[FF] Please Understand Me (Part 1)

ssminhos

Title : Please Understand Me

Author : whiteee13

Maincast : Park Minra, Choi Minho

Supportercast : temukann sendiri readers xD

Genre : Romance, Life, Sad

Length : Chapter

A/N : Annyeong para readers, silahkan mampir ke FF akuu! cekidot 😀

Author POV

Seorang yeoja sedang berjalan menyusuri kota Seoul di malam hari. 1 kata yang dapat mendiskripsikan keadaan kota Seoul malam hari, indah. Namun tidak bagi yeoja ini, pandangannya datar dan berkabur. Dapat dilihat dengan jelas bahwa yeoja ini habis menangis. Matanya bengkak dan memerah. Orang-orang disekitarnya melihat aneh ke arahnya. Bukan karena matanya bengkak atau memerah, tetapi karena baju yang ia kenakan sudah terobek tak beraturan. Namun yeoja ini sama sekali tidak memikirkan pandangan aneh dari orang-orang yang sedari tadi berjalan melewatinya. Banyak orang yang berbisik tentangnya, namun tidak sedikitpun digubris olehnya. Ia tetap fokus menatap nanar jalan malam Seoul yang dingin. Lalu yeoja itu mulai melangkahkan high heelsnya yang sudah patah ke arah trotoar jalan dan hendak menyebrang. Entah yeoja ini benar-benar gila atau apa tidak ada yang tahu. Ia menyebrangi jalan Seoul ketika lampu lalu lintas bagi pengguna kendaraan berwarna hijau. Banyak orang orang yang berteriak kepada yeoja itu untuk menghindari sebuah mobil lamborgini yang melesat kencang di jalanan Seoul. Dan…

at Seoul Hospital

“Apakah noona itu sudah sadar dok??” tanya seorang namja berparas tampan yang memakai jas hitam gelap yang menempel di badannya.

“Oh gadis itu, ia sudah sadarkan diri. Tuan sudah boleh bertemu dengannya” ucap dokter bername tag kan “Soo Yun” di jas putih kedokteran miliknya.

“Oh begitu baiklah, gamsahamnida Soo Yun-ssii” ucap namja tersebut sambil membungkukkan badannya.

“Ne cheonmanneyo Minho-ssii” ucap dokter tersebut sambil mengulum senyum tipis di atas bibir kecilnya.

——————————————————————————-

Minho POV

Aku pun memasuki ruang pasien bernomorkan “1331”, ruang dimana noona yang aku tabrak tadi dirawat. Sebenarnya aku masih bingung apa yang menyebabkannya menggunakan baju yang sudah memiliki banyak sobekkan. Apa ia hampir saja diperkosa?? ah molaa itu bukan urusanku. Akhirnya aku pun membuka pintu rawat berwarna putih ini, lalu tampaklah seorang yeoja cantik yang masih terbaring lemah di atas ranjangnya.

“Kau siapa?? dan aku dimana??” tanyanya dengan nada seperti.. orang yang sedang ketakutan.

“Choi Minho-ssi. Sekarang kau berada di rumah sakit, maafkan aku. Aku adalah orang yang menabrakmu” ucapku dengan rasa penyesalan karna telah menumburnya.

“Harusnya kau tak membawaku ke sini. Harusnya kau membiarkan aku mati” ucapnya dengan raut wajah datar.

“Mwo?? apa katamu?? yak kau tak boleh berbicara seperti itu??!” ucapku tegas kepada yeoja ini, dasar yeoja aneh batinku.

“Apa urusanmu??” ucap yeoja itu tanpa melihat sedikitpun ke arahku, pandangannya kini masih tertuju pada kaca bening yang berada di sudut kiri ruangan ini.

“Sudahlah, kau istirahat dulu saja. Berapa nomor telpon keluargamu?? agar mereka dapat mengetahui keadaanmu” ucapku sambil membenarkan selimut yang ada di pangkuannya.

“Jangan! jangan beritahu mereka!” balas yeoja itu dengan nada yang terdengar ketakutan, ani bahkan sangat ketakutan. Tiba-tiba saja cairan bening seketika tumpah membasahi wajah cantik yeoja itu. Hey apa yang kau bilang Choi Minho?? cantik?? ah molaa.

