FF] Your Love Is Too High – PART 2

Title : Your Love Is Too High

Author : ReeneReenePott

Maincast : Choi Minho, Lee Son Hee(reader: dasar author narsis!! Author : *tutupkuping* aku ingin beginiii aku ingin begituuu.. aku ingin ini itu banyak sekaliiii~~)

Supportercast : Lee Taemin, Kim Kibum/Key, Kang Minchan (a.k.a Mahita), Kim Sung Ran (a.k.a Charismagirl), Lee Donghae, Lee Gikwang, Cho Kyuhyun, Kim Jonghyun, Yong Junhyung, Goo Hara, Jo Kwangmin, Jo Youngmin, Hwang Tiffany, Choi Sooyoung

Genre : Romance, Comedy, Fluff, School Life

Length : Sequel

Rating : Teen

A/N : ANNYEONG ^o^ kali ini aku membawakan FF jadulku, yang dibuat pasca Go away ._.V hanya sedikit yang kupoles, Cuma konflik dan beberapa bagian. Kubuat ringan supaya akunya gak bingung sendiri ^^V Mian kalo baahasanya masih rada-rada kasar, hehe ^^

Part 2

Son Hee POV

Hari ini pelajaran olahraga. Gak masalah sih kalo senam lantai atau apalah. Tapi? Ini? Basket? Haduh coach, walaupun aku tahu tekniknya dan berusaha keras supaya dengan benar bolanya masuk ke tempat yang seharusnya, maaf aja kalo badanku tidak bisa di ajak kompromi jadi bolanya melayang ke kepala coach bukan ke ringnya.

“Ya! Sekarang kalian akan dibantu oleh sunbae kalian dari kelas 3… Kita bagi jadi 5 kelompok… bla.. bla… bla..” sudahlah coach, kau ngomong apa pun aku tak mengerti. Kepalaku sudah mau pecah bayangin muka coach yang marah kalau bola basket melayang ke kepalanya.

“Ya! Kau! Lee Son Hee!! Ngapain bengong hah?? Masuk ke kelompok sana!!” seru coach menyadarkanku dari lamunanku yang gak jelas pada tempatnya itu.

“Hee?? Eh… ne coach!!” seruku dan langsung beranjak ke kelompok yang ditunjuk coach.

“Ppali! Sunbaemu sudah mulai mengajar!” pekiknya lagi.

“Nee!!” seruku malas. Heuu~

“Ppali!! Son Hee-yah!! Kyaaa~” pekik Soo Jung tak jelas. Aku merenyit sambil mendekatinya.

“Kau kenapa sih teriak-teriak begitu?” tanyaku penasaran.

“Igeoo.. Minho sunbae!! Kyaa~ keren!!” pekiknya lagi.

“Mwoya??” gumamku sambil melotot pada sunbae yang baru tadi kutabrak. Hohoho.. mianhae sunbae… kalau nanti dengan terpaksa aku memberikan sesuatu di jidat sunbae…

“Waeyo?? Apa kau tak menyukainya?” Tanya Soo Jung bingung dengan tingkahku.

“Aniyo! Aku bukan fansnya!” ujarku. Jujur lho, aku kan bukan fansnya, tapi aku menyukainya, ekkkee~~

“Halah, nanti juga naksir!” seru Soo Jung lagi.

“Huh! Memangnya si Minho sunbae itu yang mengajarkan kita?” tanyaku yang disambut dengan anggukan semangat dari Soojung.

“Ne, kalau Minchan kelompoknya Kibum sunbae, kalau Sung Ran kelompoknya Taemin sunbae. Kyaaa mereka jodoh sekalii..” pekik Soo Jung lagi. Akupun mengedarkan pandangan ke sekelilingku.

“Bahkan Youngmin mengajar Caerin..” gumamku saat melihat Youngmin memegang tangan Caerin, mengajarkan cara memegang bola yang baik dan benar. Romantis sekali.

“Geurae… Caerin itu yeojachingunya!” seru Soo Jung lagi. Aku mendelik.

“Hoaa? Jinchayoo? Kok aku gak tahu?” kataku tertahan. Soo Jung hanya memutarkan kedua bola matanya.

