[FF] Once Upon A Dream

 

Title : One Upon A Dream

Author : Reene Reene Pott

Main Cast : Kim Kibum, Jung Nicole *ato Nicole Jung yah?? Up to you daaah*

Genre : Romance, Angst, Sad, Tragedy

Rating : Teenage

Length : ficlet (tapi kumasukin di oneshoot)

Language : Indonesia

Nicole POV

Omo, dimana ini? Kenapa semuanya putih? Aku menerjap-nerjapkan mataku, menyesuaikan pupil mataku dengan cahaya yang masuk. Baru kusadari, aku tengah berada di sebuah padang rumput yang indah. Matahari bersinar cerah, semuanya terasa indah. Tiba-tiba sosok seseorang tertangkap ekor mataku. Nuguya? Kenapa dia bisa berada di sini juga? Apa yang ia lakukan?

Namja itu memakai tuksedo putih dan berdiri memunggungiku. Aku melangkah mendekat, hendak menyentuh bahunya. Namun sebelum aku meletakkan telapak tanganku di bahunya, ia berputar menghadapku. Aku terperangah. Omo, tampan sekali namja ini. Ia tersenyum padaku. Akupun ikut tersenyum.

“Nuguya?” tanyaku.

“Kim Kibum imnida,” jawabnya lembut. “Neo?”

“Jung Nicole imnida,” sahutku. Ia mengajakku berjalan-jalan sekeliling padang rumput itu. Menyenangkan sekali. Namun yang aneh, aku merasakan getaran-getaran di dadaku. Aku berdebar melihat senyumnya. Gugup menjawab pertanyaannya. Namun aku nyaman bersamanya. Tiba-tiba ia mendekat, menundukkan wajahnya dan mendekati wajahku. Aku menurut instingku jadi aku menutup kedua mataku.

KRIIIINGGGGGG!!!!!!

KKRRRRIIIIIIIIIINNNGGGGGG!!!!!!

Akh, weker ini mengganggu saja. Aku menerjap-nerjapkan mataku. Cuma mimpi? Omo, padahal aku pengen banget jadi kenyataan!

__

Aku melangkah menelusuri taman. Tugasku sebagai seorang guru TK memang melelahkan, namun aku sangat senang berada di kerumunan anak-anak kecil. Bila sedang dalam waktu senggang seperti ini, aku senang melukis. Aku memilih bangku panjang yang diteduhi oleh sebuah pohon, duduk di situ dan akupun mulai membuka buku scetchbookku.

Aku mulai mencorat-coretkan pensilku di atas buku itu. Namun tanganku terhenti. Akh, kenapa kepalaku sakit sekali? Ukkh….

Dalam sekejap, aku sudah tak sadarkan diri…

Author POV

Nicole pingsan di taman dan ditemukan oleh salah seorang guru. Ia langsung dilarikan ke rumah sakit. Pihak sekolah memberitahu kedua orangtuanya.

Menurut hasil pemeriksaan dokter, Nicole mengalami kanker otak stadium tengah. Hidupnya tinggal 6 bulan lagi, sebelum harus dioperasi pengangkatan tumor. Presentasi untuk sembuh hanya 2% mengingat parahnya tumor di otaknya.

Tidak dapat dipercaya, Nicole, gadis menawan yang brilian, memiliki sejuta prestasi gemilang di sekolahnya dulu, ahli di bidang seni, namun memutuskan untuk menjadi guru TK malah mengalami hal seburuk ini.

Ketika mengetahui hal itu, Nicole hanya berkata,

“Tidak apa-apa, aku masih punya 6 bulan untuk menikmati hidup. Jadi aku harus memanfaatkan waktu selama 6 bulan ini sebaik-baiknya,”

Benar, ia melakukannya. Ia menulis banyak cerpen, puisi, dan melukis beberapa lukisan, mencurahkan isi hatinya. Kumpulan-kumpulan cerpen yang dibuatnya dijilid menjadi sebuah buku. Ia melakukan semua hal yang ia suka.

Namun, ternyata 6 bulan adalah waktu yang sangat cepat. Karena efek kemoterapi, rambut Nicole yang dulunya panjang sebahu kini sudah rontok. Wajahnya cekung dan tirus, kulitnya pucat dan tubuhnya semakin kurus.

Kini, sudah malam sebelum operasi. Nicole menandatangani surat penyumbangan seluruh organ tubuhnya yang masih baik jika ia meninggal nanti. Ia ingin melakukan kebaikan terakhir. Setelah menandatangani surat itu, keesokan harinya ia langsung di operasi.

