menemanimu” ucap Sungmin seadanya kepada namja evil yang ada di depannya ini.

“Ah aku benar-benar pabo, hari annyvku dengannya mengapa aku bisa lupa?? aishhhh aku benci situasi seperti ini. Benar hyung sudah 2 minggu ini aku tidak menghubunginya, tapi tentunya karena aku sibuk hyung dan ia juga tidak menghubungiku. Baiklah, tapi bagaimana dengan kencan buta yang dibuat oleh pihak SM untukku dan Seohyun??” ucap Kyuhyun sambil menunjukan raut wajah yang kecewa, terlihat raut penyesalan yang mendalam akan kelakuannya pada Eunmi.. gadis yang selama ini dicintainya.

“Kau nappeun sekali Cho Kyuhuyun!! Cho Kyuhyun, tidak mungkin yeoja seperti Eunmi mau menghubungimuu terlebih dahulu, karena ia takut kalau ia menghubungimu itu artinya ia akan mengganggumu. Ohiya aku lupa, terus bagaimana??” tanya Sungmin dengan wajah yang serius.

“Ya mian hyung aku sangat lupa. Dengan berat hati aku harus mengikuti kemauan management, itu semua untuk karirku aku tidak ingin dianggap tidak professional hyung” ucap Kyuhyun dengan nada yang mulai melemah karena kini banyak hal-hal yang berkecamuk dipikirannya.

“Bersabarlah Kyu, semoga saja ia mengerti. Kuyakin ia adalah yeoja yang baik” ucap Sungmin yang mulai menenangkan Kyuhyun dari masalahnya yang memusingkan kali ini.

Cho Kyuhyun POV

Kini aku bingung harus melakukan apa, sedangkan kini jam sudah menunjukan pukul setengah 4 sore dan artinya 30 menit lagi kami harus sudah sampai di Star King maklum saja Star King cukup jauh dari dorm kami. Dan sampai sekarang pun aku masih belum bersiap-siap, aku hanya bisa melamun dan melayangkan pandangan tak menentu ke segala arah(?). 15 menit waktu yang kupunya untuk bersiap-siap, dalam waktu 5 menit aku selesai mengganti pakaianku. Setelah keluar kamar aku pun menaiki van bersama para member Super Junior yang lainnya.

“Kyuhyun-ya, apakah kau baik-baik saja??” tanya sang leader kepada magnaenya ini.

“Ah aku baik-baik saja hyung, gwenchannayo” ucapku sambil sedikit memberikan senyuman, walaupun kuyakin mereka mengetahui kalau senyumanku barusan adalah senyum karena paksaan.

“Kau berbohong Kyuhyun, ceritakan saja pada kami. Siapa tahu kami bisa membantu, kami tidak mau penampilanmu buruk jika di hadapan kamera nanti” ucap Leeteuk hyung dengan bijak kepada kami diikuti dengan anggukan dari para member lainnya.

“Aniyo hyung, aku hanya merasa sedikit tidak enak badan. Sebentar lagi juga sembuh” ucapku dengan mantap untuk meyakinkan para member Super Junior yang lainnya.

“Baiklah Kyuhyun, lebih baik kau sekarang tiduran sebentar dan minum obat ini” balas Leeteuk hyung sembari memberikan obat penurun demam kepadaku.

“Gomawo hyung” ucapku sambil mengambil obat tersebut dari tangan Leeteuk hyung.

“Cheonma Kyuhyun, kalau misalkan kau tidak kuat untuk berdiri diatas panggung lebih baik kau istirahat saja di van” ucap Leeteuk hyung sembari menyunggikan senyuman angelnya yang terkenal sangat populer di para kalangan fansnya.

“Aniyo tak perlu, aku masih kuat. Aku akan tetap turun dan ikut mengisi acara tersebut” ucapku sambil menidurkan kepalaku diatas senderan jok van.

