[FF] Your Love Is Too High – PART 3

Title : Your Love Is Too High

Author : ReeneReenePott

Maincast : Choi Minho, Lee Son Hee(reader: dasar author narsis!! Author : *tutupkuping* aku ingin beginiii aku ingin begituuu.. aku ingin ini itu banyak sekaliiii~~)

Supportercast : Lee Taemin, Kim Kibum/Key, Kang Minchan (a.k.a Mahita), Kim Sung Ran (a.k.a Charismagirl), Lee Donghae, Lee Gikwang, Cho Kyuhyun, Kim Jonghyun, Yong Junhyung, Goo Hara, Jo Kwangmin, Jo Youngmin, Hwang Tiffany, Choi Sooyoung

Genre : Romance, Comedy, Fluff, School Life

Length : Sequel

Rating : Teen

A/N : ANNYEONG ^o^ kali ini aku membawakan FF jadulku, yang dibuat pasca Go away ._.V hanya sedikit yang kupoles, Cuma konflik dan beberapa bagian. Kubuat ringan supaya akunya gak bingung sendiri ^^V Mian kalo baahasanya masih rada-rada kasar, hehe ^^

Part 3

Son Hee POV

Sepertinya ada yang mengikutiku sejak tadi deh. Atau hanya perasaanku saja ya? Akh molla. Yang penting selama pekerjaanku tak terganggu sepertinya akan baik-baik saja. Eh?? Entah deh.

Aku melangkah ke loker karyawan, hendak mengambil pakaian gantiku. Setelah mendapatkannya, aku pun mengganti seragam sekolahku dengan pakaian itu. Selesai mengganti baju, aku langsung melakukan instruksi tadi. Aku mengambil krim vanilla dan serbuk mocca yang ada di ruang penyimpanan, lalu melangkah ke dapur.

“Chef, ada yang bisa kubantu?” tanyaku sambil mencuci kedua tanganku, tentu saja. Saat memasuki dapur, keadaan harus steril, bukankah begitu?

“Ne, tolong, keluarkan cheescake itu dari oven, lalu oles bagian atasnya dengan selai stroberi dan krim vanilla,” sahut chef yang tengah sibuk dengan adonan dan beberapa wajan yang sesekali dikontrolnya.

“Nee.. Nanti mau dibawa ke meja mana chef?” tanyaku lagi sambil mengoleskan selai stroberi dengan kuas yang sudah tersedia.

“Ada 2 porsi untuk meja 6. Dan 1 porsi untuk meja 2,” sahutnya lagi. Aku mengangguk meski ia tak dapat melihatnya.

“Oh nee…” Aku menyiapkannya dan bergegas mengantarnya. Namun begitu aku mengantarkan ke meja 2…

“Sunbae?” sapaku ragu. Benar atau tidak, sunbae di depanku ini, Choi Minho? Benarkah?

“Kau.. Bekerja disni?” tanyanya langsung. Aku tersentak dan mengangguk.

“Ne,” jawabku singkat.

“Wae?”

“Aku hanya ingin belajar mandiri. Haha,” balasku sambil tertawa garing.

“Dengan bekerja seperti ini?” sergahnya lagi. Kok aku serasa diwawancara ya?

“Ne. Oppadeul juga begitu,” jawabku sekenanya, mengingat Gikwang dan Donghae oppa yang juga bekerja sepertiku, hanya saja pekerjaan mereka sudah lebih ‘berkelas’ dibanding pekerjaanku.

“Oh. Sekarang duduk,” katanya tiba-tiba. Aku melongo.

“Mwoya??”

“Temani aku makan,” katanya lagi yang membuatku mulai grogi.

“A.. Aniyo.. Aku ga bisa. Aku karyawan..”

“Sudahlah.. Dibolehin kok sama bos. Lagian sepi sekarang, pengunjungnya cuma sedikit,” ujarnya lagi, yang membuatku terpaku.

“Tetap saja aku tidak boleh,”

“Boleh..” tegasnya yang membuatku langsung merinding.

“Ya sudah,”akhirnya aku pun duduk di hadapannya ketika bosku tersenyum ke arahku. “Cepat habiskan! Ottheyo? Massitayo?” tanyaku ketika ia mulai menyuap strawberry cheesecakenya itu.

“Sabar sihh… Neomu massita!” sahutnya sambil tersenyum. Ya Tuhan… andai saja aku terkena serangan jantung, aku bisa stroke duluan!