“Waeyo?? mereka harus tahu keadaanmu” ucapku dengan menunjukkan  wajah bingungku padanya.

“Aniyo, mereka tidak peduli. Hmm sebenarnya aku ingin meminta tolong darimu” ucap yeoja itu yang terlihat sedikit ragu dengan apa yang ingin ia katakan kepadaku.

“Apa?? apa yang bisa kubantu??” ucapku dengan tatapan yang menatap intens ke arah mata yeoja yang berada tepat di depanku.

“Boleh aku tinggal dirumahmu?? aku bisa menjadi pembantu dan tidak akan merepotkanmu, kau tak perlu membayarku” ucap yeoja itu panjang lebar terhadapku.

“MWOO??” tanyaku dengan wajah yang tidak percaya akan permintaan yeoja ini.

“Kalau kau tidak membolehkan, yasudah. Lebih baik aku mati” ucap yeoja itu sambil mengambil pisau buah yang ada disisi meja pasien.

“Hey!! apa yang kau lakukan!! baiklah, aku mengizinkanmu” ucapku dengan nada yang tergesa-gesa, entah kenapa terdapat perasaan khawatir jika terjadi hal buruk terhadap gadis ini.

“Jeongmal?? gomawo Minho-ssi. Aku akan tinggal di rumahmu untuk sementara, setelah aku mendapatkan uang yang cukup aku akan pindah dari rumahmu” ucap yeoja itu yang terlihat sangat senang dan puas dengan jawabanku barusan.

“Ne ne, tapi kau harus menceritakan kepadaku kenapa kau tidak mau pulang ke rumahmu” ucapku sambil menaruh kembali pisau yang hampir saja dipakai gadis ini untuk mengakhiri hidupnya sendiri.

“Hmm begini, sebenarnya aku….”

Author POV

Sudah 2 hari Minra dirawat di rumah sakit, dan hari ini adalah hari dimana Minra diperbolehkan pulang oleh dokter.

“Terimakasih dokter” ucap Minra kepada dokter bernama Soo Yun tersebut.

“Sama-sama Minra. Kau tidak perlu berterimakasih kepadaku, tapi kau harusnya berterimakasih kepada Tuan Minho” ucap dokter Soo Yun kepada Minra sambil menggenggam tangan Minra erat.

“Ah ne, gomawoyo Minho-ssi” ucap Minra kepada Minho yang memang sedari tadi berada disampingnya.

“Cheonmaneyyo Minra-ssi. Ayo pulang” ucap Minho sembari membawa koper yang berisi baju-baju Minra selama menginap di rumah sakit.

“Gomawoyo Minho-ssi, aku akan mengganti biaya rumah sakitku kepadamu ketika aku sudah bekerja. Ne??” ucap Minra kepada Minho sembari merangkul tangan kekarnya.

“Terserah saja kalau itu” ucap Minho sembari merasakan ada perasaan aneh yang menyelimuti hatinya saat berjalan bersama dengan Minra. 1 kata yang dapat mendeskripsikan perasaan Minho saat ini, nyaman. Itu yang ia rasakan.

“Ohya dokter itu kenapa memanggilmu tuan??” tanya Minra sambil mengemut lolipop yang sedari tadi ada di genggamannya.

“Ani, aniyo. Itu karna formalitas kerja saja” ucap Minho sambil terus menarik koper milik Minra yang sedari tadi ia bawa.

“Formalitas?? apa rumah sakit itu milikkmu??” tanya Minra dengan wajah tidak percaya.

“Ani rumah sakit itu bukan milikku. Tapi milik appaku” ucap Minho sambil menyunggingkan senyum khas yang terukir di bibirnya.

“Itu sama saja” umpat Minra dalam hati. Tapi harus Minra akui, Minho bukanlah namja yang sombong.

 

Minho POV

Aku dan Minra akhirnya sampai di depan rumahku, ani lebih tepatnya di depan apartementku. Hanya aku sendiri yang tinggal disini. Aku sibuk dengan seluruh pekerjaanku sehingga aku tidak sempat untuk pulang ke rumah.