Eunmi POV

Kini jam tangan putihku telah menunjukkan pukul setengah  5 sore, dan berarti sekarang waktunya aku pergi ke Star King. Aku pergi kesana hanya sendiri dengan menggunakan mobil verari putihku. Aku pun memacu mobil ini dengan kecepatan 180/km, gila bukan?? haha. Dipikiranku sekarang adalah aku harus cepat sampai disana. Akhirnya setelah menempuh perjalanan selama 10 menit aku pun memasuki ruang Star King, dan disana sudah terlihat sangat ramai dan kutebak banyak para fans Super Junior disini karena banyak sekali banner-banner yang bertuliskan “Super Junior i love you!!”, “Super Junior, please be my boy!!” dan masih banyak lagi. Dan mataku akhirnya berhenti pada banner-banner besar yang bertuliskan “SNSD!!”,  “SNSD Fighting!!. Aku pun kaget melihat banner-banner tersebut, dan bisa diduga kalau hari ini yang mengisi acara di Star King adalah Super Junior dan SNSD. Dan dengan kata lain hari ini Kyuhyun dan Seohyun akan tampil sepanggung, dan pasti hari ini rumor tersebut. Aku menyesal sekali datang ke Star King jika mengetahui kalau SNSD juga datang kesini, sebenarnya hanya Seohyun  yang kurang kusukai. Dan pasti kalian tahu kan apa sebabnya??. Aku pun mengambil tempat duduk penonton dikursi paling depan, sebenarnya aku tidak ingin duduk didepan namun tidak ada bangku yang tersisa lagi disni, tapi kalau boleh jujur aku sangat merindukannya. Dan 5 menit lagi acara akan dimulai, aku sangat tak bersabar untuk melihat namjachinguku ini. Dan kalian tahu?? karena aku duduk di depan aku terpaksa membeli topi untuk menutupi wajahku supaya mereka tidak terlalu mengenaliku. Dan MC Kang Ho Dong pun memasuki Star King, dan ia memanggil bintang tamu hari ini yaitu Super Junior, SNSD, SHINee, dan juga f(x). Menurutku hari ini artis yang diundang cukup lengkap. Dan aku melihatnya, Kyuhyun yang selama ini aku rindukan.

Author POV

Kini dimulai segmen dimana Super Junior dan SNSD bercouple dan mereka melawan SHINee dan f(x) yang bercouplean. Mereka bermain dengan gembiranya, yang membuat Eunmi juga sempat tertawa sejadi-jadinya. Dan masukalah pada segmen pertanyaan-pertanyaan mengenai diri mereka masing-masing. Mulai dari Minho SHINee yang berciuman dengan Sulli f(x) bagaimana rasanya, dan masih banyak lagi. Setelah itu sampailah pada pertanyaan tentang skandal cinta yang membuat Eunmi setengah mati penasaran.

“Kyuhyun-shi, apakah benar skandal cintamu dengan Seohyun adalah sebuah kenyataan??” tanya MC Kang Ho Dong menyelidik.

“Ah tidak skandal ini tidak benar, saat itu yang dimedia massa salah memahami perkataanku” ucap Kyuhyun yang entah kenapa terlihat sangat lesu, namu Seohyun segera menyenggol tangan Kyuhyun dan akhirnya Kyuhyun tersadar.

“Kalau begitu, apakah kalian sudah dalam sebuah hubungan lebih dari seorang teman??” tanya MC Kang Ho Dong lagi sambil tersenyum-senyum gaje-__-

“Belum, kami tidak merencanakannya” ucap Kyuhyun dengan senyuman yang terlihat sangat terpaksa.

“Ah kami akan memikirkannya nanti, mungkin??” ucap Seohyun sambil menyunggikan senyum khasnya.

“Apa yang kau katakan?? bisik Kyuhyun kepada Seohyun.

“Sudah kau diam saja, ini yang terbaik” ucap Seohyun hampir tak terdengar oleh orang lain namun masih ditangkap oleh pendengaran Kyuhyun.

“Wah wah kalian berdua ternyata masih malu-malu ya, baiklah semoga kalian bahagia!!” ucap Kang Ho Dong semangat yang mengundang teriakan histeris dari para yeoja terkecuali Eunmi yang sedari tadi memasang muka tanpa ekspresinya, mungkin kini hatinya benar-benar sakit akan pernyataan yang keluar dari mulut Seohyun. Tiba-tiba saja saat Eunmi masih berkecamuk dengan pikirannya itu, tak diduga seorang staff menumpahkan minuman saat lewat didepannya dan secara tak disengaja topi Eunmi terbuka dan menampakan wajah Eunmi.

Eunmi POV

“Kyuhyun-shi, apakah benar skandal cintamu dengan Seohyun adalah sebuah kenyataan??” tanya MC Kang Ho Dong menyelidik.

“Ah tidak skandal ini tidak benar, saat itu yang dimedia massa salah memahami perkataanku” ucap Kyuhyun yang entah kenapa terlihat sangat lesu, namu Seohyun segera menyenggol tangan Kyuhyun dan akhirnya Kyuhyun tersadar.