Operasi berjalan selama beberapa jam. Namun, saat hampir selesai, operasi gagal. Akhirnya Nicolepun meninggal. Kornea matanya dibawa ke daerah Mokpo *author ngarang tempat asalnya Key*. Dan karena kornea mata itulah, seorang namja dapat melihat kehidupan untuk pertama kalinya. Namanya adalah Kim Kibum.

Kibum pun menanyakan alamat Nicole, ia mau berterimakasih pada keluarganya, karena yang ia tahu Nicole sudah tiada. Setelah mendapatkan alamatnya, iapun berangkat menuju rumah Nicole.

Ting tong…

Cklek…

“Annyeonghaseyo, Kim Kibum imnida, apakah benar ini kediaman Jung Nicole?” sapa Kibum ramah pada seorang wanita paruh baya, matanya sembab, kelihatan sekali ia menghabiskan hari-harinya dengan menangis. Wanita itu mengangguk dan menyilahkan Kibum masuk. “Saya adalah orang yang mendapat sumbangan kornea mata Nicole-ssi. Saya datang ingin mengucapkan terimakasih, sekaligus ingin melihat tempat kediaman Nicole,” lanjutnya.

“Benarkah?” Tanya umma Nicole. Ia menatap kedalam mata Kibum. “Ah, aku dapat melihat kehangatan mata Nicole dari situ. Akhirnya aku bisa melihatnya lagi,” katanya sambil menggenggam kedua tangan Kibum. “Kau ingin melihat ruang kerja Nicole, ayo ikut,” lanjutnya. Kibumpun mengikutinya memasuki sebuah ruangan yang lumayan besar berisi rak-rak buku, sebuah meja besar, sebuah sofa, dan jendela besar. Ruangan itu terasa hangat.

“Sepertinya aku pernah melihatmu, Kibum-ssi,” kata umma Nicole. “Tapi dimana ya? Ah! Aku ingat!” seru umma Nicole sambil mencari sesuatu dari laci sebuah meja. Iapun mengeluarkan sebuah buku agenda bersampul kulit berwarna hitam dengan tinta emas menggores di situ; Nicole.

“Aku ingat, Nicole pernah menggambarmu. Katanya itu pria idamannya,” lanjut umma Nicole sambil membuka agenda itu. “ini dia, benar, ia mirip sekali denganmu,ini adalah satu-satunya lukisan Nicole yang tidak di pamerkan,” lanjutnya. Kibum pun menyelidiki lukisan sketsa dengan pensil itu. Benar, lukisan itu sangat mirip dengan dirinya. Namun, darimana Nicole mengetahuinya? Bahkan di situ tertulis namanya; Kim Kibum. Darimana Nicole bisa tahu?

“Ahjumma, bolehkan aku melihat foto Nicole?” Tanya Kibum. Umma Nicole mengangguk lalu memberinya sebuah foto. Omo… Kibum merasa dia pernah bertemu yeoja ini… apakah… yeoja ini… yeoja yang menyapanya di mimpinya itu? Kibum ingat sekali, meski ia hanya dapat melihat wajah yeoja itu, mimpinya tak akan pernah ia lupakan. Ya, yeoja yang membuatnya jatuh cinta di dalam mimpi. Kibum membuka halaman selanjutnya, ia kembali terperangah.

Di dalam mimpi…

Pertama kali aku melihatmu

Di dalam mimpi…

Pertama kali aku jatuh cinta

Mungkin kebanyakan orang merasa aneh,

Namun inilah yang kualami

Aku bertemu dengannya di dalam mimpi,

Berkenalan dengannya—namanya Kim Kibum—didalam mimpi,

Dan jatuh cinta dengannya di dalam mimpi.

 

Karya: Jung Nicole

Kibum tersenyum membaca puisi singkat itu. Jujur, ia juga jatuh cinta dengannya saat pertama kali berjumpa di dalam mimpi. Karena itu ia menulis balasan;

Gomawo Nicole sudah mencintaiku,

Gomawo sudah memberikanku kornea matamu,

Annyeong aku Kim Kibum,

Walalupun kita tak bisa bertemu,

Saranghae…

 

Kim Kibum

END

 

Puahhh ini couple ShinRa pertamaku!!! Moga-moga lumayan, kalo ada miss typonya*entahlah, author juga kaga tau itu apa* mohon maap yah…

Author belum pinter basa-basi di sini, soalnya ceritanya terinspirasi dari komik Chicken Soup, dengan sedikit perubahan. Bahsanya terlalu baku ya? Mungkin karena efek komik itu….

Yah, gomawo sangat dah yang udah mau baca… Yang udah baca, tolong dong komennya,… ^_^

 

credit by : whiteee13

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s