“Disini, kita sudah sampai” ucapku kepada Minra sambil membuka pintu bagasi mobilku dan mengambil koper milik Minra.

“Disini rumahmu??” tanya Minra dengan wajah polosnya.

“Ani, ini apartementku. Kau ini lucu sekali” ucapku tanpa sadar sembari mengacak pelan anak rambut Minra.

” Mian hehe aku tidak tahu” ucap Minra dengan wajah innocentnya lalu berjalan pelan menuju apartementku.

“Kau benar-benar lucu Minra dan kau juga sangat baik. Namun kenapa kau memiliki kisah hidup yang sangat menyedihkan? sungguh Tuhan tidak adil. Bersebarlah Minra” ucapku dalam hati.

—————————————————————————–

“Wah apartementmu sangat luas Minho-ssi” ucap Minra yang terlihat bangga melihat apartementku.

“Ah tidak terlalu Minra-ssi” ucapku yang sedikit malu. Hey Choi Minho??! apa yang terjadi denganmu??!

“Empuk sekali” ucap Minra yang sedang mencoba menduduki sofa kulit berwarna merah milikku.

“Tentu saja, ini adalah sofa favoritku” ucapku sambil menyunggikan senyuman tipis di atas bibirku.

“Ah kau sangat beruntung sekali memiliki semuanya ini” ucap Minra kepadaku yang membuatku sempat tertegun untuk kesekian kalinya akibat ucapan yang keluar dari mulutnya.

“Ah tidak, walaupun aku memiliki semuanya ini aku juga tidak bahagia” ucapku cepat memotong perkataan Minra barusan.

“Hmm?? kau kenapa tidak bahagia?? apa yang kurang dari dirimu?? kurasa tidak ada” ucap Minra sambil melihat bentuk tubuhku dari kepala sampai kaki.

“Hmm aku mempunyai seseorang yang aku cintai, tetapi ia pergi meninggalkanku begitu saja tanpa memberitahukanku sebelumnya. Sudah 5 tahun lamanya aku menunggunya, namun ia tidak kunjung juga datang” ucapku dengan nada sendu, terlihat sekali suatu sorotan mata berbeda yang diperlihatkan oleh Minra.

“Aku tidak pernah menyangka jika dalam masalah percintaan kau begitu buruk. Pasti banyak wanita yang mengejarmu, dan tentunya kau tolak” ucap Minra dengan tatapan pangling mendengar cerita yang terlontar dari bibirku barusan.

“Benar, benar sekali apa katamu” ucapku seadanya sambil menundukkan kepalaku, aku tidak mau terlihat lemah di depan yeoja apa lagi di depan Minra.

“Sabarlah Minho-ssi, jika gadis itu adalah jodohmu pasti ia akan kembali. Namun jika ia tidak kembali, mungkin Tuhan mempunyai gadis yang lebih tepat untukmu” ucap Minra dengan nada yang lembut, sebelumnya aku belum pernah mendengar Minra berkata sebijak ini.

“Tentu saja, gomawoyo Minra-ssi. Kau sangat membantu” ucapku sambil menstabilkan pikiranku sekarang.

“Ne cheonma, ini tidak sebanding dengan apa yang telah kau lakukan untukku” balas Minra sembari mengulum senyum indah diatas bibir mungilnya.

“Baiklah, ini kamarmu. Semoga kamu suka dengan kamarmu” ucapku sambil membukakan pintu berwarna putih dengan aksen lumba-lumba disudut-sudut kamarnya.

“Kau suka lumba-lumba??” tanya Minra kepadaku sembari melangkahkan kakinya ke dalam kamar bernuansakan dolphin tersebut.

“Aniyo, adikku yang menyukainya” ucapku sambil memberikan senyuman sekilas dibibirku.

“Lalu, adikmu sekarang dimana??” tanya Minra kepadaku dengan antusiasnya.

“Ia.. ia sudah meninggal 2 tahun yang lalu karena penyakit hepatitis yang dideritanya” ucapku yang tanpa sadar mengepalkan tanganku sendiri.

“Minahae, seharusnya aku tidak menanyakannya” ucap Minra kepadaku sembari menundukkan badannya sebagai tanda minta maaf.