“Kalau begitu, apakah kalian sudah dalam sebuah hubungan lebih dari seorang teman??” tanya MC Kang Ho Dong lagi sambil tersenyum-senyum gaje-__-

“Belum, kami tidak merencanakannya” ucap Kyuhyun dengan senyuman yang terlihat sangat terpaksa.

“Ah kami akan memikirkannya nanti, mungkin??” ucap Seohyun sambil menyunggikan senyum khasnya.

“Apa yang kau katakan?? bisik Kyuhyun kepada Seohyun.

“Sudah kau diam saja, ini yang terbaik” ucap Seohyun hampir tak terdengar oleh orang lain namun masih ditangkap oleh pendengaran Kyuhyun.

“Wah wah kalian berdua ternyata masih malu-malu ya, baiklah semoga kalian bahagia!!” ucap Kang Ho Dong semangat.

Semua perasaan berkecamuk di hatiku, dan benar-benar hal ini menguras lebih pikiranku. Tiba-tiba saja seorang staff dari Star King tak sengaja menumpahkan minumannya diatas bajuku, dan tanpa disengaja saat ia menjatuhkannya ia sempat menyentuh topiku dan membuat topiku sukses terbuka. Semua mata kini terarah kepadaku, tak terkecuali Kyuhyun. Dengan cepat aku beranjak dari tempat dudukku lalu pergi ke toilet untuk membersihkan bekas minuman itu dibajuku. Aku sangat menyesal kenapa aku mau datang ke Star King. Setelah bajuku sudah cukup kering, aku pun bergegas pulang namun tiba-tiba sebuah tangan menarik tanganku. Deg…

Author POV

Tiba-tiba tangan Eunmi ditrik oleh seorang namja, dan kalian pasti tahu ia siapa?? ia adalah Kyuhyun. Ia menarik tangan kekasihnya tersebut dengan kencang yang menimbulkan bercak merah disekeliling tangannya. Dengan reflek Eunmi memeluk namjachingunya tersebut dengan erat dan tanpa sadar Eunmi mengeluarkan air mata dari kedua matanya. Kyuhyun pun membalas pelukan Eunmi itu dan segera menghapus cairang bening yang keluar dari sudut matanya tersebut. Kyuhyun pun meminta maaf kepada Eunmi karena belakangan ini ia tidak menghubunginya sama sekali, dan ia menjelaskan tentang skandal Seohyun dengan dirinya itu. Ternyata SM lah yang membuat skandal tersebut supaya album duet Kyuhyun dan Seohyun laku di pasaran. Eunmi pun akhirnya mengerti Kyuhyun dan memaafkannya.

Eunmi POV

Aku menangis sejadi-jadinya dipelukan Kyuhyun, aku tak kuat untuk menahan cairan bening yang sedari tadi sudah kutahan untuk tidak menetes. Dan ia menenangkanku, ini lah saat-saat yang kurindukan saat ia menenangkanku saat aku sedang dalam keadaan terpuruk. Ia juga menjelaskan semuanya tentang skandalnya dengan Seohyun yang sebenarnya merupakan permainan SM saja. Dan soal mengapa ia 2 minggu ini tidak menghubungiku, karena ia terlalu sibuk kemarin sehingga ia tidak bisa menghubungiku. Dan kalian tahu?? malam ini ia harus berkencan buat dengan Seohyun lagi lagi karna SM yang menghendakinya. Aku tidak bisa melarangnya, namun ada 1 hal yang ingin kuminta dari Kyuhyun aku ingin Kyuhyun mengingat hari annyvku dengannya.

“Oppa, apa kau tahu besok hari apa??” tanyaku pada Kyuhyun yang sangat kurindukan ini.

“Jumat, wae??” ucap Kyuhyun dengan nada cuek-__-

“Aniyo aniyo, lupakan” ucapku sambil memonyongkan mulutku lalu menekuknya(?) ke bawah.

“Yak!! kau ini cepat sekali ngambek, jangan ngambek dong. Besok hari annyv kita kan??” ucap Kyuhyun sambil mencubit pipiku yang cukup chubby ini lalu mencium sekilas bibirku.

“Yak!! ini tempat umum, beraninya kau menciumku. Ah lupakan” ucapku seolah-seolah benar-benar marah padanya.

“Ah kau ini masa begitu saja ngambek separah ini huhu” ucap Kyuhyun sambil mengeluarkan puppy eyes andalannya.