“Kalau begitu sering-sering datang ke sini ya!” sahutku. Yah, tak apa deh. Mumpung nambahin pelanggan, hehe…

“Pastinya. Begitu tahu kau kerja di sini..” katanya lagi yang membuatku langsung tercekat. Ya, aku memang bukan tipe yeoja peka tapi aku juga bisa salah tingkah kalau dalam situasi seperti ini.

Mwoya?? Apa katanya?? Jangan geer dulu.. Jangan geer dulu….

“Silahkan saja..”

“Hei.. Nih..” serunya sambil memberikan garpu yang sedang dipakainya padaku. Aku menatapnya bingung. Apakah garpunya terjatuh? Jadi kotor, begitu?

“Mwoya??

“Suapi aku,” ujarnya tiba-tiba. Aku mendleik menatapnya sambil menganga.

“Kau gak punya tangankah??”

“Yee.. Ngeyel. Cepetan ah!” idih, ini orang kok maksa sih ==

“Kaga maoo!!” seruku. Ia menelan ludahnya dan menyenggol lenganku. Maunya apa sih? Kalau dia seperti ini terus bisa-bisa jantungku tak bisa dikontrol lagi XD

“Ck, ah nih anak. Cepetan ah!!” ia menyenggol lenganku lagi.

“Sirreo!! Aku masih banyak kerjaan!!” sahutku dan kabur kembali ke dapur.

__

Pekerjaanku sudah selesai. Yeah, aku capek sekali, pengunjung hari ini lumayan banyak, padahal biasanya tidak ada setengahnya dari ini. Aku bergegas mengganti bajuku lalu melangkah keluar cafe. Dan.. Aku menemukan…

“Saengi-yaaaa~” sebuah suara berat yang sangat kurindukan terdengar dari arah luar. Aku menoleh cepat.

“Oppa!! Kapan datang?” tuh kan, dugaanku benar. Oppaku, Lee Donghae, ada di sini sekarang. Aku berlari kecil menghampirinya dan langsung memeluknya erat.

“Barusan beristirahat sepulang dari bandara. Dan.. Kau….” ujarnya sambil memeprhatikan tubuhku dengan seksama. Baiklah, aku hanya bisa menelan ludah khawatir sekarang ”Ya!! Kau tambah kurus!! Kau sangat kurus!! Kau menyiksa dirimu hah??” bentaknya tiba-tiba tepat didepan wajahku.

“Enggak oppa, aku sama sekali gak nyiksa diri kali. Ga tau deh kok jadi gini. Yang penting setiap hari aku makan kok!” sungutu pelan. Yah, meski terkadang nafsu makanku sering overload…

“Jinchayo?” aish oppa ini percaya pada adiknya tidak sih?

“Iyaa!! “ balasku juga.

“Hahaha, asik deh. Kau jadi lebih manis kalau begini…” hadeh, ini lah sifat asli oppaku. Dihadapan orang lain sih pendiam, tapi begitu jiwa aslinya keluar.. SUKA GOMBAL!

“Aihh, oppa mah bisanya gombal doang! Bagaimana keadaan Sicca eonni?” tanyaku mengalihkan topik sembari melangkah keluar dari café.

“Aku akan melamarnya segera,” desahnya sambil menerawang. Mataku membulat senang. Kuharap ini bukan sebuah candaan.

“Jinchayo?? Yeeey!!! Akhirnya aku dapat kakak ipar jugaa…” seruku senang. Donghae oppa hanya tersenyum.

“Haiishh.. Kenapa sih kau begitu lucu heumm? Kalau begini lama-kelamaan lebih baik aku melamarmu daripada melamar Sicca,” ujarnya tiba-tiba sambil mencubit kedua pipiku gemas. Kayaknya bukan gemas lagi deh, sampai sakit banget begini, huhu…

“Yaikkss oppa! Sakit!” seruku sambil memukul pelan lengannya. “Oppa aneh ih, kita kan saudara sedarah oppa, mana mungkin menikah!” ia mengacak rambutku lembut.

“Hehehe.. Sudahlah, kkaja, ayo kita pulang!” dan kami tengah berhadapan dengan motor sport oppa yang super duper keren. Tidak hanya motornya, yang punya juga keren banget! Kena jampi-jampi apa yah aku, kok bisa punya oppa sekeren Donghae oppa?

Sesampainya dirumah, kami langsung disambut oleh eomma dan Gikwang oppa. Omo, ia begitu keren dengan rambutnya yang masih basah itu. Kenapa yah, oppadeulku kok keren semua? Sedangkan aku tidak? Heu.. Nyakiit!!!

“Eomma!! Oppa!!” seruku sambil menerobos masuk ke dalam rumah.