“Kau kerjaannya melamun di kelas mulu sih.. belajaaar mulu. Gak capek tah?” Tanya Soo Jung lagi. Aku memiringkan kepalaku.

“Gak juga. Lagipula tugasku memang banyak kok,” kataku membela diri.

“oh..” katanya pada akhirnya. “Ehh.. sekarang giliranmu!” katanya sambil menepuk pundakku. Aku menoleh bingung.

“Mwo? Aku harus ngapain?” kataku gugup ketika dengan ajaib sebuah benda bundar-takbersudut-oranye-garishitam sudah ada di tanganku.

“Lay up!! Lay up!!” bisik Soojung. Aku hanya mengangguk.

“Silahkan coba lay up, Son Hee-ssi,” kata Minho sunbae sambil bersiap memperhatikanku. Err.. tepatnya memperhatikan gerakanku.

Well, lebih baik lakukan saja deh daripada di paksa T^T

Tap..

Tap..

Syuuut…

Tuing….

Jeduaaakkk…

“Akh!! Mianhae sunbae!” pekikku ketika melihat Minho sunbae sudah tepar karena benda-bulat-oranye-garishitam itu mencium jidatnya yang mulus itu dengan sukses, sempurna, dan di tempat yang strategis. Aku melongo, bingung harus melakukan apa. Sekarang, kalian coba pikirkan, apa yang harus kalian lakukan bila kalian di kelilingi dengan tatapan menghina seakan mau membunuhku dalam sekejap ini?

“Kau harus tanggung jawab Son Hee!!” kata Soo Jung memperingatiku. Aku langsung lemas seketika.

“Haduhh, gimana dong?” ujarku pasrah.

“Siapa yang melempar bolanya?” suara coach yang menggelegar membuat bulu kudukku berdiri.

“Sa.. saya coach..” jawabku jujur. Udah, jujur ajadah, daripada gak jujur, sangsinya lebih mantep daripada yang jujur. Lagi pula, jaman sekarang jujur itu mahal, kecuali jujur kacang ijo (??)

“Huh. Kau lagi. Dari pertama masuk sini memang tak pernah bisa basket. Ya sudah, bawa sunbaemu ke UKS,” kata coach tak berperasaan.

“Ne.. coach,” kataku pasrah. “Eh.. coach..” kataku lagi karena mengingat sesuatu. Coach hanya menoleh malas.

“Apa lagi?”

“Gimana saya bawanya coach? Bayangin deh coach, bandan dia seberapa, badan saya seberapa..” kataku sambil membandingkan besar-kecilnya badanku dengan badan Minho sunbae.

“Ah, kau ini. Ya sudah, minta Jong Hyun untuk membawanya. Dan ingat, kau yang harus menungguinya!” kata coach lagi dengan kejamnya.

“Ne.. coach,” kataku kalem lalu mengikuti Jong Hyun sunbae yang sudah mulai mengangkat tubuh Minho sunbae.

“Heu. Jadi kau hoobae yang payah basket itu yah? Hahh.. merepotkan saja..” katanya yang membuatku ciut.

“Ne, sunbae. Mianhamnida sudah merepotkanmu,” kataku takut-takut.

“Sudahlah. Sekarang ikut aku ke UKS,” katanya singkat.

Heuu.. aku telah mencelakai Minho sunbae. Akh, aku harus bagaimana sekarang? Aku memang tak berguna. Dan aku harus menungguinya? Hah. Ini lebih baik daripada harus mengikuti pelajaran coach yang pastinya membuatku mati kutu. Demi jjajangmyun eomma!!

Aku mengekor Jong Hyun sunbae sambil menunduk.

“Sekarang, kau kutinggal. Jaga dia, kompres benjolannya itu.” Katanya setelah membaringkan Minho sunbae di ranjang UKS. Aku mengangguk.

“Ne, sunbaenim. Gamsahamnida,” kataku sambil membungkuk. Lalu Jong Hyun sunbae tersenyum tipis dan berlalu.