“Menjijikan sekali puppy eyesmu itu kekeke, ayo ke mobil. Ohya kenapa kau sudah keluar huh?? memangnya sudah selesai??” tanyaku bertubi-tubi kepada namja yang ada disampingku ini.

“Maka dari itu maafkan aku hehe. Sudah selesai, aku  juga sudah meminta ijin kepada Leeteuk hyung untuk keluar sebentar. Lagi pula Super Junior nanti sudah tidak ada kegiatan lagi, dan juga aku sudah membatalkan kencan butaku itu” ucap Kyuhyun santai lalu membuka pintu mobilku lalu masuk kedalamnya.

“MWO??? apa benar?? kenapa kau membatalkannya???” balasku kaget akan pernyataannya barusan.

“Kenapa kau mesti kaget?? aku sudah meminta ijin kepada manager untuk menundanya saja, aku tidak ingin kehilangan moment-moment seperti ini bersamamu chagiya” ucap Kyuhyun lalu memegangg tanganku dengan erat.

“Kau ini bisa saja Kyu” ucapku sinis sambil tertawa(?) kepadanya.

“Kyuhyun, apa yang tidak bisa dilakukan oleh seorang Cho Kyuhyun??” ucap Kyuhyun bangga akan dirinya sendiri-__-

“Pede sekali kau Cho Kyuhyun” ucapku sambil tertawa sekeras-kerasnnya(?)

“Ya sekarang kita ingin kemana??” tanya Kyuhyun kepadaku sambil menyunggikan senyum khasnya yang tidak dimiliki oleh orang lain.

“Ke Namsan Tower, apakah kau mau Kyu??” ucapku sambil mengembangkan senyum kebanggaanku.

“Baiklah, Kajja!!” teriak Kyuhyun didalam mobil sampai membuat telingaku sakit dibuatnya.

at Namsan tower


Kyuhyun POV

Akhirnya aku dan Eunmi sampai juga di Namsan Tower, pemandangan Namsan Tower memang sangat indah ketika malam hari. Saat-saat yang sudah lama tak terjadi, saat dimana aku dan Eunmi bisa menghabiskan waktu bersama-sama lagi.

“Kyuhyun oppa, kenapa kau melamun seperti itu??” tanya Eunmi dengan wajah innocentnya padaku.

“Aniyo, aku hanya sangat merindukan saat-saat seperti ini dan tentunya bersamamu” jawabku sambil menatap intens mata porselennya itu.

“Ah aku juga sangat merindukannya, tapi kan hari ini kita bisa menghabiskan sisa waktu 6 jam lagi ini bersama-sama” ucap Eunmi sambil menggenggam erat tanganku.

“Ne Eunmi-ya, aku akan mengenang moment-moment ini” ucapku sambil mencium keningnya, dan tiba-tiba muncul semburat merah yang berasal dari pipinya yang cukup tembam itu.

“Ah kau ini bisa saja” ucapnya malu lalu berlari kecil menjauhiku.

“Yak!! tunggu aku!!” teriakku kepadanya lalu mengejarnya dan menangkap tubuh kecil itu.

Seohyun POV

Bayangkan saja kencan butaku hari dibatalkan begitu saja oleh Kyuhyun, seenaknya saja ia terhadapku. Apakah ia tidak menyadari kalau aku benar-benar menaruh perasaanku dengannya?? ah molayo~~. Dengan pandangan yang sedikit buyar karena air mataku yang menetes sedari tadi, aku pun mengambil sebuuah gelang couple kami yang sengajaku simpan. Walaupun gelang ini sebenarnya adalah pemberian dari managementku untuk berpura-pura memiliki suatu hubungan dengan Kyuhyun, namun entah dari mana perasaanku mulai mengharap lebih kepada Kyuhyun. Aku ingin ia mencintaiku, bukan Eunmi.. gadis yang menjadi yeojachingunya itu. Namun apa boleh dibuat, mereka memang sudah jauh lebih dahulu menjalin hubungan sedari 3 tahun yang lalu. Kalin tahu kenapa aku bisa mengetahui Eunmi?? saat di acara Star King tadi ekspresi Kyuhyun berubah seketika melihat gadis yang tertumpahi minuman tadi, terlihat sekali raut sedih dan cemas di wajah Kyuhyun. Ekspresi yang belum pernah sama sekali aku lihat dari Kyuhyun. Setelah gadis itu pergi, raut Kyuhyun terlihat sangat khawatir. Setelah 5 menit kemudian, akhirnya Kyuhyun kembali ke backstage lalu meminta ijin kepada Leeteuk hyung, entah mau kemana aku tak tahu sampai saat aku tanpa sengaja mendengar pembicaraan itu…

“Leeteuk hyung, aku harus mengejar Eunmi-ya” ucap Kyuhyun terlihat panik dan cemas terhadap yeoja tadi.