“Kau mandi dulu sana! Bau tau!” eommaku berseru sambil menepuk pundakku. Aku mengerucutkan bibir. Namanya baru pulang ya pasti bau lah eomma!

“Nee..” sahutku menurut. Gikwang oppa yang berdiri di samping eomma nampak berusaha menahan tawanya. “Apa yang kau tertawakan hah?”

“Aniyo… Hahaha…”bukannya mereda, tawanya malah mengeras. Haish..

“Ya! Oppa! Belum sikat gigi ya? Mulutmu bau!”

“Ehh.. saengi durhaka. Aku sudah sikat gigi tahu!” balasnya sambil menjitak kepalaku.

“Haish aku mandi dulu!” aku melangkah ke belakang tempat jemuran handuk.

“Mandi yang bersih ya!” samar-samar kudengar suara Gikwang oppa cekikian di belakangku.

“Atau mau kumandikan, Heenie-ahh?” Kini suara Donghae oppa yang berkicau. Hya… mereka suka sekali menggodaku!

“Ya! Oppa! Aku sudah besar tahu!” sahut ku kesal, tapi kedua oppaku malah ngakak. Ckckck…

Dan akhirnya aku masuk ke kamar dan bergegas mandi. Setelah selesai mandi, aku menggunakan handukku untuk mengeringkan rambut. Lalu melangkah keluar kamar.

“Ya!! Saengi-yaa… Kenapa kau begitu kurus??” Donghae oppa berseru tak terima padaku. Aku membulatkan mataku kaget.

“Mwo??”

“Tak apalah, donghae, lagipula lebih baik seperti ini, ya kan Son Hee?” ujar eomma bijak. Aku hanya nyengir tanpa berkata apapun.

“Sudah.. Sudah.. Lupakan soal kurus atau enggak. Sekarang kita makaan!!” dengan semangat ia langsung menyendokkan sesuap besar kimbap hingga mulutnya menggelembung. Astaga… oppaku brutal sekali…

“Oppa, kau sangat bersemangat. Sebenarnya berapa lama kau tidak makan kimbimbap heuu?” ledekku yang masih memegang sumpit bersih, belum tersentuh makanan apapun. Donnghae oppa mengangkat kepalanya sejenak, lalu nyengir dengan mulut penuh makanan.

“Sudah setahun saeng… Dan tidak ada apa-apa disana…” jawabnya dengan tampang memelas. Hah, aku malah ingin tertawa melihatnya.

“Hah? Tidak ada kehidupankah disana?” tanya Gikwang oppa polos. Aku Cuma bisa ngakak sambil mencomot udang goreng dan menyuapkan kimbap ke dalam mulutku.

“Hahh.. Dongsaengku yang ini kok pabonya sama sih kayak Sicca. Maksudku tuh kaga ada masakan korea yang benar-benar enak disana.. Apalagi.. Masakan eomma kan selalu khas.. Ehehehehe….” jawab Donghae oppa sambil terus nyengir.

“Merajuk tuh eomma!” seruku dan Gikwang oppa serempak.

Author POV

Son Hee sedang berkutat dengan berbagai macam soal matematika yang ada di hadapannya ketika jarum pendek jarum jam sudah menujuk ke angka 3, menandakan ia mulai mempersiapkan olimpiadenya bersama parternya, Cho Kyuhyun. Kepalanya mulai terasa panas saat mengerjakan soal ke-lima puluh.

“Hyahhh aku tidak kuat lagi! Hanya segini kemampuanku! Aku harus mengistirahatkan pikiranku,” pekik Son Hee sambil membanting penanya. Kyuhyun menatapnya sambil mencibir.

“Dasar. Kau ini memang kurang latihan ternyata. Ya sudah, berapa soal yang kau selesaikan?” tanya Kyuhyun pada Son Hee yang sedang memijit keningnya.

“Lima puluh dari tujuh puluh lima soal. Heuu…” desahnya sambil merilekskan otot tengkuknya yang hampir kram karena selama satu setengah jam terakhir ia terus menunduk dan berkutat dengan soal-soal itu.

“Hm, tidak buruk untuk hoobae sepertimu,” gumam Kyuhyun dan mulai memeriksa jawaban Son Hee.

“Otte? Kuharap tidak banyak yang salah,” gumam Son Hee sedikit harap-harap cemas. Kyuhyun menyipitkan matanya beberapat saat, lalu menggoreskan pensilnya di atas jawaban Son Hee.

Cklekk..

“Hey, Cho Kyuhyun!” sebuah suara menyambut dari luar pintu. Son Hee menoleh dan mendengus. Sementara yang disapa menyambutnya dengan senyum lebar.