Heu. Aku melangkah mengambil kain dan baskom berisi air es. Perlahan kudekati Minho sunbae yang tergeletak di ranjang UKS dengan benjolan segede telor di jidatnya, yang merupakan hasil karyaku. Minhamnida sunbae…

“Gila, ini benjolannya gede amat yak? Sekeras apa sih lemparanku?? Huaa.. kalo Hara sunbaenim sampe tahuu.. bakalan digorok aku, telah merusak wajah namjachingunya..” gumamku sambil mengkompres benjolan itu.

“Siapa yang namja chingunya siapa hah??” tiba-tiba suara Minho sunbae mengagetkanku.

“Omo.. sunbaenim! Kau sudah sadar?” tanyaku walaupun matanya masih terpejam.

“Katamu tadi, siapa yang namjachingunya siapa?” katanya lagi menghiraukan pertanyaanku.

“Err.. anu.. Minho sunbae namjachingunya Hara sunbae..hehehe..” kataku sambil menggaruk kepalaku yang tidak gatal. Matanya terbuka seketika.

“Kata siapa?” tanyanya lagi, lebih tajam daripada peniti.

“Kataku tadi barusan, hehehe..”

“Kau suka banget ketawa gaje begitu sih?” tanya Minho sunbae lagi yang membuatku menghentikan tawaku yang rada-rada itu.

“Ga tau ya? Keturunan kali!” jawabku asal.

“Denger ya.. aku ga pacaran sama Hara. Dia itu..”

“Sahabat sunbae?” potongku.

“Ish, jangan dipotong dulu kenapa, dia itu.. sepupuku,” katanya yang denagn sukses membuatku melongo.

“Oh. Oh… OHHHHH???” pekikku kaget.

“Hahahahahahaha..” ia hanya tertawa nyaring. DISITUASI SEPERTI INI MASIH SEMPATNYA AKU TERPESONA OLEHNYA?? Aigoo…

“Baru tahu.. kupikir sunbae pacaran sama Hara sunbae,” kataku kalem.

“Jangan pernah berpikir seperti itu,” katanya tajam aku terlonjak.

“Tapi sudah terlanjur tuh..” kataku lagi.

Author POV

Minho memandang Son Hee yang tengah menyahuti perkataannya seenak udel. Ia memiringkan kepalanya, memikirkan kata-kata yang pas untuk mengunci Son Hee.

“Berarti… Aku harus mengubah pemikiranmu itu…” sahutnya juga seenak jidat. Minho bangkit dari posisi tidurnya, dan langsung menarik kepala Son Hee ke arahnya lalu mencium Son Hee tepat di bibirnya.

Karena tak ada respon apapun dari Son Hee, minho pun menghentikan ciumannya, takut bila nyatanya Son Hee menangis menerima perlakuannya yang pasti melanggar HAM#plakk. Namun nyatanya, Son Hee hanya memandangnya dengan mata terbelalak. Sekejap kemudian, Son Hee langsung ngibrit ke luar uks, meninggalkan Minho yang masih kaget dengan apa yang barusan dilakukan Son Hee.

Son Hee berlari ke kamar mandi perempuan yang jaraknya 3 lantai dari UKS. Ia langsung masuk ke salah satu biliknya, menguncinya dan berjongkok di situ. Ia menyentuh tengkuknya, bekas sentuhan tangan Minho, terasa hangat. Dan ia juga menyentuh bibirnya yang masih basah, berpikir apa yang telah tejadi pada dirinya. Jantungnya masih berdegup dengan sangat cepat, membuah seluruh tubuhnya terasa panas.

Son Hee terus berdiam di situ hingga terdengar bunyi bel tanda bergantinya pelajaran. Ia baru mau melangkah ke luar toilet dan dengan langkah hati-hati ia kembali ke kelasnya, duduk di bangkunya dan menelungkupkan kepalanya.

Minho POV

Aigoo, apa yang telah kulakukan? Apakah aku telah kehilangan akal sehatku? Bagaimana kalau nanti dia membenciku? Bagaimana kalau nanti dia melapor ke oppanya… Bagaimana kalau nanti dia… Arrgghh!!! Kenapa aku tidak dapat mengendalikan diri tadi?? Dia itu hanya yeoja aegyo yang gak tahu apa-apa!! Aigoo… Minho pabo!! Kalau dia minta tanggung jawab bagaimana? Haish, dan pasti dia langsung lari entah kemana. Aigoo… Choi Minho.. Kau benar-benar paboo!!!!