“Aniyo, gwenchanna. Baiklah jika kau mau makan di lemari ada beberapa ramen, kau bisa memasaknya. Dan ini password apartement ini, jadi jika kau mau keluar untuk mencari udara segar pergilah. Sekarang lebih baik kau istirahat dulu. Aku akan pergi ke perusahaan sampai malam. Kalau merasa kesepian hidupkanlah televisi, laptop, komputer, atau psp di rumah ini. Kau boleh memilih salah satunya. Anggap saja ini rumahmu sendiri. Arra?? aku pergi” ucapku sambil mengulum senyum kecil di bibirku dan melangkahkan kakiku keluar dari kamar Minra.

“Baiklah, annyeong” ucap Minra sambil melambaikan tangannya kepadaku, dan akupun membalasnya.

Minra POV

Wah apartement ini luas sekali. Aku pun mulai memasuki satu persatu ruangan disini, dan aku masuk ke salah satu ruang bernuansakan warna hitam dan beretnikan classic. Di dalam ruangan ini terdapat sebuah foto berukuran besar milik Minho. Dan tanpa sengaja aku melihat sebuah foto yang terpajang di meja hias kamar ini. Apa ini adalah adiknya?? sangat cantik, batinku. Kasihan sekali ia, ternyata materi duniawi tidak menjamin kebahagiaan seseorang. Ah akhirnya aku putuskan untuk keluar dari kamar Minho, karna menurutku ini sudah sangat lancang masuk kamar seseorang tanpa seizin pemiliknya. Aku pun masih sibuk membersihkan ruang tamu, dapur, dan kamar mandi. Sangat melelahkan, namun ini lah yang harus aku lakukan. Lagi pula aku tidak betah melihat sesuatu kalau tidak bersih. Setelah ini aku pun membuatkan bulgogi, dan bimbimbap untuknya. Kukira ia akan senang melihatku memasak untuknya. Setelah kurang lebih 1 jam setengah aku memasakkan makanan untuknya, aku pun memutuskan untuk mandi. Karena badanku kini sudah lengket. Hey aku lupa, aku kan tidak punya baju lagi. Tadi bajuku sudah kumasukkan mesin cuci. Haduh bagaimana ini?? batinku. Ohya kan Minho punya adik, siapa tahu baju adiknya masih ada di lemari. Semoga saja ada. Dan ternyata dugaanku salah, lemari putih yang berada di kamarku sama sekali tidak bergantungkan pakaian sama sekali. Aku pun dengan perasaan tidak enak dan terpaksa, masuk ke kamar Minho,  dan mencari baju kemeja kebesaran yang ia punya. Akhirnya aku menemukannya, tidak terlalu buruk. Untung saja pakaian dalamku tadi aku masukkan ke dalam tas kecil coklat milikku.

Still Minra POV

“Cklekkk”

Nampaknya Minho-ssi sudah pulang, lebih baik aku membawakan tas kantornya supaya ia tidak terlalu lelah. Benar saja, yang datang adalah Minho. Ia terlihat sangat lelah, dan wajahnya terlihat sangat suntuk dan pusing.

“Minho-ssi, sini aku bawakan” ucapku menawarkan jasaku kepadanya.

“Aniyo tidak perlu” ucap Minho sambil merenggangkan badannya yang terlihat sangat pegal.

“Ani, sini. Ohya mian malam ini aku meminjam kemeja besarmu untuk tidur. Baju tidurku tadi aku lupa menyisakannya untuk aku pakai malam ini” ucapku sambil menunjukkan kemeja besar yang  sedari tadi sudah kupakai.

“Ah baiklah gwenchanna” ucap Minho lalu melenggangkan kakinya meninggalkanku.

“Aku buatkan kau bulgogi & bimbimbap. Itu di meja, cepat makan” ucapku sambil membawa tas kerja miliknya.

“Kelihatannya enak, gomawoyo Minra-ya” teriak Minho dari meja makan.

“Ne cheonma Minho-ssi” ucapku senang yang menyadari bahwa ada perubahan di raut wajah Minho. Ia terlihat sangat senang.

“Ayo makan bersama” ajak Minho kepadaku.