“Kenapa oppa ke sini?” tanya Sopn Hee sedikit jutek. Namaj yang baru masuk itu, Gikwang, menoleh menatap saenginya sambil nyengor lebar.

“Tugasku melatih di bidang fisika sudah selesai. Ya, kau belum selesai juga?” tanya Gikwang dengan nada sedikit mengejek. Son Hee memeletkan lidahnya sejenak lalu meraih penanya.

“Tentu saja belum. Aku hampir gila di beri soal sebanyak 75 oleh chingu evil oppa satu ini!” tunjuk Son Hee sedikit kesal. Kyuhyun menurunkan lembar jawaban yangs sedang di periksanya dan menatap Son Hee garang.

“Apa katamu barusan?” desisnya. Son Hee hanya nyengir kuda.

“Animnida,” sahutnya singkat. “Oh, ayolah, sudah selesai belum? Aku sangat keroncongan belum makan siang,”

“MWO? Belum makan siang? Pabo!” seru Gikwang. Son Hee hanya nyengir kuda, sementara Gikwang menatapnya tajam.

“Hehe, mianhae, habis aku masih ada urusan dengan…” belum sempat ia menyelesaikan kalimatnya, Gikwang sudah menyeretnya keluar.

“Ya! Kyuhyun-ah! Aku bawa saengiku ini makan dulu, bisa diomeli habis-habisan aku oleh hyungku kalau sampai dia telat makan,”

“Ya! Oppa! Apa-apaan! Tadi aku sempat mengganjal perutku dengan roti kok!” sela Son Hee tak terima.

“Ah, pokoknya sekarang kau makan dulu, oke? Oppa yang traktir,” Son Hee mengangkat sebelah alisnya ketika oppanya mengatakan sebaris kalimat itu.

“Tumben oppa mau mentraktirku,”

“Ya, jangan berpikir yang macam-macam,” ancam Gikwang. Son Hee hanya menahan tawanya.

“Ya, anggap saja kalau aku berpikir kalau oppa hendak menyogokku untuk meminta nomor telpon dan alamat e-mail Hyosung, hahaha,” Son Hee terkekeh sendiri. Gikwang hanya berdecak kesal.

“Kau benar-benar usil! Sudahlah, kau mau pesan apa?” tanya Gikwang. Son Hee berpikir sejenak, sebelum akhirnya memutuskan.

“Ramen dan kimchi soup!” seru Son Hee semangat.

Son Hee POV

“Ya, Lee Son Hee pabo. Sedari tadi kau dipanggil tapi tidak menyahut,” tiba-tiba Sung Ran sudah berdiri di hadapanku yang sedang duduk manis bersama novel kesayanganku. Sunshine Becomes You.

“Waeyo? Aku tidak mendengarmu Sung Ran-ah, kau tahu sendiri kan kalau aku sudah baca novel,” sahutku sambil nyengir. Sung Ran hanya memutarkan bola matanya kesal.

“Aniyo, hanya ingin memberitahumu, mau triple date tidak?”

“Mwoya?” seruku kaget. “Triple date?”

“Ne, aku dengan Taemin oppa, Minchan dengan Key sunbae, kau…” ia menimbang-nimbang sejenak. Aku langsung menyilangkan kedua tanganku di depan dada.

“Andwae. Kalau pasangannya Gikwang oppa aku tidak akan mau,” sahutku keras. Sung Ran langsung terbahak.

“Tentu saja bukan pabo! Aku akan memasangkanmu dengan Minho sunbae,” ujarnya lagi. Aku menghembuskan napas lega. Tapi aku baru mencerna kata di akhir kalimatnya tadi. Aku menerjapkan mataku.

“Mwoya? Minho sunbae?”

Author POV

“Nde? Triple date?” Minho berseru keras saat Key dan Taemin menceritakan rencana mereka.

“Ne, kalau double date itu sudah biasa, makanya lebih baik mencoba triple date, aduh! Sakit Taemin!” maki Key ketika kakinya diinjak oleh Taemin. Taemin hanya menatapnya sambil mengerutkan keningnya kesal.

“Kapan memangnya?” tanya Minho pada akhirnya. Taemin dan Key sama sama membulatkan mata mereka.

“Kau menyetujuinya?” tanya Taemin ragu. Minho mengangguk yakin.

“Ne, tentu saja,” jawab Minho tegas. Tiba-tiba Kwangmin dan Youngmin berlarian memasuki kelas, membuat ketiga namja itu menoleh heran.

“Ya! Kalian itu kenapa?” Tanya Taemin bingung. Kwangmin dan Youngmin hanya mengatur napas mereka yang masih satu-satu.