Akh… Eotthoke? Padahal dengen baik hati dia sudah mengompres hasil karyanya di keningku. Heu~ ya sudahlah. Aku pun melangkah kembali ke kelas dengan perasaan gamang. Akh.. Aku menodai hoobaeku sendiri!! Andwaee!!!

Chingudeulku sudah kembali ke dalam kelas semua ternyata.

“Minho-ya!” seru Kwangmin yang membuatku menoleh malas.

“Ne?”

“Gwaenchanna?” tanyta Taemin polos dengan nada khawatir. Tentu saja polos, kan aku kena bola, bagaimana bisa aku baik-baik saja?!

“Kau.. Hahahahaha.. Melas sekali kau.. Hahahahahaha…” seru Key, si namja setengah botak yang cerewet sekali, mirip ummaku. Aku hanya meliriknya sinis, tak menanggapi ucapannya. Tidak ditanggapi saja sudah berkicau terus, bagaimana kalau ditanggapi lagi?(Author dirajam lockets)

“Jangan meledeknya deh Key…” sahut Jjong, nama sebenarnya sih Jong Hyun tapi panjang sekali namanya jadi disingkat saja. Lagipula orangnya juga tidak keberatan kok, hehehe.

“Gomapta Jjong…” cetusku pelan. Jjong hanya menyambutnya dengan senyuman.

“Ah.. Dia sedang malas bicara rupanya.. Wae? Apa kau.. Dan hoobae itu…” Youngmin menggantungkan kata-katanya, membuat kumpulan ini menoleh bingung ke arahnya. Ya, haksaeng yang lebih mirip dengan hoobae itu suka sekali memprovokator sesuatu.

“Mwo?” tanyaku heran, begitu semua tatapan menuju ke arahku dengan cengiran khas setan.

“Ah.. Kau pasti tahu maksudku…” lanjut Youngmin lagi lalu menatapku seakan mengerti sesuatu. Hei? Kenapa sepertinya aku jadi bulan-bulanan mereka sekarang?

“Mwoya? Jincha Choi Minho? Neo?” seru Jjong tiba-tiba. Grr.. anak ini.. aku menyesal sudah berterima kasih padanya!

“Waee? Aku tak melakukan apapun padanya!!” tukasku tajam. Sepertinya aku tahu akan kemana arah pembicaraan ini berjalan…

“Jangan mengelak, wajahmu sudah cemberut begitu. Ada sesuatu yang telah tejadi,” Ck, si magnae ikut-ikutan.

“Hahahahahaha… Uri Minho sudah besar…” kini si mak lampir (Author dicincang lockets) tertawa terbahak-bahak diatas penderiataan Arjuna (??)

“Apa maksudmu hahh?”Sahutku sambil menjitak kepala setengah botak milik Key.

“Yak~” protes Key sambil mengelus kepalanya itu.

“Hei, beritahu aku bagaimana rasanya,” tiba-tiba Jjong merangsek mendekatiku yang kebingungan.

“Apaan sih?!”

“Lah, bukannya kau sudah ada apa-apa dengan hoobae itu?” cetus Kwangmin yang sedari tadi diam memperhatikan kami berdisikusi dengan mesra (??)

Author POV

“Ya!! Ya!! Apa berita yang barusan ku dengar? Neo?? Dengan seorang hoobae?? Ahahahaha.. Aku lega.. Mana hoobae itu?? Pokoknya aku harus melihatnya…” cerca Hara semangat, tanpa meperdulikan wajah Minho yang sudah ijo-merah-biru-kuning.

“Yaa!! Apa maksudmu hahh???” bentak Minho kesal, membuat Hara cekikikan yang mengundang tatapan terpesona dari Kwangmin.

“Aku sudah mendengarnya dari radius 5 meter dari sini.. Hahahahaha…” sahutnya sambil memegangi perutnya yang mulai sakit.