“Baiklah” ucapku sambil menghampirinya setelah menaruh tas kerjanya di atas meja kerjanya.

“Minra-ya, jangan panggil aku dengan embel-embelan-ssi. Panggil saja aku Minho, lagi pula kita ini seumuran” ucap Minho kepadaku sambil mengulum senyum besar(?) di atas bibirnya.

“Ah?? ne. Bagaimana dengan masakanku Minho??” tanyaku kepadanya dengan malu-malu.

“Massita, sangat enak. Kau les memasak dimana??” tanya Minho dengan pandangan yang takjub kepadaku.

“Ani aku tidak pernah les memasak dimanapun. Aku belajar memasak sendiri” ucapku sambil mengulum senyum indah di atas bibir mungilku.

“Oh begitu. Hahaha kalau dilihat-lihat sepertinya kau sangat cocok kalau menjadi pacarku, ani bahkan istriku” ucap Minho dengan riangnya sambil memakan bulgogi yang sudah ada di depannya.

“MWOO??!!” pekikku dengan kerasnya di depan Minho.

“Ani, aku hanya bercanda Park Minra. Kau ini terlalu serius sekali. Cepat lanjutkan makanmu” ucap Minho dengan tampang tak berdosanya lalu mengacak pelan rambutku.

“Ah ye” ucapku seadanya karna dapat kurasakan kini pipiku memerah. Apa yang terjadi denganmu Park Minra?? aish pabbo yeoja, rutukku dalam hati.

————————————————————————————————–

Author POV

Seorang gadis yang terbangun dari dunia khayalannya akibat sinar matahari yang menerobos jendela. Gadis itu pun menggeliat perlahan dan segera bangun dan membereskan kamarnya.

“Hmm?? jam berapa ini?? hari ini aku harus kembali ke Korea untuk menjenguk eommaku yang sedang sakit” ucap yeoja yang diketahui bernama Kang Hye Jin.

Gadis itupun bersiap-siap untuk pergi ke bandara. Tiba-tiba suara ponsel membubarkan lamunannya yang sedang memperhatika foto seorang namja, yang mungkin adalah kekasihnya.

“Chagi, kau sudah dimana??” tanya seorang lelaki paruh baya dari seberang sana.

“Aku baru saja ingin berangkat, mungkin aku sampai sekitar jam 1 siang” ucap gadis itu sambil mengulum senyum manis diatas bibirnya.

“Ne, baiklah. Appa yang akan menjemputmu” ucap seorang namja paruh baya yang diyakini adalah appa dari Kang Hye Jin.

“Jeongmal??! gomawoyoo appa” ucap gadis it yang terdengar sangat senang dengan perkataan yang meluncur dari mulut appanya barusan.

“Ne ne, hati-hati ya Jin-ya. Bogoshipoyoo” ucap appanya dari seberang sana.

“Ne jeongmal bogosihpoyoo appa. Dadahhh” ucap Hye Jin sambil menutup flip handphonenya.

Gadis itu pun langsung masuk ke dalam pesawat yang sudah di bookingnya untuk menuju Seoul. Sedari tadi ia memegangi sebuah foto dirinya bersama seorang namja. Tatapannya tak pernah lepas dari foto itu. Tatapannya sangat sendu, bahkan terlihat seperti ingin menangis.

“Hmm apakah kau masih menungguku???”

TBC

Otthe?? bagaimana?? semoga para readers seneng ya 😀 dan sebenarnya FF ini aku ingin jadikan hadiah bagi para readers blog ini yang sudah setia untuk terus menunggu karya FF-FFku ^^ dan FF ini aku buat karna aku ingin membagi kebahagiaanku karna nilai author waktu UAS kemarin naik! bener-bener berbunga-bunga(?) nih hati author hehe >< #ehh kok jadi curhat sih thor?? #ah ga apa-apa lah sekali-sekali xD #sering thor masalahnya-_- #ya mian, hati author memang sedang seneng banget ga pake ajaa ;). Ohya dan 1 lagi jangan lupa RCL ya, tinggalkan jejak please^^ gomawooo 😀 jejakmu sangat berarti bagi author hehe x)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s