“Baiklah Kyuhyun, cepatlah kejar dia.  Namun bagaimana dengan kencan butamu dengan Seohyung huh??” tanya Leeteuk hyung sambil mengukir raut bingung di wajahnya.

“Tenang saja hyung, aku telah meminta ijin kepada manager dan ia setuju untuk mengundur kencan buta ini minggu depan. Baiklah sekarang aku pergi, annyeong!!” balas Kyuhyun seadanya lalu dengan cepat berlari ke arah tempat parkir Star King.

“Ne arraso Kyuhyun, hati-hati!” teriak Leeteuk hyung kepada magnae Super Junior itu.

Seketika otot-ototku melemas mendengar itu semua, para member SNSD lainnya pun menanyakan apa yang terjadi denganku namun aku hanya menjawabnya karena faktor kelelahan saja. Aku tidak ingin member SNSD yang lainnya tahu tentang soal ini. Cukup hanya aku yang mengetahui hal ini.

Author POV

Malam ini dilewati oleh 2 sejoli yang saling melepas rindu ini, sangat romantis apa yang mereka lakukan. Eunmi dan Kyuhyun pergi ke tempat ice skeating lalu bermain bersama di udara Seoul yang cukup dingin malam ini. Namun hal itu tidak sama sekali memadamkan rasa rindu mereka pada pasangan masing-masing. Ditemani dengan tawa mereka yang selalu mengiringi setiap langkah mereka.

“Kyuhyun oppa ini sudah jam 12 malam, sebentar lagi tanggal 13. Hari annyv kita oppa” ucap Eunmi kepada Kyuhyun yang sedang menggosokkan kedua tangannya itu.

“Ne chagiya, kujamin malam ini adalah malam yang tidak akan pernah kulupakan. Iya sebentar lagi, 1.. 2… 3… 4… 5…” balas Kyuhyun sambil mengeluarkan tangannya dari jaket tebal yang menutupi tangan putihnya itu.

“Ya!! Happy annyv chagiya, keep love and keep romantic with you. Longlast for us! ^^” ucap Eunmi dengan mengembangkan senyum kebanggaannya itu.

“Happy annyv too chagiya, saranghaeyo. Mian aku belum membeli hadiah untuk hari annyv kita, jeongmal mianhae tapi nanti siang aku akan membelikannya untukmu” balas Kyuhyun sambil mengelus kepala Eunmi.

“Nado nado saranghaeyo oppa. Aku tidak perlu hadiah berupa materi oppa, aku hanya ingin oppa selalu bersamaku.. itu sudah merupakan hadiah terindah untukku. Terimakasih untuk hari ini, kau membuatku sangat bahagia Oppa” ucap Eunmi sambil memegang dada Kyuhyun yang rata.

“Gomawo chagiya, aku tidak salah memilihmu. Mulai hari ini dan selanjutnya aku akan selalu menghubungimu, dan aku berjanji” ucap Kyuhyun lalu mencium sekilas pipi Eunmi.

“Aku juga seperti itu, aku sangat beruntung memiliki namjachingu sepertimu. Baiklah” ucap Eunmi lalu memberikan kelingkingnya untuk bertemu dengan kelingking Kyuhyun.

“Chagiya!!” teriak Kyuhyun sambil memasang wajah pura-pura terkejutnya.

“Waeyo???” jawab Eunmi dengan ternganga kaget karena kini Kyuhyun dengan mulus sudah mendaratkan ciumannya dibibiri cherry milik Eunmi.

“Mm..mph..mph.. opp..aa lepas..kann” ucap Eunmi tergagap-gagap karena merasa kehabisan oksigen disekelilingnya.

“Aniyo!! aku akan terus menciummu seperti ini!!” ucap Kyuhyun sembari mengeluarkan senyuman evilnya.

“Y..y..yaaa!!”

END

Ottokhae? ottokhae?? mian sekali kalau gaje T^T dan maaf kalau masih banyak typo-typo. Silahkan meninggalkan jejak disini!! ^^ jejakmu sangat berharga bagiku 😀

Don’t be Plagiarisme!! Don’t bashing!! gomawo 😉