“Wah, kau mendukungnya dengan hoobae itu ya?? Toss… Hahahahaha..” seru JongHyun sambil ber-high five dengan Hara.

“Jinchayo kalian ini.. Haishh!!!” racau Minho sambil mengacak rambutnya sendiri.

“Kenapa sih Ho?? Sewot amat.. Ahahaha.. Aku balik dulu ya??” kata Hara tiba-tiba, yang disambut dengan anggukan dari kerumunan itu. Kecuali Minho, yang kini tengah menutupi wajahnya kesal.

“Psst.. Beritahu aku, sudah sejauh mana hubunganmu dengan hoobae itu haa???” godanya sambil menyenggol-nyenggol lengan Minho.

“Mwoo???” seru Minho hingga terlonjak dari tempat duduknya.

“Dia.. Maksudmu Jjong?? Hoobae yang melemparkan bola basket ke kepala Minho itu??” tanya Key tiba-tiba, baru nyambung dengan percakapan aneh mereka itu.

“Nee…”

“Itu kan…” Key bergumam pelan sambil menatap Taemin.

“Son Hee?? Temannya Sung Ran??” katanya pelan.

“Temannya Minchan juga kale!” balas Key sedikit sebal.

“Ya iya!!!”

“Manis gak menurut kalian anaknya???” tanya JongHyun semangat tiba-tiba.

“Kau mau apakan dia, Kim Jong Hyun??” suara Minho terdengar dingin, membuat Jonghyun bergidik ngeri.

“Hahahaha.. Minho marah..” celetuk Kwangmin, membuat sepasang mata kodok besar itu (author ditimpuk) berpindah memelototinya.

“Eh.. Mianhae Ho.. Aku ga tau.. Hehehehehe… Pikirku, kalo kau ga mau dia buatku saja…” ungkap JongHyun jujur, sejujur-jujurnya.

“Haish.. Jincha… Kalau kau mau mendapatkannya, lawan dulu si Gikwang…” balas Minho lemas.

“Mwoo?? Itu yeojanya Gikwang???” seru Kwangmin sambil membulatkan matanya.

“Aniyo… Dia itu dongsaengnya!!” balas Minho sambil mengibaskan tangannya. Serentak Key dan Taemin menoleh.

“Jincha??? Kenapa dia tak pernah bilang?? Yaikks,..” rintih Taemin ketika jitakan Key dengan sukses mendarat di kepalanya. “Ya! Apa-apaan kau hah?”

“Kau pikir, dengan orang seperti itu kita bisa mengorek informasi pribadinya heu??” balas Key sok tahu yang membuat Taemin langsung cemberut. Pikiran mereka langsung melayang ke setiap reaksi dan tingkah laku Son Hee yang menurut mereka lebih-baik-dia-jadi-seorang-mesin-saja. Bagaimana tidak? Orangnya sangat kalem, sampai karena kalemnya keterlaluan, ia tidak akan bicara bila tidak ada yang mengajaknya bicara.

“Iya juga sih..” tiba-tiba sebuah suara yang familiar terdengar. Minho dengan cepat menoleh ke asal suara itu, demikian pula Key dan temin. Merasa tertarik juga, JongHyun beserta Youngmin dan Kwangmin juga ikut-ikutan.

“Ne sunbae.. Aku bisa latihan sore ini. Habisnya oppa mengajar yang kelas 11, sedangkan aku belum ada tutornya, gamshamnida sunbae…” kedua mata Minho melebar. Taemin dan Key membulatkan mulutnya, dan bergaya sok dramatis#plakkk

“Bukankah itu hoobaenya? Kenapa ia bersama Kyuhyun??” celetuk Youngmin yang memang-tidak-peka-akan-suasana. Yang lain hanya meliriknya sinis, membuatnya kembali membungkam mulutnya, sambil terus menikmati adegan itu dari balik jendela kelas.

“Gwaenchanna, Son Hee-ssi, aku senang bisa membantumu… Eum.. Bolehkan aku memanggilmu saengi??” suara Kyuhyun yang berat tersebut membuat mata Minho semakin terbelalak lebar.