“Hh.. ada rumor… hhh.. kalau… hh..” Youngmin berusaha memberitahu apa yang ada di pikirannya, karena wajahnya nampak panik sekali.

“Rumor? Rumor apaaan?” sergah Key bingung. Ia mengguncang-guncang bahu Youngmin. “Ya! Pabo! Cepat katakan!”

“Kyuhyun sudah punya pacar anak kelas X. Namanya Lee Son Hee,” jelas Kwangmin saat napasnya sudah teratur. Youngmin hanya mengangguk membenarkan ucapan Kwangmin.

“MWOYAAA??” seru Minho, Taemin dan Key serempak.

“Bagaimana bisa?” Minho menetralkan suaranya lagi, merasa masih gengsi mendengar berita itu.

“Kemarin, mereka berdua berjalan berdua di koridor sekolah,” jawab Youngmin polos. Key menjitak kepalanya. “Adawww..”

“Bagaimana bisa disimpulkan kalau mereka berdua pacaran hanya karena ‘berjalan-berdua-di-koridor-sekolah’ hah??” pekik Key kesal.

“Masalahnya, mereka berjalan berduaan lama sesudah jam pulang sekolah,” gumam Kwangmin. Minho mengerutkan keningnya. Pulang sekolah?

__

“Hahahahahaha…” Son Hee tertawa ngakak saat kedua temannya menatapnya penuh tanda tanya. “Kalian salah pahamnya terlalu sekali sih!”

“Lah, kalian berdua hanya berduaan, di koridor sepi, ngobrol akrab, lama sesudah pulang sekolah pula! Apalagi kalau bukan pacaran coba,” cerocos Minchan tidak terima. Son Hee memegangi perutnya yang sakit karena tertawa.

“Kalian benar-benar lucu. Untuk apa aku pacaraan dengannya? Ia hanya melatihku untuk mengikuti olimpiade matematika, hahahaha…” Sung Ran dan Minchan saling pandang.

“Tapi…”

“Sudahlah, kalau kalian mau bukti, kalian bisa membuntutiku sepulang sekolah,” ujar Son Hee santai.

“Baiklah, baiklah, kami percaya padamu,” Sung Ran dan Minchan akhirnya menyerah.

“Hei, ada yang mau ikut aku ke perpustakaan?” ujar Son Hee. Keduanya menggeleng tanpa berpikir lagi. Son Hee mengulum senyum tipis lalu melangkah keluar kelas.

Ia melangkah dengan tenang, sangat tenang. Tapi banyak sekali haksaeng-haksaeng yang memperhatikannya dari ujung rambut sampai ujung kaki. Ia memang merasa sedikit risih, tapi ia mencoba untuk tidak memperhatikannya. Tiba-tiba matanya menangkap sosok Key , Taemin dan Minho menuju ke arah kelasnya.

“Annyeong haseyo sunbae,” sapanya ramah yang membuat ketiga namja itu melongo. Tiba-tiba Key ingat dengan apa yang dikatakan si Kembar itu dan langsung mengacungkan jari telunjuknya ke depan wajah Son Hee.

“Ya! Kau! Apa kau benar-benar pacaran dengan Kyuhyun?” serunya keras. Son Hee hanya membulatkan matanya polos.

“Nde? Mwoya?” tanyanya bingung.

“Haish, apa kau benar-benar pacaran dengan Kyuhyun?” cerocos Key lagi.

“Hahaha, aniyo sunbaenim,kami tidak pacaran kok, selera humor kalian tinggi sekali hahaha…” balas Son Hee yang tawanya langsung meledak seketika.

“Geundae, kalian jalan berdua di koridor itu?” tanya Minho penasaran. Son Hee berusaha meredakan tawanya, lalu menatap Minho lurus.

“Ia membantuku menyiapkan olimpiade matematika,” sahutnya kalem. Ketiga sunbaenya hanya ber-oh ria. “Geurom, aku ke perpustakaan dulu ya, annyeong,” lanjutnya dan meneruskan langkah ke arah perpustakaan. Minho tercenung, sementara Taemin dan Key sudah melangkah meninggalkannya.

“Ya! Choi Minho! Kau ngapain di situ?” tanya Taemin seraya berseru. Minho menoleh, lalu bergegas mengikuti mereka.

“Eh, mian mian..”

“Kkaja!!”

TBC

OTTHEYOO?? #plakkk Bahsanya sedikit, berubah, nah besok udah berubah semuaa!! #pletaksss Semoga feelnya masih dapet yaa XDD

Gomawo yang sudah baca, komen , kritik dan saran ditampung semuaa XDD

 

credit by : whiteee13

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s