“Mwoya?? Eh?? Ehm.. Boleh sunbae..” jawab Son Hee ragu dan gugup. Key merenyitkan keningnya, sambil menatap Minho prihatin. Sementara Taemin tampak serius mendengarkan kelanjutan percakapan itu.

“Dan kau memanggilku oppa..” sahut Kyuhyun lagi.

“Ne oppa!!” balas Son Hee lantang. Walaupun tak terlihat, jelas gadis itu sedang tersenyum.

“Hm.. Daebak. Kau kembali ke kelas saja saengi-ya.. Sudah hampir bel…”

“Nee.. Annyeong oppa!!”

“Wah.. Kau kalah 1 langkah minho….” gumam JongHyun sambil menepuk-nepuk bahu Minho. Minho hanya meliriknya sinis.

Minho POV

Sesak. Aku memandangi sosok Son Hee yang masih tersenyum pada Kyuhyun. Sedetik kemudian pandangannya beradu pandang denganku, namun ia langsung membuang mukanya dan berlari menjauh. Akh… Pasti gara-gara itu.

“Arrrrggghhh!!!!” aku meracau frustasi. Tapi tak kusangka ternyata tindak-tandukku itu mengundang tatapan mencurigakan dari chingudeulku ini.

“Wae??? Jangan bilang kalau kau..” seru Youngmin sambil menggantungkan kalimatnya. Aku menatapnya tanpa ekspresi.

“Cemburu pada Kyuhyun??” lanjut Jjong yang sangat-sangat tepat sasaran di jantungku. JLEB.

“Hah… Jincha molla…” kataku sambil mengacak rambuit frustasi. Kuingat lagi pertemuan awalku dengannya. Ia memang sepertinya… kurang suka denganku? Ia sangat terburu-buru waktu itu. Tapi itu lebih baik dari pada dicueki olehnya seperti tadi!

Ya.. Aku harus melakukan sesuatu agar segalanya kembali normal..

Sepulang sekolah, aku mengekori Son Hee yang pulang naik bus sendirian. Heu.. Anak ini. Apa ia tidak khawatir ada yang mau menculik yeoja sepertinya hah? Namun sepertinya ia tenang-tenang saja. Haishhh kenapa malah aku yang sewot sendiri??

Tiba-tiba ia turun di depan sebuah cafe kecil. Tempat ini jauh dari sekolah, terletak di tepian kota. Untuk apa yeoja sepertinya ke tempat sepi—er..Mungkin sedikit ramai—seperti ini? Biarlah. Yang penting sekarang aku harus tahu apa yang akan dilakukannya.

“Annyeong agashi! Apakah aku terlambat??” sapanya semangat ketika ia sudah masuk ke dalam café itu. Terlambat? Apa maksudnya? Memangnya dia rutin datang kesini, begitu? Kalau tidak salah sih, karena otakku yang berkata seperti itu#plakk.

“Aniyo. Kau datang tepat waktu seperti biasanya. Cepat ganti pakaianmu, gunakan celemeknya dan bantu chef mengeluarkan cheescake dari oven!! Lalu tolong ambilkan krim vanilla dan serbuk mocca dari ruang persediaan!!” seru ahjussi yang menjaga meja kasir. Apakah dia bekerja di sini? Astaga… kenapa otakku lelet sekali sih loadingnya?

“Sip agashi!!” balasnya semangat. Kurasa ia memang yeoja bodoh nan ceroboh, bahkan sampai sekarang ia tak mengetahui bahwa aku berada tepat di belakangnya. Ketika sosoknya sudah menghilang ke ruang karyawan, aku kembali menoleh menatap kepada ahjussi kasir itu.

“Apakah ada yang mau di pesan, agashi?”

“Sepiring cheesecake,” jawabku spontan. Ahjussi itu tersenyum.

“Baiklah, silahkan menungu di salah satu meja,”

“Gamsahamnida,”

TBC

Makin geje dan garinggg T^T Otte?? Otte?? Feel ga dapet?? ini bahasa tulisannya terus bertransformasi nihhh *lukira transformer apee* #plakk Well, gamsahayoo bagi yang udah baca… apalagi komen!! XDDD

credit by : whiteee13

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s